Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 46 " Kebaperan Monic. "


__ADS_3

Setiap keluarga permana yang mau membeli sesuatu di mall milik keluraga, supermarket, dan restoran harus membayarnya sesuai dengan harga yang sudah tertara disana. Agar mereka tidak bergantungan dengan semua yang dimiliki oleh keluarga permana.


Hal itupun yang diajarkan Mommy Dewi kepada Indah sebagai menantu di keluarga permana dan diapun menerapkan di supermarket milik suaminya itu sendiri. Sebelum dia membayar, Raihan memberi sebuah kartu ATM kepada Indah yang membuat dia...


" Kamu pake aja kartu kredit aku ini. " Ucap Raihan.


" Nggak usah mas. Aku masih punya simpanan di ATM kok. " Tolak Indah.


" Kamu pake aja. Lagian aku ini suami kamu. Kamu berhak menggunakan kartu kredit aku ini. " Ucap Raihan membuat Indah menerima kartu kredit itu.


Setelah selesai membayar, Indah dan Raihanpun langsung menuju kerumah karena mereka merasa gerah akibat keringat yang sudah lengket dibadan mereka.


****


Keesokan harinya, mereka semua telah berkumpul di auditorium sesuai dengan kelompok masing-masing. Indah yang kebetulan baris didepan, membuat dia tidak sanggup melihat suaminya berdiri di tepat sampingnya bersama Wulan.


Hati Indah sangat sakit disaat melihat suaminya memegang pergelangan Wulan dengan mesranya. Indah yang sudah berkaca-kaca langsung pergi ke barisan belakang yang dekat dengan Shakti.


" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Shakti dengan penasaran.


" Nggak mata aku kelilipan doang. Makanya aku pindah kebelakang. " Jawab Indah bohong.


Setelah semuanya berkumpul, acara pertama yaitu kata sambutan dari ketua panitia kemah bakti. Dan setelah itu kata sambutan dari ketua bem Raihan.


Saat Raihan mengucapkan sepatah kata, dia melihat Indah yang sedang bicara dengan Shakti dengan santainya yang membuat dia langsung geram. Entah kenapa saat istrinya itu bicara atau berduaan dengan Shakti hatinya merasa sakit.


Raihan dnegan sangat terpaksa menahan semua rasa cemburunya karena banyak mahasiswa dan dosen yang memperhatikan Raihan.


Setelah Raihan dan ketua panitia membuka secara resmi acara kemah bakti dengan memukul gendang dan disaksikan semua mahasiswa dan dosen, merekapun langsung menuju ke bus yang sudah ditentukan.


Indah dan gengsnya menaiki satu bus. Indah duduk dikursi belakang. Sedangkan sahabatnya duduk di bagian depan Indah bersama pasangan mereka masing-masing.


Monic duduk tepat dikursi paling ujung sejajar dengan Indah, Shakti yang baru masuk langsung melihat Indah yang bangku disampingnya kosong dan dia langsung duduk tapi...

__ADS_1


" Maaf ti aku pengin sendiri. Kamu sama Monic aja. " Ucap Indah membuat Monic terkejut dan baper.


Akhirnya Shakti duduk disamping Monic. Detak jantung Monic langsung berdetak kencang. Dan dia langsung senyum-senyum sendiri yang membuat Shakti...


" Kamu kenapa senyum-senyum sendiri Nic? Kamu aman kan? " Tanya Shakti.


" Nggak kok. Siapa yang senyum-senyum. " Jawab Monic bohong.


Indah yang melihat sahabatnya yang duduk dengan orang yang dia cintai membuat dia merasa bahagia. Namun kebahagian itu langsung berubah menjadi kesal saat Raihan dan Wulan menaiki bus sambil memegang tangan.


Monic yang melihat Raihan seperti itu, dia langsung geram dan melihat Indah. Monic ingin sekali melabrak pelakor itu namun, Indah mencegahnya dengan berian kode.


" Eh cupu kenapa lo naik bus ini? Sana cari bus lain. Merusak suasana aja. " Ledek Wulan.


" Kamu nggak boleh bicara seperti itu sayang? Lagian dia yang naik duluan. Sedangkan kita belakangan. Dan semua bus sudah penuh kan? Jadi mau nggak mau kita satu bus sama sicupu ini. " Ucap Raihan.


" Yaudah deh sayang. Tapi kursinya cuman satu tersisa. Dan itupun dekat sicupu lagi. " Kesal Wulan.


" Kak Wulan. Didepan ada kursi kosong dekat pak supir. Dan itupun kalau kakak mau sih. " Ucap Monic.


" Didepan kan cuman satu terus kamu dimana duduk sayang? " Tanya Wulan.


" Aku disini aja sama si cupu. Lagian kamu nggak mau juga duduk tempat bekas si cupu ini kan? " Tanya Raihan membuat Wulan pasrah.


" Tapi kamu jangan-jangan macam sama sicupu ini ya. Awas saja! " Ancam Wulan.


" Iya aku tahu. Lagian mana mungkin aku suka sama sicupu ini. Yaudah kamu duduk lagi bus nya mau jalan. " Ucap Raihan yang membuat Wulan langsung pergi ke kursinya.


Wulan merasa gelisah sekali saat Raihan duduk dengan Indah.


" Aku tahu Raihan kamu cinta sama aku. Tapi aku takut kalau kamu jatuh hati ke Indah akan kecantikan yang dia miliki. Aku tahu laki-laki normal mana yang tidak suka terhadap kecantikan Indah saat penampilannya jadi sekretaris kamu. Cuman sekarang aja penampilannya cupu. Aku harap kamu bisa menjaga kepercayaan aku kepadamu. " Gumam Wulan didalam hati.


" Boleh abang duduk disini? " Tanya Raihan.

__ADS_1


" Silahkan bang. " Jawab Indah malas dan dia langsung memalingkan wajahnya ke jendela.


Saat Indah dan Raihan duduk, mereka hanya diam satu sama lain. Indah tidak sekali menghiraukan suaminya itu. Lantaran sakit hati disaat Raihan memegang tangan Wulan saat di auditorium tadi.


Sepanjang perjalanan, Indah tetap tidak mau menatap Raihan yang membuat Raihan geram dan dia langsung...


" Kamu kenapa cupu. Diam-diam aja melihat luar jendela. Ntar kamu kerasukan kami yang repot. " Ledek Raihan.


" Biarin aja. Ntar kalau aku kerasukan abang yang aku incar dulu. Soalnya abang yang dekat denganku wkwkwk. " Ledek Indah balik.


" Kamu itu selalu menjawab. Emangnya ada dendam kesumat apa sih kamu sama abang? " Tanya Raihan.


" Nggak ada. Lagian aku malas berdebat dengan orang cerewet seperti abang. " Ucap Indah membuat semua isi bus tertawa.


Raihan hanya diam malu karena baru pertama kali junior yang ada menentang dirinya yang bukan lain istrinya sendiri. Semuanya tertawa lepas karena Indah yang berani bilang kalau Seniornya itu cerewet.


Shakti dan Monic yang melihat mereka bertengkar merasa aneh dan lucu. Raihan yang menatap Monic dari tadi membuat dia langsung...


" Kamu kenapa ketawa? Mau dihukum kamu? " Kesal Raihan.


" Yaelah abang. Lagian abang juga sih. Jelas Indah sedang sakit hati karena dia melihat pacarnya sedang memegang tangan wanita lain dengan mesranya. " Ucap Monic membuat Raihan sadar dengan kelakuannya.


" Dari mana kamu tahu Nic? " Tanya Shakti penasaran.


" Indah yang cerita ke aku. Tadi dia lihat status temannya yang satu kuliah dengan pacarnya yang konglomerat itu. Karena itu dia sakit hati. " Jawab Monic bohong membuat Shakti percaya.


Satu jam perjalanan, semua isi bus itu sudah tertidur pulas termasuk Wulan yang didepan. Wulan sama sekali tidak mendengar kejadian dibelakang karena dia mendengarkan musik menggunakan headset dan ditambah lagi dia yang lelah yang membuat dia langsung tertidur dengan pulas.


Tetapi tidak Raihan dan Monic. Merekapun tidak bisa tidur karena Shakti tidur di pundak Monic yang membuat detak jantungnya bertambah kencang dan baper tingkat dewanya mulai kembali. Sedangkan Raihan tidak bisa tidur karena dia memfikir kesalahan dia yang perbuat tadi.


Saat Raihan berfikir tiba-tiba bahunya terasa berat sebelah karena Indah tidur di bahunya. Dan saat Raihan melihat wajah Indah yang begitu berseri membuat dia...


" Kamu itu cantik, baik lagi. Nggak salah orang tua kita menjodohkan kita. Jujur aku tidak tahu dengan perasaan aku ini. Kenapa disaat aku melihat kamu dengan Shakti hatiku cemburu Ndah? Mungkinkah aku telah jatuh hati kepadamu? Tapi kenapa kamu membuat aku kecewa Ndah? " Gumam Raihan didalam hati sambil membelai rambut Indah yanh wangi dan membuka kacamata besarnya.

__ADS_1


__ADS_2