
" Kemana Alana? Kenapa tidak ada di tempat tadi? Apa dia sedih melihat aku menemani Misella?" gumam Elvan. Awalnya Elvan masih bertahan, berpikir mungkin saja Alana sedang ke toilet. Tapi firasat hatinya mengatakan saat ini Alana telah pergi meninggalkan tempat itu. Elvan bergegas mencari keberadaan Alana. Dia tak peduli, papi dan Misella berteriak memanggilnya. Baginya Alana yang terpenting.
" Kamu kemana honey? Maaf karna aku telah menyakitimu!" ucap Elvan lirih. Elvan berusaha mencari di sekeliling rumah Misella, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya dia bertanya kepada teman-temannya, tentang keberadaan Alana. Dan salah satu dari mereka mengatakan kalau Alana telah pergi sejak tadi.
" Bagus donk Alana pergi. Berarti dia sadar diri!" sindir Sisil sahabatnya Misella.
" Tutup mulut lo! Jangan sampe gw robek mulut lo!" ucap Elvan dan memberi tatapan tajam ke arah Sisil. Membuat Sisil bergedik ngeri. Dia tak pernah melihat wajah Elvan yang bengis seperti itu.
Elvan berlari ke parkiran mobilnya dan langsung melajukan kendaraannya. Untuk mencari keberadaan pacarnya.
" Alana ku mohon, maafkan aku!" ucap Elvan penuh harap.
" Itu Alana, mengapa dia sama Dion? Apa Alana sengaja meninggalkan aku karna ingin bersama Dion? Tega banget kamu Han, membalas aku seperti ini." sahut Elvan. Elvan di penuhi dengan tanda tanya.
Elvan menghentikan mobilnya dan menepikannya, saat melihat Alana sedang duduk bersama Dion di sebuah taman yang tak jauh dari rumah Misella. Tanpa pikir panjang dia langsung turun dari mobilnya untuk menghampiri Alana.
__ADS_1
" Han, kenapa kamu pergi meninggalkan aku?" tanya Elvan. Dia tak peduli dengan keberadaan Dion.
" Untuk apa kamu menemui aku ke sini? Bukankah kamu lagi bahagia bersama nya? Aku ingin hubungan kita berakhir! Aku sadar kalau aku tak pantas untukmu! Lebih baik kita akhiri semuanya hari ini, aku tak mau terlalu berharap lebih dari hubungan ini yang nantinya akan sangat menyakiti aku!" ungkap Alana. Alana bersikap tegas. Lebih baik di akhir sekarang dari pada membuat rasa sakit yang begitu mendalam. Perpisahan memang sangat menyakitkan, tapi jika ini memang yang terbaik kenapa tidak secepatnya saja dia lakukan.
" Han, ku mohon jangan seperti ini! Aku sangat mencintai mu! Apapun yang terjadi aku akan mempertahankan kamu! Maaf jika tadi aku seperti pecundang yang tak bisa melawan. Seharusnya aku tetap pada pendirian aku, tidak menyakiti kamu." ucap Elvan memohon. Gimana perasaan Dion saat itu? Dia sangat senang sekali melihat pertengkaran dua insan yang biasanya terlihat harmonis dan mesra. Ini kesempatan emas baginya untuk merebut Alana dari Elvan.
" Tak ada yang perlu kita bahas lagi! Dion bisa antar kan aku?" ucap Alana kepada Elvan dan meminta Dion untuk mengantarkannya. Alana menghempaskan tangan Elvan dengan kasar. Hatinya terasa sakit, harus melihat kedekatan Misella dengan pacarnya.
Bug...Bug..
" kalau lo berani bawa cewek gw, gw bakal habisin lo!" Ancam Elvan. Saat ini Elvan sedang terbakar api cemburu. Karna Dion berusaha memanfaatkan situasi seperti ini.
" Ini bukan urusan kamu lagi, ini sudah menjadi urusan aku! Urus saja sana Misella, bukankan dia calon menantu impian papi kamu? Bukannya kamu suka juga di perlakukan seperti itu? Aku lihat kamu sangat menikmati peranmu!" Sindir Alana. Alana langsung menarik tangan Dion untuk membawa dirinya pergi meninggalkan Elvan.
" Alana...tega banget kamu sama aku! Aku ga mau putus sama kamu! Kenapa secepat itu kamu berpaling dari aku? Padahal aku akan terus mempertahankan kamu, apapun yang terjadi!" Teriak Elvan.
__ADS_1
Hati Elvan terasa hancur dan sakit melihat pacarnya pergi meninggalkan dirinya dengan cowok lain.
" Aku cemburu Han, aku ga mau kamu di miliki orang lain! Kamu hanya menjadi miliki kamu!" ucap Elvan lirih. Cinta begitu menyakitkan. Elvan tak kuasa menahan kesedihannya. Hingga akhirnya air matanya lolos, menetes dari pelupuk matanya.
Moodnya sudah sangat buruk. Dia memilih untuk pulang ke rumah. Dia tak peduli kedua orang tuanya masih di rumah Misella. Elvan sudah tidak tahan ingin menumpahkan kesedihannya.
Meninggalkan Elvan yang kini sedang larut dalam kesedihannya, papi Adrian justru lagi terbakar emosi karna merasa malu dengan sikap Elvan yang bagi nya keterlaluan. Meninggalkan Misella di saat acara belum selesai. Dan akhirnya kedua orang tua Elvan memutuskan untuk pulang.
" Benar-benar tuh anak, udah gila sama cewek itu! Sampai-sampai dia sudah tidak menghormati kita! Bikin malu orang tua saja!" ucap papi Adrian dalam perjalanan pulang.
" Sudah sih, Pi! Lagi pula Elvan kan ga ada hubungan apa-apa sama Misella, Misella nya aja yang kecentilan sama Elvan. Udah tau Elvan udah punya pacar. Emang dia mau di gituin kalau di posisi Alana?" sahut Mami Dianti agar suaminya mengerti. Bahwa dalam hal ini Elvan tidak salah.
" Kamu itu kerjaannya belain terus! Kamu emang mau kita besan sama orang yang ga selevel dengan kita?" ucap Papi Adrian sambil memandang mami Dianti tajam.
Tinggalkan jejak kalian ya 😍😘😄🙏
__ADS_1