
Raihan langsung memberi kode kepada Indah untuk ikut dengannya. Setelah beberapa menit Raihan pergi, Indahpun pergi dari kantin itu.
Raihan menunggu Indah diruangan BEM. Dan saat Indah tiba, Raihanpun langsung mengunci pintu dan menutup tirai agar tidak ada yang masuk dan melihat mereka.
" Kenapa kamu tidak ingatan aku tadi untuk melepaskan cincinnya? " Ucap Raihan.
" Aku juga lupa mas. " Ucap Indah.
" Yaudah mana kotak cincinnya? " Tanya Raihan membuat Indah langsung memberikan kotak cincin itu.
Saat mau melepaskan cincin, Raihan tidak bisa melepaskannya seolah-olah cincin itu tidak mau lepas dari jari manis Raihan. Begitupun juga Indah yang tidak bisa melepaskan cincin itu.
" Kenapa keras seperti ini sih? Biasanya bisa aja lepasnya. " Kesal Indah.
" Oh ya aku ada baby oil didalam mobil. Bentar aku ambil dulu.Tutup pintunya dan kunci. " Ucap Raihan langsung pergi ke parkiran.
Setelah Raihan mengambil baby oil, diapun langsung menuju ke ruangan itu. Namun, saat dijalan...
" Raihan aku mau tanya sama kamu. " Ucap Falih.
" Tanya apa Lih? " Tanya Raihan.
" Kamu sudah nikah sama sicupu ya? " Tanya Falih membuat Raihan terkejut.
" Apaan sih Falih... jangan ngaco deh. Mana mungkin aku sudah nikah? Apalagi nikahnya sama sicupu. " Bohong Raihan.
" Kalau kamu nggak nikah kenapa cincin kamu sama dengan sicupu? " Tanya Falih lagi.
" Apa? Jadi Falih sudah lihat cincin ini dari tadi... pentasan aja dia tatap aku seperti itu dikantin tadi... Aku harus jawab apa? Aku dan Indah sudah komitmen untuk merahasiakan ini... Dan aku tidak mau mengikari komitmen lagi. " Gumam Raihan.
" Itu cincin apa Han? " Tanya Falih lagi.
" Ini cincin pemberian grandma... karena aku adalah keturunan Permana. Ini cincin bukan cincin biasa tapi ini cincin turunan dari kakek buyut aku. " Bohong Raihan.
" Yaudah aku pergi dulu ya... " Ucap Raihan meninggalkan Falih.
Sampainya di ruangan itu, Raihan langsung mengetok pintu membuat Indah langsung membukanya.
__ADS_1
" Gimana? Ada? " Tanya Indah.
" Ada... ini baby oil nya. " Jawab Raihan.
Mereka langsung mengoleskan baby oil di cincin itu, namun hasilnya tetap sama seakan cincin itu tidak mau lepas dari mereka. Setelah mereka berusaha untuk melepaskan cincin itu, akhirnya cincin itu bisa lepas dan langsung dimasukkan kedalam kotaknya.
" Untung saja cincin nya bisa lepas ya. " Ucap Raihan.
" Untung saja. Yaudah aku pergi dulu... Jangan lupa nanti sore ada meeting di cafe teras. " Ucap Indah dingin dan meninggalkan Raihan.
Saat Indah dan Raihan keluar dari ruangan itu, Fauzi yang melihatnya membuat dia curiga terhadap pasangan itu. Saat dia mau mergoki mereka, tiba-tiba Cici menghampirinya...
" Fauzi temanin aku ke pustaka yuk... cari buku untuk tugas buk Mela. " Ajak Cici.
Fauzi ingin menolak ajakan Cici karena rasa penasarannya terhadap Raihan dan Indah. Tapi, Cici selalu maksa Fauzi yang akhirnya dia menemani Cici ke pustaka untuk cari buku.
Waktu menunjukkan pukul 13.00 perkuliahan Indah akhirnya selesai juga dan begitupun Raihan. Saat Raihan keluar, dia melihat istrinya itu pulang dengan taksi dan diapun menghampirinya...
" Kamu kenapa sama taksi pulang Ndah? Sama aku aja. " Ajakan Raihan.
" Aku nggak mau pulang sama laki-laki yang telah mengikari komitmennya. " Jawab Indah dingin.
" Jangan paksa aku mas. " Tegas Indah dan langsung memasuki taksi itu.
Raihan merasa bersalah sekali atas perbuatan dirinya itu. Andai saja waktu bisa berputar, dia tidak mau bersikap seperti kemarin kepada istrinya itu dan tidak mau melakukan perbuatan itu sebelum izin dari istrinya itu.
Sepanjang jalan, Raihan tidak bisa konsentrasi mengemudi lantaran dia memfikirkan sikap istrinya yang dingin seperti itu. Dan saat Raihan mengemudi, tiba-tiba ada sekelompok orang yang sengaja mengepung mobilnya.
Raihan yang melihat itu langsung turun...
" Kalian siapa sebenarnya? Kenapa kalian menyerang aku? Apa salah aku sama kalian? Kalian mau apa dariku? " Tanya Raihan.
" Kita mau kamu menderita atas perbuatan kamu sama bos kita hahahaha. " Ucap ketua geng itu dan memerintahkan anak buahnya untuk menghajar Raihan.
Raihan langsung dihajar oleh orang-orang itu. Saat Indah melewati jalan menuju kerumah Permana , tiba-tiba dia melihat suaminya dihajar sama sekelompok orang yang sama saat menghajar mereka dihutan.
Sebagai seorang istri, Indah tidak rela suaminya dihajar habis-habisan oleh orang-orang itu dan diapun langsung menyuruh sopir untuk memberhentikan taksinya dan diapun langsung turun untuk membantu suaminya.
__ADS_1
" Mas... " Sorak Indah.
" Indah... kenapa kamu disini? " Tanya Raihan.
" Aku disini untuk bantu kamu. " Jawab Indah.
" Nggak usah Ndah... kamu cari tempat aman disana. " Ucap Raihan membuat orang itu langsung menghajar Indah dari belakang.
Raihan dengan sigap langsung melindungi istrinya itu dan diapun menghajar orang itu. Indah dan Raihan langsung melawan orang-orang itu tanpa diberi ampun.
Setalah orang-orang itu kehabisan tenaga, merekapun langsung pergi. Indah yang melihat muka suaminya itu lebam-lebam, diapun langsung mengambil P3K didalam mobil.
" Siapa sih sebenarnya orang-orang itu mas? Kenapa dia selalu menghajar kamu? " Tanya Indah sambil mengobati luka suaminya itu.
" Aku nggak tahu juga Ndah... Aww sakit tahu. " Ucap Raihan.
Setelah selesai membersihkan lebam-lebam suaminya itu, diapun langsung pergi menuju ke taksi tadi. Tetapi...
" Kamu ikut sama aku! " Ajakan Raihan.
" Aku naik taksi aja. Tolong beri aku waktu untuk sendiri. " Ucap Indah langsung menaiki taksi itu.
Sepanjang jalan, Indah sebenarnya tidak mau besikap dingin seperti ini kepada suaminya. Namun, kekecewaan yang diberikan Raihan dan saran dari Zalfa, membuat dia terpaksa melakukan ini.
Sampai dirumah Permana, Indah dan Raihan langsung memasuki rumah. Namun...
" Selamat datang Den Raihan dan Non Indah. " Ucap Bi Sari.
" Bi... tolong siapkan kamar tamu ya. Karena saya mau istirahat disana. " Ucap Indah membuat Raihan terkejut.
" Apa? Kamu mau pisah kamar sama aku Ndah? Nggak bi... jangan bibi lakukan. " Ucap Raihan.
" Nggak usah dengarkan dia bi... lakukan aja apa saya suruh. " Ucap Indah akhirnya bibi Sari melakukannya.
Indah langsung mengambil pakaiannya didalam kamar mereka. Raihan memerhatikan Indah dengan tatapan lesu dan rasa bersalah atas apa yang dia lakukan.
Raihan sungguh tidak sangka perbuatan semalam membuat dia pisah kamar dengan isrtinya itu. Entah perasaan apa yang dilanda Raihan saat ini kenapa dia tidak rela Indah pergi dikamar itu. Tapi demi mendapatkan maaf Indah, akhirnya Raihan terpaksa menerima keputusan istrinya itu.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 15.00 saatnya Indah dan Raihan pergi untuk meeting di cafe teras. Raihan menunggu Indah diruang tamu sambil memainkan handphone nya.
Indah yang telah selesai dandan sebagai sekretaris, diapun langsung keluar namun, saat jalan tiba-tiba jalan licin membuat Raihan yang melihatnya langsung membantunya.