Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 91 " Seharian Penuh dengan Agenda. "


__ADS_3

Setelah semua persiapan disiapkan dengan sempurna, maka hari yang ditunggu datang juga. Satu per satu wisudawan berdatangan di auditorium termasuk semua panitia wisuda.


Indah dan anggota paduan suara lainnya sudah berada di bangku yang tersedia. Tak lama kemudian, Andri dan Wulanpun datang secara bersamaan yang membuat kecurigaan Indah dan Raihan bertambah.


Raihan ikut hadir dalam acara wisuda ini karena perwakilan dari BEM dan diapun duduk di kursi VIP. Sebelum acara dimulai...


" Kalian harus semangat... keluarkan suara emas kalian itu dan jaga kekompakkan. Oke? " Ucap Andri.


" Baik pak. " Ucap semua anggota paduan suara itu.


Setelah semua wisudawan dan orangtua masuk, MC pun langsung membuka suara dengan ucapan salam dan pantun pembuka. Setelah itu


" Senat beserta rombongan memasuki ruangan. Hadirin dimohon berdiri. " Ucap MC itu membuat mereka semua berdiri.


Mereka disambut dengan lagu gaudeamus. Setelah senat dan rombongan berdiri di singgasana mereka masing-masing, mereka pun menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan acara pembukaan rapat senat terbuka oleh ketua senat.


Setelah beberapa rangkaian acara dilaksanakan, saatnya acara puncak ditunggu-tunggu. Satu per satu wisudawan maju ke panggung untuk pemindahan jambul dan pemberian Ijazah.


Indah yang melihat saat proses pemindahan jambul, diapun terbayang dirinya yang diwisuda dengan gelar cumlaude. Kemudian, disambut oleh suami tercinta dengan buket bunga...


" Hebat.... hebat istriku ini. " Ucap Raihan sambil mencium kening Indah.


Hayalan Indah pun hilang saat...


" Lo kenapa ngelamun cupu? Ntar kerasukan berabe urusannya. " Ucap Wulan yang kebetulan duduk di samping Indah.


" Isshh kakak nih. " Kesal Indah.


" Btw kapan ya kita seperti itu ya Ndah? " Tanya Wulan.


" Yang penting kita berusaha, belajar dengan giat kak dan tidak putus ditengah jalan. Insya allah 3 setengah tahun kita selesai kak. " Jawab Indah.


" Iya Ndah... mudah-mudahan tiga setengah tahun kita selesai kuliah dan diwisuda seperti mereka. " Ucap Wulan.


" Semoga kak. " Ucap Indah.


Mereka pun langsung sadar kenapa mereka dekat seperti ini. Dan merekapun langsung memalingkan wajah mereka ke arah depan dan menyaksikan acara itu.


Setelah acara pemindahan jambul selesai, acara selanjutnya yaitu sepatah kata dari Raihan selaku perwakilan mahasiswa. Saat Raihan membawakan pidato, lirikan matanya tak lepas terhadap istrinya itu yang berpenampilan cupu itu. Dan sesekali melirik Wulan agar tidak curiga.


Setelah rangkaian acara selesai, ditutup dengan doa senat beserta rombongan meninggalkan tempat dengan lagu gaudeamus. Indahpun langsung keluar menghampiri sahabatnya yang berada di panitia lain.

__ADS_1


" Lelah kali ya Ndah? Cuman jadi pagar ayu. " Ucap Monic.


" Ealah itu cuman udah lelah. Aku aja jadi paduan suara nggak capek bahkan seru. " Ucap Indah.


" Iya Nic. Kamu ini itu aja udah lelah kamu. Aku aja jadi panitia keamanan nggak lelah tuh. " Ucap Zalfa.


" Kamu gimana jadi anggota tari Shalda ? Enak? " Tanya Indah.


" Enak dong. " Ucap Shalda.


Lagi enaknya mereka ngobrol, tiba-tiba Indah dikejutkan suara handphone didalam saku roknya yang membuat dia penasaran yang nelfon ternyata adalah...


" Halo Indah kamu dimana sekarang? " Tanya Rere.


" Aku di kampus kak... baru selesai acara wisuda. Ada apa kak? " Tanya Indah


" Apa kamu lupa hari ini ada rapat jam setengah dua nanti bersama jajaran direksi untuk membahas pembangunan stadion di Bogor. " Jawab Rere membuat Indah terkejut.


" Astaga... aku lupa hari ini ada rapat kak. Baiklah kak kami langsung ke kantor. Terimakasih ya kak... telah ingatkan Indah. " Pungkas Indah.


Setelah menerima telfon, Indahpun langsung pamit dari sahabatnya untuk mencari suaminya karena ada rapat satu jam lagi.


" Bang Raihan. " Ucap Indah dengan gelisah.


" Oh ini sicupu yang terkenal dikampus ya? Salam kenal, saya Bobi senior Raihan. " Sapa Bobi sambil mengulurkan tangannya dan dibalas langsung oleh Indah.


" Saya Indah bang. " Ucap Indah.


" Lebih tepatnya abang angkat aku. " Ucap Raihan membuat Bobi baper.


" Isshh kamu ini Raihan berlebihan betul. " Ucap Bobi.


" Ada apa Ndah? Kok kamu gelisah gitu? " Tanya Raihan penasaran.


Indah menjelaskan ke Raihan bahwasanya satu jam lagi ada meeting dengan jajaran direksi membahas pembangunan stadion di Bogor. Dan Raihan harus hadir selaku CEO permana corp.


" Isshh kamu ini Ndah? Kok bisa sampai lupa kita ada rapat? " Cerewet Raihan.


" Maaf bang... Indah lupa karena sibuk menghafal lirik untuk acara wisuda. " Maaf Indah.


" Ini maksudnya apa Han? Indah... " Tanya Bobi langsung dijawab oleh Raihan.

__ADS_1


" Dia sekretaris aku di kantor bang. Maaf nggak bisa lama-lama bang... sekali lagi selamat ya bang semoga berkah ilmunya. " Ucap Raihan langsung meninggalkan Bobi.


Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di permana corp. Indah dan Raihan langsung menuju ke ruangan pribadi Raihan untuk mengganti kostum.


Dan saat mengganti kostum...


" Mas... kok rok nya sempit ya mas? " Tanya Indah sambil memperlihatkan tubuhnya yang ketat karena rok.


" Kok bisa ketat gitu ya? Padahal itu baru beli loh. " Ucap Raihan heran.


" Apa mungkin badan aku sudah gemuk ya mas karena cemilan terus? Terus kamu nggak suka aku yang gemuk ini kan? " Tanya Indah dengan sedih.


" Isshh pikiran kamu kemana aja Ndah. Meskipun badan kamu gemuk aku akan tetap mencintai kamu kok. Bahkan aku suka body kamu yang berisi ini. " Goda Raihan sambil memegang pinggul Indah yang membuat wajah mereka dekat satu sama lain.


Dan...


" Astaga... kalian ini nggak bisa mesranya dirumah aja. Nih 10 menit lagi rapat dimulai. " Ucap Rere membuat mereka seperti digrebek warga.


" Maaf kak. Ini kami langsung menuju ke ruangan rapat. " Ucap Indah sedangkan Raihan hanya diam tanpa berdosa.


" Yaudah kakak kebawah dulu. " Ucap Rere meninggalkan mereka.


" Yaudah aku siap-siap dulu. " Ucap Indah malu karena dilihat Rere dan langsung meninggalkan ruang itu. Tapi...


" Kamu ganti pakaian yang aku beli pertama kali karena itu kebesaran saat kamu memakainya dulu. Aku nggak suka melihat para lelaki disana melihat bentuk tubuh kamu yang ini. Cukup aku aja sebagai suami kamu yang melihat bentuk tubuh kamu. " Ucap Raihan membuat Indah langsung mengganti kostumnya.


Waktu menunjukkan pukul 13.30 saatnya rapat dimulai. Indah sudah hadir disana dengan ksotum yang lebih sopan. Dan Raihan pun buka suara.


Setelah rapat selesai, tak ada angin, dan tak ada hujan tiba-tiba ada sok-sok wanita yang sedang duduk di ruang tunggu yang membuat Raihan dan Indah terkejut.


" Wulan? " Tanya Raihan penasaran.


" Kenapa? Kaget? Aku sengaja nggak kabarin kamu biar suprise. " Jawab Wulan dengan manjanya.


Indah dan Raihan hanya bisa diam dan pasrah melihat Wulan dikantor dan disaksikan oleh banyak karyawan.


" Oh ya nih aku bawa makanan kesukaan kamu... Kamu pasti belum makan. Yuk kita ke ruangan kamu. " Ucap Wulan sambil menarik tangan Raihan.


" Jangan kalian kasih tahu sama pak Irhas dan buk Dewi ya... ini cuman drama aja. " Ucap Indah dengan lirikan tajam sama karyawan disana.


Saat Indah menuju ke mejanya, dia hanya bisa menonton Wulan yang sedang menyuapkan makanan itu ke Raihan. Dan saat melihat ekspresi suaminya itu yang menolak suapan itu namun terpaksa menerimanya membuat dia yakin kalau Raihan hanya pura-pura untuk mencari tahu kebohongan Wulan.

__ADS_1


__ADS_2