
Hari ini adalah hari paling spesial atau hari paling sakral bagi pasangan. Berbeda dengan Indah dan Raihan. Indah menganggap hari ini adalah hari ujian terberat hidupnya. Sedangkan Raihan menganggap hari ini adalah hari terburuk dalam sejarah hidupnya.
Suasana disalah satu vila ternama di Bandung tempat dilangsungkan akad nikah Indah dan Raihan, sangat bahagia. Semua keluarga besar Indahpun hadir di acara paling sakral itu termasuk sepupunya Rere. Dikamar pengantin, Indah merasa sedih, galau, kecewa, kesal menjadi satu dalam hati dan pikirannya.
Setelah Indah dirias, perias itu tak menyangka Indah secantik ini dengan balutan gaun putih yang panjangnya 5 meter dan mahkota cantik dikepalanya. Fitri melihatnya seperti dia dahulu saat menikah sama Afdal.
" Kamu cantik banget, persis kayak ibu waktu nikah sama ayahmu " Pujian Fitri membuat Indah malu.
" Ah Ibu... biasa aja kok. Aku cantik memang keturunannya yang cantik " Kata Indah
" Ibu kenapa nangis? " Tanya Indah dengan penasaran
" Ibu bahagia nak... akhirnya ibu bisa melihat anak perempuan ibu satu-satunya menikah dengan pria yang sangat tampan dan baik. " Kata Fitri sambil meneteskan air mata kebahagiaan.
Di ruangan lain tepatnya disebelah vila itu, Raihan yang menggunakan setelan jas putih dan dihiasi dasi kupu-kupu berwarna hitam di lehernya membuat ia tambah tampan dan menawan. Dewi yang melihat anak semata wayangnya itu langsung meneteskan air mata bahagianya
" Mommy kenapa nangis? " Tanya Raihan
" Mommy bahagia sekali Han... akhirnya mommy dan papi bisa melihat kamu menikah " Jawab Dewi sambil memeluk anak semata wayangnya itu.
" Cucuku... akhirnya grandma bisa melihat kamu nikah... " Kata grandma Raihan sambil mencium kening Raihan.
Raihan menjadi terharu dan air matanya mengalir di wajah tampannya itu karena perkataan Dewi dan gradma meskipun dia sedih karena harus mengubur impiannya untuk menikah dengan Wulan.
Di kamar pengantin, Indah yang deg-degkan sekali apakah pernikahan ini abadi sampai maut memisahkan atau bertahan tak lama.
Rere yang melihat adik sepupunya itu seperti orang gelisah langsung menghampirinya
" Kamu santai aja, jangan gelisah kayak gitu... " Kata Rere
" Iiiihhh kakak ni.. bisa aja deh " Kata Indah
" Oh ya trus hubungan Raihan dengan pacarnya gimana? " Tanya Rere dengan penasaran
Indah langsung menutup pintu kamarnya yang membuat Rere bertambah penasaran.
" Nanti ada yang dengar kak " Kata Indah
" Jadi... Raihan belum putus sama pacarnya? " Tanya Rere lagi.
Indah cuman menanggukan kepalanya yang membuat mata Rere terbelalak dan mulut terbuka lebar.
__ADS_1
" Apa? Serius kamu? " Tanya Rere lagi untuk meyakinkan dirinya.
" Iya kak. " Jawab Indah dengan lesu
" Dasar cowok nggak tau diri. Udah dapat yang cantik, baik masih juga ngejar cewek murahan itu! " Bentak Rere
" Jangan kayak gitu kak... Kan dia juga atasan kakak " Ledekan Indah
" Dikantor iya atasan kakak sekarang dia kan adik ipar kakak " Jawab Rere
" Trus kenapa kamu nggak menolak perjodohan ini " Tanya Rere
Indah menjelaskan semua kepada Rere kenapa dia tidak menolak perjodohan ini karena dia nggak mau membuat orangtuanya sedih. Dan membuat Rere terharu terhadap Indah.
" Kamu yang sabar ya... pasti akan indah pada waktunya " Kata Rere sambil meneteskan air mata.
" Terimakasih kak. Udah mau mendengar isi hatiku " Kata Indah sambil membersihkan air mata Rere.
Tak lama kemudian terdengar ketokan pintu dan itu ternyata...
" Ayah?" Kata Indah langsung memeluk Afdal. Dan Rere pun keluar dari kamar Indah.
" Anakku... akhirnya ayah bisa menikahkan kamu dengan laki-laki yang baik dan mencintaimu " Kata Afdal
Di ruangan itu, semuanya sudah siap untuk menuju ke lokasi akad nikah yaitu di outdoor vila itu. Semuanya tampak sangat bahagia tapi tidak dengan Raihan, Raihan tak bahagia karena dia menikah dengan wanita pilihan orang tuanya yang sama sekali dia tidak mencintainya.
Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka sampai di lokasi akad nikah. Semua keluarga besar Indah menyambut keluarga Raihan sangat ramah dan sopan.
Saat Raihan duduk di kursi pengantin, kakinya gemetaran yang membuat Irhas tersenyum sendiri.
" Santai aja Han... bentar lagi kok " Kata Irhas
Saat Indah menuju ke lokasi akad nikah, yang didampingi Rere dan Fitri membuat semua mata tertuju kepadanya termasuk Raihan karena kecantikan alami terpancar di wajahnya.
Saat Indah duduk disamping Raihan mereka semakin gugup dan akhirnya bapak KUA membuka acara akad nikah. Setelah beberapa menit bapak KUA memberi nasehat pernikahan dan khutbah nikah, akhirnya acara yang dinanti-nanti datang juga. Raihan berjabat tangan dengan Afdal membuat Indah semakin gelisah.
" Wahai engaku Raihan Permana, aku nikahkan engkau dengan anak. kandungku Indah Wulandari, dengan maharnya seperangkat alat shalat dan 1buah kalung berlian dibayar tunai " Ucap Afdal langsung dijawab oleh Raihan
" Saya terima menikahi anak kandung ayah Indah Wulandari dengan maharnya tersebut dibayat tunai " Jawab Raihan
Setelah para saksi mengatakan "Sah" detik itu juga Indah resmi menjadi suami dari seorang cowok tampan cerewet yaitu Raihan Permana.
__ADS_1
Setelah Indah menerima mahar dari Raihan, dan memasangkan cincin pernikahan mereka, Raihan mencium kening Indah dan...
" Ingat pernikahan kita ini karena perjodohan. Dan kamu harus memberi aku anak secepatnya " bisikan Raihan membuat raut wajah Indah berubah seketika.
Setelah Raihan membisikan itu, dia langsung tersenyum lebar kepada Indah sambil menaikan alisnya. Dan Indahpun membalas senyumannya itu dengan senyuman liciknya.
" Lihat saja nanti mas... apa yang aku lakuin sama kamu " Gumam Indah di dalam hati.
Setelah rangkaian acara akad nikah selesai, para tamu berjalan ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu. Saat Rere mengucapkan selamat....
" Kamu harus jagain adik kakak ini ya... awas saja dia sampai terluka... kakak akan pukul kamu" Kata Rere dengan tawanya
" Hahahahaha siap kak aku akan jagain istriku yang cantik ini " Kata Raihan sambil merangkul pinggang Indah
Setelah para tamu mengucapkan selamat kepada Raihan dan Indah, mereka mencicipi makanan yang ada disana. Indah dan Raihan bergabung dengan kedua orangtuanya. Saat mereka duduk, Dewi menjadi terharu karena mereka sudah menjadi suami istri.
" Indah boleh mommy peluk kamu? " Tanya Dewi membuat Indah penasaran.
" Boleh mom " Jawab Indah sambil memeluk mommy Dewi.
" Akhirnya impian mommy kalian kabulkan... mommy harap kamu bisa menjaga Raihan seperti mommy menjaganya " Kata Dewi matanya mulai berkaca-kaca
" Iya mom aku akan menjaga mas Raihan dengan sepenuh jiwa dan ragaku dan aku selalu mencintainya " Kata Indah matanya mulai berkaca-kaca
Setelah para tamu pulang ke rumah masing-masing, semua keluarga besar Indah dan Raihan mengadakan makan malam bersama di vila itu. Indah dan Raihan duduk paling depan didampingi Afif dan Dzaky.
Setelah makan malam selesai, keluarga besar Indah dan Raihan pamit karena mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaan mereka. Dan yang tertinggal disana adalah Indah, Raihan, Afif, Dzaky dan kedua orangtua mereka.
" Abang berapa lama disini? " Tanya Dzaky
" Abang disini seminggu Dzaky emangnya kenapa? " Tanya Raihan dengan penasaran
" Yaaahhh kok seminggu ... aku kan pengen pergi jalan-jalan sama abang.... " Kata Dzaky dengan lesu
" Dzaky... abang Raihan harus kerja sayang... nanti kalau lama-lama disini bang Raihan nggak ada duit dong... trus kamu nggak bisa pergi ke puncak " Kata Indah membuat Dazky mengerti.
" Kamu ini Dzaky pikirannya jalan-jalan mulu " Kata Afif
" Yaudah gimana lusa kita pergi jalan-jalan? " Tanya Raihan ke Afif dan Dzaky
" Boleh bang " Jawab Dzaky dengan semangatnya
__ADS_1
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 09.00 membuat Indah terasa capek. Dan akhirnya mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan yang tertinggal cuman Indah dan Raihan di vila itu.