
Saat mereka tiba di loket terakhir, betapa terkejutnya para Alumni melihat kecantikan yang dimiliki Indah membuat para lelaki disana mengaggumi Indah seperti bidadari yang jatuh dari langit.
" Kamu dari mana saja dek? " Tanya Toni dengan lembut.
" Maaf bang. Aku tadi ada sedikit kecelakaan yang membuat kacamata ku rusak bang. " Jawab Indah.
" Terus kamu nggak apa-apa kan Ndah? Siapa yang membuat kamu bisa jatuh? Dia? " Tanya Toni sambil menunjuk Raihan.
" Nggak bang. Aku jatuh sendiri karena aku tersandung sama batu bang. " Jawab Indah bohong.
Indah ingin sekali berkata jujur karena jujur itu membuat hati kita damai. Meskipun berat untuk mengatakannya. Namun, dia tidak bisa berkata jujur karena kalau dia jujur, bisa-bisa Tiara kena marah oleh Toni.
Karena Tiara tidak sengaja mendorong Indah yang membuat kacamatanya pecah dan tidak bisa diapakai lagi. Dan Indah tidak mau masalah sepele ini diperpanjang.
" Terus kamu diam aja lihat adik junior kamu jatuh? Tuh lihat tangannya lecet. " Ucap Toni.
" Iya bang maaf. Bentar aku ambilin P3K dulu. " Ucap Raihan langsung mengambil P3K.
Setelah beberapa menit, akhirnya Raihanpun datang membawa P3K itu lalu dia langsung membersihkan tangan Indah yang lembut itu. Tapi, saat Raihan meraih tangan Indah tiba-tiba...
" Biar abang aja yang bersihkan. Kamu pergi sana! " Ucap Toni membuat dia pasrah dan memberikan P3K itu kepadanya.
" Dasar buaya darat. Padahal sudah berkeluarga masih saja merayu anak orang. Dasar. " Gumam Raihan didalam hati.
Setelah Toni mengobati tangan Indah, diapun langsung masuk kebarisan. Saat Indah masuk kedalam barisan, semua kaum adam tidak berkedip sama sekali termasuk Toni disaat melihat Indah yang seperti itu.
Raihan yang melihat para lelaki itu merasa kesal karena istrinya dipandang dengan tatapan penuh arti. Raihan yang kesal langsung mengawal istrinya itu seperti sapam.
Toni dan lainnya merasa heran melihat tingkah laku Raihan yang seperti itu. Toni yang memendam rasa terhadap Indah, diapun langsung...
" Kamu kenapa disana Han? Sini! " Ucap Toni.
" Nggak bang aku jagain anak-anak dibelakang aja bang. Nanti kalau ada apa-apa gimana bang? " Jawab Raihan.
Saat Shakti dan para Alumni sibuk berbincang-bincang didepan, Raihan melihat istrinya itu yang sedang memegang leher seperti orang kedinginan. Raihan yang tak tega, diapun langsung...
__ADS_1
" Buka aja ikat rambutmu. " Bisik Raihan sambil melihat sembarang arah agar tidak ada yang curiga.
" Apa? Serius mas? " Tanya Indah bisik-bisik.
Raihan langsung memejamkan matanya. Artinya, Raihan sudah izinkan Indah untuk melepaskan ikatan rambutnya. Akhirnya Indahpun melepaskan rambutnya yang membuat kecantikan yang sempurna terpancar diwajahnya.
Dan tiba-tiba Indahpun bersin yang membuat Toni dan Raihan langsung melepaskan jaket yang mereka kenakan. Indahpun terkejut saat Toni mengenakan jaketnya kepada Indah yang membuat Raihan langsung pergi meninggalkan mereka.
Setelah mereka mendapatkan semua kata kunci, merekapun langsung duduk di api unggun sambil istirahat. Indah yang tadinya mau mengambil jaket di dalam tas, tiba-tiba...
" Ndah sini sama kita. " Sorak Zalfa membuat Indah langsung duduk didekat para sahabatnya itu.
" Ini jaket kamu? Kok bau parfum laki-laki? Dan kenapa penampilan kamu... " Tanya Monic.
" Bukan... tapi ini jaket bang Toni. Tadi... " Jawab Indah sambil menjelaskan kejadian tadi.
" Kalau penampilan kamu seperti ini pasti para lelaki kelepek-kelepek sama kamu. " Ucap Shalda.
Saat mereka canda tawa melepaskan kerinduan, tiba-tiba Raihan memberikan sebuah jaket kepadanya kemudian dia mengambil jaket Toni dari tangan Indah.
" Pake ini. Jangan pake punya orang lain. " Bisik Raihan membuat Indah baper dan sahabatnya baper.
Indah merasa terharu melihat suaminya yang peduli terhadapnya meskipun suaminya itu gengsi dan malu melakukan hal seperti itu didepan umum.
Setelah acara bakar api unggun selesai ditutup dengan bernyanyi bersama dan berdoa, merekapun diistrahatkan karena besok masih ada kegiatan lagi.
Pagi yang cerah, membuat mahasiswa baru itu semangat untuk melakukan kegiatan pada hari ini. Kegiatan pertama yaitu semua mahasiswa wajib membersihkan badannya agar kuman-kuman kemarin tidak ikut bersama mereka.
Giliran pertama untuk mandi yaitu perempuan. Semua mahasiswa perempuan langsung pergi ke sungai untuk membersihkan badanya. Sedangkan mahasiswa laki-laki membantu senior mereka untuk mengangkat sarapan yang sudah siap ke tempat yang telah disediakan.
Setelah beberapa menit, akhirnya mahasiswa perempuan selesai juga membersihkan badanya. Semua mahasiswa laki-laki pun langsung bergegas ke sungai untuk membersihkan badannya.
Saat mereka menuju ke sungai, tak sengaja mereka melihat seorang wanita cantik yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk yang membuat raut wajah Raihan berubah seketika.
Indah tidak sadar kalau dia sedang diperhatikan oleh semua kaum adam. Raihan semakin resah akan pemandangan itu, diapun langsung....
__ADS_1
" Indah kalau kamu mengeringkan rambut jangan.... " Ucap Raihan langsung tertahan karena Indah langsung berdiri sambil mengibaskan rambutnya. Sehingga percikan air dirambut membasahi wajah tampan Raihan.
" Rambutmu wangi sekali Ndah. " Gumam Raihan sambil menikmati keharuman rambut Indah.
" Eh maaf bang. Aku nggak tahu kalau abang ada disini. " Ucap Raihan.
" Kamu itu lain kali kalau mau mengeringkan rambut jangan ditempat umum... Lihat semua laki-laki memperhatikan kamu. " Kesal Raihan.
" Iya bang. Maaf. " Maaf Indah.
Setelah mereka semua selesai membersihkan badanya, mereka langsung berkumpul di padang rumput yang sangat luas itu untuk menyantap sarapan.
Menu sarapannya adalah nasi goreng dan segelas teh hangat. Setelah para senior membagikan sarapan itu kepada mahasiswa baru, merekapun langsung menyantap sarapan itu dengan lahapnya.
" Sayang ini aku bikin nasi goreng khusus buat kamu... cobain deh. " Ucap Wulan sambil menyuap nasi goreng itu ke Raihan.
Indah yang melihat mereka, dia tidak menghiraukan sama sekali. Dia justru....
" Kamu mengapa natap aku seperti itu? " Tanya Indah.
" Nggak Ndah... aku cuman kaget aja. Ternyata dibalik penampilan kamu yang cupu ada kecantikan yang tersimpan di wajahmu. " Jawab Shakti membuat Raihan sakit namun tak berdarah.
Raihan yang sedang menyantap nasi goreng dari Wulan, ada rasa aneh didalam nasi goreng itu. Rasanya asin sekali diapun mencoba menelannya meskipun nasi gorengnya asin.
" Kamu kenapa Sayang? Kok kamu makannya seperti itu? " Tanya Wulan.
" Nggak... ambilkan aku minum dong sayang. " Ucap Raihan.
Setelah Raihan minum, Wulan langsung menyuapkan nasi goreng itu, namun...
" Aku udah kenyang sayang. " Ucap Raihan.
" Udah kenyang? Baru satu suap. Emangnya nggak enak ya? " Tanya Wulan sambil mencicipi nasi goreng itu.
" Maaf sayang. Aku nggak tahu kalau rasanya asin sekali. " Ucap Wulan.
__ADS_1
" Iya nggak apa-apa. " Ucap Raihan.
Setelah selesai makan, merekapun langsung membereskan tempat makanannya. Dan setelah itu, mereka masuk ke acara selanjutnya yaitu permainan tradisional.