
Sebagai seorang suami, Raihan peka sekali terhadap perasaan istrinya itu yang cemburu terhadap Wulan. Namun, hal ini terpaksa dia lakukan agar kebohongan Wulan terbongkar dan bisa mengakhiri hubungannya dengan Wulan.
Saking takutnya Indah salah paham terhadap dirinya, Raihan sengaja nelfon Indah agar dia tahu percakapan mereka. Indahpun langsung memakai headset dan non aktifkan suaranya agar tidak dengar apabila Indah berbicara dan diapun langsung melanjutkan pekerjaannya.
" Eh itu sicupu ngapain pake headset kerjanya? " Tanya Wulan saat melihat Indah dibalik kaca.
" Nggak tahu... biarin aja. Oh ya ada apa kamu kesini? " Tanya Raihan.
" Aku cuman temenin kamu kerja. Nggak boleh ya? " Ucap Wulan mulai ngambek.
" Boleh dong sayang. Yaudah kamu duduk manis aja disini... kalau kamu didepan aku, aku nggak bisa fokus kerja karena melihat kecantikan kamu. " Gombal Raihan membuat Wulan baper dan duduk manis di sofa sambil memperhatikan pacarnya itu yang bekerja.
Indah yang mendengarnya merasa cemburu sekali melihat suaminya seperti itu. Tak lama kemudian, terdengar bunyi telepon kantor di meja Indah...
" Tolong bawa dokumen yang sudah kamu revisi tadi sekarang ke meja saya! " Perintah Raihan.
" Tapi belum selesai pak masih tinggal dikit lagi pak. " Ucap Indah.
" Astaga... kamu ini lamban kali kerjanya. Yaudah lima menit lagi saya tunggu! " Pungkas Raihan.
Setelah menerima telefon dari Raihan...
" Apa dia bilang aku ini robot bisa ngerjain secepat itu? Dasar bos cerewet. " Kesal Indah.
" Hei kenapa kamu kesal sama suami kamu Ndah? Itu nggak boleh loh dosa hukumnya. " Ucap Rere yang datang tiba-tiba.
" Ehh kakak. Dia bikin aku kesal aja kak masa dia minta revisian sekarang? Padahal rapatnya baru beberapa menit yang lalu. " Ucap Indah sambil melepaskan headsetnya.
" Yaudah kamu minum nih teh herbal ini biar adem fikiran kamu. " Ucap Rere sambil mengasihkan secangkir teh herbal.
" Makasih ya kak. " Ucap Indah.
" Iya dek. Oh ya si wanita lajang itu kenapa masih ada disini? Tak tahu diri amat. " Tanya Rere.
__ADS_1
" Nggak tahu juga kak. Katanya dia menemani mas Raihan kerja. " Jawab Indah.
" Udah 20 menit loh disini... Biasanya dia betah disini nggak sampai 5 menit. Wah bahaya juga ini. " Emosi Rere mau memasuki pintu kerja Raihan namun Indah menahannya.
" Jangan masuk kak... biarin aja dia disini. Aku nggak apa-apa kok. " Ucap Indah.
" Sampai kapan kalian seperti ini? Menyimpan status kalian sebenarnya dihadapan orang banyak? Kakak tahu kalau kalian belum melakukan hubungan suami istri. Jujur... kakak merasa sedih Ndah melihat adik kakak diginiin sama wanita itu. Kamu harus ingat ini Ndah... kamu sebagai seorang istri wajib hukumnya melayani nafsu suami kamu, dan apabila kamu tidak mau melayaninya, maka kamu akan dosa besar. Bukan cuma dosa besar tapi lihat wanita yang berada di ruangan itu cantik dan seksi. Jangan sampai suami kamu menyalurkan hasrat nafsunya sama dia. Kamu ingat itu Indah. " Ucap Rere panjang lebar.
" Tapi dia sudah janji kok kak untuk tunggu aku sampai siap untuk melakukan hal itu. " Ucap Indah.
" Kakak tahu Ndah suami kamu sudah mencintai kamu. Tapi wanita itu kita tidak tahu? Jangan sampai dia menggoda suami kamu. Akal busuknya kakak sudah tahu... dari sebelum kamu jadi istri Raihan. " Ucap Rere membuat Indah penasaran.
" Dia berusaha untuk menggoda Raihan agar untuk melakukan hal itu kepadanya agar Raihan mau tanggung jawab dan menikahi dirinya. Tapi Raihan selalu mencegahnya karena malu sama keluarga besar Permana. Dan dia kayak gini dulunya... nungguin Raihan kerja ntar dia goda Raihan. Semenjak kamu jadi istri Raihan, kakak selalu was-was kalau Wulan datang dikantor ini. " Ucap Rere.
" Kamu harus ingat Indah... jangan kamu biarkan suami kamu tersiksa dengan nafsu yang tidak tersalurkan sama kamu. Jangan sampai dia melakukannya sama wanita lain. Banyak sekarang-sekarang kasus perselingkuhan itu karena ini pihak cewek belum siap untuk melakukannya. Jadi kakak mohon buang semua ketakutan kamu. Lagian kalian sudah pantas melakukannya kan? Jadi tunggu apa lagi? Tunggu Wulan hamil anak Raihan dulu? " Ucap Rere membuat Indah berfikir panjang.
" Coba kamu fikirkan baik-baik Ndah. Itu didalam suami kamu bersama wanita lain. Andaikan Raihan tergoda gimana? " Tanya Rere membuat Indah takut.
" Isshh kakak. Jangan buat Indah takut lah. " Takut Indah.
Indah terus mengerjakan revsisian itu sambil memfikrikan perkataan Rere. Apa yang dikatakan Rere betul juga. Apakah Indah berdosa sekarang karena tidak mau melayani hasrat suaminya? Ya tuhan.... apa selama ini yang dia buat terhadap suaminya itu? Sehingga suaminya tersiksa terus dengan hasratnya.
Indah merasa kasihan sekali sama suaminya itu, andaikan dia berada di posisi Raihan pasti akan tersiksa banget rasanya. Ya tuhan... kamu bodoh sekali Ndah.
Raihan yang melihat Indah bersedih seperti itu setelah berbicara dengan Rere tapi tidak tahu apa pembicaraan mereka, membuat dia penasaran.
" Tolong masuk ke ruangan saya sekarang dan bawa revisiannya. " Ucap Raihan.
Saat Indah masuk, jiwa dan raganya tergoncang mendengar ucapan Rere. Betul kata Rere dari gerak Wulan, dia sedang mencoba menggoda suaminya itu dengan pakaian yang seksi.
" Ini pak dokumennya. Bisa bapak cek dulu. " Ucap Indah memberikan tablet.
Indah tepat berdiri disamping Raihan. Sesekali dia melirik Wulan yang sedang memainkan handphonenya dengan posisi yang menggoda. Akhirnya, jiwa cemburu Indah sudah memuncak dan saat...
__ADS_1
" Oh ya Ndah.... yang ini tolong direvisi lagi ya. " Ucap Raihan membuat Indah mendekatkan wajahnya sehingga wangi rambut Indah tercium oleh Raihan.
Raihan pun merasa heran dengan sikap istrinya itu. Seolah-olah menggoda dirinya. Andaikan tidak dikantor, dia langsung membalas godaan istrinya itu. Tetapi dia harus profesional dalam bekerja.
" Kamu mencoba menggoda aku ya? " Tulis Raihan di tablet itu.
Indah hanya diam dan terus pepet Raihan membuat dia pasrah. Sedangkan Wulan tidak memperhatikan mereka karena sibuk melihat sosial medianya.
" Baiklah itu saja yang kamu revisi dan siapkan hari ini juga. " Ucap Raihan.
" Baik pak. Saya permisi dulu. " Ucap Indah meninggalkan ruangan itu.
Dsisi lain...
" Gimana Re? Berhasil? " Tanya Dewi lewat telepon.
" Dari sikapnya yang Rere lihat tadi sudah berhasil buk... Ntar malam mereka eksekusi nanti tuh. " Jawab Rere.
" Syukurlah... Ibuk nggak tahu harus minta tolong sama siapa? Jujur ibuk pengin sekali punya cucu. Tapi kalau ibuk bicara langsung nanti Indah takut tersinggung karena dia susah punya keturunan. " Ucap Dewi.
" Iya buk... Rere sebagai kakak sepupunya juga merasa kasihan sama hubungan mereka kayak gini. Ditambah lagi Wulan selalu mepet sama Raihan. Takutnya Raihan tergoda sama dia meskipun Indah dan Raihan sudah mengungkapkan cinta satu sama lain. " Ucap Rere.
" Apa? Serius Re? Mereka sudah jatuh cinta? " Tanya Dewi meyakinkan dirinya.
" Indah sendiri yang bilang kalau mereka sudah mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain. " Jawab Rere.
" Syukurlah... Akhirnya mereka mencintai satu sama lain. " Ucap Dewi.
" Oh ya si Wulan kenapa masih dikantor? Biasanya dia nggak betah tuh? " Tanya Dewi melihat cctv di laptopnya.
" Mungkin dia menggoda Raihan lagi buk. Biasalah wanita lajang... Tapi Indah sudah mengalihkan perhatian Raihan sama dirinya karena ucapan Rere tadi wkwk" Ucap Rere.
" Syukurlah... sekali lagi terimakasih ya Rere. " Ucap Dewi
__ADS_1
" Iya buk sama-sama. " Pungkas Rere.