Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 54 " Raihan yang Penakut. "


__ADS_3

Pagi mentari yang cerah membuat dua insan yang tertidur di hutan itu terbangun dari alam mimpinya. Dan saat Indah terbangun dia terkejut melihat tangan suaminya berada di perutnya membuat dia langsung...


" Aaaaggghhh. Kamu mau ngapain mas? " Tanya Indah sambil menampar Raihan.


" Kamu kenapa sih Ndah? Pagi-pagi kamu membuat aku kaget? Sakit tau? Emangnya aku ngapain kamu? " Tanya Raihan balik sambil mengelus pipi sakitnya.


" Kenapa tangan mas berada di perut aku? " Tanya Indah membuat Raihan ketawa.


" Hahahaha. Indah... Indah... kamu lupa ya? Kalau kita itu suami istri? Jadi kalau aku peluk istri aku sendiri nggak masalah kan? " Ucap Raihan.


" Hehehe. Maaf mas aku nggak terbiasa soalnya... Jadi saat kamu peluk aku, aku terkejut mas... Dan aku minta maaf aku sudah menampar kamu mas. " Ucap Indah malu-malu.


" Yaudah sekarang kita cari jalan keluar dari hutan ini. " Ucap Raihan.


Indah dan Raihan langsung pergi dari gubuk itu mencari jalan keluar. Indah dan Raihan berjalan sepanjang hutan itu sambil memegang tangan supaya mereka tidak terpisah dihutan itu.


Mereka terus mencari jalan keluar dan akhirnya mereka tiba di perempatan. Indah dan Raihan bingung jalan yang mana yang akan mereka tempuh. Setelah mereka berfikir, akhirnya mereka memilih jalan utara.


Tak lama mereka berjalan, tibalah tim sar dari arah Timur. Tim sar itupun bingung juga. Akhirnya mereka memilih arah selatan yang bukan lain tempat Indah dan Raihan berjalan tadi.


Indah dan Raihan terus berjalan dan akhirnya merekapun bisa keluar dari hutan itu...


" Mas... kita istrahat dulu soalnya kakiku pegal mas. " Keluh Indah.


" Iya... kamu duduk aja disini dulu. Dan aku cari bantuan agar kita sampai di kota. " Ucap Raihan namun Indah memahannya.


" Kamu jangan pergi mas... Nanti kalau orang itu datang lagi gimana? " Ucap Indah.


Melihat kondisi istrinya seperti itu, Raihan tak tega. Dan apa yang dibilang istrinya itu benar juga. Akhirnya dia menemani Indah sambil mijitin kaki Indah yang pegal.


Indah melihat suaminya yang mijitin kakinya merasa senang sekali karena dibalik rasa kekecewaan disana ada rasa peduli. Hal itulah yang dirasakan Indah saat ini.


" Makasih ya mas... kamu telah mijitin kaki aku. " Ucap Indah membuat gengsi Raihan muncul.


" Kamu jangan geer Ndah. Aku lakuin ini agar kamu tidak sakit. Ntar kalau sakit berabe urusannya. " Gengsi Raihan.

__ADS_1


" Iya mas... aku tahu... sekali lagi makasih ya. " Ucap Indah.


Tak lama kemudian, datanglah sebuah mobil pick up. Dan Raihanpun langsung melambaikan tangannya.


" Ada apa mas? " Tanya sopir itu.


" Mas bisa bantu kami antar ke kota nggak? Soalnya kami terjebak dihutan ini semalaman. Dan kamipun nggak tahu jalan? " Ucap Raihan membuat sopir itu merasa hiba.


" Yaudah silahkan naik mas... Tapi dibelakang nggak apa-apa kan? Soalnya didepan udah penuh sama barang-barang. " Ucap sopir itu.


Raihan dan Indah langsung naik ke belakang mobil itu. Tapi....


" Apa? Disini? Nggak mau lah... Jijik. " Ucap Raihan.


" Yaelah mas... kamu sama kambing aja takut." Ledek Indah.


" Kamu jangan ledek suami kamu... Aku bukan takut. Tapi... " Ucap Raihan langsung dipotong oleh Indah.


" Jijik. " Ucap Indah lalu Raihan menganggukkan kepalanya.


" Mas, mbak jadi naik nggak? Kalau nggak saya pergi nih. Soalnya urusan saya banyak mas. " Ucap Sopir itu.


" Iya mas kita mau naik nih. " Ucap Raihan.


Akhirnya, Indah dan Raihan menaiki mobil pick up itu bersama para kambing. Sepanjang jalan, Indah asyik memperhatikan suaminya itu sedang mengusir kambing itu dari hadapanya sambil senyum sendiri.


Tak lama kemudian, kambing itu mengeluarkan suaranya yang membuat Raihan semakin takut. Kambing itu malah mendekati Raihan membuat dia....


" Eh... ngapain dekat-dekat lo... hus... hus... sana lo.... " Ucap Raihan tapi tak dihiraukan oleh kambing itu. Malah justru semakin dekat.


" Eh kenapa lo semakin dekat? Hus... hus... Indah tolong aku dong.... gimana ni? " Kesal Raihan.


" Mungkin dia suka sama kamu mas. Lagian suami aku tampan sekali... kalau dia deketin kamu aku nggak apa-apa mas, aku ikhlas Asalkan jangan Wulan yang deketin kamu. " Ledek Indah membuat Raihan tambah kesal.


Kambing itu semakin dekat membuat Raihan langsung pindah posisi kebelakang Indah. Indah yang tahu perawatan kambing dari kakeknya, diapun langsung mengusap kepala kambing itu dengan santainya.

__ADS_1


" Meskipun dia hanya binatang, tapi dia butuh kasih sayang juga mas... Lihat dia nggak sama sekali ganggu aku. Bahkan dia nurut sekali sama aku. " Ucap Indah membuat Raihan terdiam seribu bahasa.


Selama ini Raihan merasa sangat bersalah terhadap istrinya itu. Meskipun istrinya itu pandai menyembunyikan kesedihan nya, tetapi pasti ketahuan juga.


Disisi lain Mommy Dewi, Papi Irhas dan sahabat Indah sudah datang di tempat posko tim sar. Dan tak lama kemudian, kepala tim itu datang dan Mommy Dewi pun...


" Bagaimana perkembangan nya pak? " Tanya Mommy Dewi.


" Sejauh ini belum ada nampak tanda-tanda pak, buk. Tapi kami akan melakukan semaksimal mungkin untuk menemukan putra dan menantu kalian. " Ucap Kepala itu.


" Pokoknya temukan putra dan menantu saya pak. Saya akan bayar dua kali lipat asalkan bapak dan tim menemukan mereka. " Ucap Irhas.


" Baik pak. Kalau gitu saya permisi. " Ucap kepala itu meninggalkan mereka.


Tak lama kemudian, tibalah Wulan dan Fauzi kedalam posko itu. Mommy Dewi yang melihat Wulan, diapun langsung...


" Kamu kenapa kesini? " Tanya Mommy Dewi dengan angkuh.


" Wulan kesini untuk mengetahui kabar Raihan tante. " Jawab Wulan.


" Bagaimana kabar Raihan tan.? " Tanya Wulan.


" Ini semua gara-gara kamu. Semenjak Raihan bersamamu, dia sering membangkang dan mendapatkan sial. Kalau Raihan sampai kenapa-napa? Habis kamu. " Ancam Mommy Dewi.


" Kenapa tante salahkan saya? Harusnya anak tante yang tante salahkan. Kenapa dia suka sama saya? " Tanya Wulan dengan emosi.


" Anak tante mungkin disantet sama dia tuh... makanya dia seperti itu. " Ucap Monic membuat Wulan semakin kesal.


" Diam lo anak baru! " Ucap Wulan.


" Kakak yang harusnya diam. Seharusnya kakak sebagai pacar bang Raihan harus menjaga bang Raihan, bukan bergosip dan menyerahkan semua tugas sama dia. Lihat sahabat aku juga ikut hilang juga. " Emosi Monic.


Untung saja Fauzi bisa meredamkan emosi mereka. Dan diapun langsung membawa Wulan pergi dari tempat itu.


Disisi lain, Raihan dan Indah menatap awan biru di langit sambil angin bersepoi-sepoi dijalan. Raihan baru pertama kalinya merasa kehangatan yang tulus dari seoarang wanita yang membuat dia menjadi baper.

__ADS_1


__ADS_2