Cintaku Tak Semanis Es Cream

Cintaku Tak Semanis Es Cream
Aku punya harga diri


__ADS_3

"Kalau udah begini, gw sih serahkan semuanya sama lo! Gw ngerti banget posisinya jadi lo, pasti sakit banget. Tapi di satu sisi gw juga kasihan sama sahabat gw yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Sampai-sampai dia ngomong sama gw, udah ga ada semangat untuk hidup lagi! Dia ga salah Lan, yang salah itu kedua orang tua nya! Gw lihat selama ini dia selalu mencintai lo tulus! Tak sedikit dia terpikir untuk mengkhianati cinta lo, dia selalu berusaha untuk mempertahankan lo!" ungkap Andre.


"Iya gw tau, selama ini gw merasakan banget kasih sayang dia ke gw. Tapi gw males kalau harus bertemu bokap nyokap nya dia. Cape gw di hujat terus, padahal gw ga masalah kok jika harus benar-benar pisah sama Elvan. Gw akan berusaha ikhlas, meskipun semuanya butuh proses! Tapi mungkin itu lebih baik, di banding semakin lama lagi gw menjalani sama dia." sahut Alana.


Dan akhirnya hari ini, hanya Andre dan Wita saja yang datang. Mereka juga tak mungkin memaksa Alana untuk menengok Elvan. Bagi Andre dan Wita, wajar jika Alana melakukan hal itu. Semua harus di pikirkan matang-matang.


Andre dan Wita telah sampai di rumah sakit, dan sedang mencari ruangan tempat Elvan di rawat inap. Tak lupa Andre membelikan cemilan-cemilan untuk Elvan.


"Hai...bro. Wah tepar juga lo akhirnya? Jangan kecapean makanya!" ujar Andre saat membuka pintu ruang rawat inap Elvan. Andre dan Wita merasa prihatin dengan keadaan Elvan saat ini. Wajahnya terlihat murung tak seperti biasa. Mungkin jika mereka berada di posisi Elvan, dia pun akan merasakan hal itu.


"Alana ga ikut? Dia udah benci banget ya sama gw? Sampai nengok gw aja dia ga mau." ucap Elvan lesu. Mami Dianti mendengar sang anak bicara seperti itu, menjadi serba salah. Dia merasakan seperti dirinya dulu. Di mana dirinya dulu harus terpisah dengan papi nya Elvan, karna papi nya Elvan bukanlah berasal dari orang kaya. Namun karna kegigihannya, akhirnya papi Adrian bisa menjadi orang sukses seperti sekarang ini.

__ADS_1


Andre dan Wita meminta maaf, jika mereka tak berhasil membawa Alana ke sini. Karna Alana butuh proses. Dia pun merasa kehilangan. Terlebih hubungan mereka selama ini begitu indah, kenangan kebersamaan sangatlah banyak. Pastinya sangat sulit baginya untuk semudah itu melupakannya.


"Sabar ya bro, semoga akan indah pada waktunya!" ucap Andre memberi semangat dan menguatkan sahabatnya. Untungnya dirinya tak merasakan seperti sahabatnya itu


Elvan mengangguk lemah. Karna ucapan dengan hati tak berjalan seiringan. Sulit baginya untuk menerima kenyataan ini.


"Sampaikan permintaan maaf Tante sama Alana. Meskipun Elvan dan Alana sudah tidak menjalin hubungan lagi, tapi mereka kan masih bisa berteman seperti dulu!" sahut Mami Dianti membuka pembicaraan.


Suasana terasa tegang. Andre akhirnya pamit untuk pulang. Tak lupa sebelum pulang, dia mengucapkan kepada sahabatnya agar dirinya bisa segera sembuh kembali, dan bisa sekolah kembali.


"Entahlah Dre, gw kayanya belum sanggup sekolah! Gw ga sanggup kalau harus melihat Alana, terlebih kalau dia harus di miliki orang lain! Gw udah ga semangat!" ujar Elvan lirih.

__ADS_1


"Jangan begitu bro, cinta boleh terhenti tapi masa depan Lo masih panjang! Lo harus buktikan meskipun tanpa Alana, Lo bisa! Gw yakin kalau Lo seperti itu, Alana pasti ikut senang! Ok? Tetap semangat!" ucap Andre memberi semangat.


"Lo ngomong mah enak Dre, coba kalau Lo di posisi gw! Gw yakin Lo pun melakukan hal yang sama seperti gw!" ujar Elvan ketus. Membuat Andre menggaruk-garuk tengkuknya yang terasa tak gatal, karna memang benar kata Sahabatnya itu. Bicara itu gampang, tapi praktek atau pada kenyataannya belum tentu gampang. Dia pun tak pasti akan merasa sangat sedih jika harus terpisah sama Wita.


Andre dan Wita telah pulang, dan hanya meninggalkan Elvan dan mami Dianti. Elvan memilih untuk mendiamkan maminya. Hatinya masih sangat kesal. Suasana seperti ini membuat mami Dianti merasa tak nyaman, seperti orang yang bermusuhan dengan anak semata wayangnya.


"Kamu ga bisa melupakan Alana? Ya udah sekarang begini aja, kamu jalanin aja dulu sama Alana! Paling ga sampai kalian lulus sekolah dulu. Nanti setelah lulus pasti kamu akan terbiasa hidup tanpa Alana! Kamu nanti kan pasti bertemu banyak orang baru, lama ga bertemu sama Alana, kamu juga sibuk dengan kegiatan kampus, atau mungkin kamu jatuh cinta sama Misella!" ujar mami Dianti memberi solusi.


"Mami pikir Alana itu boneka yang bisa di permainkan? Alana itu wanita yang aku cinta mi, aku serius jalanin hubungan dengan dia! Sungguh teganya aku, jika aku cuma menjadikan dirinya sebuah boneka! Yang habis manis sepah di buang. Jika aku tak butuh dia lagi! Coba mami rasakan, jika mami berada di posisi Alana. Gimana sakitnya jika di jadikan seperti itu!" ucap Elvan ketus. Elvan sangat geram dengan perkataan maminya, meskipun pada akhirnya dia pun bisa saja seperti itu. Tapi Elvan memang sudah berniat tak ingin memainkan Alana seperti rencana awalnya. Seiring jalan, dia memang benar-benar cinta sama Alana.


"Ya gimana ya sayang...mami sih sebenarnya ga berniat seperti itu! Karna mami pun pernah merasakan di posisi kamu. Bagaimana dulu mami berusaha sabar untuk bisa bersatu dengan papi. Kamu tau kan gimana kerasnya opa sama mami? Tapi mami dan papi terus berusaha untuk mempertahankan.

__ADS_1


"Iya...aku pun seperti itu mi niatnya! Meskipun Alana kurang beruntung yang terlahir dari keluarga sederhana, tapi dia memiliki kemampuan bisa menjadi orang yang sukses bahkan mungkin bisa lebih sukses dari Elvan. Tapi please papi jangan jodohkan Elvan sama Misella! Elvan akan berusaha untuk membuat Alana bisa sejajar dengan kita. Lagi pula kita itu di mata Allah sama, tidak di lihat miskin dan kayanya tapi yang di lihat keimanan dan ketaqwaannya! Harusnya papi tidak setega ini sama mami kepada aku dan Alana, kalian pernah merasakan seperti aku saat ini! Pengalaman dulu, harusnya kalian jadikan untuk mempermudah hubungan aku sama Alana bukan malah memisahkan kami seperti ini! " ungkap Elvan. Dan mami Dianti hanya menganggukkan kepalanya saja. Karna memang benar apa yang di katakan anaknya, tapi dia bisa apa. Suaminya lah yang berkuasa dalam hal ini.


__ADS_2