Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 24 " Kekesalan Raihan "


__ADS_3

Saat dijalan, Indah melihat Raihan yang sedang menyetir dengan tatapan bingung. Karena dia harus mulai dari mana bertanya kepada Raihan tentang sahabatnya itu Ilham.


" Kamu kenapa Ndah... kayak orang bingung aja? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Mas... sebelumnya aku minta maaf. Tapi aku mau nanya, apakah betul kamu mempunyai sahabat bernama Ilham? " Tanya Indah membuat mobil terhenti mendadak.


" Kenapa kamu mengingatkan mas tentang kejadian itu... mas udah berusaha melupakannya... " Kata Raihan yang air matanya sudah berjatuhan di wajah tampannya itu.


" Maafkan aku mas... aku nggak bermaksud mengingatkan mas tentang kejadian itu... tapi aku penasaran aja mas... siapa tahu aku bisa membantu mas " Kata Indah sambil menenangkan suaminya itu.


Raihan yang sudah mulai tenang, dia langsung turun dari mobil, kebetulan disana ada taman yang sangat Indah. Indah yang sudah tahu keadaan suaminya itu langsung menemaninya.


" Disini pertemuan terakhir ku dengan Ilham. Dan disini pula aku berjanji kepadanya " Kata Raihan yang duduk di salah satu kursi taman itu.


" Janji apa mas? " Tanya Indah dengan penasaran


" Aku berjanji sama dia bahwa aku akan menjaga adik perempuannya. Tapi sampai sekarang aku belum menemukannya " Kata Raihan dengan sedikit penyesalan.


" Boleh tahu nama panjang Ilham itu siapa ya mas? " Tanya Indah dengan penasaran


" Namanya Ilham Kurniawan " Jawab Raihan membuat Indah terkejut


" Apa? Ilham Kurniawan? " Tanya Indah


" Iya... emangnya kenapa? Kamu kenal? " Tanya Raihan


" Ilham Kurniawan... Jangan-jangan... Ah... tapi mana mungkin... nama itu kan pasaran kali disini " Gumam Indah didalam hati.


" Kenapa kamu diam? " Tanya Raihan


" Nggak apa-apa kok" Kata Indah.


" Kamu tahu tentang dia pasti dari grandma? " Tanya Raihan


" Iya mas " Jawab Indah


" Tapi kamu percaya kan... aku bukan pembunuh " Kata Raihan menatap Indah dengan tatapan penuh harapan.

__ADS_1


Indah yang melihat tatapan Raihan langsung memeluknya. Raihan yang sudah tidak bisa menahan tangsisannya, akhirnya dia mengeluarkan semua beban yang dia beban selama ini.


" Aku bukan pembunuh... hiks hiks hiks " Kata Raihan dipelukan Indah


" Ya aku percaya mas... kamu bukan pembunuh " Kata Indah sambil menenangkan suaminya itu.


Setelah satu jam mereka ditaman, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah orangtua Indah. Setelah tiba di rumah, mereka disambut oleh Fitri dan Afdal yang sedang duduk di teras rumah.


Waktu menunjukkan 08.00 malam saatnya untuk makan malam. Mereka makan dalam keadaan hening. Setelah makan, mereka duduk diruang keluarga.


" Bang Raihan besok kita jadi pergi jalan-jalannya kan? " Tanya Dzaky dengan penasaran


" Iya Dzaky besok kita jalan-jalan " Jawab Raihan membuat Dzaky senang dan gembira.


" Oh ya ndah kamu kapan mulai kuliah nak? " Tanya Fitri


" Aku mulai kuliahnya 5 hari lagi buk. Emangnya kenapa buk? " Tanya Indah


" Nggak apa-apa kok. Ibu cuman bertanya aja " Kata Fitri.


" Terus kapan kalian berikan ayah cucu? " Tanya Afdal membuat Indah yang lagi minum-minuman kaleng menjadi tersedak.


" Ayah... kami untuk saat ini masih menjalani masa berdua-dua dulu yah... dan umurku masih muda kali untuk mempunyai anak. Jadi kami putuskan kami mempunyai anak saat uasiaku 21 tahun " Kata Indah membuat Afdal dan Fitri mengerti.


" Yaudah kalau itu keputusan kalian ayah mendukung " Kata Afdal


Raihan yang mendengar perkataan Indah menjadi kesal. Dan dia izin untuk pergi kekamar. Indah yang sudah tahu suaminya itu langsung menuju kekamar.


Setelah tiba dikamar, Indah melihat suaminya itu seperti anak kecil yang tidak dapat kemauannya. Dan dia langsung menghampiri Raihan.


" Kamu kenapa tiba-tiba pergi aja mas? " Tanya Indah pura-pura


Raihan hanya terdiam dan tidak melihat Indah sedikitpun. Indah yang melihatnya langsung...


" Hahahahaha mas... mas... kamu seperti anak kecil aja " Ledekan Indah membuat Raihan langsung menatapnya.


" Enak aja aku dibilang anak kecil... " Kesal Raihan

__ADS_1


" Kan udah aku bilang ke mas... aku ingin menikmati kuliah dulu... " Kata Indah


" Walaupun kamu hamil... kamu masih bisa kuliah Ndah... bilang saja kamu nggak mau punya anak dariku " Kata Raihan dengan ngambeknya


" Siapa bilang aku nggak mau punya anak dari mas... Jujur aku tuh bahagia menikah dengan mas... " Ucap Indah


" Yaudah ayo... Ndah..." Ajakan Raihan


Indah membelakangi Raihan sambil menarik nafas panjang-panjang lalu mengeluarkannya pelan-pelan...


" Mas... sebenarnya aku itu ingin kita nikmati masa-masa berduaan seperti orang pacaran... walaupun kita sudah nikah. Tapi... " Kata Indah


" Tapi apa? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Tapi kamu masih berhubungan dengan Wulan... " Jawab Indah sambil meneteskan air mata di wajah cantiknya.


Raihan menjadi delima akibat perkataan Indah... disuatu sisi dia sekarang sudah menjadi suami orang. disisi lain dia masih cinta dengan Wulan. Akhirnya Raihan berdiri lalu memeluknya dari belakang.


" Yaudah aku hargai keputusan kamu. Tapi kamu harus janji berikan aku anak. " Kata Raihan membuat Indah menghadap ke Raihan dan memeluknya.


" Aku janji mas " Janji Indah kepada Raihan


" Mas kalau aku hamil kamu harus janji untuk memutuskan Wulan ya... Aku nggak mau saat aku hamil kamu malah berduaan sama dia " Kata Indah sambil melepaskan pelukanya


" Ya aku janji sama kamu. Tapi kamu harus buktikan dulu. " Kata Raihan membuat Indah tidak mengerti


" Buktikan maksudnya? " Tanya Indah.


" Setelah kita tiba di Jakarta, kamu harus cek kesehatan apakah kamu bisa hamil atau tidak. wkwkwkwk" Kata Raihan sambil bercanda


" Issshh mas... ya aku pasti subur lah... jangan-jangan kamu lagi yang nggak subur? " Tanya Indah dengan penasaran


" Enak aja aku dibilang nggak subur " Kesal Raihan


" Ya buktikan " Kata Indah


" Ya... kita lihat saja sama-sama siapakah yang subur " Ledekan Raihan.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam membuat Raihan ngantuk karena besok mereka pergi jalan-jalan. Dan akhirnya Indahpun bisa tidur dengan nyenyak setelah mendengar perkataan dari Raihan.


__ADS_2