
" Van, lusa sekolah negeri 1 ngajak kita tanding lagi ! Gimana menurut kamu ? Kita terima tantangan dia atau nolak ni ? " Tanya salah satu tim basket di sekolah. Elvan adalah ketua tim basket di sekolah tersebut, jadi keputusannya sangat berpengaruh di tim.
" Yach...kalau gw sih ok aja ! Justru bukannya itu sebuah hal yang bagus, kita jadi semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi ? Tapi balik lagi sih, gw serahin semuanya sama anak-anak ! " Sahut Elvan. SMU negeri 1 adalah saingan terbesar sekolah Elvan. Letaknya tak jauh dari sekolah Elvan. Sekolah Elvan pernah terkalahkan.
Dan berdasarkan pertimbangan anggota tim, mereka sepakat terima tantangan itu. Dan hari ini mereka akan mulai latihan.
" Han...kamu pulang duluan aja ya ! Kemungkinan aku akan pulang sore atau menjelang magrib. Soalnya tim basket sekolah harus berlatih giat, lusa SMA negeri 1 ngajak kita tanding. Maaf ya honey ! " Ucap Elvan sambil mengelus rambut Alana. Dan Alana mengangguk mengerti.
Itulah yang di suka Elvan dari Alana, dia tak pernah membatasi ruang gerak Elvan. Alana memberikan kepercayaan pada Elvan untuk melakukan apapun. Bagi Alana yang terpenting Elvan bisa menjaga kepercayaan nya.
Elvan bersama tim berusaha keras untuk berlatih agar mereka bisa memenangkan pertandingan kali ini.
" Ok kita break dulu 15 menit ! " Ujar Elvan.
Ternyata ada aja yang mencari kesempatan mendekati Elvan di saat Alana tak ada di samping Elvan.
" Wuih...ulet keket bertebaran klo daunnya ga ada yang jaga ! " Sindir Andre melihat Maura menghampiri Elvan.
Maura menduduki bokongnya dan duduk di sebelah Elvan sambil memberikan satu botol air minum. berwarna dingin.
" Hai...Van. Ini buat kamu ! Pasti kamu haus kan ? Aku tadi sengaja beliin ini buat kamu ! " Ucap Maura lembut. Namun sayangnya Elvan langsung menolak mentah-mentah minuman yang di berikan Maura.
__ADS_1
" Aku tau itu minuman mahal ! Tapi aku ga bisa terima ! Karna di saat latihan seperti ini, hanya air putih dan bukan minuman yang dingin untuk tubuh gw ! " Sahut Elvan ketus membuat wajah Maura berubah merah menahan malu. Terlebih Andre dan dua anggota tim Elvan menertawakan Maura dan menggoda Maura. Mengingatkan Elvan udah punya cewek, lebih baik sama dia yang masih sendiri. Dan meminta minuman untuk dirinya.
Maura mengepalkan tangannya merasa tak terima dengan penolakan Elvan.
" Sorry kalau udah ga ada yang penting lebih baik Lo pergi dari sini ! Dan kalau mau melihat gw dan anak-anak berlatih tempat Lo bukan di sini , tapi di sana ! " Ujar Elvan sambil menunjukkan tempat duduk untuk penonton.
" Boleh aku nungguin kamu sampai selesai latihan ?" Ucap Maura, Maura berusaha menahan emosinya, mungkin dia harus lebih bersabar untuk membuat Elvan tertarik dengannya.
" Untuk apa ? " Tanya Elvan sambil memainkan ponselnya memberi pesan chat ke Alana.
Dan akhirnya Maura memilih langsung mengungkapkan perasaannya pada Elvan. Jika dirinya mencintai Elvan. Tentu saja Elvan langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
" Iya aku tau ! Tapi ga salahnya kan aku mengungkapkan perasaan aku ke kamu ? Aku ingin kamu tau apa yang aku rasa ! Aku janji akan berusaha menjadi yang lebih baik dari Alana ! " Ungkap Maura.
" Denger ya gw ngomong ! Emang hati Lo ga salah, tapi Lo salah mengungkapkan itu sama gw ! Karna gw udah punya kekasih, dan hanya Alana yang gw cinta ! Dan satu hal lagi, Lo ga akan pernah bisa jadi Alana sampai kapan pun ! Karna Alana adalah wanita paling sempurna menurut gw ! Paham kan Lo ? Jangan pernah ganggu gw lagi ! Dan jangan pernah ganggu Alana kalau nasib Lo ga mau seperti Misella dan geng centilnya ! " Ucap Elvan tegas, Elvan langsung bangkit dari duduknya dan mengajak anggota tim nya berlatih kembali. Dan Maura hanya bisa menatap wajah pria impiannya.
🍀🍀🍀🍀
Tibalah saatnya pertandingan di mulai. Elvan sudah bersiap bersama tim nya. Alana dan Wita pun sudah hadiri. Begitu juga para fans Elvan dan teman-teman satu sekolah yang ingin memberikan dukungan.
" Semangat ya yang, aku yakin kamu bisa ! " Ucap Alana pada kekasihnya. Membuat para fans Elvan merasa panas.
__ADS_1
Elvan menganggukkan kepalanya dan berjalan memasuki area tempat berkumpul para pemain.
Pertandingan di mulai. Semua berteriak memberi semangat untuk tim andalan mereka. pertandingan terlihat sengit, masing-masing tim berusaha keras untuk memenangkan pertandingan.
" Duh yang kamu tampan banget sih ! " Ujar Alana dan Wita pun mengakuinya.
" Lo tuh sama Elvan, mirip Pangeran untuk Cinderella ! Beruntung Lo dapetin Elvan ! Tuh Lo lihat sekitar, banyak cewek yang tergila-gila sama dia dan Lo orang yang beruntung ! Bahkan gw lihat cinta Elvan ke Lo tulus, meskipun dia tajir melintir ! " Sahut Wita membuat Alana tersenyum. Memang benar apa yang di ucapkan sahabat nya. Ibarat dongen, Alana memang seorang Cinderella dan Elvan adalah pangeran yang mencintai dirinya.
" Yeay...Elvan kamu hebat ! " Semua pendukung Elvan bersorak saat Elvan berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Skor babak pertama di menangkan sekolah Elvan dan Elvan lah pahlawan nya.
Alana langsung turun memberikan Aqua dan mengelap keringat Elvan. Membuat para jomblo dan fans Elvan merasa kesal dengan keromantisan Alana.
" Makasih Han, ya udah kamu kembali sana ! " Ujar Elvan dan Alana kembali ke tempat duduk. Alana adalah motivasi dirinya untuk memenangkan pertandingan ini, dia ingin membuat sesuatu yang membanggakan. Jika Alana selalu unggul di akademis, Elvan juga ingin unggul di tim basketnya.
" Huh...dasar cewek ga tau diri ! Pinter banget ngambil hati nya ! Sadar woy sadar Lo itu siapa ! Ga pantes banget Lo sama Elvan ! " Teriak salah satu fans Elvan. Tapi Alana berusaha menahannya terlebih Wita mencoba mengingatkannya untuk mendiamkan saja. Diam bukan berarti kalah, tapi Alana tak ingin merusak momen kejuaraan kekasihnya dia tak ingin membuat masalah.
" Tahan Alana, mereka seperti itu karna salah satu bentuk protes karna Elvan memilih kamu meskipun kamu hanya orang biasa ! " Alana mencoba menenangkan hatinya, agar tidak terhanyut perasaan.
Pertandingan di mulai kembali, Elvan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik seperti biasanya. Totalitas Elvan tak di ragukan lagi di dalam pertandingan, itulah salah satu alasan dirinya di jadikan ketua tim dalam tim basket di sekolah nya. Elvan juga memiliki sifat tegas untuk memotivasi anggota lain untuk tetap semangat berlatih.
Dan skor terakhir akhirnya di menangkan tim basket sekolah Elvan dengan skor 3-0. Suatu kemenangan yang luar biasa, bisa membabat habis tim lawan. Tentu saja hal itu membuat anggota timnya dan para pendukung tim basket Global Persada menyanjung Elvan sebagai pahlawan di pertandingan tersebut.
__ADS_1