
Setelah pertengkaran itu selesai, Indah and gengs langsung masuk ke kelas begitupun Raihan and gengs.
Melihat sikap Raihan seperti itu, membuat Wulan semakin yakin kalau pacarnya itu memiliki hubungan khusus dengan sicupu dan diapun akan menyelidikinya.
Sampai dikelas, Indah hanya diam yang membuat sahabatnya itu...
" Kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Monic.
" Aku nggak apa-apa kok. Udah biasa mendengar seperti itu. " Jawab Indah.
Sebenarnya hati Indah sekarang ini sakit sekali mendengar omongan Wulan yang merendahkan dirinya. Tetapi itu resiko atas kecerobohan yang dia perbuat.
" Serius kamu nggak apa-apa? " Tanya Shalda.
" Serius... jangan pandang aku dengan tatapan sedih seperti itu. " Jawab Indah.
Disisi lain, Raihan yang sudah mereda emosinya membuat sahabatnya itu bertanya...
" Han. Kamu kenapa bela sicupu seperti itu? Apa kamu punya hubungan sama dia? " Tanya Falih.
" Aku orangnya membela siapa yang sepatutnya dibela. Kalian tahu sendiri sejak sicupu itu masuk kuliah sampai sekarang dia dibully terus. Sebagai manusia kita tidak boleh merendahkan orang seperti tadi. Kalian tahu dosa apa yang membully orang. " Ucap Raihan membuat sahabatnya kagum.
" Aku salut sama kamu Han... ternyata kamu begitu peduli sama orang. Meskipun kamu juga ngebully sicupu itu dulunya wkwkwk. " Jawab Fauzi.
" Maka dari itu aku mau menebus dosa aku sama sicupu dengan membela dia seperti tadi. " Ucap Raihan.
" Terus hubungan kamu sama Wulan gimana? Dia pasti marah besar? " Tanya Falih.
" Masalah itu biar aku yang selesaikan. " Ucap Raihan.
Selain menebus dosa sama Indah atas perlakuan dirinya dahulu, sebagai suami sudah sepantasnya dia membela istrinya apabila orang-orang merendahkan istrinya tanpa mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Raihan terus kepikiran tentang keadaan istrinya itu. Apakah dia sedang sedih atau dia sedang menangis lantaran Wulan telah merendahkan dirinya didepan mahasiswa banyak.
Tak lama kemudian, Wulan pun masuk dengan tampang kesalnya. Dan diapun langsung duduk di kursi paling belakang karena dia tidak mau bicara sama Raihan. Dan tak lama kemudian pak Andri pun masuk yang membuat tatapan Raihan langsung berubah menjadi takut.
Saat jam istirahat, Indah and gengs langsung menuju kekantin. Tak lama kemudian Raihan and gengs dan Wulan and gengs datang...
__ADS_1
" Wulan aku minta maaf sama kamu atas kejadian tadi. Sebenarnya aku tidak menginginkan hal itu. Tapi apalah dayaku saat grandma minta aku seperti itu. Aku mohon kamu mau memaafkan aku. " Maaf Raihan.
" Aku mau tanya sama kamu. Aku harap kamu jawab dengan jujur. Apa kamu suka sama sicupu? Aku tahu laki-laki normal yang mana tidak suka sama sicupu itu saat penampilannya sebagai sekretaris kamu. " Tanya Wulan membuat Raihan bingung.
Raihan sebenarnya malas untuk minta maaf sama Wulan. Hal itu dia lakukan agar Wulan tidak curiga dengan status dirinya. Namun, jawaban Wulan diluar ekspetasi dirinya yang membuat dia bingung.
" Kalau aku jujur kamu jangan marah ya... aku tidak tertarik sama sicupu itu karena bukan tipe aku. Tipe cewek aku seperti kamulah. " Jawab Raihan bohong agar Wulan percaya sama dirinya.
" Serius? Jadi Indah sicupu itu bukan tipe kamu? " Tanya Wulan sekali lagi.
" Iya sayangku. " Jawab Raihan membuat Wulan bahagia.
Indah yang mendengar semua itu merasa sakit hati. Namun, dia tahu kenapa suaminya mengucapkan seperti itu agar Wulan tidak curiga sama status mereka.
Saat Wulan memeluk badan kekar Raihan, tiba-tiba pelukannya dia lepas saat Andri menatap dirinya tajam. Raihan yang sadar akan hal itu membuat dia curiga kalau Andri dan Wulan memiliki hubungan.
" Kamu kenapa takut seperti itu melihat pak Andri Lan? " Tanya Dita penasaran.
" Siapa takut... perasaan kalian aja deh. Yaudah kita makan aja yuk keburu dingin makanannya nanti " Ucap Wulan gugup.
Entah kenapa Andri memesan makanan di kantin. Biasanya, Andri memesan makanan lewat online. Sungguh Wulan tidak nyaman sekali Andri berada dikantin itu.
Setelah Andri memesan makanan, dia langsung menuju keluar. Tapi, dia langsung menuju ke meja Indah yang membuat Raihan cemas akan keselamatan istrinya itu. Indahpun merasakan ketakutan saat Andri mendekati mejanya. Tapi...
" Pulpen kamu jatuh. " Ucap Andri sambil mengambil pulpen dilantai.
" Terimakasih pak. " Ucap Indah langsung memalingkan wajahnya.
Melihat sikap Indah seperti itu, membuat sahabatnya...
" Kamu kenapa takut seperti itu melihat pak Andri Ndah? " Tanya Monic.
" Nggak ada... siapa yang takut? Mungkin itu perasaan kamu aja Nic. Nggak usah berlebihan seperti itu deh. " Jawab Indah.
Andri merasa senang sekali saat Raihan dan Indah ketakutan saat menatap dirinya. Dia merasa rencana dirinya berhasil untuk menakuti mereka agar mereka berpisah seperti mana Raihan lakukan kepada adiknya.
Namun hal itu salah besar, justru membuat mereka semakin kuat dan berani. Hal itu sengaja mereka lakukan agar Andri merasa dirinya berhasil karena telah menakuti mereka.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 13.00 saatnya Indah dan Raihan pulang karena dosen bersangkutan berhalangan hadir dan otomatis tidak ada kelas siang hari ini.
Saat Raihan menuju parkiran, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil dirinya...
" Raihan. " Sorak buk Dina merupakan direktur dikampus itu.
" Iya buk ada apa? " Tanya Raihan menghampiri buk Dina.
" Tadi ibuk dapat info kalau acara wisuda angkatan ini dimajukan 3 hari lagi karena pimpinan akan pergi ke luar negeri selama satu bulan. Jadi untuk acara inaugurasi tolong dipersiapkan siapa panitia, acara apa yang dibuat. " Jawab buk Dina.
" Cepat sekali buk... baiklah nanti Raihan akan rapat dengan anggota BEM lainnya buk. " Ucap Raihan.
Raihan langsung menghubungi anggota BEM lainnya untuk rapat hari ini karena waktu yang mepet sekali. Diapun tak lupa menghubungi istrinya itu untuk tunggu di apartemen.
" Chat siapa sayang? " Tanya Wulan dari belakang yang membuat Raihan terkejut.
" Astaga... kamu ternyata. Ini biasalah orang kantor. Tumben? Ada apa? Tanya Raihan balik.
" Kita dating yuk. waktu itu kita cuman sebentar. " Ucap Wulan.
" Sorry sayang aku hari ini ada rapat sama anggota BEM karena acara wisuda dimajukan 3 hari lagi. Dan otomatis inaugurasi dimajukan pula. " Ucap Raihan membuat Wulan terkejut.
" Serius? 3 hari lagi? Kok bisa? " Tanya Wulan.
" Buk Dina kasih tahu kalau pimpinan akan pergi ke luar negeri selama satu bulan... Makanya acara wisuda dipercepat. " Ucap Raihan.
" Yaahhh batal lagi kita dating. " Kesal Wulan.
" Ya... mau gimana lagi? Yaudah aku ke ruang BEM dulu ya. " Ucap Raihan meninggalkan Wulan di parkiran.
Disisi lain...
" Siapa yang chat Ndah? " Tanya Monic.
" Ini mas Raihan. Katanya aku suruh tunggu di apartemen karena ada rapat dengan anggota BEM untuk acara inaugurasi yang dimajukan 3 hari lagi. " Jawab Indah.
" Serius? Kok bisa? " Tanya Shalda membuat Indah menjelaskan apa yang Raihan sampaikan di chat itu.
__ADS_1
" Pasti bang Raihan sibuk banget tuh. Siapa panitia nya, apa aja acara yang dipersiapkan dari BEM untuk para wisudawan nantinya. " Ucap Zalfa.
" Yaudah kita ke apartemen aja yuk. Sekalian aku mau jawab pertanyaan kalian pagi tadi. " Ucap Indah membuat mereka langsung ke apartemen Indah.