Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Gw pacarnya!


__ADS_3

Sejak tadi Alana duduk, ada sepasang mata yang terus memandang wajah cantik natural Alana dari jauh. Ya dialah Reza Fernando.


" Hai...boleh aku berkenalan?" ucap Reza sambil mengulurkan tangannya agar Alana mau berkenalan dengannya. Tapi sayangnya Alana menolaknya, dia tak mau jika pacarnya yang saat ini sedang mengantri memesan makanan akan mengamuk. Tapi sayangnya Reza tetap merasa tak tahu malu, meskipun dirinya sudah mendapat penolakan dari Alana tapi dengan cueknya justru dia malah menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Alana.


" Siapa cowok itu? Berani-beraninya dia dekati Alana." gerutu Elvan dalam hati dan terus memandang ke arah Alana dan Reza. Awalnya Elvan berusaha menahan emosinya, karna hanya menunggu 5 orang lagi dirinya sudah bisa memesan makanan yang dia inginkan. Tapi hatinya bertambah panas, saat Reza berusaha memaksa Alana. Bahkan dengan berani Reza menarik tangan Alana secara paksa, saat Alana hendak bangkit meninggalkan Reza.


Bug...bug...


Dua Bogeman mendarat di wajah Reza.


" Gw peringatkan sama lo, jangan pernah ganggu cewek gw! Gw pacarnya! Jadi jangan buat masalah sama gw!" ucap Elvan tegas. Elvan sosok cowok yang sangat melindungi pacarnya.


Dan ternyata Reza merasa tak terima dengan apa yang di perbuat Elvan. Hingga akhirnya dia bangkit dan berusaha untuk menyerang Elvan. Untungnya petugas keamanan yang bekerja di restoran tersebut berusaha melerainya.


" Ayo yang lebih baik kita cari tempat lagi! Aku ga sudi melihat wajahnya!" ujar Alana membuat Reza merasa geram. Dan kelak jika di pertemukan kembali, dirinya akan membalasnya. Alana menarik tangan Elvan untuk keluar dari restoran tersebut untuk mencari tempat makan yang lain.


Selama perjalanan Elvan terus saja mengoceh, merasa kesal dengan cowok yang mencoba mengganggu pacarnya. Sedangkan Alana hanya tersenyum melihat sikap pacarnya.

__ADS_1


" Kok kamu malah senyum-senyum sih? Kamu suka ya sama cowok itu?" ucap Elvan sambil menatap wajah pacarnya.


" Loh kok bisa-bisanya kamu bilang aku suka sama dia sih? Justru aku senyum seperti ini, karna aku bangga punya pacar seperti kamu yang sangat melindungi pacarnya. Dan aku bahagia banget melihat sikap kamu ke dia. Aku yakin jika kamu melakukan hal ini karna kamu sangat menyayangi dan ga mau kehilangan aku." sahut Alana sambil memberikan senyum termanisnya. Tentu saja hal itu membuat Elvan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ternyata penafsirannya salah kepada pacarnya.


Kini mereka telah sampai di restoran ayam kriuk. Setelah Elvan memarkirkan mobilnya, Elvan dan Alana masuk ke dalam restoran tersebut.


" Sore mba, saya pesan dua paket super panas 2, French fries nya 1, dan es cream cone nya 2 tapi di antarnya nanti saja kalau saya sudah selesai makan!" ucap Elvan.


Elvan menghampiri pacarnya dengan membawa 1 buah nampan berisi makanan dan minuman untuk mereka berdua.


" Nanti sampai rumah langsung istirahat ya! Ingat minggu depan kamu harus terbang ke Singapura untuk lomba olimpiade matematika!" ucap Elvan di sela-sela makannya. Dan Alana hanya menganggukkan kepalanya yang berarti dirinya setuju.


Setelah selesai makan, Elvan langsung melajukan mobilnya kembali untuk mengantar Alana pulang.


" Maaf... sepertinya aku ga bisa nganter kamu ke sana! Aku yakin pihak sekolah ga akan mengizinkan aku untuk izin tidak sekolah karna ingin ikut bersama kamu." jelas Elvan.


" Iya ga apa. Aku ngerti kok! Lagi pula memang aku ga mau kamu memaksakan kehendak dengan meninggalkan pelajaran hanya untuk menemani aku. Aku janji akan pulang secepatnya." sahut Alana memberikan pengertian.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kini mereka telah sampai di depan rumah Alana.


" Maaf aku ga bisa mampir dulu ya!" ucap Elvan kepada pacarnya.


Setelah pacarnya turun, Elvan langsung melajukan kembali kendaraannya menuju rumahnya. Dan kini dirinya sedang dalam perjalanan pulang.


" Tadi baru aja di tinggal sebentar, ada aja orang yang iseng. Apalagi nanti gw ga ada, harus melanjutkan kuliah di luar negeri." ucap Elvan lirih. Dirinya tiba-tiba teringat akan perpisahan nya kelak dengan kekasihnya. Waktu 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk dirinya lalui tanpa kekasihnya. Rasanya dirinya masih terasa berat untuk mengungkapkan hal ini kepada kekasihnya. Dia memilih untuk menyimpannya dulu.


Elvan telah sampai di depan pintu gerbang rumahnya dan langsung memberi tanda klakson agar sang security segera membuka pintu gerbang.


Lagi-lagi dirinya harus merasa sendiri saat di rumah kembali. Kedua orang tua nya lebih sibuk dengan karier mereka masing-masing.


" Huhft...sepi banget ni rumah. Kalian pikir semua ini sudah cukup ? Aku juga butuh perhatian dan kasih sayang kalian!" ucap Elvan lirih.


Tanpa buang waktu lama. Elvan langsung melanjutkan untuk mandi. Tubuhnya terasa sangat lengket.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏😍😘😄

__ADS_1


__ADS_2