
Saat mereka nonton....
" Kamu kenapa nangis Ndah? " Tanya Raihan penasaran.
Biasanya, saat nonton sama Wulan mereka cuman terpaku sama layar tancap didepan dan yang nangis duluan itu Raihan. Tapi malah Indah yang nangis duluan.
" Tragis amat kisahnya mas... Kasihan aku lihat tokoh wanitanya. Ketika sudah saling mencintai, si pria malah selingkuh dibelakangnya. Kalau aku jadi dia mungkin aku nggak sanggup lagi untuk hidup. Kamu harus janji ya mas untuk tidak selingkuh dibelakang aku. " Ucap Indah membuat Raihan terkejut dengan ucapannya.
" Aku janji tidak akan bermain macam-macam dibelakang kamu Ndah. " Ucap Raihan sambil membersihkan air mata Indah.
Setelah mereka keluar dari bioskop...
" Indah sekarang kita pergi malam minggu yuk. " Ucap Raihan.
" Kemana mas? " Tanya Indah penasaran.
" Makan jagung bakar di pantai Ancol aja gimana? " Tanya Raihan balik.
" Boleh juga mas... Yuk. " Ucap Indah.
Kali ini mereka tidak menggunakan mobil melainkan menggunakan motor gede yang membuat suasana menjadi tambah romantis.
Begini rasanya diboncengi pacar halal ya? Dirangkul oleh pasangan sendiri seperti orang pacaran. Itulah hal yang dirasakan Raihan saat ini. Begitupun Indah.
" Kamu suka naik motor ini Ndah? " Tanya Raihan sambil membawa motor.
" Suka sekali mas... seru sekali mas. " Jawab Indah.
Sampainya di pantai Ancol, mereka makan jagung bakar sambil menikmati pandangan pantai dimalam hari.
" Bagus sekali suasana disini ya mas? " Ucap Indah sambil menyandarkan kepalanya di bahu Raihan.
" Iya bagus sekali... apakah kamu bahagia sama aku Ndah? " Tanya Raihan penasaran.
" Aku bahagia sekali bersama mu mas. " Ucap Indah mesranya.
Malam minggu Indah dan Raihan sangat menyenangkan sekali sama halnya dengan Wulan dan Andri. Mereka memilih pergi ke kampung halaman Wulan di Surabaya.
Sampainya di rumah itu, semua kenangan bersama orang tua nya teringat kembali...
" Kamu kenapa nangis sayang? " Tanya Andri penasaran.
" Aku kangen aja sama keluarga aku... Yaudah aku bersih-bersih dulu ya. " Ucap Wulan sambil membersihkan kristal-kristal di wajahnya.
Setelah mereka bersih-bersih, Wulan dan Andri langsung menikmati makan malam bersama dihiasi lilin-lilin layaknya dinner.
" Terimakasih ya Andri kamu telah menyiapkan semua ini... Jujur hal ini yang aku inginkan dari dulu. Makan seperti ini bersama orang yang aku cintai. " Ucap Wulan sambil meneteskan air matanya.
" Sama-sama sayang. Aku sudah bilang kalau aku akan mencintaimu seperti orang tuamu mencintai kamu. " Ucap Andri.
Meskipun hubungan dia dengan Andri sudah 3 tahun, tak dapat dipungkiri kalau Andri adalah lelaki romantis, harmonis, idaman para wanita dibanding Raihan yang kurang romantis, cerewet dan selalu utamakan harta dari pada cinta saat bersamanya.
Tetapi dia terpaksa melakukan agar tujuan untuk menghancurkan keluarga Permana berhasil. Andai orang tuanya dan adiknya hidup, dia sekarang pasti menjadi wanita yang sempurna dicintai pria sebaik Andri dan bahkan menikah sama Andri di usia muda.
__ADS_1
Namun untuk menikah sama Andri harus dia urungkan dulu niatnya agar tujuannya masuk ke keluarga Permana berhasil dan bisa menghancurkannya.
Saat menikmati makan malam, tiba-tiba ada seseorang dibalik jendela memperhatikan mereka. Andri yang sadar akan hal itu, diapun langsung...
" Hei siapa kamu? " Sorak Andri didepan rumah setelah orang itu pergi.
" Siapa sayang? " Tanya Wulan penasaran.
" Nggak tahu ada orang dari tadi memperhatikan kita. Apa kamu punya musuh? Atau keluarga kamu? " Tanya Andri membuat Wulan terkejut.
" Nggak ada sayang. " Ucap Wulan.
" Apa jangan-jangan orang suruhan dia lagi? " Tanya Andri terhadap dirinya sendiri membuat Wulan penasaran.
" Siapa? Kamu punya musuhan? " Tanya Wulan penasaran.
" Nggak penting... Yaudah yuk masuk. " Ucap Andri.
Andri sengaja tidak memberitahu kalau dia mempunyai dendam sama Raihan karena dia takut kalau Wulan akan melindungi Raihan karena dia masih mencintainya dan membuat gagal semua rencana selama ini yang dia susun.
Raihan dan Indah yang sedang menikmati udara malam di pantai, tiba-tiba suara petir menggema di langit membuat traumanya kambuh lagi. Indah yang tahu keadaan suaminya, diapun langsung...
" Mas... kita nginap disini aja dulu ya? Mau hujan kayaknya. " Ucap Indah diiyakan oleh Raihan.
Sampainya mereka di penginapan, merekapun langsung bersih-bersih dan menggunakan baju yang sudah dibeli oleh Indah saat menuju ke penginapan tadi.
" Ini kopi hangat buat kamu mas. " Ucap Indah sambil memberikan kopi itu.
" Makasih ya Ndah. " Ucap Raihan.
" Agghh... aku bukan pembunuh.... aku bukan pembunuh. " Ucap Raihan.
Indah langsung memberikan pelukan hangat yang membuat Raihan sedikit tenang...
" Iya mas... aku tahu kamu bukan pembunuh. " Ucap Indah.
Indah dalam diam berfikir dia harus mencari siapa sok-sok Ilham Kurniawan sebenarnya yang membuat suaminya seperti ini.
****
Pagi yang cerah, sampainya mereka dirumah Permana, Raihan langsung pergi ke ruang kerja untuk memeriksa pekerjaan. Sedangkan Indah bersih-bersih rumah karena pembantu dirumah itu tidak bisa masuk.
Saat Raihan keluar dari ruangan kerja, dia melihat Indah sedang beres-beres rumah sendirian. Rumah sebesar itu dia bersihkan pastinya lelah sekali. Raihan sebagai seorang suami, diapun langsung membantu Indah.
" Sini aku bantu. " Ucap Raihan sambil mengambil kemoceng dari tangan Indah.
Mereka membersihkan rumah itu dengan serius. Raihan jahilnya membersihkan wajah Indah dengan kemoceng membuat Indah kesal.
" Isshhh mas... banyak debu tahu. " Kesal Indah.
" Hehehe sorry. " Ucap Raihan.
" Oh ya barang-barang yang tidak terpakai ini dimana letaknya mas? " Tanya Indah.
__ADS_1
" Letak di gudang aja Ndah. " Jawab Raihan.
Semenjak dia memasuki rumah itu, dia belum pernah melihat isi gudang itu. Saat dia meletakkan barang-barang tadi di gudang, tiba-tiba dia melihat sebuah buku anak-anak lama yang isinya foto Raihan saat kecil.
" Mas... mas... kamu dari kecil udah ganteng ya. " Ucap Indah.
Tapi, saat melihat foto suaminya saat kecil bersama seorang laki-laki. Wajah laki-laki yang dia lihat itu tidak asing rasa pernah kenal. Dan ada sebuah gelang karet berinisial RPIK. Raihan yang melihat itu dari luar, diapun langsung menariknya.
" Maaf mas... aku tidak bermaksud lancang. " Maaf Indah.
" Kamu keluar dulu. " Ucap Raihan.
" Baik mas... aku akan membersihkan ruangan lain. " Ucap Indah meninggalkan Raihan sendirian.
Tak selang beberapa lama, Raihan memanggil Indah dengan suara ketakutan. Indah pun langsung menuju ke gudang itu...
" Ada apa mas? " Tanya Indah penasaran.
" Di dinding... apa kamu lihat sesuatu disana? " Tanya Raihan membelakangi Indah.
" Dimana? " Tanya Indah lagi.
" Ada sesuatu di arah sana. " Tunjuk Raihan kearah itu dengan pistol mainan.
" maksud kamu tokek ini? " Tanya Indah.
" Iya... tolong bawa keluar. " Ucap Raihan yang sudah mati ketakutan.
" Oke mas. " Ucap Indah dengan ide jahilnya.
" Tolong lebih cepat Ndah? Sudah dibawa keluar? " Tanya Raihan namun tak dijawab Indah.
Saat menghadap ke depan, berapa terkejutnya dia ternyata istrinya itu malah membawanya ke hadapannya.
" Bawa sekarang Ndah... " Ucap Raihan sambil mengusirnya dengan pistol mainan itu.
" Yaelah mas... sama tokek aja kamu takut wkwkwk. " Ledek Indah.
" Jangan banyak bicara kamu. cepat bawa keluar Ndah. " Ucap Raihan
" Ayo Ndah... " Ucap Raihan namun Indah cuman tawa melihat tingkah suaminya itu.
Raihan mengusir tokek itu seperti mengusir kucing. Namun, tokek itu langsung melompat tepat kebagian sensitif Raihan membuat dia langsung...
" Aggghhh. " Teriak Raihan
Setelah membersihkan rumah, merekapun langsung duduk di sofa...
" Oh ya mas. Boleh aku tahu foto lelaki yang berada di samping kamu itu siapa? " Tanya Raihan penasaran.
" Itu Ilham sahabatku Ndah... aku minta maaf ya aku kalau nada bicaraku sedikit emosi tadi. Soalnya itu buku selain aku kamu orang kedua yang membukanya. Jadi aku sedikit sensitif. " Ucap Raihan.
" Maaf ya mas. " Ucap Indah.
__ADS_1
" Yaudah sekarang kamu ambilkan aku minum dong... Haus. " Rengek Raihan membuat Indah langsung menuju dapur.
Setelah mereka istirahat sejenak, mereka pun langsung mempersiapkan segala sesuatu untuk pertempuran yang dilaksanakan besok.