
Setelah mereka tiba diruangan Raihan, Raihan langsung merebahkan badannya di sofa karena dari tadi Raihan belum istirahat sama sekali.
Indah yang melihat suaminya itu, langsung menghampirinya.
" Mas. Mau aku pijitin? " Tawaran Indah
Raihan cuman menganggukkan kepalanya dan dia langsung membelakangi Indah. Indah langsung memijit bahu Raihan.
" Gimana? Enakan pijitan aku? " Tanya Indah sambil memijit.
" Enak banget Ndah. Kamu istri yang dapat diandalkan. " Puji Raihan.
Setelah Indah mijitin Raihan, dia langsung keluar untuk mengambil secangkir kopi buat Raihan. Tapi, saat dia keluar dari ruangan Raihan, tiba-tiba dia dikejutkan oleh sosok wanita dihadapanya...
" Mana Raihan? " Tanya Wulan.
" Ada didalam kak. " Jawab Indah langsung meninggalkan ruangan itu.
Saat Wulan masuk ke ruangan itu, tiba-tiba Raihan dikejutkan dengan amarah Wulan yang tidak bisa dihentikan.
" Kamu kenapa nggak kabari aku? Aku udah lama nunggu kabar dari kamu? Oooo apakah kamu sudah mempunyai wanita lain disana ya? " Tanya Wulan dengan amarahnya.
Raihan hanya diam dan mendengarkan amarah Wulan. Setelah selesai dia marah, akhirnya Raihan buka suara.
" Sudah selesai marahnya?" Tanya Raihan dengan datarnya.
Wulan yang semakim cemberut karena tampang Raihan yang tak berdosa itu langsung duduk di kursi sofa tepat didepan Raihan.
Raihan yang mengerti keadaan Wulan, langsung...
" Kamu nggak usah cemberut seperti itu. Kemarin sudah aku bilang... aku ke Bandung hanya untuk kerja bukan yang lain... Jadi aku mohon hilangkan rasa kecurigaan kamu terhadap aku. " Kata Raihan yang duduk disamping Wulan.
Sepasang mata dari arah belakang semakin panas melihat kelakuan suaminya itu dengan wanita lajang itu.
Dia langsung membuka pintu kaca itu dengan bertenaga membuat mereka yang didalam sana terkejut.
Indah meletakkan gelas yang berisikan kopi itu diatas meja. Indah menatap Wulan dengan tatapan tajam membuat Wulan sadar dengan tatapan sicupu itu. Meskipun sekarang dia berpenampilan cantik bahkan lebih cantik seperti biasanya.
Saat Raihan meminum kopi itu, dia langsung mengeluarkannya dan tersembur tepat diwajah Wulan. Wulan yang tadi mulai reda amarahnya, sekarang dia langsung naik darah akibat perbuatan Raihan.
" Panas panas. Kamu gimana sih. Kok aku yang kena semprotan dari kamu. Lihat... jadi rusak wajah aku yang cantik ini. " Ucap Wulan dengan marahnya.
Indah langsung senang melihat mereka seperti itu karena semua itu dia sengaja lakukan untuk mengerjain mereka terutama Raihan.
__ADS_1
" Maaf sayang. Eeehh Indah kamu tahu nggak cara bikin kopi? Pahit tau? " Bentak Raihan.
" Maaf pak. Saya nggak tahu cara bikin kopi dengan benar. " Jawab Indah dengan tampang tak berdosa.
" Biasanya kamu dirumah bikin kopi selalu enak? " Ucap Raihan tanpa sadar membuat Wulan curiga.
"Aduh gimana ni? Dasar bodoh kamu Raihan. " Gumam Raihan didalam hati.
Raihan langsung mandi keringat karena Wulan yang menatap dia seperti tatapan nyelidik. Dan dia berusaha berfikir gimana caranya mengalihkan perhatian.
" Indah ambilkan tisu. Cepat! " Ucap Raihan langsung dilaksanakan olehnya.
" Maksud kamu apa tadi? " Tanya Wulan dengan penasaran.
" Bukan gitu maksud aku jadi waktu itu dia kerumah aku karena ada pekerjaan mendadak. Dan dia bikin kopi buat aku... dan kopinya enak nggak sama kayak sekarang. " Ucap Raihan bohong.
" Ooooo gitu.... Maafin aku ya sayang... " Ucap Wulan dengan manjanya.
Indah yang sedang mengambil tisu di dapur kantor merasa cemas dan khawatir. Karena kalau pernikahan mereka terungkap maka dia dicap sebagai perempuan murahan oleh semua orang karena menikah diusia muda dan ditambah lagi menikah dengan anak dari keluarga Permana yang sangat kaya raya.
Rere yang penasaran dari tadi dengan sikap Indah seperti itu, dia langsung menghampirinya yang sedang memikirkan sesuatu.
" Kamu kenapa seperti itu? " Tanya Rere dengan penasaran.
" Gimana ni kak? " Kecemasan Indah.
Indah menjelaskan kejadian tadi kepada Rere. Hal itu membuat dia terkejut dan dia langsung menenangkan saudara sepupunya itu.
" Yaudah. Nggak mungkin Raihan bilang kalau kamu sama dia sudah nikah. Kalau dia bilang otomatis dia putus sama Wulan. Sedangkan dia nggak mau putus dari dia kan? Pasti dia mencari alasan lain. Percaya sama kakak. " Ucap Rere membuat Indah sedikit tenang.
" Makasih kakak. Kakak selalu membuat aku tenang. " Ucap Indah.
" Sama-sama. Makanya kalau mau kerjain mereka jangan seperti itu. Tapi cari cara yang lebih profesional. " Ledekan Rere.
" Iya kak. " Jawab Indah.
Setelah berbicara dengan Rere, dia langsung ke ruangan Raihan sambil membawa tisu. Saat dia tiba di ruangan itu, langkahnya langsung terhenti melihat Raihan membersihkan wajah Wulan dengan mesranya.
Hati Indah merasa disayat-sayat melihat mereka. Sehingga dia tidak terasa bahwa tisu yang dia pegang tadi sobek. Dan dia langsung pergi ke tempat kerjanya.
Tak lama kemudian, keluarlah Raihan dan Wulan sambil wulan memegang pergelangan tangan Raihan dengan mesranya. Indah tak menghiraukan mereka dan dia tetap mengerjakan tugasnya di layar laptop itu.
" Indah nanti kalau ada yang cari saya bilang saya pergi keluar ya? " Ucap Raihan membuat Indah berhenti dalam pekerjaannya.
__ADS_1
" Mau pergi kemana pak? " Tanya Indah dengan penasaran.
" Pergi ke salon. Lihat gara-gara kamu wajah Wulan jadi rusak. " Jawab Raihan sambil memperlihatkan wajah rusak Wulan.
" Maafkan saya pak. " Ucap Indah
Setelah mereka meninggalkan ruangan itu, hati Indah menjadi gelisah tak menentu. Rere yang melihat adik sepupunya seperti itu, langsung menghampirinya.
" Kamu kenapa? " Tanya Rere dengan penasaran
Indah menjelaskan semuanya kepada Rere. Setelah mendengarkan penjelasan Indah, Rere langsung memberikan solusi untuk Indah.
" Kamu nggak usah khawatir gitu. Dia sudah janji sama kamu bahwasanya dia tidak akan melampaui batas sama Wulan kan? " Ucap Rere
" Iya kak. Tapi kalau Wulan yang menggodanya gimana kak? " Tanya Indah kecemasan.
" Yasudah. Kamu hubungi saja orang suruhan Raihan. Kamu kan istrinya. " Jawab Rere membuat Indah tenang.
Setelah mereka selesai berbicara, Indah langsung menghubungi orang suruhan Raihan itu.
(" Saya ada tugas buat kamu. " Ucap Indah
(" Tugas apa buk? " Tanya salah seorang suruhan itu.
Indah menjelaskan bahwasanya dia harus memantau Raihan bersama Wulan. Kalau ada kejanggalan, langsung hubungi Indah. Dan Indah meminta kepada orang suruhan itu agar merahasiakan dari Raihan. dan diapun setuju.
Setelah selesai hubungi orang suruhan itu, dia langsung menghubungi Raihan suaminya. Karena sebentar lagi jam pulang kantor.
(" Mas kamu dimana? " Tanya Indah dengan penasaran.
(" Kamu kenapa nelfon mas sih? " Tanya Raihan yang keluar dari tempat salon itu.
(" Emangnya aku nggak boleh tahu keberadaan suami aku? " Tanya Indah balik.
(" Aku di tempat salon. Emangnya kenapa? " Tanya Raihan lagi.
(" Kamu lama disana ya? " Tanya Indah
(" Iya. Sebenarnya ada apa sih? " Tanya Raihan
(" Lama ya? Trus aku pulang sama siapa? " Tanya Indah.
(" Kamu pulang aja sama sopir. Aku habis dari sini langsung antar Wulan pulang. Kita ketemuan di rumah aja ya? " Jawab Raihan.
__ADS_1
(" Yaudah hati-hati ya mas. " Ucap Indah.
Setelah mereka selesai nelfon, Indah langsung menghubungi sopirnya untuk dijemput di kantor. Tak lama kemudian datanglah sopir itu di depan kantor Permana. Dan mereka pun pulang karena Indah mau menyiapkan makan malam untuk suami tercinta.