
Indah dan Raihan yang sudah tiba di kamar hotel, Raiihan pun langsung meluapkan semua ingatan pahit itu dalam dekapan Indah.
" Aku bukan pembunuh... Aku bukan pembunuh Ndah... " Histeris Raihan.
" Aku tahu kamu bukan pembunuh mas... sekarang coba mas tenangkan pikiran mas, buang semua ingatan itu. " Ucap Indah.
Petir terus bergema dilangit seolah-olah alam memberi hukuman buat Raihan atas perlakuan dia tadi. Sehingga membuat Raihan tambah histeris dan tidak bisa tenang.
Indah sebenarnya hatinya lagi sakit melihat ucapan suaminya tadi bersama Wulan, dia ingin sekali menyendiri dan tidak mau melihat wajah suaminya itu. Tapi, disisi lain Indah tidak tega meninggalkan suaminya seperti itu.
" Mas sekarang kamu lihat aku... buang jauh-jauh pikiran yang membuat mas seperti ini. Kamu bukan sendirian mas... tapi ada aku disini yang selalu menjaga kamu. " Ucap Indah membuat Raihan sedikit tenang.
Disisi lain, Wulan yang penasaran dengan keadaan Raihan, diapun langsung mencari keberadaannya tapi...
" Kamu mau kemana? " Tanya Andri.
" Aku... mau... " Jawab Wulan dipotong Andri.
" Kamu pasti mencari Raihan kan? " Tanya Andri lagi namun Wulan hanya diam.
" Kalau kamu sempat cari Raihan, kamu tahu konsekuen nya? Ayo kita pulang. " Ucap Andri membuat Wulan ikut pulang dengannya.
Mommy Dewi dan Papi Irhas yang cemas sekali dengan keadaan anaknya, merekapun langsung menemui Raihan dan Indah di kamar 205. Karena Indah sudah menghubungi mereka kalau dia dan Raihan berada di kamar 205.
Raihan yang sudah mulai tenang, diapun langsung merebahkan badanya diatas ranjang dan, tak lama kemudian diapun tertidur. Indah yang melihat suaminya sudah tertidur, diapun langsung melepaskan sepatu Raihan dan pergi kekamar mandi untuk cuci muka.
Namun, saat menuju kekamar mandi, tiba-tiba terdengar suara bel dari luar kamar. Dan ternyata yang datang...
" Bagaimana keadaan Raihan Ndah? " Tanya Mommy Dewi cemas langsung melihat keadaan anaknya.
" Mommy tenang aja. Mas Raihan sudah mulai tenang. Dan sekarang mas Raihan lagi tidur. " Jawab Indah.
" Syukurlah... Oh ya Ndah kenapa Raihan bisa seperti kayak tadi? " Tanya Papi Irhas.
__ADS_1
" Sebenarnya mas Raihan mengalami trauma yang berat akibat kejadian 10 tahun yang lalu... " Ucap Indah sambil menjelaskan kejadian itu berdasarkan dari ucapan grandma.
" Ya ampun nak... kasihan sekali kamu. Kenapa mama tidak kasih tahu kita? " Tanya Mommy Dewi.
" Grandma sengaja merahasiakan ini dari mommy dan papi. Grandma tidak mau melihat mommy stres itu akan berdampak buruk bagi kesehatan mommy. " Ucap Indah.
" Indah... mommy sangat bersyukur mempunyai menantu seperti kamu. Meskipun Raihan sering membuat kamu sakit hati, tapi kamu selalu menemani dia. Terimakasih ya Ndah. " Ucap Mommy Dewi sambil meneteskan air mata.
" Mommy nggak usah bicara seperti itu, itu sudah kewajiban aku sebagai seorang istri untuk menemani mas Raihan dalam keadaan susah maupun senang. " Ucap Indah.
" Oh ya kamu sudah capek kayaknya Ndah... Mommy sama Papi pulang dulu ya. Nanti untuk pakaian kalian sopir yang akan antar. " Ucap Mommy Dewi.
" Oh ya Mom Indah lupa. Untuk hal ini jangan sampai tahu keluar nanti takutnya musuh mas Raihan menggunakan ini sebagai senjatanya. Dan habis keluar dari kamar... nanti mommy sama papi jangan kayak orang stres musuh mas Raihan pasti berkeliaran sekitar sini. " Ucap Indah.
" Kalau masalah itu aman Ndah. " Ucap Mommy Dewi.
Seseorang dari ujung sana sedang mematai kamar 205. Saat Mommy Dewi dan Papi Irhas keluar, mereka tampak seperti...
" Syukurlah ya mas... Raihan hanya pusing aja. " Ucap Mommy Dewi santai.
Indah yang sudah membersihkan wajahnya, diapun langsung tidur diatas ranjang menggunakan gaun tadi. Saat Indah tidur, tiba-tiba Raihan memeluk Indah dari belakang membuat dia terbangun.
" Kamu jangan belakangi aku Ndah... aku takut. " Ucap Raihan membuat Indah membalikan badanya kehadapan Raihan.
" Iya mas... aku disini menemani kamu. Kamu nggak usah takut. " Ucap Indah memegang tangan Raihan dan akhirnya mereka tidur.
Bulan telah berganti menjadi matahari yang membuat Raihan terbangun. Saat Raihan membuka matanya, dia melihat sosok wanita cantik dihadapanya yang terlelap tidur menggunakan gaun malam tadi.
" Kamu pasti capek menemani aku tadi malam. " Ucap Raihan sambil mencium kening Indah.
Tiba-tiba, Indah memegang kerah jas Raihan membuat Raihan hampir menjatuhkan badanya diatas badan Indah. Detak jantung Raihan berdebar melihat wajah cantik Indah dengan dekat. Namun...
" Kamu kenapa jahat sama aku mas... kenapa kamu bilang saat dansa itu terpaksa melakukannya? Kalau memang terpaksa kenapa kamu cium aku mas? Kenapa kamu kasih kebahagian semu padaku mas? kenapa mas? hiks hiks hiks. " Ngigo Indah sambil memukul dada Raihan.
__ADS_1
Mendengar ucapan Indah, membuat Raihan ingat percakapan dia dengan Wulan...
" Apakah Indah mendengar percakapan aku dengan Wulan kemarin? " Gumam Raihan.
" Aku minta maaf Ndah... aku nggak bermaksud untuk melukai hati kamu. Jujur aku ini plin plan dalam urusan wanita dan tidak tahu harus bagimana. Disisi lain, aku kasihan sama Wulan... dan disisi lain aku kasihan sama kamu Ndah. " Ucap Raihan sambil membelai rambut Indah.
Raihan langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Saat melihat dirinya didepan kaca dia mengingat ucapan Indah tadi...
" Semenjak kita nikah, aku selalu membuat kamu sakit hati. Padahal kamu adalah istri sempurna buat aku Ndah... Kamu selalu menemani aku dalam senang maupun kesusahan. Seharusnya aku yang mengobati sakit kamu bukan sebaliknya...
Aku bukan suami yang terbaik bagimu Ndah... Aku suami tidak tahu diri... aku suami tidak berguna. " Ucap Raihan kesal terhadap dirinya sendiri.
Saat dia memarahi dirinya sendiri, tiba-tiba ada suara ketokan dari luar kamar mandi...
" Kamu udah bangun Ndah? " Tanya Raihan.
" Iya mas... mas kenapa teriak-teriak? Terus kenapa mas nangis? " Tanya Indah balik.
" Siapa yang nangis? Yaudah kita siap-siap kekampus. " Ucap Raihan mengalihkan pembicaraan.
Sepanjang perjalanan, Raihan merasa dirinya sebagai suami tidak berguna. Dia ingin sekali minta maaf kepada Indah. Namun, rasa gengsinya membuat dia mengurungkan niatnya untuk. minta maaf kepada Indah.
" Kamu kenapa mas? Ada kamu fikirkan? " Tanya Indah.
" Nggak ada. " Jawab Raihan membuat Indah curiga dengan suaminya. Namun, dia cuman diam karena tidak mau ikut campur.
" Nanti habis kuliah kamu kemana Ndah? Tanya Raihan.
" Ke kantor mas... ada pekerjaan yang harus diselesaikan. " Jawab Indah.
Seperti biasa, Indah diturunkan di ujung jalan kampus. Saat Raihan memasuki gerbang kampus, Wulan langsung menghampiri Raihan dan...
" Kamu nggak kenapa-napa Sayang? " Tanya Wulan cemas.
__ADS_1
" Aku nggak apa-apa kok. " Jawab Raihan.
Saat sicupu datang kekampus, Wulan langsung marah dan kesal karena sicupu telah mendekati pacarnya itu.