Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Biarkan berjalan seperti air mengalir


__ADS_3

" Selamat ya sayang...kamu luar biasa! Kami sangat bangga kepada kamu!" ucap Mis Eva mewakili pihak sekolah. Raut bahagia terpancar dari wajah Alana karna bisa memenangkan ajang paling bergengsi yaitu olimpiade matematika.


" Terima kasih Mis. Semua ini berkat doa semuanya." ujar Alana.


" Bukan hanya doa saja tapi semua ini karna berkat kerja keras kamu. Mis akuin kamu memang genius Lan. Soal sebegitu susahnya, kamu bisa menjawabnya. Mis jadi pengen tahu ibu kamu makan apa sampe kamu genius seperti ini." ucap Mis Eva sambil terkekeh, dan akhirnya Alana dan Mis. Yeni pun ikut terkekeh.


Kini mereka telah sampai di apartemen yang sudah di sewa pihak sekolah selama 3 hari. Acara hari ini sangat menyita waktu, hingga mereka baru kembali saat petang.


" Ya Allah aku sampai lupa ga sempat menghubungi ayang, pasti udah galau deh." setelah Alana sampai di apartemen, Alana langsung menghubungi orang-orang yang sangat terpenting di hidupnya. Orang yang pertama kali dia hubungi yaitu ibunya. Alana memberitahu jika dirinya memenangkan lomba di olimpiade matematika. Tentu saja hal itu membuat sang ibu merasa bangga. Dan untuk panggilan kedua baru yaitu pacarnya.


" Hebat kamu Han! Selamat ya Honey atas kemenangan yang kamu raih, kamu memang luar biasa! Orang lain belum tentu bisa seperti kamu. " sahut Elvan saat Alana memberitahu tentang kemenangannya.


" Oh ya kamu kapan pulang? Aku udah kangen banget sama kamu!" ucap Elvan lagi. Alana baru akan pulang besok ke Jakarta, namun dia akan mencari oleh-oleh untuk keluarganya dan juga Elvan pacarnya.


🍀🍀🍀


" Baru saja ga melihat Alana dua hari aja, aku sudah merasa kangen banget. Apalagi nanti harus terpisah bertahun-tahun, menjalani LDR." ucap Elvan lirih.

__ADS_1


Setelah Alana membelikan oleh-oleh tas untuk kakak dan ibunya. Alana juga membelikan jam tangan untuk ayah dan juga Elvan. Alana juga membelikan untuk kedua gurunya tas.


Kini Alana sudah dalam perjalanan pulang, sudah berada di pesawat. Dan tidak sampai dua jam pesawat sudah mendarat sempurna di Jakarta. Dan Elvan sudah menunggu dengan setia.


" Lan, Mis pulang bareng Mis Yeni aja! Kebetulan Mis Yeni di jemput suaminya!" ucap Mis Eva.


Setelah kepergian guru-gurunya, kini hanya meninggalkan dua pasangan yang baru saja melepaskan kerinduannya.


" Kangen, aku kangen banget sama kamu!" ucap Elvan sambil menatap wajah pacarnya secara intens.


" Udah yuk langsung pulang aja! Aku kangen sama ibu." ucap Alana membuat Elvan cemburu tak merasa di kangenin.


Kini mereka sudah di parkiran tempat mobil Elvan terparkir. Elvan memang pacar siaga, yang tak membiarkan sedikitpun pacarnya membawa barang bawaan.


" Kata siapa aku ga kangen, aku kangen donk sama kamu. Tapi kita kan sudah bertemu, kalau sama ibu belum." sahut Alana. Dan bukan hanya mencubit, Alana pun mengelus wajah Elvan sehingga wajah mereka sangat dekat. Tentu saja hal itu membuat Elvan tak tahan untuk menci*um bibir pink pacarnya.


Elvan sedikit melu*matnya dan menarik tengkuk pacarnya agar semakin dalam ciu*man itu. Ciu*man itu semakin memanas, hingga Alana hampir saja kehabisan oksigen. Dan tentu saja dirinya langsung mendorong tubuh pacarnya

__ADS_1


Elvan terkekeh melihat pacarnya yang masih terengah-engah. Mencoba mengatur nafasnya.


" Makanya atur nafas!" goda Elvan membuat wajah Alana memerah.


" Kamu aja yang naf*su kebangetan, sampai aku hampir kehabisan nafas gara-gara kamu!" gerutu Alana.


Sebelum pulang, Elvan mengajak Alana ke kedai es cream dulu. Agar bisa mengobrol lebih leluasa, mendengar pacarnya bercerita selama di sana.


Sambil menikmati es cream yang dia pesan, Elvan terus menyimak semua yang di ceritakan pacarnya. Bahkan Elvan ikut merasa tegang saat Alana menceritakan ketegangannya dalam olimpiade matematika. Elvan merasa sangat salut, pacarnya bisa mengalahkan peserta lain yang tentunya memiliki kepintaran yang lebih.


" Kamu emang genius Han! Aku kalau di jadikan perwakilan, paling hanya pelanga-pelongo aja di sana." ucap Elvan sambil terkekeh. Dan akhirnya seperti biasa mereka menikmati kebersamaan dengan canda dan tawa.


Elvan memilih untuk menjalankan hubungannya dengan Alana seperti air mengalir. Dia tak ingin kedekatannya dengan Alana menjadi berakhir. Mungkin saja Alana tak akan terima jika harus melakukan LDR. Dan sekarang dirinya hanya ingin menikmati momen kebersamaan mereka. Menikmati saat-saat manis bersama.


Setelah puas mengobrol dan menikmati es cream kesukaan mereka, kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Elvan memutuskan untuk ikut turun karna tak ingin membiarkan Alana membawa barang bawaannya sendiri. Jika di bandara ada troli yang memudahkan membawanya, di rumah Elvan harus mengangkatnya satu persatu.

__ADS_1


" Makasih sayang...sudah bantuin bawain! Sebagai imbalannya aku mau kasih sesuatu untuk kamu!" ucap Alana tentu saja membuat Elvan tersenyum bahagia. Dan mengucapkan terima kasih. Sebenarnya Elvan tak membutuhkan oleh-oleh, hanya dia merasa senang karna pacarnya mengingat dirinya dan ini merupakan hadiah pertama yang di berikan Alana untuk Elvan.


Jangan lupa dukungannya kakak😄😁🙏☕🌷


__ADS_2