Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 96 " Tekanan Shakti. "


__ADS_3

Disisi lain, Shakti dan Monic yang sedang di jalan tiba-tiba...


" Kenapa kita berhenti disini Ti? " Tanya Monic penasaran.


Shakti hanya diam dan duduk di sebuah kursi yang ada ditaman itu.


" Kamu ada masalah? Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri... Nanti menjadi penyakit loh. " Ucap Monic akhirnya Shakti buka suara.


" Jujur aku bingung Nic. Aku harus bagaimana. " Ucap Shakti membuat Monic heran.


" Maksud kamu apa Ti? " Tanya Monic lagi.


" Kamu pasti heran melihat sikapku selama dikampus kenapa aku tidak seperti biasanya? " Ucap Shakti membuat penasaran Monic muncul.


Selama satu kampus dengan Indah, Sikap Shakti mulai berubah menjadi pendiam tidak seperti waktu SMA. Alasan sebenarnya dia pindah kampus karena orangtuanya yang memaksa untuk kuliah di kampus itu dengan jurusan yang orang tuanya mau.


Shakti sebenarnya tidak minat dalam jurusan ekonomi. Karena kemauan papanya agar ada penerus perusahaan makanya dia mau pindah kampus. Padahal dia lebih minatnya jurusan sejarah. Waktu SMA, dia dapat jalur undangan di salah satu universitas di Bandung dengan jurusan yang dia suka.


Tapi sekarang, impianya sebagai sejarahwan pupus karena orangtuanya terutama papanya yang selalu menekan dirinya. Ditambah lagi Andri yang ingin sekali balas dendam sama Raihan dan melibatkan Shakti karena dia sahabat Indah.


Karena aku dalam tekanan Nic. " Jawab Shakti.


" Siapa yang menekan kamu Ti? " Tanya Monic.


" Keluarga aku Nic termasuk bang Andri. Kadang aku berfikir kenapa aku dilahirkan di keluarga ini? Keluarga yang akan haus dengan harta dan balas dendam. " Jawab Shakti sambil meneteskan air matanya membuat Monic langsung menenangkan Shakti.


" Kamu tidak boleh bicara seperti itu Ti. Meskipun keluarga kamu seperti itu, dia tetap keluarga kamu. Orang yang telah melahirkan dan membesarkan kamu. " Ucap Monic.


" Jujur aku nggak sanggup hidup dalam seperti ini Nic. hiks hiks hiks." Ucap Shakti.


Monic langsung memberikan pelukan hangat untuk orang yang dia cintai agar dia merasa lebih tenang. Setelah Shakti tenang...


" Kamu mau tahu kenapa Papa dan bang Andri selalu menekan aku? " Ucap Shakti.


" Kenapa Ti?" Tanya Monic.


Shakti menjelaskan semuanya kepada Monic membuat dia langsung...


" Apa? Kamu disuruh untuk balas dendam untuk bang Raihan dan Indah karena bang Raihan membuat kakak kamu stress dan masuk rumah sakit jiwa? " Terkejut Monic.


" Iya Nic... Semenjak itulah aku tertekan. Kalau papa sih aku nggak tertekan kali mungkin ini sudah jalan aku untuk meneruskan perusahaan papa karena bang Andri sudah punya perusahaan sendiri. " Ucap Shakti.


" Sebenarnya waktu sebelum aku tahu Indah itu istri bang Raihan aku sempat dukung untuk balas dendam karena dia telah menyebabkan kakaku gila. Tapi semenjak aku tahu Indah istrinya bang Raihan aku bingung disisi lain Indah sahabat kita disisi lain dia istri dari orang yang membuat kakakku gila. Ditambah lagi bang Andri terus menekan aku Nic. " Ucap Shakti lagi.


" Aku paham kok perasaan kamu. Yaudah sekarang kamu nggak usah fikirkan itu dulu lagian bentar lagi kita mau UAS... fokus ujian dulu. " Ucap Monic.


Sebenarnya Monic mau memberikan solusi tetapi dia juga bingung mau jawab apa.


****


Keesokan harinya, seperti biasa Indah dan Raihan sudah ready dengan style andalanya, merekapun langsung menuju ke meja makan untuk sarapan bersama...


" Pagi grandma. " Sapa Indah dan Raihan.


" Pagi juga... Yuk langsung sarapan aja. " Ucap grandma.

__ADS_1


Selesai makan...


" Oh ya grandma mau bilang sama kalian. Hari ini grandma mau pulang ke Bandung karena ada beberapa urusan yang harus grandma selesaikan. " Ucap grandma.


" Yahh cepat sekali baliknya grandma. Yahh sepi lagi rumah ini deh." Lesu Raihan.


" Mana sepi kan ada istri kamu yang selalu menemani kamu. " Ucap Grandma.


" Tetap aja sepi rumah ini... Nggak ada grandma nggak seru... Iya kan Ndah. " Ucap Raihan.


" Iya... nggak seru grandma. " Ucap Indah.


" Ya... mau gimana lagi? Grandma harus selesaikan urusan itu disana. " Ucap grandma.


" Urusan apa emangnya grandma kalau kami boleh tahu? " Tanya Raihan penasaran.


" Ada urusan sengketa tanah kita dekat sungai itu. " Ucap grandma.


Selain itu ada masalah utama yang harus dia selesaikan yaitu siapa Wulan sebenarnya. Apakah benar dia korban yang selamat waktu kecelakaan dulu atau tidak.


Selesai sarapan, mereka pun langsung berangkat ke kampus. Namun, dalam perjalanan ke kampus, tiba-tiba...


" Kok aku pusing ya mas." Ucap Indah sambil mual .


" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Raihan panik.


" Nggak tahu kenapa mas. aku pusing sekali mas." Ucap Indah.


" Apa jangan-jangan kamu hamil Ndah? " Tanya Raihan.


" Oh ya... aku lupa hehehe. Terus kamu kenapa pusing? Kita ke rumah sakit langsung aja. Takutnya kamu kenapa-napa dan lagian kita lewat rumah sakit juga. " Ucap Raihan.


Sepanjang jalan, Didalam hati Raihan gelisah sekali karena baru pertama kali saat berangkat kampus Indah merasakan pusing dan mual-mual.


Sampainya dirumah sakit, Raihan langsung membimbing Indah berjalan di rumah sakit itu. Sambil nunggu antrian...


" Kamu masih pusing Ndah? " Tanya Raihan.


" Masih mas. " Jawab Indah langsung dipotong oleh suster.


" Indah Permana. " Panggil suster itu membuat Raihan dan Indah memasuki ruangan dokter.


Setelah diperiksa sama dokter...


" Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Raihan penasaran.


" Buk Indah nggak kenapa-napa pak... Ini efek kelelahan aja membuat buk Indah pusing dan mual-mual. Sebaiknya buk Indah istrahat dulu nggak usah kerja terlalu berat. " Ucap dokter itu.


" Berarti istri saya cuman kelelahan saja ya dok? " Tanya Raihan.


" Iya pak. Ini saya resepkan obat untuk meredakan pusing dan mual-mualnya. " Ucap dokter itu.


Setelah memgambil obat, merekapun langsung menuju ke mobil. Dan saat didalam mobil...


" Maaf ya mas. " Maaf Indah.

__ADS_1


" Maaf kenapa?" Tanya Raihan.


" Maaf karena telah merepotkan kamu. " Jawab Indah yang sudah mengeluarkan benih-benih kristal.


" Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku ini suami kamu Ndah sudah kewajiban aku untuk menjaga kamu. " Ucap Raihan membuat Indah langsung memeluk badan kekar Raihan.


" Makasih ya mas... Kamu selalu berada disampingku. " Ucap Indah.


" Aku sudah janji sama kamu bahwa aku akan selalu menjaga, melindungi. mencintai dan menyayangi kamu dalam keadaan susah maupun senang. Yaudah sekarang kita ke apartemen biar kamu bisa langsung istirahat. " Ucap Raihan langsung menancapkan gas nya.


Tapi...


" Mas... Kita langsung kekampus aja soalnya hari ini aku ada quiz. " Ucap Indah.


" Terus kondisi kamu... " Ucap Raihan langsung dipotong Indah.


" Aku nggak apa-apa kok. " Ucap Indah.


" Yaudah kalau kamu merasa nggak apa-apa. Tapi kamu harus janji kalau kamu merasa pusing lagi langsung hubungi aku. " Ucap Raihan.


" Siap suamiku. " Gombal Indah.


Sampainya dikampus, Indah langsung masuk kekelas karena waktu menunjukkan pukul 09.00. Saat tiba dikelas, Indah langsung duduk di kursi paling depan berhadapan dengan meja dosen karena cuman itu yang tersisa.


Tak selang beberapa detik, dosenpun masuk kedalam kelas yang membuat semua mahasiswa mengeluarkan alat perkakas mereka dan quiz pun dimulai.


Disisi lain, Raihan yang sedang duduk di lorong kampus bersama sahabatnya, tiba-tiba...


" Oh ya Han... Aku lihat kemarin saat acara inaugurasi sikap Wulan sama Pak Andri kenapa berbeda ya? Kayak ada yang mereka sembunyikan. Jangan-jangan mereka ada mainya dibelakang kamu Han. " Ucap Falih.


" Jujur aku merasa juga kenapa sikap dia berubah saat kehadiran pak Andri. Tapi kalau aku tanya nanti dia marah sama aku bilang aku nggak percaya lah bla... bla... " Ucap Raihan.


" Iya sih... Oh ya btw ujian semester minggu depan. Gimana rencana kita liburan ke pulau? " Tanya Falih.


" Oh ya... Sampai lupa aku wkwk Ntar aku lihat kondisi dulu. " Ucap Raihan.


Tiba-tiba...


" Kalian lagi bahas apa? Serius banget pembahasanya. " Tanya Wulan bersama gengnya.


" Kami lagi bahas rencana liburan ke pulau itu. Minggu depan sudah UAS soalnya kan. " Ucap Fauzi.


" Oh iya... Gimana sayang... Kamu bisa pergi kan? " Tanya Wulan.


" Aku belum bisa pastiin lihat kondisi dulu kalau nggak sibuk di kantor aku ikut. " Ucap Raihan.


Raihan sangat bingung sekali karena dia sudah janji sama Indah saat libur UAS mereka akan pulang kampung kerena Indah sudah sangat rindu sama keluarganya.


Disisi lain, Indah yang sudah selesai kuliah, mereka langsung duduk di taman kampus. Monic yang sejak dari tadi hanya diam membuat mereka penasaran...


" Kamu kenapa diam dari tadi Nic? Ada sesuatu yang kamu fikirkan? " Tanya Shalda.


" Nggak ada... Cuman fikir nggak terasa bentar lagi UAS aja kita... Dan sebentar lagi kita jadi senior dikampus ini. " Bohong Monic.


Sebenarnya Monic memfikirkan perkataan Shakti tadi malam. Monic merasa kasihan sekali sama orang yang dia cintai itu yang tertekan dalam keluarganya ditambah pak Andri yang ingin balas dendam sama Raihan.

__ADS_1


__ADS_2