Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 104 " Foto Prewedding. "


__ADS_3

Setelah shalat subuh, Raihan langsung mengajak Indah pergi ke suatu tempat yang membuat dia heran...


" Kita mau kemana mas... pagi-pagi buta ini? " Tanya Raihan.


" Nanti kamu akan tahu juga. " Ucap Raihan membuat Indah diam dalam pikirannya.


Setalah beberapa menit di jalan, akhirnya mereka sampai di Kampung Cai Ranca Upas. Disana sudah ada fotografer dan beberapa stylist yang membuat Indah terkejut...


" Ini maksudnya apa mas? " Tanya Indah penasaran.


" Sesuai janjiku untuk membahagiakan kamu. Kita akan melakukan foto prewedding disini dan beberapa tempat lainnya. Dan semuanya sudah aku siapkan… Sekarang kamu dirias dulu sama stylist nya. " Ucap Raihan membuat Indah bahagia.


" Makasih ya mas… " Ucap Indah memeluk Raihan.


Setelah mereka dirias, betapa terkejutnya para stylist melihat kesempurnaan mereka bak romeo and Juliet meskipun pakaian yang mereka gunakan pakaian casual. Raihan memakai kemeja putih dan celana kream. Sedangkan Indah memakai baju dress putih.


" Waw… perfect. " Ucap stylist itu.


Mereka pun langsung pergi ke penangkaran rusa untuk melakukan sesi foto. Indah merasa senang karena keinginan untuk melakukan foto prewedding tercapai.


" Mbak Indah... mohon maaf coba seperti ini gayanya agar tidak kaku. " Ucap fotografer itu.


" Kenapa kamu seperti itu Ndah? " Tanya Raihan penasaran.


" Malu mas... banyak dilihat orang-orang. " Jawab Indah


" Kamu nggak usah malu-malu anggap aja mereka nggak ada. Yang penting sekarang gimana moment kita bagus. Soalnya ini moment-moment penting. " Ucap Raihan membuat Indah pede lagi.


"Oke... satu... dua... " Aba-aba fotografer it


Setelah beberapa engel foto, mereka pun pindah lokasi di Branchsto Ganesha Lembang. Setelah tiba disana, Raihan dan Indah langsung menukar kostum dengan baju formal yaitu Raihan menggunakan setelan jas dan Indah menggunakan gaun.


Disana lokasinya cukup bagus karena banyak sekali kuda-kuda. Mulai dari ukuran kecil sampai besar. Mereka berpose bak negeri dongeng.


" Bagus-bagus ya mas. " Ucap Indah melihat hasil jepretan itu.


" Iya bagus sekali. " Ucap Raihan.


Namun, saat mereka berfoto-foto tiba-tiba...


" Indah... " Sapa Indri yang merupakan musuh bebuyutan Indah.


" Indri... tumben kamu kesini? Ngapain? " Tanya Indah dengan sinis.


" Aku mau photo prewedding disini. Kalau kamu? " Tanya Indri.


" Aku juga mau photo prewedding. " Jawab Indah heran melihat sikap Indri yang berubah jadi baik.


" Oh ya sebelumnya aku minta maaf sama kamu atas sikap dan tingkah laku aku selama ini. Aku tahu aku telah jahat sama kamu. Jadi... kamu mau kan... maafin aku? Karena aku mau sebelum aku menikah aku tidak mau bermusuhan lagi... " Maaf Indri.

__ADS_1


" Aku telah maafin atas kesalahan kamu Indri. Aku doakan semoga urusannya dilancarkan dan semoga acaranya berjalan lancar. " Ucap Indah.


Tak lama kemudian...


" Sayang... ternyata kamu disini. Ada Indri juga ya? " Ucap Raihan menghampiri Indah.


" Iya bang... aku juga mau photo prewedding disini. Sayang... " Ucap Indri sambil memanggil calon suaminya itu.


" Iya ada apa? " Tanya Chicco yang merupakan pria terkenal saat mereka SMA.


Chicco terkenal dengan kepintarannya dan juga ibadahnya. Waktu SMA, dia selalu menjadi juara sama dengan Indah dan dia juga menjadi Muazin di mesjid sekolah karena suara merdu yang dia miliki. Dan diapun juga pernah naksir sama Indah.


" Eh Chicco. " Sapa Indah.


" Indah... kamu disini juga? " Tanya Chicco membuat Indah menganggukkan kepalanya.


" Oh ya kenalin ini suami aku mas Raihan. " Ucap Indah membuat Raihan dan Chicco berjabat tangan.


Indah dan Chicco jadi salting saat ketemuan. Mantan ketemu mantan itu ungkapan yang tepat untuk Indah dan Chicco. Mereka sempat dekat lebih dari sahabat. Namun, mereka mulai berjarak saat naik ke kelas tiga karena mereka ingin fokus ujian. Semenjak itu mereka loss kontak sampai sekarang.


" Oh ya kita foto bareng yuk. " Ajakan Indri setelah terdiam sesaat akhirnya mereka berfoto bareng dengan kuda masing-masing.


Setelah dari sana, merekapun keluar. Namun...


" Serahin harta kalian! " Ucap preman mangkal disana.


" Kalian ini siapa? " Tanya Raihan penasaran.


" Ayo... siapa berani? " Ucap Raihan yang sudah terpancing emosi.


" Serang dia! " Ucap ketua geng itu dan mereka langsung menyerbu Indah dan Raihan.


Disaat mereka diserang, salah seorang fotografer mengambil moment tersebut dan disaat itu juga, Chicco dan Indri datang untuk membantu Indah dan Raihan.


Dan disaat mereka berkelahi, tiba-tiba Indah hampir terjatuh. Chicco yang melihatnya langsung merangkul Indah membuat mereka saling tatapan.


" Maaf. " Ucap Indah melepaskan rangkulannya.


Raihan dan Indri yang melihat hanya bisa diam karena mereka tahu ini tidak kesengajaan. Perkelahian terus terjadi dan disaat preman-preman itu KO dibuatnya, merekapun langsung pergi.


" Terimakasih ya Indri, Chicco. " Ucap Raihan dan Indah.


" Sama-sama. " Ucap Indri dan Chicco.


Di saat mereka asyik bercengkrama, tiba-tiba...


" Wow ini moment yang sangat langka sekali. Dan ini tidak pernah orang membuatnya. Coba lihat mas dan mbak. "Ucap fotografer itu.


" Wow... bagus sekali... seperti film-film action. " Kagum Indah terhadap jepretan dan video fotografer itu.

__ADS_1


" Bagus juga. " Ucap Indri melihat jepretan itu.


" Oh ya tadi aku lupa kasih tahu... Kalian nanti datang ya acara pernikahan kami yang insya Allah diadakan akhir tahun ini. " Ucap Indri.


" Insya Allah kami datang Indri... Makasih ya telah ngundang kami. Tapi Monic sama Shakti jangan lupa diundang. " Ucap Indah.


" Oke Ndah... nanti aku undang semuanya. " Ucap Indri.


Setelah dari sana, Merekapun sibuk dengan urusan mereka. Indah dan Raihan menuju ke lokasi berikutnya di kawah putih. Disana mereka memakai serba hitam. Indah memakai gaun hitam dan Raihan memakai setelan jas dan kemeja hitam. Setelah mereka dirias ulang, mereka pun langsung berpose dekat kawah itu dengan mesranya.


Disisi lain, Shalda dan Febru yang sudah berada di bandara, mereka terpaksa LDR an karena Shalda pulang kampung ke Padang...


" Yah... LDR an kita selama tiga minggu ini. " Ucap Febru lesu.


" Mau gimana lagi? Aku ajak kamu nggak bisa. Nggak apa-apa LDR an yang penting cinta kita tidak akan pernah pudar. " Ucap Shalda.


" Kamu janji tidak akan nakal disana. " Ucap Febru.


" Hahahaha... iya sayangku. Mana mungkin aku berpindah hati. Karena aku mendapatkan lelaki setampan dan sebaik kamu. " Gombal Shalda.


" Yaudah masuk lah lagi... Ntar ketinggalan pesawat. " Ucap Febru lalu Shalda masuk dan melambaikan tangan kepada Febru.


Setelah di kawah putih, Indah dan Raihan langsung menuju ke lokasi berikutnya yaitu di tebing. Saat Indah mau melakukan sesi foto...


" Mas fotografer... Nanti angel gayanya bisa yang ekstrim nggak. Soalnya aku maunya di sini itu yang ekstrim belum pernah orang melakukannya. " Ucap Indah kepada fotografer itu.


" Oke mbak... nanti kita atur. " Ucap fotografer itu.


Indah dan Raihan melakukan sesi foto di dinding tebing menggunakan gaun tadi yang membuat Raihan...


" Mas... kenapa disini? Apa nggak terlalu ekstrim ya mas? " Tanya Raihan.


" Iya mas... soalnya mbak Indah ingin yang ekstrim katanya. " Jawab fotografer itu membuat Raihan pasrah.


Sebenarnya kalau Raihan sendiri aja tidak takut untuk berfoto disana. Namun, dia khawatir dengan istri nya itu apakah bisa dia manjat tebing setinggi itu?


Tak disangka, Indah lincah juga manjat tebing itu yang membuat hasil fotonya menjadi bagus. Waktu menunjukkan pukul 18.00 waktu yang bagus untuk pengambilan sunset di tebing itu.


Indah dan Raihan berdiri di ujung tebing sambil diarahkan posenya oleh fotografer. Kali ini posenya sedikit intim yaitu berciuman. Indah dan Raihan saling berciuman yang membuat suasana disana menjadi romantis.


Waktu menunjukkan pukul 20.00 Indah dan Raihan melakukan sesi photo terakhir di alun-alun kota memakai baju semi formal. Banyak sekali mata yang memandang mereka membuat Indah grogi.


" Mas nggak ada tempat yang agak sepi gitu? Banyak sekali orang-orang memandang kita. " Ucap Indah.


" Nggak usah kamu lihat mereka. Kamu lihat aja suami kamu yang tampan ini. " Gombal Raihan membuat Indah salting.


Mereka berpose di gedung-gedung tua, jalan raya dan taman sekitar alun-alun itu. Meskipun hari sudah gelap, namun hasil jepretannya tetap jernih dan bagus.


" Terimakasih semuanya. " Ucap Indah dan Raihan.

__ADS_1


" Sama-sama mas Raihan dan mbak Indah... nanti file nya saya kirimkan lewat email ya. " Ucap fotografer itu.


Mereka pun langsung pergi ke rumah masing-masing karena malam semakin larut. Indah dan Raihan hari ini tidur di hotel karena waktu yang tidak memungkinkan pulang ke rumah.


__ADS_2