
Untuk semua mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti ospek yang diadakan selama 3 hari. Dan hari ini adalah hari pertama Alana mengikuti itu. Berhubungan Alana merasa malu jika harus naik kereta dengan gaya seperti orang aneh. Rambut di kuncir pakai tali rapia, memakai tas dari karung, topi dari karton, kaos kaki dengan warna merah putih. Alana memutuskan untuk menerima tawaran Reynaldi untuk bareng. Dan Reynaldi akan menurunkan Alana yang lumayan jauh dari kampus agar tak terlihat kakak senior. Alana juga tak ingin Reynaldi menjemputnya di rumah, dia meminta Reynaldi menjemputnya di ujung jalan. Karna Alana tak ingin ibunya akan banyak pertanyaan.
"Kamu lucu banget sih?" goda Reynaldi. Membuat Alana memanyunkan bibirnya karna kesal di godain Reynaldi. Dan tanpa sadar Reynaldi mencubit pipi Alana karna merasa gemas membuat Alana menengok ke arah Reynaldi.
Deg
Jantung Reynaldi berpacu sangat cepat, saat netra mereka bertemu. Bagi Reynaldi, Alana tetap terlihat cantik meskipun bergaya seperti orang aneh.
"Nanti kalau Handi tau kedekatan kita gimana kak?" tanya Alana membuka obrolan.
"Ya biarin aja kalau Handi tahu, lagipula dia juga ga akan peduli! Karna urusan dia lebih banyak daripada urusan aku." sahut Reynaldi dan Alana hanya ber oh ria.
" Kakak ga merasa keberatan kalau selama tiga hari aku bareng sama kakak terus ke kampusnya?" tanya Alana dan Reynaldi menjawab tak merasa keberatan. Dan justru merasa senang karna ada teman mengobrol selama perjalanan.
"Nanti kalau kakak udah punya pacar dan menikah, kakak masih deket ga sama aku? Aku pasti akan kehilangan kakak banget." ujar Alana. Entah mengapa Reynaldi merasa tak rela jika berada posisi itu, dia ingin selalu dekat dengan Alana.
Selama perjalanan Alana banyak bertanya tentang kehidupan Reynaldi, dia menanyakan tentang kedua orang tua Reynaldi, dan Reynaldi berapa bersaudara. Alana merasa terenyuh saat Reynaldi menceritakan jika kedua orang tuanya telah meninggal 3 tahun yang lalu dan kini dia menjadi single parent untuk sang adik. Itulah salah satu alasannya dia tak ingin cepat menikah, Reynaldi ingin adiknya lulus kuliah terlebih dahulu dan setelah itu dia baru menikah.
"Aku salut banget sama kakak, kakak lebih mementingkan masa depan adik kakak, dibandingkan kebahagian kakak sendiri! Aku doain semoga kakak bisa menemukan pendamping hidup yang bisa mengerti kakak." ucap Alana dan Reynaldi membalas dengan senyuman.
Tak terasa mereka sudah hampir sampai. Reynaldi meminta Alana agar menunggu dirinya pulang. Dia mengajak Alana untuk pulang bareng. Dan Alana bilang dia akan mengabarkan nanti, jika dirinya sudah mau pulang.
__ADS_1
"Hati-hati ya Lan!" ucap Reynaldi dan Alana. mengatakan ok.
Reynaldi tak langsung pergi dari tempat dirinya menuruni Alana, dia masih terus memandang Alana dari belakang.
"Kamu mau ga ya sama aku Lan? Secara usia kita beda 6 tahun." gumam Reynaldi. Setelah Alana sudah tak terlihat, Reynaldi langsung melajukan kendaraannya. Karna dia ingin bareng dengan Alana, Reynaldi memilih memakai mobil Agya dan tak menggunakan jasa supir.
❤️❤️❤️
"Elo? Elo yang waktu nabrak kakak gw kan? Ternyata Lo satu jurusan sama gw?" ucap Handi saat pertama kali melihat Alana.
"Emm.." sahut Alana singkat. Dia tak ingin banyak bicara. Padahal kini dirinya sudah sangat dengan sang kakak.
Serangkaian kegiatan ospek telah di laksanakan, dan sialnya Alana harus satu kelompok dengan musuh bebuyutannya yang tak lain Handi, adik dari kakak angkatnya. Alana selalu memasang wajah perang jika di hadapan Handi. Entah mengapa dirinya merasa tak suka dengan sikap tengil Handi.
Alana sudah memiliki tiga orang teman dekat yang bernama Nera, Susi, dan Cintya. Tentu saja dia memilih teman yang penampilannya seperti dirinya. Karna Alana merasa minder jika harus bergaul dengan orang kaya. Terlebih dirinya masuk di kampus itu karna kepintaran.
"Lo tinggal di mana?" tanya Handi dengan gaya tengilnya.
"Perlu ya gw jawab? Mau tau apa mau tau banget?" ujar Alana membuat Handi menjadi bahan ejekan ketiga temannya Alana. Tentu saja membuat Handi merasa kesal.
"Awas Lo ya!" ujar Handi sambil pergi meninggalkan Alana.
__ADS_1
"Sia*lan tuh cewek bisa-bisanya bikin gw emosi. Lihat aja kalau dia suka sama gw, bakal gw kerjain balik!" gerutu Handi.
❤️❤️❤️
Tak terasa sudah tiga hari Alana mengikuti ospek, dan hari ini Alana sudah terbebas. Seperti biasanya Alana dan Reynaldi selalu pulang dan pergi bareng ke kampus.
"Selamat ya sekarang sudah resmi jadi mahasiswi. Tinggal semangat kuliahnya." ucap Reynaldi dan Alana membalas dengan ucapan terima kasih.
"Sebagai bentuk perayaan kecil-kecilan karna kamu sudah resmi menjadi mahasiswi, aku mau traktir kamu ke sebuah cafe yang tempatnya enak banget." ujar Reynaldi dan Alana mengangguk setuju.
Deg
Jantung Alana berpacu sangat cepat, tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Kenangan dirinya dengan Elvan langsung menari di pikirannya. Dia teringat saat Elvan memberikan cincin untuk mengikat dirinya dan mengajaknya untuk berjuang bersama.
"Maafin aku yang, karna telah membuka cincin pemberian kamu. Ternyata kamu masih tetap merajai di hati aku." ucap Alana lirih namun masih terdengar samar oleh Reynaldi.
"Kamu kenapa?" tanya Reynaldi sambil menggenggam tangan Alana. Reynaldi menggandeng tangan Alana untuk masuk ke dalam cafe tersebut dan mengantarkan Alana ke tempat duduknya. Wajah Alana berubah pucat, dan mendung.
Seperti dirinya mengetahui apa yang terjadi pada Alana, Reynaldi meminta maaf kepada Alana jika dirinya salah telah mengajak ke tempat itu. Dan benar saja Alana memilih mengajak pulang, dia meminta Reynaldi untuk mengantarkan pulang. Ternyata Alana belum bisa move on dari cinta pertamanya yaitu Elvan. Terkadang memang bagi segelintir orang, cinta pertama itu sulit untuk di lupakan. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuka hati untuk orang baru.
Reynaldi menuruti permintaan Alana. Membawa Alana keluar kembali dan ke mobil.
__ADS_1
"Maafin aku ya kak! Gara-gara aku, kakak ga jadi makan di sana." ucap Alana lirih, Dirinya masih terlihat tak semangat.
Alana meneteskan air matanya dan melihat seperti itu, Reynaldi langsung membawa Alana dalam pelukannya. Dia ingin Alana meluapkan kesedihannya ke dia. Meskipun dirinya harus merasakan sakit, karna menangisi pria lain di hadapannya.