
Semenjak kejadian itu, Dewi merasa sangat bersalah terhadap gadis itu. Dia ingin sekali bertemu dan meminta maaf padanya. Namun, keberadaan gadis itu tidak tahu sekarang dimana.
Dan setelah kejadian itu, Wulan langsung mencari tahu keberadaan orang yang telah menabrak mereka. Dan akhirnya, dia tahulah yang menabrak orang tuanya dan adiknya sampai meninggal adalah keluarga Permana.
Wulan yang sudah siap, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil diluar. Dan diapun segera keluar...
" Wow... cantik sekali pacar aku ini. " Ucap Andri didepan mobil dengan setelan jas dan dasi berwarna merah senada dengan gaun Wulan.
" Isshh kamu bisa aja Ndri. Yuk nanti kita telat. " Ucap Wulan.
Disisi lain, Raihan yang semakin menegang tidak bisa menahannya lagi. Dan diapun langsung memeluk Indah dari belakang yang sedang merapikan pakaiannya.
" Jangan kamu lepaskan pelukan ini... aku mohon. " Ucap Raihan memeluk Indah dengan eratnya.
Melihat kondisi suaminya itu, Indah hanya pasrah saja. Dan diapun sebenarnya merasa kasihan karena kewajiban mereka sebagai suami istri belum terlaksanakan.
Tak lama kemudian, terdengarlah ketokan pintu dari kamar mereka...
" Raihan... Indah... kalian sudah siap? " Tanya Mommy Dewi diluar sana.
" Sudah mom. " Ucap Indah.
" Mommy tunggu dibawah ya... cepat... nanti kita telat. " Ucap Mommy Dewi diluar sana.
" Isshh Mommy... ganggu aja. " Ucap Raihan kesal.
" Yaudah mas... lagian kamunya tiba-tiba aja seperti ini. " Ucap Indah.
" Ini semua gara-gara kamu. Kamu menggoda suami kamu ini. " Ucap Raihan dengan tatapan menggoda.
" Isshh kamu mas. " Ucap Indah sambil mencubit perutnya.
" Aww. Sakit tahu. " Kesal Raihan.
" Makanya, jangan genit seperti ini. " Ucap Indah.
" Emangnya aku nggak boleh genit sama istri aku sendiri? " Tanya Raihan.
" Boleh sih... asalkan jangan genit dengan wanita lain. " Ucap Indah.
Raihan langsung menggendong Indah dengan mesranya. Indahpun langsung terkejut dengan perilaku suaminya itu. Tapi dia tidak mau komen lantaran keadaan suaminya yang seperti ini.
Sampainya dibawah, Mommy Dewi dan Papi Irhas senyum-senyum sendiri melihat kemesraan anak dengan menantunya. Indah yang melihat tatapan mereka...
__ADS_1
" Mas... turunin aku. Aku malu dilihat sama mommy dan papi. " Ucap Indah bisik-bisik.
" Biarin aja... lagian ini salah kamu. Kamu duluan yang mancing mas. " Ucap Raihan.
Indah semakin malu dengan sikap suaminya itu sehingga pipinya seperti kepiting goreng.
" Wahh kalian mesra sekali. Mommy senang melihatnya. " Ucap Mommy Dewi.
" Iya mom. Kita langsung berangkat aja. Nanti kita telat datangnya. " Ucap Raihan.
Raihan terus menggendong Indah sampai didepan mobil. Indah yang sudah sangat malu sama mertuanya, diapun langsung menundukan kepalanya seperti orang kena marah.
Disisi lain, Febru yang sedang menanti tamu diluar bersama orang tuanya, meresa galau karena pujaan hatinya tidak datang. Dengan kegalauannya, membuat dia termenung. Orang tua Febru yang melihat keadaan anaknya itu...
" Kamu kenapa Febru? " Tanya Mama Aini.
" Aku nggak apa-apa ma. Aku permisi keluar bentar ya ma... cari udara segar. " Ucap Febru.
Sesampai tiba di taman hotel, Febru terus memikirkan nasib cintanya dengan Shalda lantaran orang tua Febru tidak setuju. Karena Shalda orang miskin berbeda derajat dengan mereka.
Begitupun Shalda yang sedang galau di jendela kamarnya memikirkan nasib cintanya dengan Febru. Tak lama kemudian, datanglah 2 orang sambil membawa tas dan peralatan make up...
" Monic, Zalfa kalian kenapa kemari? " Tanya Shalda.
Rombongan keluarga Permana sudah datang di lokasi acara itu. Dan mereka pun keluar dari mobil mereka masing-masing. Saat Indah keluar, semua kaum adam terpesona dengan kecantikan Indah yang menggunakan gaun berwarna putih dan rambut di gerai.
Dan saat Raihan keluar, semua kaum hawa terpesona dnegan ketampanan dirinya dengan setelan jas berwarna hitam dan dasi kupu-kupu melintasi di lehernya.
Indah dan Raihan langsung memasuki ruangan itu tanpa bergandeng tangan seperti pasangan lainya lantaran status mereka yang masih mereka sembunyikan dari publik.
" Selamat datang pak Irhas. " Ucap Papa Indra yang merupakan Papa Febru.
Papi Irhas dan Papa Indra saling bercengkerama. Mama Aini melihat wanita asing disamping Raihan...
" Jeng Dewi. Perempuan ini siapa? " Tanya Mama Aini membuat Indah dan Raihan panik.
" Oh ya perkenalkan ini Indah... anak dari sahabat saya yang sudah saya anggap seperti anak saya sendiri. " Ucap Mommy Dewi membuat Raihan dan Indah lega.
" Wahh cantik sekali kamu nak... " Puji Mama Aini.
" Makasih tante. " Ucap Indah dengan sopan.
Tak lama kemudian datanglah Febru...
__ADS_1
" Indah. " Sapa Febru.
" Hei Febru. " Sapa Indah balik membuat para orang tua bingung.
" Kamu kenal Indah Febru? " Tanya Mama Aini.
" Iya ma... ini teman sekampus aku. " Ucap Febru.
" Wahh kebetulan sekali ya... " Ucap Mama Aini.
" Oh ya silahkan masuk pak Irhas... sampai lupa kita persilahkan masuk gara-gara obrolan kita. " Ucap Papa Indra.
Beberapa menit kemudian, Andri dan Wulan sampai di lokasi acara. Dan merekapun langsung masuk sambil bergandeng tangan. Saat Wulan memasuki ruangan acara...
" Sayang... aku kesana dulu ya mau ambil minum. " Ucap Wulan bohong.
Andri tidak peduli dengan Wulan lantaran pebisnis banyak disana. Wulan sengaja menjauh dengan Andri karena dia melihat pria yang sangat dia rindu diujung sana sendirian.
" Hai sayang. " Sapa Wulan membuat Raihan terkejut.
" Wulan? Kenapa kamu ada disini? " Tanya Raihan penasaran.
" Aku disini sama pak Andri karena dia ngajak aku kesini. Dan lagian aku bosan di rumah sendirian. " Jawab Wulan.
" Tapi itu nggak usah kamu fikirkan. Sekarang kita cuman berdua disini. Dan kita bisa melepaskan kerinduan kita. " Ucap Wulan sambil merapikan jas Raihan.
Di ujung sana terlihat sepasang mata yang sedang menatap Raihan dan Wulan dengan rasa cemburu. Indah ingin sekali melabrak mereka. Tapi komitmen mereka, terpaksa Indah menyaksikan pandangan yang menyakitkan.
Saat Indah menatap mereka, tiba-tiba dia dikejutkan...
" Kenapa bengong? Nanti dirasukin setan baru tahu. " Ledek Monic dari belakang.
" Astaga... kalian rupanya. " Ucap Indah.
" Lihat apaan sih kamu Ndah? " Tanya Monic berhenti saat melihat pandangan itu.
" Benar-benar... wanita lajang itu harus diberi pelajaran. " Ucap Monic namun, Indah menahanya.
" Nggak usah biarin saja. Nggak enak sama Febru kalau ada keributan disini. " Ucap Indah membuat Monic menahan emosinya.
" Oh ya... apa yang aku suruh tadi gimana? " Tanya Indah.
" Sudah dong. " Ucap Monic dan Zalfa.
__ADS_1
Indah dengan segera memanggil Febru untuk keluar karena ada kejutan untuk dirinya. Febru yang penasaran, dia langsung mengikuti Indah, Monic, Zalfa dan Roby ke cafe restoran itu. Dan saat dia memasuki ruangan VIP, dia terkejut ada sosok wanita yang sedang berdiri membelakanginya.