
Elvan langsung berlari mencari keberadaan sang wali kelas, dia berharap wali kelasnya. Mis Eva yang hendak keluar karna akan mengajar, merasa kaget melihat Elvan yang datang dengan wajah sangat panik.
" Elvan, kamu kenapa ? " Tanya Mis Eva kepada murid kesayangannya. Karna Elvan telah membuktikan pada Mis Eva menjadi anak yang baik tak membuat dirinya pusing lagi.
" Alana hilang Mis. Tadi dia sempat pamit ke toilet pas jam istirahat. Tapi sampai sekarang belum kembali, tapi tas dan isi tasnya semuanya lengkap ada di kelas. " Ujar Elvan dengan tergesa-gesa. Dia sangat merasa takut jika sampai terjadi sesuatu dengan kekasihnya.
" Bolehkah saya melihat tayangan cctv ? Mungkin saja akan memberikan titik terang pencarian Alana Mis ? " Ucap Elvan dengan wajah memohon iba.
Tentu saja Mis Eva menyetujui nya, karna Alana juga muridnya. Elvan dan Mis Eva langsung mengajak Elvan ke ruangan cctv. Mis Eva langsung menceritakan masalah yang terjadi dengan muridnya. Elvan juga menjelaskan kronologi kejadian dan waktu kejadian untuk mempermudah IT yang menjaga ruang cctv untuk memflasback data ke jam tersebut.
Dan terlihat jelas saat Alana berjalan memasuki toilet. Tak lama kemudian dua orang teman Misella. Cukup lama Alana berada di sana. Elvan sudah merasa khawatir saat di situ karna Alana tak kunjung keluar dia sudah mulai merasa curiga. Pasti ini ada hubungannya dengan Misella dan ternyata kecurigaan terbukti. Elvan langsung mengepalkan tangannya saat Misella memasuki toilet. Elvan masih terus menyimak dan membungkam mulutnya. Sedangkan Mis Eva dan IT tersebut tidak merasa curiga. Karna cctv tidak bisa merecord kejadian di dalam kamar mandi.
" Misella, Sarah, Sisil, Angel. " Ucap Elvan geram. Saat melihat Sisil dan Angel membekap mulut Alana dan menarik paksa membawa Alana ke dalam gudang yang tidak terpakai.
" Sudah jelas ini Mis mereka pelakunya ! Saya minta dia di hukum seberat mungkin ! Karna berniat mencelakai Alana secara tidak langsung. Mis saya permisi harus segera menolong Alana ! " Pamit Elvan dan Mis Eva langsung menganggukan kepalanya.
Elvan langsung berlari ke kelasnya. Dan bilang kepada guru yang sekarang bertugas mengajar. Jika Alana berada di gudang dan dia harus menyelamatkan. Karna di sekap oleh Misella dan teman-temannya. Elvan juga meminta izin untuk mengajak serta Wita dan juga Andre untuk membantunya.
Mereka bertiga langsung berlari menuju gudang yang sudah tak terpakai.
" Breng*sek terkunci dari luar ! Dre, kita dobrak aja sekarang ! Satu...Dua...Tiga..." Ucap Elvan. Dalam hitungan ketiga Elvan dan Andre langsung menendang pintu gudang itu. Gudang itu sebenarnya tak pernah terkunci hanya kuncinya menempel di pintu, dan Misella tadi memindahkan ke depan dan mengunci Alana dari luar.
__ADS_1
Elvan merasa panik saat menemukan Alana yang sudah dalam keadaan pingsan dengan tangan, tubuh, kaki terikat tali, dan mulut di tutup dengan sapu tangan.
" Dre, tolong foto Alana sebelum gw buka ikatannya ! Biar jadi barang bukti ! " Ujar Elvan.
Setelah di foto, Elvan, Andre, dan Wita langsung membuka ikatan Alana. Elvan langsung menggendong tubuh Alana yang terlihat lemah tak berdaya. Sepertinya Alana kehabisan tenaga karna mencoba berteriak meminta tolong. Terlebih dirinya belum sempat makan saat jam istirahat.
" Misella, tunggu pembalasan dari gw ! Karna udah berani menggangu Alana ! " Ucap Elvan geram.
" Van, bawa Alana ke ruang UKS aja ! " Ujar Wita yang mengikuti Elvan dari belakang begitu juga dengan Andre.
Ruang UKS di sekolah Elvan berbeda di sekolah lain, di sekolah ini UKS di jaga oleh satu orang perawat yang di pekerjakan oleh pihak sekolah.
" Dre, tolong beliin nasi rames ya pakai ayam goreng ! Kasihan tadi dia belum sempat makan, makanya dia sampai pingsan begini. Sekalian beliin dua botol air mineral ya ! " Ucap Elvan sambil memberikan uang 50 ribu dari dompetnya.
Perlahan demi perlahan Alana mulai tersadar dan membuka matanya. Kepalanya masih terasa pusing.
" Honey... akhirnya kamu sadar juga ! Aku sangat khawatir sama kamu ! " Ucap Elvan yang langsung meraih tangan Alana. Alana hanya membalas kekasihnya dengan senyuman.
" Temannya sudah membaik tinggal pemulihan saja ! Yang penting langsung banyak makan dan minum ya, soalnya dia dehidrasi ! " Ucap sang perawat. Elvan dan Alana langsung mengangguk mengerti.
Andre sudah kembali membawa nasi dan juga air mineral yang Elvan pesan.
__ADS_1
" Dre, Wit kalau kalian mau kembali ke kelas ga apa. Biar gw yang jaga Alana. Kasihan kalau kalian sampai ketinggalan pelajaran. " Ujar Elvan dan akhirnya Wita dan Andre pamit untuk kembali ke kelas.
" Han, makan dulu ya ! Tadi kan kamu belum sempat makan ! Oh ya ini di minum dulu ! " Ujar Elvan sambil membantu Alana duduk dan memberikan Alana air minum. Elvan sengaja tak ingin langsung membalas masalah kejadian yang terjadi. Dia takut Alana masih merasa shock, dia ingin Alana tenang dulu.
Elvan menyuapi kekasihnya dengan telaten. Sungguh hal ini membuat Alana semakin mencintai Elvan. Karna Elvan sangat perhatian dan menyayangi dirinya dengan tulus.
" Udah. Aku udah kenyang ! " Ucap Alana yang meminta Elvan menghentikan menyuapi dirinya. Karna perutnya sudah merasa kenyang.
" Tadi yang nolong dan bawa aku ke sini siapa ? " Tanya Alana membuka pembicaraan masalah tadi.
" Pangeran tak berkuda. " Sahut Elvan singkat membuat Alana mengerutkan keningnya.
" Maksudnya ? " Tanya Alana kembali karna masih merasa bingung dengan jawaban kekasihnya.
Elvan menjelaskan kepada kekasihnya. Bahwa dia panik mencari keberadaan Alana yang tak kunjung keluar dari kamar mandi. Elvan, Wita, dan Andre berusaha mencari keberadaannya. Tapi hasilnya nihil. Hingga akhirnya Elvan mempunyai ide untuk mencari Alana lewat cctv. Dan Alhamdulillah berhasil. Elvan berhasil menemukan jejak Alana. Elvan langsung mengajak Andre dan Wita. Elvan juga menceritakan bahwa dia sudah memberitahu Mis Eva wali kelas mereka, dan Mis Eva menjadi saksi yang melihat tayangan Misella dan gengnya melakukan penculikan Alana. Dan kasus ini akan di urus Mis Eva. Dan pangeran tak berkuda itu adalah Elvan Aska Bagaskara, kekasihnya.
" Terima kasih ya pangeran tak berkuda aku. " Ucap Alana sambil memberikan senyum termanisnya.
" Sama-sama Cinderella' aku. " Dan kini mereka tertawa geli berdua.
Sedangkan di ruang kepala sekolah. Misella dan gengnya sedang di interogasi. Mereka akan mendapat hukuman akan di skorsing selama 1 bulan tidak bisa mengikuti pelajaran. Tapi jika mereka berulah lagi, pihak sekolah tidak akan segan-segan mengeluarkan mereka semua dari sekolah. Tak peduli mereka bayar mahal di sekolah itu. Karna tindakan ini, merupakan tindakan kriminal. Kalau di bawa ke jalur hukum, mereka di pastikan akan mendekam di penjara. Pihak kepala sekolah juga meminta Misella dan gengnya untuk meminta maaf pada Alana. Sungguh hal terberat bagi mereka untuk melakukannya. Karna rasa gengsi tinggi yang di miliki mereka. Bukan merasa jera justru menambah rasa dendam yang dia rasakan.
__ADS_1