Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
I Love my husband


__ADS_3

Meninggalkan kesedihan yang mendalam di rasakan keluarga Elvan. Kini Alana sedang menikmati kebahagiaan bersama suami tercintanya. Dia tak menyangka jika suaminya ternyata adalah orang kaya. Padahal selama ini Reynaldi selalu bersikap sederhana, dan bahkan membohongi Alana mengaku dirinya hanyalah seorang pegawai staf biasa.


Kadang hidup tak pernah tahu. Roda kehidupan selalu berputar. Tak selamanya orang di atas kita akan Selalu berada di atas. Hal itu yang di rasakan Alana. Kini dia telah menjadi seorang yang kaya raya dan bahkan kekayaan suaminya mengalahkan kekayaan papinya Elvan.


"I Love you my wife." ucap Reynaldi.


"I Love you my husband." sahut Alana.


Ternyata menikah muda tak selalu di anggap buruk. Justru terbebas dari zina. Reynaldi benar-benar menjaga Alana dari hal itu. Meskipun mereka dekat selama satu tahun dan usia Reynaldi di bilang sudah dewasa dan cukup matang, tapi tak pernah sekalipun dirinya menyentuh titik sensitif Alana. Karna bagi Reynaldi jika kita mencintai wanita itu, maka kita harus menjaganya bukan merusaknya.


Rumah tangga Alana dan Reynaldi terlihat mesra meskipun di awal pernikahan belum di dasari cinta dari Alana. Namun seiring waktu cinta hadir sendiri. Reynaldi juga tak pernah membatasi ruang gerak sang istri. Dia berusaha untuk tidak mengekang sang istri.


"Yang, apa aku sudah boleh meminta hak aku sebagai suami kamu?" ucap Reynaldi. Bahkan Reynaldi tak memaksa Alana, dengan setia dirinya menunggu saat Alana sudah merasa siap dan mencintai dirinya.


Dan akhirnya malam ini, Alana menyerahkan mahkota keperawanannya untuk sang suami. Tentu saja Reynaldi merasa bahagia karna dialah orang pertama yang memiliki istrinya. Cinta begitu indah jika di jalankan tanpa rintangan yang begitu berat.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Tak terasa usia pernikahan Alana dan Reynaldi sudah menginjak 6 bulan dan itu artinya selama 6 bulan Elvan terbaring koma dan tak ada perubahan. Tak ada lagi wajah tampan dan ceria di wajahnya. Wajahnya terlihat pucat. Sampai-sampai kedua orang tuanya patah semangat dan hendak mencabut semua alat bantu yang di pasangkan ke tubuh Elvan.


"Pi, apa perlu kita membawa Alana ke sini? Mungkin dengan kehadiran Alana, Elvan bisa ada semangat hidup." ucap mami Dianti dan akhirnya papi Adrian menyetujui keinginan sang istri. Semenjak Elvan sakit, kedua orang tuanya menjadi lebih peduli dengan dirinya.


Lantas haruskah seperti ini dulu untuk dirinya bisa mendapatkan perhatian yang lebih dari kedua orang tuanya?


Dengan perasaan malu, papi Adrian dan mami Dianti mendatangi rumah Alana. Namun mereka tak menemui Alana, hanya bertemu kedua orang tuanya saja. Mereka sempat merasa kaget mendengar Elvan mengalami koma hingga berbulan-bulan. Ibunya Alana memberikan alamat tempat tinggal Alana sekarang. Dan dia memberitahu jika Alana telah menikah enam bulan lalu dan itu sama artinya tragedi kecelakaan Elvan sama dengan usia pernikahan Alana.


Kini kedua orang tua Elvan telah sampai di sebuah perumahan elit di kota itu. Mereka telah sampai di depan bangunan tinggi dan mewah mirip sebuah istana.


"Benar Pi, sesuai ini yang di tulis ibunya Alana. Suaminya Alana berarti kaya banget ya?" sahut mami Dianti. Papi Adrian hanya bisa menganggukan kepalanya. Dirinya merasa malu hingga tak mampu lagi berkata-kata.


Setelah bertemu Security yang berjaga, mereka di persilahkan masuk. Papi Elvan dan maminya Elvan di buat melongo dengan mobil-mobil yang berjejer di garasi mobil. Terparkir lima buah mobil. Sedangkan yang sering di pakai Reynaldi yaitu Toyota Agya. Dia tak ingin menyombongkan dirinya. Padahal Reynaldi seorang yang kaya raya.


Setelah mempersilahkan masuk sang art menyuruh keduanya untuk menunggu di ruang tamu dan langsung memanggil nyonya besarnya. Dan mendengar pintu kamarnya di ketuk, Alana pun membukanya. Dan ternyata salah satu art nya. Di rumah mewah ini terdapat 3 orang art yang bekerja mengurus rumah. Semenjak sang kakak menikah, Handi memutuskan untuk tinggal di apartemen yang tak jauh dari kampusnya. Karna dia masih butuh waktu untuk menerima wanita pujaannya yang kini menjadi kakak iparnya.


"Nyonya, ada dua orang yang mencari anda!" ucap salah seorang art yang bekerja di rumah Alana. Alana mengerutkan keningnya merasa bingung. Karna dia tak pernah sekalipun memberikan alamat rumahnya kepada orang lain. Yang mengetahui rumahnya hanya Wita dan Andre.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Reynaldi lembut saat dirinya baru keluar dari toilet dan melihat sang istri dengan raut wajah yang bingung.


Alana menceritakan jika art tersebut memberi tahu jika di bawah ada dua orang tamu yang mencarinya. Dan yang membuat dirinya bingung, siapa gerangan dua tamu itu.


"Dari pada kamu bingung lebih baik kita turun dan temui mereka." ujar Reynaldi.


Reynaldi menggandeng mesra tangan Alana menuruni anak tangga. Alana tersentak kaget saat melihat kedua orang tua Elvan lah yang mendatangi rumahnya. Alana dan sang suami langsung menghampiri mereka.


"Untuk apa anda datang menemui saya?" ucap Alana ketus.


Papi Adrian langsung meminta maaf kepada Alana dan memberi tahu jika Elvan saat ini sedang terbaring koma di rumah sakit. Dan lebih membuat Alana kaget saat papinya Elvan bilang kalau Elvan sudah terbaring koma selama 6 bulan, itu artinya sama usianya dengan pernikahan dirinya dengan sang suami. Sudah jelas, Elvan mengalami kecelakaan karna mengetahui Alana menikah dengan Reynaldi. Elvan tak kuasa menahan rasa kecewa karna wanita yang selama ini di cintai telah menjadi milik orang lain, padahal dia selalu berjuang agar papinya mau merestui hubungan mereka. Tapi apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur, dan hanya tinggallah penyesalan.


"Tengoklah! Mungkin kehadiran kamu membuat dirinya untuk membuka mata kembali!" tiba-tiba saja Reynaldi membuka suara, membuat Alana menatap ke arahnya. Seakan dirinya bertanya. Apa yakin suaminya akan memberi izin kepadanya? Reynaldi mengangguk dan memberikan senyuman. Membuat Alana tak kuasa menahan perasaan harunya. Alana langsung memeluk erat suaminya dan mengucapkan terima kasih.


Dan akhirnya Alana dengan di dampingi sang suami memutuskan untuk menengok Elvan di rumah sakit.


Papi Adrian langsung bersujud di kaki Alana mengucapkan terima kasih karna masih mau menengok buah hatinya yang tak berdaya. Papi Adrian menyadari betapa sombongnya dia dulu kepada Alana hanya karna Alana bukan dari kalangan berada hingga dirinya merasa tak sudi menjadikan Alana sebagai menantunya. Betapa dirinya dulu berusaha untuk memisahkan Alana dan Elvan. Dan karna kesombongannya, anaknya yang kini menjadi korban.

__ADS_1


__ADS_2