Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Apa aku salah mencintaimu?


__ADS_3

" Apapun yang akan terjadi nanti, aku harus kuat! Aku harus buktikan pada mereka, jika aku kuat! Kamu pasti bisa!" ucap Alana sambil merias wajahnya secara natural. Dia berusaha menampilkan yang terbaik untuk pacarnya. Alana tak ingin membuat malu pacarnya terlebih nanti dirinya akan bertemu calon mertuanya, bisa di katakan seperti itu.


" Perfect Alana!" puji dirinya sendiri. Alana menampilkan senyuman manisnya di depan kaca. Saat itu Alana menggunakan dress berwarna pink membuat kesan girly. Dan untuk rambut Alana memilih menggerai nya dan memberikan satu buah pita kecil di rambutnya. Riasannya terlihat natural, tetap terlihat wajah remajanya.


Sedangkan di rumah Elvan, saat ini sedang terjadi keributan antara Elvan dan juga papi nya. Bagaimana tidak, papi Adrian menyuruh Alana untuk datang sendiri. Dan Elvan datang bersama kedua orang tuanya. Elvan tentu saja menolaknya, mana mungkin dirinya tega berbuat itu pada pacarnya. Terlebih Andre dan Wita memilih tak datang ke acara itu. Elvan yang menginginkan Alana ikut bersamanya, masa dia juga yang menyuruh Alana untuk datang sendiri.


" Ya udah si pi, biarkan saja! Alana kan cewek, lagi pula dia tak biasa keluar rumah malam dan rumah Alana jauh dari sini!" ucap mami Dianti memberi pengertian.


Elvan tetap pergi menjemput Alana, dia tidak peduli jika papi nya akan sangat marah kepadanya. Sebenarnya dia juga sangat malam untuk datang ke sana, terlebih jika tidak dengan Alana.


Elvan mengendarai mobilnya cukup ngebut, dia tak ingin Alana menunggunya terlalu lama. Mungkin jika dirinya naik motor bisa sampai lebih cepat, tapi hal itu tak akan dia biarkan. Dia tak ingin pacarnya terkena angin malam, terlebih Alana baru saja sembuh dari sakit.

__ADS_1


Papi Adrian dan mami Dianti sudah datang lebih dulu ke rumah Misella, tentu saja mereka di sambut dengan baik.


" Oh ya Elvan nya mana? Kok ga bersama dengan kalian?" tanya Mami Karen, maminya Misella. Saat kedua orang tua Elvan datang, Misella berusaha semanis banget, tak lupa dia mencium tangan kedua orang tua Elvan secara bergantian. Dan hal itu tentu saja membuat papi Emir geleng-geleng, bagaimana tidak ? Dengan dirinya saja Misella tak pernah melakukan hal itu.


" Elvan lagi jemput pacarnya dulu, Alana. Kamu kenal juga kan Sel sama Alana? Dia teman sekolah kalian kan?" ucap mami Dianti.


Misella menyeringai licik, mungkin ini saatnya dia membuka jati diri Alana kepada kedua orang tua Elvan. Biar kedua orang tua nya tau, dengan siapa anaknya berpacaran. Misella ingin lihat, apa kedua orang tua Elvan akan tetap mengizinkan mereka menjalin hubungan dengan perbedaan status sosial. Alana hanya orang sederhana, sedangkan Elvan anak orang kaya dan juga anak satu-satunya yang tentu saja kedua orang tua nya menginginkan yang terbaik untuk hidup Elvan.


Memang cerita ini tak berbeda jauh dari cerita cinta papi Adrian. Namun kisah nya berbalik, papi Adrian terlahir dari keluarga sederhana dan mami Dianti anak orang kaya. Hubungan mereka tak di restui, karna perbedaan status sosial. Tapi seiringnya jalan, papi Adrian terus berusaha hingga akhirnya mencapai titik kesuksesan. Dan akhirnya dirinya bisa menikah dengan mami Dianti.


Kisah percintaan Elvan, justru Alana lah yang di posisi itu. Dan papi Adrian menginginkan anaknya mendapatkan yang terbaik, yang selevel dengannya. Untuk apa dirinya berjuang, jika sang anak hanya mendapatkan orang sederhana.

__ADS_1


" Ingat ga usah nervous! Apapun yang terjadi, jangan memutuskan sendiri! Kita bicarakan berdua! Karna aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Kita ini satu, dan memiliki satu buah tujuan hidup yaitu mempertahankan cinta kita! Kamu mengerti kan?" ucap Elvan menguatkan pacarnya.


Elvan dan Alana telah menginjakkan kakinya memasuki halaman rumah Misella. Acara perayaan di lakukan di taman belakang dan untuk meja Prasmono berada di dalam rumah. Rumah Misella tak terlalu besar dibandingkan rumah Elvan.


" Bismillah. Semoga baik-baik saja semuanya!" ucap Alana saat melangkahkan kakinya menuju tempat acara berlangsung. Alana jalan beriringan dengan Elvan, sesuai permintaan Alana, Elvan tak menggandeng dirinya. Di sana sudah terlihat banyak teman-teman sekolahnya. Dan tentu saja geng Misella dan juga Elvan Lovers.


" Saatnya kamu jatuhkan Alana! Ini waktu yang sangat tepat untuk membully Alana di depan kedua orang tua Elvan. Dan seperti nya drama ini sangat menarik!" ujar Misella dalam hati, dengan menyeringai licik.


Elvan langsung menghampiri kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Misella. Jika dengan Elvan, mami Karen sangat welcome dan bahkan terlihat sangat ramah dan bahkan memuji ketampanan Elvan. Namun tidak dengan kepada Alana. Dia enggan memberikan tangannya untuk Alana cium, dan sungguh sombongnya dia langsung mengelap tangannya seperti orang jijik. Begitu juga dengan Papi Adrian yang menatap Alana dengan tatapan tajam dan tak bersahabat membuat Alana merasa sedih, dirinya menyadari jika papi Elvan tak menyukai dirinya. Sedangkan mami Dianti terlihat sangat welcome dan bahkan sampai memeluk Alana. Entah mengapa dia menyukai Alana. Bagi mami Dianti, Alana terlihat tulus mencintai anaknya terlebih Alana dapat merubah anaknya menjadi baik.


" Selamat ulang tahun ya Sel! Semoga panjang umur dan cita-cita kamu bisa tercapai! Oh ya ini kado untuk kamu!" ucap Elvan sambil memberikan kado itu dan berjabat tangan dengan Misella. Hal itu tentu saja membuat Misella tersenyum bahagia, namun membuat Alana terasa sakit.

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungannya ya 🙏😍😘


__ADS_2