
Waktu terus berjalan tak terasa hari semakin gelap. Indah yang duduk di taman itu, diapun langsung menuju kekamar khusus keluarga Permana.
Sampainya dikamar, dia melihat dirinya dikaca sambil...
" Kenapa kamu tuduh aku seperti itu mas? Apakah kamu cemburu? Tapi perkataan kamu membuat hatiku sakit... " Ucap Indah didepan kaca.
Sambil menatap dirinya dikaca, dia merasa cemas dengan keadaan suaminya itu ditambah lagi cuaca diluar sana mendung disertai badai. Dan diapun segera mencari keberadaan suaminya.
Disisi lain, Raihan yang sudah mulai mabuk tiba-tiba ada seseorang wanita cantik menghampirinya dengan tampilan sangat seksi...
" Hai... lagi apa? Mau aku temanin? " Tanya wanita itu namun Raihan tak menghiraukannya.
Wanita itu mulai menggoda Raihan yang sudah mabuk itu tetapi, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang Raihan kenal datang untuk menjemput dirinya...
" Kamu kenapa disini mas? Yuk kita pulang. " Ucap Indah.
" Kamu nggak usah ganggu aku... kamu pergi saja sama Shakti selingkuhan kamu. " Ucap Raihan dalam keadaan mabuk.
Indah yang tidak bisa melihat suaminya tambah mabuk, diapun langsung membawa suaminya itu keluar dari bar. Air mulai membasahi langit yang membuat Indah langsung balik ke resort.
Sampai di kamar, Raihan langsung meluapkan emosinya...
" Kamu kenapa berduaan dengan Shakti Ndah? Aku tu tidak suka kalau kamu dekat sama Shakti... Entah mengapa dengan perasaan aku ini? Kenapa setiap aku melihat kamu sama Shakti aku merasa tak karuan? " Ucap Raihan dalam keadaan mabuk.
Indah hanya diam mendengarkan semua perkataan Raihan. Karena sebenarnya salah disini adalah Indah karena seharian ini dia terus berduaan dengan Shakti membuat dua perasaan menjadi cemburu yaitu Raihan dan Monic.
Raihan yang melihat Indah dengan tatapan yang aneh, diapun langsung mendekati Indah...
" Kamu mau apain mas? " Tanya Indah
" Kamu istri sah aku... aku mau kita menjadi suami istri sesungguhnya. " Jawab Raihan yang sudah mendorong Indah di atas ranjang.
Raihan segera menyerang bibir seksi Indah dan tangannya langsung liar. Indah mencoba memberhentikan suaminya itu namun tidak bisa karena hasrat didalam dirinya dan mabuk membuat dia menjadi lebih liar seperti singa yang memangsa.
Indah sudah tidak ada tenaga lagi untuk memberhentikan suaminya itu akhirnya Indah pasrah sambil menangis dan terjadilah hubungan suami istri yang sesungguhnya disaat hujan turun.
__ADS_1
*****
Pagi cerah menyinari di langit membuat Raihan terbangun. Saat diabmembuka mata, dia mendengar suara tangisan disampingnya dan melihat di sekeliling baju berserakan dilantai.
Dan Raihanpun melihat didalam selimut yang membuat dia terkejut dan langsung melihat disamping dirinya. Raihan melihat Indah menangis. Dan diapun mencoba mengingat semuanya.
Diapun langsung merasa bersalah besar setelah mengingat kejadian semalam karena dia melakukan hubungan suami istri tidak sesuai dengan komitmen mereka.
Dan Raihanpun segera memakai baju handuk yang adadisampingnya dan langsung....
" Indah... aku minta maaf. Aku telah mengikari komitmen kita. " Maaf Raihan.
" Kamu jahat mas... jahat... hiks... hiks... hiks. " Tangis Indah sambil memukul badan kekar Raihan.
" Kamu boleh pukul aku sesukamu... kamu boleh tampar aku Ndah... aku memang laki-laki berengsek. " Ucap Raihan dalam keadaan bersalah.
Indah menangis sejadi-jadinya karena mahkota yang dia jaga selama ini diambil oleh orang yang dia cintai dan dia benci belum pada waktunya.
Indah dengan segera pergi kekamar mandi untuk bersih-bersih. Raihan yang melihat sekeliling ranjang terdapat bercak-bercak berwarna merah yang membuat dia tambah merasa laki-laki tidak tau diri.
" Kenapa kamu ingkari komitmen kita mas... hiks hiks hiks... jujur aku belum siap untuk melakukan hubungan itu tapi kenapa kamu paksa aku mas... hiks hiks hiks. " Tangis Indah.
Setelah satu jam lamanya Indah di kamar mandi, membuat Raihan merasa cemas dan diapun langsung...
" Ndah... Ndah... Kenapa lama sekali Ndah? Udah satu jam nih. " Sorak Raihan didepan pintu.
Indah yang tidak merespon jawaban dari Raihan, membuat dia langsung membuka pintu itu. Saat membuka pintu, Raihan terkejut dengan keadaan istrinya itu dan diapun langsung memeluknya...
" Aku tahu aku telah mengikari komitmen kita... tapi aku mohon, kamu jangan seperti ini Ndah... aku tahu kamu masih trauma dengan kejadian ini. " Ucap Raihan
" Kamu pergi mas... tinggalin aku sendiri! " Ucap Indah membuat Raihan meninggalkan istrinya.
Setelah Indah mulai tenang, diapun langsung keluar. Saat keluar, Indah jalanya seperti orang menahan kesakitan dan Raihan pun langsung menggendong Indah ke tempat ranjang yang sudah diganti seprainya.
Raihan langsung mengambil obat di kotak P3K di kamar itu lalu mengoleskan salaf dibagian yang sakit itu. Indah yang masih sakit hati sama suaminya itu, dia langsung menutupi bagian itu dengan selimut...
__ADS_1
" Sini aku oleskan salaf dibagian itu. " Ucap Raihan namun Indah tidak mendengarkannya.
" Kamu itu istri aku Ndah... dan aku sudah melihat keseluruhannya. Jadi kamu jangan malu sama suami kamu ini. " Ucap Raihan lagi membuat Indah membuka selimutnya.
Saat Raihan mengoleskan salaf dibagian itu, Indah merasa kesakitan. Raihan melihatnya merasa bersalah karena dia melakukannya dalam keadaan mabuk dan emosi sehingga dia tidak sadar pada saat itu Indah kesakitan.
Indah selain merasa sedih, dia merasa bahagia karena Raihan telah meresmikan hubungannya dengan Indah sebagi sepasang suami istri sesungguhnya. Namun, Indah yang masih trauma berat dengan kejadian semalam membuat dia merasa takut dengan suaminya itu.
Setelah mengoleskan salaf, Raihanpun langsung pergi kekamar mandi untuk bersih-bersih. Indah yang masih merasa kesakitan, diapun berusaha untuk menyiapkan keperluan suaminya itu.
Setelah selesai Raihan bersih-bersih, Raihan melihat istrinya itu sedang merias dengan keadaan seperti orang tak semangat. Setelah mereka selesai, Raihanpun...
" Indah yuk kita sarapan dibawah. " Ajak Raihan.
" Kamu aja mas... aku nggak selera makan. " Tolak Indah.
Raihan langsung pergi kebawah sendiri. Indah melihat tingkah suaminya itu...
" Dia nggak peka apa? Jelas istrinya itu lapar kok malah pergi sendiri? Harusnya dia mohon-mohon ajak aku. " Kesal Indah.
Tak lama kemudian, Raihan masuk dengan membawa satu porsi double sarapan. Indah melihatnya langsung terkejut. Namun, Indah tetap diam sama Raihan atas perlakuannya itu.
" Ini sengaja aku bawa sarapan keatas biar kita sama-sama sarapan... aku suap kamu ya. " Ucap Raihan.
Indah hanya diam dan tidak mau terima suapan dari Raihan. Dan Raihanpun...
" Kamu boleh marah sama aku Ndah... kamu boleh diamin aku selama kamu mau... Tapi aku mohon tolong kamu makan... Biar kamu tidak sakit Ndah. " Ucap Raihan dan akhirnya Indah terima suapan itu.
Setelah mereka selesai sarapan...
" Indah kamu nggak usah kekampus hari ini dulu... kamu istirahat aja. Nanti biar aku hubungi dosennya. " Ucap Raihan membuat Indah buka suara
" Aku harus kekampus mas... hari ini ada persentase kelompok. " Ucap Indah dingin.
" Yakin kamu kuat? " Tanya Raihan.
__ADS_1
" Nanti kita telat. " Ucap Indah dingin langsung berdiri.