
Setelah mereka selesai makan, Indah mengajak mereka semua bakar-bakar ke suatu tempat yang indah di pinggir kota. Indah sengaja mengajak mereka agar rencana dia untuk mendekatkan Monic dengan Shakti berhasil. Sebelum mereka pergi...
" Oh ya gengs nanti sebelum kesana kita beli bahannya dulu di super market. " Ucap Indah
" Oke Ndah... untuk para lelaki tunggu kami di loby aja ya. " Ucap Monic.
Setelah mereka membeli kebutuhan untuk bakar-bakar seperti ayam, sosis, alat bakar, dan bumbu-bumbu mereka pun langsung menuju ke loby dan langsung menuju ke lokasi.Mereka perginya berpasangan begitupun Monic dan Shakti berboncengan dengan motor gedenya.
Saat mereka tiba disana...
" Waw... bagus sekali tempat nya Ndah. Aku nggak tahu kalau ada tempat sebagus ini di pinggir kota. " Ucap Shalda.
" Iya Ndah... aku baru pertama kali kesini. Suasana sunset didanau ini membuat mata memandang sejuk. " Ucap Zalfa.
" Yaudah sekarang kita siapin untuk bakar-bakarnya. Untuk cowok siapin alat bakarnya dan kita siapin ayam, sosis, dan bumbu-bumbunya. " Ucap Indah.
Mereka semua langsung mengerjakan apa yang Indah katakan. Waktu menunjukkan pukul 18.10 membuat mereka semua berhenti bekerja karena waktu shalat sudah masuk.
Mereka semua shalat berjemaah dengan imamnya Raihan yang membuat Indah tambah kagum padanya.
" Kamu memang suami idaman aku mas... kamu mau jadi imam shalat berjemaah dengan orang banyak. Kebanyakan orang tidak mau kalau mau itupun terpaksa. Tapi kamu inisiatif sendiri untuk jadi imam mas... aku salut padamu mas. " Gumam Indah.
Setelah shalat, merekapun keluar dari mushalla. Raihan dengan refleks mengajukan tanganya kepada Indah dan Indahpun langsung mencium tangan suaminya itu. Tak hanya itu saja, Raihan langsung memberikan cium kening yang membuat Indah tambah baper begitupun teman-temanya.
" So sweet sekali kalian... Jadi pengen cepat-cepat nikah. " Ucap Monic.
" Ops... Shakti kode keras tuh. " Ledek Indah.
" Apain sih Ndah... Yuk kita lanjutkan lagi pekerjaan kita. " Ucap Shakti dengan salah tingkah.
Mereka pun lanjut dengan pekerjaan mereka masing-masing. Setelah semuanya siap, Mereka langsung membakar ayam di pemanggang yang sudah disipakan tadi.
Sambil nunggu ayamnya matang, Indah dan Raihan langsung menjalankan misinya...
" Oh ya gengs kita kesana dulu bentar. " Ucap Indah sambil mengkode Zalfa dan Shalda.
Tak butuh waktu lama, Zalfa, Shalda, Roby dan Febru pun pergi meninggalkan tempat bakar itu. Dan tinggal lah Shakti dan Monic.
__ADS_1
" Cuman kita aja yang tinggal nih. " Ucap Monic.
" Eh iya... Pada kemana yang lain? " Tanya Shakti namun Monic mengangkat bahunya.
Akhirnya Shakti dan Monic melanjutkan pekerjaan teman-temannya tadi. Saat mereka berdua dalam situasi itu, kebaperan Monic langsung meningkat.
Semakin bapernya, dia tidak melihat dia memanggang ayam menggunakan tanganya sendiri. Shakti yang melihatnya...
" Awas Nic. " Ucap Shakti membuat Monic sadar tapi tanganya terkena sedikit di panggangan.
" Aww. " Teriak Monic.
" Kamu lagi ngelamun apa sih? Ini lukamu parah... bentar aku ambil P3K dulu. " Ucap Shakti langsung mengambil P3K didalam jok motornya.
Shakti pun langsung membersihkan luka itu dengan hati-hati yang membuat kebaperan tingkat dewa Monic muncul. Namun dia tahan agar tidak dianggap sebagai cewek baperan.
" Makasih ya Ti. " Ucap Monic.
" Iya sama-sama. Emangnya kamu lagi ngelamunin siapa? Sampai-sampai kamu tidak sadar tangan kamu ikut kepanggang. " Tanya Shakti.
" Ooo yaudah. Bau gosong... " Ucap Shakti sambil mencium aroma gosong itu.
Saat mereka melihat panggangan, merekapun panik karena ayamnya gosong dan langsung diangkat dari panggangan.
" Yahh gosong. Gimana nih? " Tanya Shakti.
" Yaudah nggak apa-apa lagian stok ayamnya masih banyak kok. " Ucap Monic.
Shakti dan Monic senyum-senyum melihat ayam yang mereka panggang sampai gosong. Dan saat melihat Monic senyum seperti itu membuat perasaan Shakti...
" Kenapa perasaan aku ini? Kenapa aku melihat Monic senyum seperti itu kelihatan tambah cantik. Meskipun dia sebenarnya cantik tapi kebaperan nya itu membuat cantiknya pudar. Tapi dengan senyuman itu membuat dia tambah cantik... Apakah aku sudah mulai suka sama Monic? " Gumam Shakti.
" Melihat senyuman kamu itu membuat ketampanan kamu sempurna Ti... Dan aku tidak menyesal menyukai kamu... selain kamu tampan kamu juga perhatian sama aku. " Gumam Monic.
Dan mereka pun jadi salah tingkah setelah melihat senyuman mereka satu sama lain. Monic pun jadi grogi saat memasukan ayam kedalam panggangan begitupun Shakti yang memberi bumbu kedalam ayam itu.
Disisi lain, Shalda dan Febru pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari base camp mereka...
__ADS_1
" Bagus ya tempat nya... sebagus wanita dihadapanku. " Ucap Febru.
" Dasar gombal. " Ucap Shalda.
" Aku nggak gombal... aku ngomong berdasarkan fakta kalau kamu memang cantik. " Ucap Febru membuat Shalda salah tingkah.
" Oh ya sayang... aku itu sebenarnya iri sama Indah dan bang Raihan. Mereka bisa mesra bebas dimana saja. Sedangkan kita untuk ketemu aja harus diam-diam. " Keluh kesah Febru.
" Aku sebenarnya iri juga... tapi kita apa boleh perbuat. Hubungan kita memang rumit. Tapi aku yakin suatu saat orang tuamu pasti ngerti dengan perasaan kita. Lagian kita harus kejar mimpi kita kan... agar kita mempunyai pendirian tidak bergantung sama orang lain. " Ucap Shalda sambil memegang tangan Febru
" Meskipun Indah dan bang Raihan kelihatan hidupnya mewah, tapi dia tidak mau bergantung sama harta orang tuanya... malahan mereka bekerja sambil kuliah. Buktinya Indah jadi sekretaris nya bang Raihan. " Ucap Shalda lagi.
Tak lama kemudian tedengar bunyi handphone di saku celana Febru. Dan ternyata yang video call mama Febru. Merekapun langsung panik dan akhirnya Febru pergi ke suatu tempat dan mengangkat video call itu.
(" Kamu lagi dimana Febru? Udah malam nih. " Tanya mama Aini.
(" Aku lagi di tepi danau ma... aku diajak sama Indah untuk acara bakar-bakar. " Jawab Febru.
(" Berdua? " Tanya Mama Aini lagi.
(" Nggak ma... rame disini... yaudah aku tutup dulu ya ma... kemungkinan aku kemalaman pulangnya ma... bye ma. " Jawab Febru sambil menutupkan video call.
Setelah mengakhiri video call dari mama Aini, Febru langsung menghampiri Shalda...
" Gimana sayang? " Tanya Shalda.
" Kamu tenang aja... tadi udah aku bilang kalau aku pergi acara bakar-bakar sama Indah. " Jawab Febru.
"Syukurlah. " Ucap Shalda.
Di tempat lain, Roby dan Zalfa duduk disebuah kayu tua yang roboh ditepi danau itu sambil menatap danau yang indah itu...
" Sebenarnya aku iri sama Indah dan bang Raihan yang mesra seperti tadi. " Ucap Zalfa.
" Jujur aku juga Zalfa... tapi kita sudah buat komitmen kalau kita harus fokus kuliah dulu agar mimpi kita tercapai. " Ucap Roby.
" Iya roby... lagian hubungan kita ini belum diketahui sama ayahku. Kamu tahu sendiri kalau ayahku protektif sama anak-anaknya. Jadi kita fokus kuliah dulu setelah kuliah kerja cari duit dan baru kita fikir masa depan kita. " Ucap Zalfa.
__ADS_1