
Tak lama kemudian, merekapun tiba dikampus. Raihan tidak menurunkan Indah seperti biasa di ujung jalan kampus melainkan di parikiran.
" Mas kenapa tidak turunin aku tempat biasa? " Tanya Indah.
" Kamu masih nanya juga? Sekarang udah jam berapa? Udah telat kita. Lagian di parkiran kosong nggak ada siapa-siapa. " Jawab Raihan.
" Yaudah mas... makasih ya. " Ucap Indah sambil membuka pintu tapi...
" Kita nggak ada apa yang dilakukan suami istri pada umunya gitu? " Kode Raihan.
" Hehehe iya mas... aku lupa. " Ucap Indah sambil mencium tangan Raihan.
" Mas nggak ada gitu? " Kode Indah membuat Raihan mencium kening istrinya itu.
Setelah keluar, Indah dan Raihan langsung menuju ke kelas masing-masing. Dan saat Indah masuk ke kelas...
" Permisi pak. Maaf saya telat pak" Ucap Indah.
" Cepat... silahkan masuk. " Ucap Pak Gani yang merupakan dosen yang mengajar dikelas Indah.
Sedangkan disisi lainnya...
" Permisi pak. Maaf saya telat pak" Ucap Raihan.
" Udah 15 menit kamu telat... sekarang kamu masuk tapi kehadiran kamu saya anggap alfa. " Ucap Pak Andri.
" Tapi pak... " Ucap Raihan langsung dipotong Pak Andri.
" Ingat peraturan yang telah kita sepakati? " Tanya Pak Andri membuat Raihan hanya pasrah dan duduk disamping Wulan yang hanya kosong disana.
" Kamu kenapa telat yang? " Tanya Wulan penasaran.
" Aku ketiduran. " Jawab Raihan bisik-bisik.
Setelah selesai kuliah, Raihan and gengs pergi ke kantin karena waktu menunjukkan pukul 12.00. Begitupun Indah and gengs. Saat mereke duduk-duduk, tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri Indah...
" Oh ya Ndah ini ada paket untukmu. " Ucap Dea teman sekelas Indah.
" Dari siapa Dea? " Tanya Indah penasaran namun Dea menggelengkan kepalanya.
" Yaudah... makasih ya. " Ucap Indah dan Dea pergi dari kantin itu.
Raihan yang melihat istrinya menerima paket tersebut merasa tidak enak dan diapun langsung chat Indah...
( " Jangan buka disini. Aku curiga itu paket yang sama waktu kemah kemarin. " Ucap Raihan.
( " Oke mas. " Ucap Indah.
__ADS_1
Saat Raihan chat istrinya itu, Wulan pun merasa curiga dengan pacarnya itu...
" Kamu lagi apa sayang? " Tanya Wulan.
" Nggak... ini klien... biasalah. " Bohong Raihan.
" Oh ya hari ini kamu nggak ada meeting kan? Gimana kita jalan-jalan. Sudah lama kita nggak jalan-jalan berdua. " Ucap Wulan dengan centilnya.
Raihan sangat kebingungan karena dia sama Wulan sudah tidak ada perasaan spesial lagi dan hanya sebatas teman dan dia tidak mau mengecewakan Indah. Tapi, disisi lain kalau dia tolak, Wulan akan curiga kenapa Raihan selalu menghindar darinya dan diapun akan cari tahu.
Akhirnya Raihan melihat Indah dengan tatapan kebingungan. Tak lama kemudian, masuklah chat dari Indah (" Mas pergi aja sama Wulan... lagian kalau mas tolak nanti dia curiga. " yang membuat Raihan...
" Baiklah nanti kita jalan-jalan. Tapi waktu aku nggak banyak soalnya harus ke kantor untuk beresin semua berkas-berkas. " Ucap Raihan.
" Yeah... makasih ya sayang. " Ucap Wulan dengan gembiranya sambil memeluk Raihan.
" Oh ya bukanya kemarin kamu sakit Han? " Tanya Falih.
" Iya.. cuman demam biasa aja. Sekarang kalian bisa lihat aku baik-baik aja sekarang. " Jawab Raihan.
" Apa? Sakit? Kenapa kamu tidak kasih tahu aku? " Tanya Wulan.
" Kamu nggak tahu Lan? Kemarin buk Dara ngasih tahu saat kuliah. " Ucap Dita membuat Wulan malu.
" Mungkin saat aku ke toilet kemarin buk Dara kasih tahu. " Ucap Wulan.
" Nggak apa-apa. " Jawab Raihan.
Disisi lain, Indah hanya bisa pasrah melihat suaminya itu dating bersama Wulan. Monic yang melihat kejadian itu...
" Kenapa kamu tidak melarangnya Ndah? " Tanya Monic.
" Biarin aja... Sudah lama juga mereka tidak jalan-jalan. Lagian aku juga mengizinkan mereka... Kalau aku tolak dia bisa curiga. " Jawab Indah.
" Iya aku tahu... tapi sampai kapan kamu tutup ini dari semua? " Tanya Monic lagi.
" Sampai pada waktunya. " Jawab Indah dengan santai.
" Oh ya btw kotak ini kenapa kamu tidak buka Ndah? Dan alamat tujuanya pake nama Indah Wulandari Permana. Jadi penasaran kita. " Ucap Zalfa.
" Nanti aja deh. " Jawab Indah.
Setelah kuliah, Raihan dan Wulan langsung pergi jalan-jalan. Raihan tidak menggunakan mobil pagi tadi karena banyak sekali perlengkapan Indah didalam mobil itu dan bau parfum Indah yang menyengat. Dan dia memakai mobil cadangannya yang sudah dibawa oleh sopir rumah tadi.
Sepanjang jalan, Wulan tidak pernah lepas genggamannya dengan Raihan yang membuat Raihan menjadi gelisah.
" Wulan... kamu kenapa genggam aku terus? Aku nggak bisa konsentrasi bawa mobil. " Ucap Raihan.
__ADS_1
" Apa kamu bilang? Wulan? Kamu lupa ya panggilan kita? " Kesal Wulan.
" Maaf... sayang. " Ucap Raihan.
" Oh ya belakangan ini aku lihat kamu banyak berubah sayang. Tidak seperti dulu lagi kita sering dating, sering menghabiskan waktu bersama. " Ucap Wulan membuat Raihan terdiam sejenak.
" Aku bukanya berubah... tapi kamu tahu sendiri aku belakangan ini sibuk sekali... ditambah lagi tugas kuliah yang banyak. " Jawab Raihan dengan keluh kesah.
" Iya sih... Pasti berat beban kamu sebagai anak tunggal dari keluarga Permana. Andaikan aja aku bisa meringankan beban kamu sayang pasti kamu tidak sesibuk ini. " Ucap Wulan.
" Nggak apa-apa yang penting kamu bantu aku dengan doa dan semangat kamu. " Ucap Raihan dengan mesranya agar Wulan tidak curiga.
Akhirnya mereka sampai di sebuah mall yang ada di kota Jakarta. Kali ini Raihan tidak mengajak Wulan ke mall milik keluarganya karena semua isi mall pasti tahu dan beritanya akan sampai ke telinga mommy Dewi dan Papi Irhas.
Sampainya di mall, Wulan mengajak Raihan ke sebuah cafe untuk makan...
" Kamu makan apa sayang? " Tanya Wulan.
" Aku makan soto lamongan sama nasi. " Jawab Raihan membuat Wulan terkejut.
" Tumben kamu suka sama nasi biasanya nggak? " Tanya Wulan penasaran.
" Nggak tahu... tiba-tiba aku suka aja sama nasi. " Jawab Raihan.
Setelah mereka memesan beberapa menu, Wulanpun...
" Oh ya sayang kita kan sudah satu tahun lebih pacaran... kapan kamu lamar aku sebagai istri kamu? " Tanya Wulan membuat Raihan sedang minum tersedak.
" Apa? Lamar? " Tanya Raihan balik.
" Iya sayang... kemarin aku lihat di status teman SMA aku dia udah nikah... padahal dia masih kuliah looh. Jadi mengapa kita tidak menikah saja? " Jawab Wulan.
" Kamu tahu sendiri bagaimana mommy sama kamu? Dan mommy ngancam aku kalau aku tetap sama kamu maka fasilitas aku dicabut. " Ucap Raihan.
" Iya sih... bagaimana kalau kita kawin lari aja. Mau nggak mau mommy kamu pasti menerima aku. Dan seiring waktu dia akan menerima aku dengan ikhlas. " Ucap Wulan.
" Aku nggak mau hal gituan. Lagian aku ini anak tunggal dari keluarga Permana. Dimana letak muka keluarga aku kalau aku seperti itu Wulan? Kita sama-sama kuliah dan harus mencapai cita-cita agar keluarga kita bangga sama kita sayang. Meskipun keluarga aku termasuk keluarga berada tetapi aku tidak mau bergantung sama harta keluarga. " Ucap Raihan membuat Wulan kesal.
" Yaudah deh sayang... aku paham. Aku percaya suatu saat keluarga kamu pasti menerimaku apa adanya. Dan apabila kita sudah menjadi suami istri uang bulanan aku 25 juta sebulan ya? Dan aku mau kita tinggal dirumah kawasan elit. " Ucap Wulan membuat Raihan terkejut.
" 25 juta? Banyaknya... untuk apa uang sebanyak itu sama kamu? Terus kenapa kamu nggak mau satu rumah sama keluargaku? " Tanya Raihan.
" Uang 25 juta itu untuk keperluan aku sama keperluan rumah tangga... masa uang segitu nggak sanggup kamu kasih? Kalau rumah elit kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu nggak mau bergantung sama harta keluarga kamu makanya kita tinggal dirumah kita sendiri agar tidak bergantung sama keluarga kamu. " Jawab Wulan.
" Iya sih... nanti aku fikirkan. Lagian kita fokus kuliah dulu. Masih panjang perjalanan kita. " Ucap Raihan.
" Sial... gimana caranya supaya aku dan Raihan terikat? Agar aku bisa mendapatkan harta dia dan menghancurkan keluarga Permana sebagaimana dia telah menghancurkan keluargaku. " Gumam Wulan didalam hati.
__ADS_1
" Semakin kesini sifat asli kamu keluar ya Lan... aku tahu kamu sebenarnya tidak mencintai aku sepenuhnya dan kamu cuman incar hartaku aja. Belum jadi istri udah banyak kamu minta. Sedangkan Indah aja tidak ada patokan untuk uang bulanan dia bahkan uang yang aku kasih dia sumbangkan untuk pembangunan masjid dan indah pun tidak ada masalah kalau kita tinggal dirumah keluarga aku. " Gumam Raihan sambil tersenyum paksa.