
Setelah Raihan makan nenas itu dengan lahapnya, mereka memutuskan untuk kembali ke kebun sawit karena ibu Indah memberi tahu bahwa makan siang sudah siap.
Setelah Indah dan Raihan tiba di kebun sawit, Semua mata yang ada disana tertuju kepada mereka. Karena Raihan yang menggendong Indah, membuat Fitri menjadi penasaran.
" Kok kamu gendongan sama Raihan? Apakah Raihan nggak capek? " Tanya Fitri dengan penasaran
" Nggak ko bu... Tadi Indah terjatuh saat dikebun teh dan sekarang kakinya cidera. " Jawab Raihan
" Trus gimana? Udah dikompres? " Tanya Fitri dengan rasa cemas.
" Udah bu " Jawab Raihan.
Akhirnya merekapun langsung duduk di sebuah pondok yang ada disana sambil menyantap makanan yang sudah tersedia.
Setelah selesai makan, mereka semua berbincang-bincang satu sama lain...
" Oh ya Fif bentar lagi kamu mau tamat SMA, rencana kamu mau kuliah dimana? " Tanya Raihan
" Aku mau masuk teknik mesin bang " Jawab Afif
" Kebetulan sekali Fif, dikampus kakak sekrang buka jurusan teknik mesin. Gimana kamu masuk disana? " Tanya Indah
" Boleh juga tu Fif. Biar kamu ada yang jagain disana. " Kata Fitri.
" Issshh ibu lagi. Aku udah gede bu... " Ucap Afif sedikit kesal.
" Yaudah terserah kamu saja Fif. " Kata Afdal.
Setelah beberapa menit mereka ngobrol, tiba-tiba kakek ingin melakukan sesuatu yang sudah lama tak dilakukannya...
" Indah... Sudah lama kakek tidak melakukan itu. Ayo kita lakukan. " Kata Kakek membuat Indah terkejut.
" Harus sekarang ya kek? " Tanya Indah
" Iya. Tapi kakek nggak mau sama kamu. Kakek maunya sama Raihan " Kata kakek membuat Indah terkejut.
" Baik kek. Oh ya kek mas Raihan ini... jago banget sama silat kek... " Kata Indah membuat Raihan tersedak saat minum.
" Bagus kalau begitu. Yok sekarang aja? " Kata Kakek.
Raihan menatap Indah dengan tatapan bingung. Indahpun langsung membawa Raihan untuk menukar kostum. Tapi...
" Kamu lagi Ndah... Aku kan nggak bisa silat... " Kata Raihan dengan kesal.
" Maafin aku mas. Lagian aku nggak bisa nolak permintaan kakek mas. " Kata Indah dengan rasa bersalah.
Raihan yang melihat istrinya itu seperti anak yang dimarahi ayahnya, akhirnya dia bersedia untuk bersilat dengan kakek. Meskipun dia tidak tahu sedikitpun tentang ilmu silat.
__ADS_1
Setelah mengganti kostum, mereka pun segera ke tempat yang sudah disiapkan Afif untuk bersilat. Kakek sudah siap untuk beradu dengan Raihan. Sedangkan Raihan, merasa cemas dan khawatir.
" Ndah... gimana ni? " Tanya Raihan dengan cemas.
" Mas santai saja. Nggak usah kayak cacing kepanasan wkwkwkwk " Ledekan Indah
" Isshhh kamu lagi " Kata Raihan dengan kesal.
Akhirnya Raihan menuju kakek yang sudah berdiri dihadapannya. Mereka terlebih dahulu memberi hormat dan berjabat tangan. Tak lama kemudian kakek langsung mengeluarkan jurus silat harimaunya.
Raihan yang melihat kakek seperti itu, kakinya langsung gemetaran. Dia melihat Indah yang sedang menyemangatinya, membuat Raihan yang tadinya takut sekarang menjadi bersemangat.
" Kamu duluan! " Suruh Kakek kepada Raihan
Raihan hanya diam dan maju sedikit demi sedikit. Saat Raihan menendang, kakek langsung memegang kakinya dengan satu tangan saja. Setelah itu, kakek langsung melepaskan pegangannya dan Raihanpun langsung terjatuh karena badannya tidak seimbang.
Indah melihat suaminya itu merasa kasihan dan khawatir...
" Mas Raihan... mas Raihan semangat mas... " Sorakan Indah yang tadinya Raihan ingin menyerah. sekarang menjadi bersemangat
Raihan yang melihat istrinya yang sedang menyemangatinya langsung berdiri walaupun berdirinya seperti orang pincang. Kakek pun langsung mengeluarkan jurus silat lainnya yang membuat Raihan merasa takut. Tapi, demi Indah dia langsung beraksi.
Setalah setengah jam, akhirnya mereka selesai juga. Indah yang melihat suaminya itu terduduk karena kelelahan, dia langsung menghampirinya sambil membawa air putih.
" Selamat mas... akhirnya kamu membuktikan bahwa kamu tidak pengecut " Ucap Indah dengan penuh bangga.
" Yaudah sekarang kita pulang. Udah jam 4 sore " Ajakan Indah.
Setelah mereka tiba dirumah, mereka langsung bersih-bersih karena sudah gerah. Setelah bersih-bersih, mereka semua langsung ke meja makan untuk makan malam.
Setelah makan malam, mereka langsung pindah ke ruang keluarga untuk mengobrol satu sama lain sambil menonton telivisi. Tak lama kemudian, terdengar bunyi dari handphone Raihan.
Indah yang melihat Raihan tersenyum bahagia , membuat dia langsung kesal dan bete karena, dia tahu siapa yang menelfon suaminya itu malam-malam gini.
" Permisi semuanya " Kata Raihan sambil meninggalkan ruangan keluarga dan menuju ke teras rumah.
Indah yang penasaran langsung mengikuti Raihan dari belakang.
(" Halo sayang... " Kata Raihan dengan lembutnya.
(" Halo juga sayang... kamu lagi ngapain? " Tanya Wulan
(" Lagi mikirin kamu hahahahah " Gombal Raihan membuat Indah yang mendengar menjadi kesal.
(" Isshhh kamu lagi sayang... bisa aja deh " Kata Wulan dengan manjanya.
(" Kamu kok nggak ada hubungi aku? Aku aja yang selalu hubungi kamu? " Kata Wulan dengan kesal
__ADS_1
(" Sorry sayang... aku sekarang lagi sibuk kerja. Jadi aki nggak sempat nelfon kamu. " Kata Raihan.
(" Sekarang kamu dimana? " Tanya Wulan
(" Aku di... Bandung " Ucap Raihan.
(" Ngapain? " Tanya Wulan dengan penasaran
(" Ya.... aku ke Bandung untuk... bisnis lah sayang? Terus untuk apa lagi? " Kata Raihan dengan bohong.
Setelah satu jam mereka ngobrol, akhirnya mereka mengakhiri obrolanya. Indah yang melihat suaminya itu dengan penuh kesal, dia langsung menuju kekamar tanpa mempedulikan Raihan.
Disisi lain, Wulan yang sudah mengakhiri obrolanya dengan Raihan, tiba-tiba ada seseorang yang menelfon Wulan. Dan ternyata dia adalah...
(" Halo Sayang lagi apa? " Tanya Andri
Andri adalah selingkuhan Wulan. Wulan terkenal sebagai playgirl karena semua anak orang kaya pasti dia pacari termasuk Raihan.
Andri merupakan anak dari seorang pengusaha batu bara di Kalimantan. Sehingga membuat mata Wulan bersinar dengan kekayaan Andri. Meskipun ketampanan Andri tidak jauh dari Raihan
(" Lagi nelfon sama kamu wkwkwkwk " Kata Wulan.
(" Udah makan belom? " Tanya Andri
(" Belum. Emangnya kenapa sayang? " Tanya Wulan dengan penasaran
(" Kita dinner yuk? " Ajakan Andri.
(" Ayo. Dimana? " Tanya Wulan
(" Nanti aku jemput. Yaudah aku siap-siap dulu ya... bye sayang. " Kata Andri langsung mengakhiri obrolanya.
Setalah meraka ngobrol, Wulan langsung bergegas untuk berdandan untuk dinner dengan Andri. Setelah Wulan berdandan, Wulan berkaca sambil berkata-kata...
" Wulan... Wulan.... kamu beruntung sekali mendapatkan Andri dan Raihan. Meskipun Andri kurang tampan... tapi dia baik dan royal kepada aku. Tapi kalau Raihan... sempurna. Wajah tampan, kaya lagi. Dia selalu memanjakan aku dengan barang-barang bermerek dan berkelas. Kamu beruntung sekali memiliki wajah yang cantik seperti ini " Kata Wulan sambil memuji kecantikannya
Setelah Wulan berdandan, tak lama kemudian datanglah Andri dengan mobil yang tak kalah dengan Raihan.
" Ayo masuk " Kata Andri sambil membuka pintu mobil untuk Wulan.
Setelah tiba direstoran, Andri disambut ramah oleh pelayan yang ada disana. Mereka duduk di meja yang sudah dipesan Andri. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawa sebuah bucket bunga.
" Wulan... sudah 4 bulan kita menjalani hubungan, sekarang aku ingin kita menjalani hubungan yang lebih serius " Kata Andri membuat Wulan penasaran.
" Maksudnya? " Tanya Wulan dengan penasaran
" Maukah kamu menjadi istriku? " Tanya Andri membuat Wulan terkejut.
__ADS_1