
Saat tiba dirumah, Indah dan Raihan dikejutkan dengan kedatangan sok-sok yang membuat mereka terkejut...
" Grandma? Kapan grandma datang? " Tanya Raihan penasaran.
" Sekitar 15 menit yang lalu. " Jawab grandma.
" Tumben grandma ke Jakarta. Ada apa? " Tanya Raihan lagi.
" Grandma kangen sama cucu dan cucu menantu grandma. Sejak kalian kembali ke Jakarta sampai sekarang kalian nggak pernah lagi pulang ke Bandung. " Jawab grandma dengan rasa kangen.
" Maaf grandma... belakangan ini kami sibuk sekali sehingga tidak bisa untuk pulang kampung. " Ucap Raihan.
" Nggak apa-apa. Grandma maklum... makanya grandma ke Jakarta untuk bertemu dengan kalian. " Ucap grandma.
Saat Indah melihat grandma rasa ingin tahu siapa Ilham Kurniawan semakin besar. Dia ingin sekali bertanya siapa orangtua Ilham itu yang membuat Raihan trauma seperti ini. Tetapi dia tahan karena moment nya tidak tepat.
" Kenapa kamu diam Ndah? Kamu nggak kangen ya sama grandma? " Tanya grandma.
" Aku kangen sekali sama grandma. " Ucap Indah sambil memeluk grandma.
Saat melihat jam kearah dinding, membuat dia teringat saatnya untuk masak makan siang. Dan diapun langsung pergi kekamar untuk ganti pakaian tapi...
" Kenapa kamu kekamar tamu Ndah? Bukanya kamar kalian dilantai dua ya? " Tanya grandma membuat mereka panik.
" Iya grandma... aku harus membereskan kamar tamu agar grandma bisa istrahat. " Ucap Indah.
" Tapi bukanya kamar grandma disana ya? " Tunjuk grandma kekamarnya.
Mereka pun langsung panik dan terjadi hujan lokal diseluruh tubuhnya membuat grandma penasaran terhadap mereka...
" Kalian lagi ada masalah? " Tanya grandma namun mereka hanya diam.
" Kalau ada masalah diselesaikan dengan cepat... jangan lama-lama. Tidak baik suami istri itu lama-lama diamnya. Ingat pesan grandma ini... semakin lama kalian menyelesaikan masalah maka kalian akan sulit kalian menghadapi ombak kehidupan pernikahan ini. Sebaliknya apabila kalian cepat menyelesaikan masalah maka akan mudah kalian menghadapi ombak kehidupan pernikahan ini. " Ucap grandma.
Indah dan Raihan hanya diam mendengarkan ucapan grandma. Apa yang dikatakan grandma betul. Akhirnya Raihan mengajak Indah kekamar untuk menyelesaikan masalah mereka.
Setiba dikamar...
" Indah aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadamu. " Ucap Raiban dengan tatapan serius membuat Indah gugup.
" Aku tahu aku telah berbuat kesalahan fatal kepadamu. Dan aku tahu kamu sulit untuk memaafkan kesalahan aku. Tapi demi grandma aku mohon... pindahlah kekamar kita ini agar grandma senang dan bahagia. " Ucap Raihan sambil memegang tangan Indah.
__ADS_1
Saat Indah mendengar perkataan "kamar kita" membuat dia langsung baper. Karena baru pertama ini Raihan bilang kamar ini adalah kamar kita. Namun, kebaperani itu harus dia tahan agar rencana Indah and gengs berhasil.
" Baiklah... demi grandma aku mau pindah kesini. " Ucap Indah dingin
Saat makan siang, Indah dan Raihan bersikap seperti biasa layaknya sebagai suami istri. Indah mengambil nasi untuk suaminya dengan manis membuat grandma...
" Kalau kalian seperti ini bagus dilihatnya. " Ucap grandma membuat Raihan dan Indah senyum.
" Iya grandma... istriku ini memang jago masak. Dan jujur kamu istri terbaik buat aku Ndah... aku tidak menyesal telah menikahi kamu Ndah." Ucap Raihan membuat Indah baper lagi.
" Iya suamiku... kamu memang suami terbaik untuk aku meskipun kamu sering cerewet wkwk. " Ucap Indah.
" Isshh kamu Ndah. " Ngambek Raihan.
" Yaudah kita langsung makan aja yuk. Grandma sudah lapar. " Ucap grandma.
Setalah selesai makan, tiba-tiba handphone Indah berbunyi dan ternyata yang nelfon...
(" Selamat siang buk Indah. " Ucap pak Budi merupakan klien dari Bogor.
(" Selamat siang pak... ada bisa saya bantu? Tanya Indah.
(" Begini buk... jadwal meeting kita 2 hari lagi bagaimana meeting dimajukan hari ini. Soalnya saya besok berangkat ke Turki ada urusan disana. " Kata pak Budi.
(" Ooo kalau begitu saat saya balik dari Turki aja. Semoga pak Raihan cepat sembuh ya... titip salam saya buat pak Raihan. " Kata Pak Budi.
(" Aminn. nanti saya sampaikan salam bapak. " Ucap Indah.
Setelah menerima telfon dari klien...
" Kenapa kamu bilang seperti itu? Apa ada yang suruh kamu? " Tanya Raihan.
" Kamu lagi sakit mas... kamu harus istrahat. Aku sebagai istri tidak mau suami aku bekerja dalam keadaan sakit. " Ucap Indah.
" Memang kamu sakit apa Han? " Tanya grandma.
" Cuman demam aja grandma. Lagian sekarang aku udah enakan. " Jawab Raihan.
" Apa yang dilakukan istri kamu itu betul. Kamu harus istirahat. Lagian klien nya mengerti kalau kamu itu sakit. " Ucap grandma membuat Raihan diam.
" Oh ya mas... pak Budi titip salam buat kamu agar kamu cepat sembuh katanya. " Ucap Indah.
__ADS_1
Mereka pun langsung pergi untuk melakukan aktivitas masing-masing. Grandma pergi kekamarnya begitupun Raihan dan Indah. Sampainya dikamar...
" Indah... tolong pijit aku dong. Badanku terasa pegal-pegal. " Kata Raihan dengan manjanya.
" Iya... aku ambil minyak dulu. " Ucap Indah sambil mengambil minyak dimeja rias nya.
Saat Raihan membuka bajunya, dia teringat akan malam itu yang membuat dia trauma dan langsung menutup matanya...
" Kenapa kamu tutup mata kamu Ndah? Padahal kamu sudah melihat semua bentuk tubuhku waktu malam itu. " Tanya Raihan penasaran.
" Nggak apa-apa mas... aku cuman trauma aja saat kamu membuka baju pas malam itu kayak serigala yang siap memangsa. " Ucap Indah.
" Serius? Maafkan aku Ndah... pasti kamu trauma ya? Kalau kamu nggak bisa nggak usah dipaksain. " Maaf Raihan.
" Aku nggak apa-apa mas... lagian aku istri kamu. Seharusnya aku tidak seperti ini. " Ucap Indah.
Saat Indah jalan menuju singgasana mereka, tiba-tiba kakinya tersandung yang membuat dia terjatuh dalam pelukan Raihan. Mereka saling menatap mata satu sama lain. Dan saat mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba...
" Ops... maaf grandma ganggu ya? " Ucap grandma membuat mereka berdua seperti orang yang digrebek oleh warga.
" Nggak ganggu grandma. Ada apa grandma? " Tanya Raihan.
" Grandma minta tolong belikan obat di apotik. Obat grandma habis soalnya... Ini resepnya Han. " Ucap grandma.
" Baik grandma... nanti Raihan belikan. " Ucap Raihan.
Setelah grandma keluar, Indah dan Raihan jadi salah tingkah satu sama lain. Dan Indah pun langsung melanjutkan memijat suaminya itu yang pegal-pegal.
" Indah... jujur kamu orang yang pertama yang memegang badan aku. " Ucap Raihan.
" Masa? Aku nggak percaya. " Ledek Indah.
" Tidak percaya yaudah... Selain keluarga aku kamu orang luar pertama yang memegang badan aku. " Ucap Raihan membuat Indah baper.
" Terus kenapa kamu minta pijat sama aku? Bukan sama kak Wulan? Dia kan pacar mas. " Tanya Indah.
" Kamu istriku Ndah... Dan jangan kita bahas tentang Wulan lagi. Aku tidak mahu kita ribut dan membuat grandma sakit nanti. " Ucap Raihan membuat Indah diam.
" Pijtan kamu enak ya Ndah... baru pertama kali aku merasakan pijat sama istri sendiri. " Ucap Raihan.
" Dasar suami gombal. " Baper Indah.
__ADS_1
" Aku nggak gombal... aku serius. Pijatan istriku memang enak. Tapi kamu hanya boleh memjiat aku aja tidak boleh orang lain. Jelas! Ini perintah suami. " Ucap Raihan.
" Iya suamiku. " Ucap Indah.