
Saat Indah dan Raihan keluar dari ruangan itu, ada sepasang mata yang melihat mereka dengan kesalnya. Dia kesal sekali terhadap orang yang dia kenal itu dekat dengan wanita yang dia cintai itu.
Shakti semakin curiga antara Indah dan Raihan. Dia mau menyelidikinya sendiri lebih dalam agar Indah wanita yang dia cintai itu tidak curiga terhadapnya.
Setelah jam kuliah selesai, Indah langsung pergi ke kantor Permana karena Raihan meminta dirinya agar kekantor untuk menyelesaikan projek yang akan dilakukan besok.
Saat Indah menunggu jemputan dari sopir pribadinya bersama sahabatnya, tiba-tiba ada sosok pria yang tiba dihadapannya sambil membawa motor besar yang sangat diidamkan kaum hawa untuk menaiki motor itu bersama pria tampan itu.
" Indah sama aku aja pulangnya. " Ajakan Shakti.
" Nggak usah Shakti. Aku udah dijemput sama sopir pribadi. " Tolak Indah.
" Sopir pribadi? "Tanya Shakti penasaran.
" Iya semenjak dia kerja, dia punya sopir pribadi. " Jawab Shalda dengan santainya membuat Indah dan lainnya memandang Shalda dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
" Kerja? " Tanya Shakti lagi.
Karena jawaban Shalda, akhirnya Indah mengungkapkan bahwasanya dia bekerja di perusahaan Permana yang terkenal se Asia Tenggara itu. Meskipun dia seorang istri dari anak konglomerat, dia selalu bekerja keras dan berkat kerja kerasnya itu, dia mendapatkan penghargaan terbaik dan diberi sopir pribadi dan itu berlaku setiap karyawan yang ada disana.
Mendengar perusahaan Permana, membuat Shakti terkejut. Karena perusahaan Permana adalah musuh perusahaan Pramudika yang bukan lain perusahaan ayahnya Shakti.
" Kamu kenapa? " Tanya Monic dengan penasaran.
" Nggak apa-apa. " Jawab Shakti bohong.
Setelah 15 menit menunggu di gerbang kampus, sopir pribadi Indah belum juga datang. Akhirnya dia mencoba menghubungi sopirnya.
Setelah dia menghubunginya, ekspresi Indah langsung berubah. Zalfa yang melihat sahabatnya seperti itu, dia langsung...
" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Zalfa.
__ADS_1
" Itu tadi sopir aku bilang kalau ban mobilnya kempes. Dan bos aku sudah chat aku dari tadi. " Jawab Indah dengan gelisah.
Akhirnya sangat terpaksa Indah menaiki motor besar itu ke perusahaan Permana. Monic yang melihat mereka berboncengan merasa cemburu. Karena Monic telah jatuh hati ke Shakti sejak waktu SMA.
Monic yang wanita baperan, membuat dia berusaha menghilangkan baperannya karena dia mau Shakti yang mengungkapnya terlebih dahulu. Namun sampai sekarang, Shakti belum mengungkapkan perasaannya kepada Monic karena dia telah jatuh hati kepada Indah sicupu.
Indah yang melihat ekspresi Monic merasa bersalah besar. Karena dia tahu kalau Monic suka sama Shakti. Dia tidak punya pilihan dan dia melakukan itu dengan terpaksa karena Raihan terus chat Indah.
Selama perjalanan, hati Shakti berdebar kencang. Karena baru pertama kali dia membonceng wanita yang dia cintai sejak SMA itu. Indah yang rasa bersalah kepada Monic, membuat dia berfikir-fikir sepanjang jalan raya Jakarta itu.
Tak terasa, akhirnya mereka sampai di perusahaan Permana yang sangat besar itu. Indah yang sedang turun dari motor besar itu, tiba-tiba celana bagian bawahnya tersangkut yang membuat dia hampir terjatuh.
Untung saja Raihan yang baru keluar dari kantor langsung merangkulnya. Shakti yang terkejut, langsung turun dari motornya.
" Kamu nggak apa-apa kan? " Tanya Raihan.
" Nggak apa-apa pak. " Jawab Indah
" Hei anak baru lo bisa nggak sih bawa motor? Gara-gara lo sekretaris gue hampir jatuh. Untung gue cepat menolong dia. Kalau nggak mungkin dia udah masuk rumah sakit. " Kesal Raihan.
Mendengar kata Raihan kalau Indah adalah sekretarisnya, membuat Shakti terkejut lagi. Dan akhirnya Raihan langsung memegang pergelangan tangan Indah dengan kesal dan menuju keruangannya.
Tapi Shakti tidak semudah itu melepaskan wanita yang dia cintai bersama orang seperti dia. Dia juga masuk ke perusahaan itu dan dia juga masuk kedalam ruang kerja Indah.
Indah yang melihat sahabatnya terlalu berlebihan kepadanya membuat dia merasa gelisah. Dia sudah berusaha mencoba agar Shakti pulang. Namun hasilnya nihil dia tetap menemani Indah sampai pulang.
Setelah dia menukar kostum sebagai seorang sekretaris, mata Shakti langsung tertuju kepadanya. Karena dia baru pertama kali melihat Indah secantik ini.
" Wah kamu cantik sekali. " Pujian Shakti membuat Indah salah tingkah
" Apaan sih. Biasa aja kok. " Ucap Indah langsung duduk di kursinya.
__ADS_1
Hal itu juga dirasakan oleh Raihan. Sebagai seorang suami, dia merasa gelisah pada Shakti yang tidak kunjung pergi dari tempat Indah.
Setelah beberapa lama berfikir, akhirnya Raihan mendapatkan ide agar dia bersama istrinya bisa berduaan tanpa harus ditemani Shakti. Dan dia langsung menuju keruangan Indah.
" Indah hari ini kita pergi melihat lokasi untuk projek besok. " Ucap Raihan sambil mengkode Indah agar dia paham maksud dari suaminya itu.
Indah yang tahu maksud dari suaminya itu, dia langsung mengiyakan dan pergi. Indah meminta Shakti untuk pulang karena lokasinya lumayan jauh dan mereka bisa pulang malam karena macet dijalanan.
Akhirnya Shaktipun pulang. Hati Indah dan Raihan senang dan gembira setelah mereka berada di mobil. Dan merekapun langsung pergi kelokasi untuk melakukan projek besok.
Shakti tak semudah itu melepaskan Indah ke Raihan. Dia tetap mengikuti mereka dari belakang. Saat dia mengikuti mereka, tiba-tiba dia dikejutkan bunyi handphone di saku celananya.
Akhirnya dia terpaksa menepikan motornya dan langsung mengambil handpnone. Saat dia melihat handphonenya diapun terkejut nama dilayar itu yang bertulis " Monic Sahabatku. "
(" Ada apa Nic? " Tanya Shakti penasaran.
(" Bisa minta tolong nggak. Anterin aku pulang. Soalnya Zalfa sama Shalda pergi sama pacar mereka. Dan aku tinggal sendiri di toko buku. " Jawab Monic.
Akhirnya dengan terpaksa Shakti memutar motornya untuk menjemput Monic yang sendirian di toko buku itu.
Indah dan Raihan yang sudah panik dari tadi, akhirnya mereka merasa lega setelah Shakti tidak mengikutinya. Dan semua ini adalah rencana Indah.
Tadinya Indah merasa cemas dan khawatir saat Shakti terus mengikutinya. Setelah beberapa lama berfikir, akhirnya dia menemukan ide.
Indah langsung menelfon Monic agar Shakti bisa menjemputnya. Monic merasa heran kenapa Indah meminta dia untuk menelfon Shakti. Indahpun menceritakan semuanya kepada Monic dan membuat dia terkejut. Dan diapun bersedia menolong Indah.
Monic yang sudah dari tadi menunggu, akhirnya pria pujaan hatinya pun datang juga.
" Maaf ya aku telah membuat kamu menunggu lama. " Ucap Shakti.
" Nggak apa-apa. Lagian aku baru selesai juga kok. " Ucap Monic malu-malu.
__ADS_1
Akhirnya Monic langsung menaiki motor besar itu. Sebelum motornya berjalan, Shakti memasangkan helm pada Monic yang membuat baper Monic tiba.