Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 22 " Kekesalan Malam Pertama "


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, membuat Indah terasa capek. Dan akhirnya mereka semua pulang dan yang tertinggal cuman Indah dan Raihan. Setelah Indah dan Raihan mengantarkan mereka sampai gerbang pintu vila itu, Indah langsung menuju kekamar tanpa mempedulikan suaminya itu.


Setelah tiba dikamar, Indah membuka semua aksesoris yang ada di kepalanya. Saat dia membuka baju gaun itu, tiba-tiba resleting gaunnya macet.


" Mas tolong bukain resleting ini " Kata Indah


Tanpa ragu-ragu Raihan langsung membuka resleting gaun Indah. Saat membuka resleting gaunnya, Raihan melihat kulit Indah seperti susu bersih, putih, lembut lagi. Raihan yang menatap kulit Indah itu seperti tatapan pemangsa, dan dia langsung membelai kulit istrinya itu.


Indah yang merasakan sentuhan dari Raihan langsung menghentikannya.


" Kamu ngapain mas" Tanya Indah dengan tatapan tajam


" Aku cuman nyentuh kulit kamu doang. Emangnya nggak boleh suami nyentuh kulit istrinya sendiri? " Tanya Raihan membuat Indah kesal.


" Yaudah aku mau bersih-bersih dulu udah gerah " Kata Indah langsung meninggalkan Raihan yang sudah kayak serigala yang siap menyantap makanannya.


Indah sengaja meninggalkan Raihan karena dia tidak mau melakukannya sekarang. Sebab kalau dia hamil otomatis kuliahnya terhenti dan dia sering dirumah. Sedangkan Raihan bersenang-senang dengan Wulan diluar sana.


Raihan yang sudah tidak bisa mengontrol hasratnya, karena bentuk kulit Indah yang mulus itu, akhirnya dia mencoba berfikir bagaimana Istrinya itu melayani dia malam ini juga.


Setelah setengah jam berfikir, akhirnya dia mendapatkan ide. Namun saat Indah keluar dari kamar mandi dia tidak menghiraukan suaminya itu. Dia sibuk dengan perawatan malamnya.


" Indah kok lama betul sih... perawatan malammu? " Tanya Raihan


" Emangnya kenapa mas? " Tanya Indah sambil memoles krim di wajahnya.


" Dasar cewek nggak peka " Kesal Raihan


" Maksudnya? " Indah pura-pura tanya. Padahal dia tau apa yang diinginkan suaminya itu.


" Issshhh kamu tu. Apakah kamu nggak kasihan sama aku. Aku udah kayak gini dari tadi " Kata Raihan membuat Indah kasihan dengannya.


" Yaudah sekarang kamu bersih-bersih deh badan kamu bau banget " Kata Indah membuat Raihan semangat.


Indah berfikir-fikir gimana caranya agar suaminya itu tidak melakukannya hari ini.


Setelah Raihan bersih-bersih, dia langsung menuju Indah yang sudah duduk di tepi ranjang yang sedang berfikir. Diapun langsung menyerang Indah dengan ciuman. Tapi....


" Siapa sih ganggu aja " Kesal Raihan


" Gawat gawat mas... " Kata Indah sambil mengambil handphonenya di meja rias.


" Gawat apa? Emangnya siapa yang nelfon malam-malam ini? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Bukan nelfon mas tapi video call dari sahabat aku... " Kata Indah dengan panik. Karena semua perlengkapan penampilan cupunya tinggal di rumah.


" Yaudah kamu angkat " Kata Raihan dengan santainya.

__ADS_1


" Kalau aku angkat dengan penampilan aku kayak gini... pasti mereka curiga mas... " Kata Indah


Akhirnya Raihan memberikan ide kepada Indah...


" Kamu ikat aja rambut kamu seperti biasa. Kalau kacamata kan kamu bisa cari alasan " Kata Raihan membuat Indah berfikir.


Akhirnya Indah mengangkat video call dari sahabatnya itu dengan penampilan sedikit seksi.


(" Hai gais tumben kalian video call malam-malam? " Tanya Indah


(" Waaahhh.... tumben kamu pake baju kayak gitu..." Pujian Zhalfa


(" Issshhh kamu Zhal... " Kata Indah dengan malu-malu


(" Kamu cantik banget Ndah... menggunakan baju kayak gitu. Kalau bang Tampan lihat kamu pasti dia tergila-gila sama kamu" Kata Shalda kedengaran sama Raihan.


" Dia bukan tergila-gila lagi... sekarang dia sudah seperti serigala yang siap menyantap makanannya" Gumam Indah sambil tersenyum sendiri dan hal itu membuat Raihan penasaran


(" Kok kamu senyum-senyum sendiri... jangan-jangan bang Raihan memang tergila-gila sama kecantikan kamu " Kata Monic membuat Indah jadi salah tingkah


Raihan yang mendengar itu menjadi berfikir-fikir apakah dia sedang tergila-gila sama kecantikan sicupu. Kalau kenyataannya sekarang Indah tidak berpenampilan cupu.


(" Apain sih kalian. Oh ya ngapain kalian video call malam-malam gini? Tanya Indah


(" Iya Ndah... kami kangen sama kamu... semenjak kamu kerja sama bang Tampan kita jarang ngumpul " Kata Shalda.


(" Ya ya aku usahain kita ngumpul bareng-bareng lagi " Kata Indah


(" Btw kamu lagi dimana Ndah... " Tanya Monic dengan penasaran


(" Aku lagi... di Bandung " Kata Indah membuat Monic marah


(" Kan... kamu pulang nggak ajak-ajak aku. Aku ingin pulang juga... " Kata Monic dengan ngambeknya.


(" Hehehehe sorry nic. Aku pulangnya sama ayah dan ibu. Dan itupun mendadak " Kata Indah meyakinkan Monic


(" Oooo gitu ceritanya " Kata Monic


Mereka ngobrol satu sama lain dan membuat Raihan semakin kesal. Dia terus mengkode Indah agar mengakhiri obrolanya. Tapi Indah tidak menghiraukannya.


Saat mereka video call tiba-tiba terdengar suara bersin laki-laki dari samping Indah. Dan membuat sahabatnya itu curiga.


(" Itu suara siapa Ndah? " Tanya Zhalfa dengan penasaran.


(" Itu..... suara Dzaky adikku " Kata Indah dengan berbohong


(" Mana Dzaky aku ingin ngomong " Kata Monic

__ADS_1


(" Dzakynya... lagi tidur nic " Kata Indah bohong.


Tak lama kemudian terdengar pula suara handphone berbunyi dan itu ternyata dari Wulan. Raihan pun langsung keluar meninggalkan Indah yang sedang asyik ngobrol dengan sahabatnya itu


(" Halo sayang lagi ngapain? " Tanya Wulan


(" Aku lagi lihat kamu wkwkwkwk " Gombal Raihan


(" Hahahahaha kamu bisa aja deh " Kata Wulan dengan manjanya.


(" Tumben kamu nelfon malam-malam. Ada apa? " Tanya Raihan dengan penasaran


(" Kan.... kamu lupa deh " Kata Wulan dengan cemberutnya.


(" Maksudnya? " Tanya Raihan dengan penasaran


(" Hari ini kan hari jadian kita... kok kamu lupa? Bikin aku kesal aja " Kata Wulan dengan cemberut.


(" Astaga... aku lupa. Maafin aku ya sayang " Kata Raihan dengan penyesalan.


Raihan dan Wulan semakin asyik ngobrol. Tanpa Raihan sadari dibelakang ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka. Indah yang semakin kesal dengan suaminya itu langsung meninggalkan mereka.


Saat Indah menuju ke kamar, dia membanting pintu itu dengan kerasnya sehingga kedengaran oleh Wulan.


(" Itu suara apaan itu? " Tanya Wulan dengan penasaran


" Indahhhh " Gumam Indah didalam hati.


(" Kok kamu diam aja? " Tanya Wulan lagi.


(" Itu.... suara kucing peliharaanku. Mungkin mereka berentam " Kata Raihan dengan bohong


Setelah beberapa jam mereka ngobrol, akhirnya Raihan mengakhiri obrolanya dengan Wulan. Dan diapun segera menuju ke kamar.


Setelah tiba dikamar, Raihan melihat Indah yang sudah duduk di tepi ranjang sambil menatap suaminya itu dengan tatapan tajam yang membuat Raihan sedikit takut.


" Udah sayang-sayangnya sama dia?! " Kata Indah dengan kesal.


" Ngapain kamu yang kesal. Yang harusnya kesal tu aku... udah aku kodein tadi malah kamu asyik-asyikan ngobrol sama sahabat kamu itu " Kata Raihan dengan kesal


" Aku yang kesal sama mas udah punya istri masih pacaaran sama dia! " Kata Indah membuat Raihan marah.


" Issshhh kamu tu.... " Geram Raihan


" Yaudah aku capek. Aku mau tidur aja " Kata Indah langsung merebahkan badanya di ranjang dan langsung membelakangi Raihan.


Raihan yang sudah kesal langsung tidur dan membelakangi Indah.

__ADS_1


__ADS_2