
Makanan telah datang, sejenak kecanggungan mereka terhenti. Reynaldi benar-benar jatuh cinta kepada Alana, Alana sosok wanita yang apa adanya dan terlihat masih sangat polos.
"Makasih ya kak, makanannya enak-enak. Aku baru pertama kali Loch ke sini. Sebelumnya aku hanya bisa melihat dari luar sewaktu aku pergi ke Ancol sama keluarga aku. Kata ayah restoran ini mahal, maaf ya kalau aku kepikirannya setelah kita sudah di dalam." ucap Alana sambil mulutnya sibuk mengunyah.
Reynaldi hanya membalas dengan senyuman. Dia tak menyangka takdir bisa mempertemukan dirinya dengan Alana tanpa sengaja dan kini mereka bisa dekat.
"Oh ya, sebentar lagi kan kamu sudah mulai masuk kuliah? Gimana kalau kamu masuk pagi, kamu bareng aja sama kakak?" ucap Reynaldi membuka obrolan.
Alana langsung cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Dia sangat malas jika sampai adiknya Reynaldi mengetahui kedekatannya. Alana tak suka dengan sikap adiknya Reynaldi yang sombong. Bahkan Alana memilih bicara jujur. Reynaldi jadi teringat saat pertama kali dirinya bertemu Alana dulu. Memang benar yang di katakan Alana, sang adik memang lah seperti itu. Dia hanya dekat dengan wanita-wanita yang menurutnya sexy.
"Kamu tenang aja, Handi ga akan tahu. Kan mereka ke kampus pergi sendiri. Dia bawa mobil sendiri. Lagi pula kan kita bareng karna tujuan kita searah dengan kantor tempat aku kerja." ujar Reynaldi membuat Alana kini diam terpaku.
Bawa mobil sendiri? Kok bisa? Berarti mereka orang kaya? Lantas kenapa Reynaldi bilang kalau dirinya hanya seorang staf biasa? Pertanyaan menari di pikiran Alana. Dan saat tersadar akhirnya Reynaldi mencoba mengklarifikasi, maksud dia motor bukan mobil. Reynaldi masih merasa malas jika orang mengetahui kalau dirinya adalah orang kaya yang hanya memanfaatkan kekayaannya.
Setelah selesai makan, mereka kini berada di pinggir pantai di Ancol. Mereka duduk di pasir-pasir. Alana dan Reynaldi tak peduli jika pasir akan membuat mereka kotor.
Tiba-tiba saja Alana teringat akan ucapan Elvan. Kalau nama kita ingin abadi, kita ngukirnya di pohon. Nama kita ga akan hilang selama pohon itu masih berdiri tegak. Tidak seperti kamu menulis di pasir pantai yang lama-kelamaan akan terhapus ombak. Tanpa terasa air mata Alana menetes, dia teringat kisah cintanya yang begitu menyakitkan. Rasanya baru kemarin mereka menikmati indahnya suatu hubungan, dan pada hari ini hubungan mereka berakhir.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Reynaldi saat melihat wajah Alana terlihat mendung dan air mata menetes dari pelupuk matanya.
"Ga kak, aku ga kenapa-kenapa. Aku hanya lagi teringat seseorang yang telah pergi dari hidup aku." ucap Alana. Mulut terucap namun matanya memandang ke arah deburan ombak di pantai.
Reynaldi membawa Alana dalam pelukannya.
"Keluarkan apa yang kamu rasa saat ini! Kakak siap mendengarkan keluh kesah kamu!" ucap Reynaldi sambil mengelus rambut Alana dengan lembut. Reynaldi merasa ada sesuatu yang Alana tahan. Meskipun Alana terlihat tegar dan ceria, tapi hatinya terasa rapuh.
Dan benar saja, Alana menangis dalam pelukan Reynaldi. Meluapkan kesedihannya pada Reynaldi yang sudah di anggap sebagai kakaknya. Reynaldi mengusap punggung Alana, mencoba menenangkan. Entah mengapa melihat Alana menangis, Reynaldi ikut merasakan sakit. Dia yakin apa yang di rasa sangat berat, sampai membuat Alana begitu sedih.
Alana merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Reynaldi.
"Mulai sekarang kalau kamu ada masalah, kamu bisa menghubungi kakak! Berapa nomor telepon kamu, kita tukeran nomor telepon ya!" ucap Reynaldi. Reynaldi mengeluarkan ponselnya dan langsung menyimpan nomor telepon Alana. Alana pun melakukan hal ya sama menyimpan nomor telepon Reynaldi.
Alana menceritakan tentang kisah cintanya yang begitu menyakitkan kepada Reynaldi. Entah harus merasa senang atau merasa kasihan saat mendengar Alana baru saja putus dengan cowoknya. Bahkan kisah cinta mereka begitu menyakitkan, yaitu tanpa restu papinya cowok itu. Dan bahkan cowok itu telah di jodohkan oleh relasi papi cowoknya. Alana juga menceritakan jika papi cowoknya telah menghina dia karna Alana bukan orang kaya seperti cowok itu. Alana memutuskan hubungan itu sepihak, tanpa sepengetahuan cowok itu.
"Lantas kamu masih menyayangi cowok itu?" tanya Reynaldi menyelidik. Alana menganggukkan kepalanya. Dia menceritakan jika cowok itu adalah cinta pertamanya. Dulu dia mengejar cowok itu mati-matian. Cowok itu adalah cowok populer di sekolahnya. Alana menceritakan jika dirinya masuk ke sekolah itu karna beasiswa yang setiap tahun di adakan untuk murid yang berprestasi dari kalangan umum. Perjuangan cinta mereka penuh lika liku tak semulus jalan tol. Meskipun mereka sama-sama saling mencintai. Dan sampai saat ini Alana masih sangat mencintai Elvan, meskipun mereka tak akan pernah bersatu.
__ADS_1
Sakit banget rasa hati Reynaldi saat itu. Mendengar jika Alana masih mencintai Elvan. Namun Reynaldi berusaha menutupi perasaannya, namun dirinya merasa tertantang untuk merebut cintanya Alana. Mengganti namanya di hati Alana.
"Salahkah aku mencintaimu?" ucap Reynaldi lirih dalam hati. Untuk saat ini Reynaldi memilih untuk menyimpannya dalam hati.
Setelah puas mengobrol, akhirnya mereka memilih untuk pulang. Karna matahari sudah mulai tenggelam. Dan Alana pun sudah di cari oleh ibunya.
Kini mereka dalam perjalanan menuju pulang. Karna Alana semalaman tak bisa tidur, akhirnya Alana tertidur pulas. Reynaldi mendekati Alana dan pundak mereka kini semakin dekat. Reynaldi meletakkan kepala Alana di bahunya dan merangkul tubuh Alana.
"Aku ingin, mulai hari ini pundak aku lah yang akan menjadi tempat kamu bersandar! Aku ingin menjadi seseorang yang berarti di hidup kamu!" gumam Reynaldi dalam hati.
Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah Alana. Reynaldi membangunkan Alana dengan lembut. Alana mengerjapkan matanya. Dan wajah Reynaldi lah yang pertama dia tatap.
"Sudah sampai di rumah kamu! Maaf aku belum bisa mampir ke rumah kamu, bertemu keluarga kamu! Next kita bertemu lagi ya! Kita jalan-jalan bareng!" ucap Reynaldi dan Alana. menganggukan kepalanya.
Reynaldi tersentak kaget dan di buat melongo saat Alana mencium tangan Reynaldi. Bagi Alana sebagai simbol hormatnya kepada orang yang lebih tua. Tapi penafsiran yang berbeda yang di Reynaldi.
"Terima kasih untuk hari ini, Alana senang. Kakak telah membuat aku terhibur. Mohon maaf telah merepotkan kakak!" ucap Alana dan Reynaldi hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
__ADS_1
Alana turun dari mobil, dan melambaikan tangannya dari luar mobil. Reynaldi pun membalasnya sampai akhirnya mobil Reynaldi telah hilang dari pandangan mata Alana. Setelah kepergian Reynaldi, barulah Alana masuk.