
Hari ini akan di adakan ujian tengah semester. Tentu saja semua siswa dan siswi sudah mempersiapkan diri belajar di rumah. Seperti hal nya yang di lakukan Alana dan juga Elvan.
Suasana terlihat hening. Semua murid terlihat fokus mengerjakan soal-soal ujian. Elvan tak lagi merasa gelisah seperti dulu saat ujian karna tak bisa mengerjakan soal. Kini dirinya terlihat sangat percaya diri.
Bel istirahat berbunyi. Jawaban dari mata pelajaran pertama di kumpulkan.
" Gimana tadi kamu bisa mengerjakannya ? " Tanya Alana saat Elvan menghampiri mejanya.
" Bisa donk. Kan ada wanita hebat di samping ku ! " Ujar Elvan membuat Alana tersenyum. Lagi-lagi kekasihnya memuji dirinya.
" Semua ini bukan karna aku, tapi karna kerja keras kamu sayang..." Sahut Alana.
Ujian tengah semester telah di lewati, prestasi Elvan patut di acungkan jempol. Para guru yang mengajar pun mengakui kepintaran Elvan. Sungguh Elvan benar-benar telah berubah. Dan hasilnya pun sangat memuaskan. Elvan mendapat peringat empat dan Alana peringkat kesatu di kelasnya. Perkembangan Elvan yang sangat signifikan.
" Selamat ya Bu. Elvan benar-benar hebat sekarang. Dia meraih peringkat keempat. " Ucap Mis Eva membuat sang mami melongo.
" Benar anak saya dapat rangking ? Dia tak pernah ada masalah lagi di sekolah ? " Tanya Mami Dianti masih tak percaya.
Mis Eva mencoba menjelaskan perubahan yang terjadi pada Elvan.. Mis Eva juga memberitahu jika semua ini berkat Alana yang selalu menjadi motivasi nya. Memberi semangat pada Elvan untuk belajar. Karna saat Elvan berpacaran dengan Alana, Elvan selalu fokus belajar dan selalu mengumpulkan tugas dari guru-guru.
" Alana ? Pacaran ? Ya Allah aku ketinggalan berita banget. Sampai-sampai aku tak tau jika anak ku sudah memiliki pacar di sekolah. " Gumam Mami Dianti.
Elvan saat ini sedang menunggu sang mami di luar bersama Andre. Sayangnya Alana belum datang, padahal dia ingin mengenalkan Alana pada maminya. Dan sampai saat ini belum ada kabarnya.
" Van, Alana itu pacar kamu ? Mana orangnya ? Mami mau kenalan sekarang sama dia ! " Ujar Mami Dianti menghampiri anaknya yang berada di luar bersama Andre.
__ADS_1
Elvan dan Andre saling menatap. Sebenarnya Elvan sudah lama ingin memberitahu maminya, jika dirinya saat ini sudah memiliki pacar. Tapi rencananya masih belum terlaksana, karna sang mami sibuk terus dan belum ada kesempatan untuk mengobrol.
" Kok mami tau ? Tau dari mana ? " Tanya Elvan.
" Wali kelas kamu tadi yang bilang ke mami. Dia bilang kamu memiliki perubahan yang signifikan semenjak pacaran sama si Alana itu. Alana katanya juara kelas, dia sering ngajarin kamu. " Ujar Mami Dianti.
" Ya benar mi yang di katakan Mis Eva. Aku ini seperti ini karna ada wanita hebat di samping ku yaitu Alana. Dulu sebelum pacaran sama dia, aku selalu di tegur guru-guru karna tak mengerjakan tugas, aku juga ga pernah bisa saat ujian karna aku memang ga pernah belajar atau pun memperhatikan guru. " Sahut Elvan nyengir. Akhirnya dia membongkar kebobrokan dirinya dulu. Dia bahkan menceritakan jika dirinya hampir saja di keluarkan dari sekolah dan sang mami di panggil ke sekolah.
Tentu saja hal itu membuat mami Dianti merasa kaget. Karna dia sudah memasukkan Elvan bimbel agar Elvan bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Dia pikir selama ini anaknya aman-aman saja ga bermasalah. Tapi ternyata Elvan merasa malas dan sering kali bolos ga datang bimbel.
" Mulai sekarang mami ga perlu khawatir lagi. Mami ga usah masukin aku ke bimbel lagi, cukup Alana yang mengajari aku ! Mami tenang aja, ada wanita hebat di samping ku ! " Ungkap Elvan membuat sang mami merasa salut. Dan Elvan telah membuktikan pada sang mami jika semester ini dirinya mendapat peringkat keempat. Saat dulu jangan berharap rangking, tak ada nilai merah pun udah luar biasa.
Elvan mencoba menghubungi Alana saat ini sudah di mana karna mami nya ingin bertemu dengan dirinya. Tapi ternyata Alana telah mengambil rapot lebih dulu. Saat Elvan belum datang. Alana meminta maaf jika dirinya lupa memberi kabar kepada Elvan.
" Mi, ternyata Alana udah ngambil raport dari jam 08.00. Ya udah kita pulang aja yuk ! " Ujar Elvan. Dan akhirnya Elvan dan Mami Dianti pulang.
" Jauh gimana mi ? Adalah 3 bulan lebih mi. " Sahut Elvan.
Maksud mami, hubungan mereka ga seperti pasangan suami istri yang melakukan hubungan intim. Bagaimanapun Elvan adalah anak satu-satunya dia ingin Elvan menjadi yang terbaik yang nanti nya akan menjadi penerus kedua orang tua nya. Dia ingin Elvan meraih cita-cita nya setinggi mungkin.
" Owh gitu. Alhamdulillah ga mi. Aku ga mau merusak Alana, aku sayang sama dia. Masa depan kita masih panjang. Aku berdua ingin sama-sama sukses dulu. " Ujar Elvan membuat mami nya merasa tenang.
Kini mereka telah sampai di rumah.
" Van, mami siang ini mau ada kumpul-kumpul sama teman kampus mami. Ya semacam reuni. Ga apa ya sayang ? " Tanya mami Dianti. Elvan hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
" Papi sibuk sama bisnis nya ! Mami ada acara sama teman-temannya. Huhft sungguh malang nasib mu Elvan. Kau memiliki segalanya, namun tak memiliki kasih sayang dari orang tua mu. " Ucap Elvan lesu.
Mami Dianti telah pergi dan hanya meninggalkan Elvan seorang. Hingga dirinya merasa kesepian. Hanya satu hiburan nya yaitu kekasihnya, Alana.
Elvan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi kekasihnya.
" Han, kamu lagi apa ? Jalan yuk ! Aku sumpek banget ni di rumah terus. Apalagi ini malam Minggu. Aku ingin melewati hari ini bersama kamu !" Ujar Elvan.
" Aku izin sama ibu dulu ya ! Emang kita mau ke mana ? " Tanya Alana.
" Gimana kalau kita nonton ? Ada yang seru filmnya aku lihat. Kalau ibu ngizinin, habis Zuhur aku jalan ya ? " Sahut Elvan.
Alana langsung keluar kamar nya dan meminta izin pada ibu dan ayahnya. Dia bilang jika Elvan ingin mengajak main. Merayakan keberhasilan mereka. Ibu dan Ayahnya tentu saja mengizinkan nya.
" Yang, aku udah izin. Terus boleh. Ya udah kamu nanti jemput aja ya ke rumah ! " Ucap Alana.
Dan tepat pukul 13.00 siang, Elvan sudah sampai di rumah Alana. Hari ini dia membawa mobil, karna khawatir akan pulang malam.
" Elvan izin ya Bu mau ngajak Alana main ke mall. Insyaallah sebelum jam 9 malam udah sampe di rumah. " Ujar Elvan.
Kini mereka sudah dalam perjalanan ke mall untuk menonton.
" Selamat ya han kamu jadi juara kelas. Kamu memang pintar. ". Ujar Elvan memberi selamat pada kekasihnya.
" Kamu gimana nilainya ? " Tanya Alana balik.
__ADS_1
" Alhamdulillah aku dapat peringkat empat. Semua ini berkat wanita hebat yang ada di samping ku. " Ungkap Elvan sambil mengelus pipi mulus kekasihnya.
Jangan lupa dukungan nya kakak😄🙏😍