
Setelah Indah membisikkannya kepada Raihan...
" Ide bagus juga tu... Lagian bentar lagi mau jumatan. Yaudah sekarang kita pergi aja dari sini ntar ketahuan sama tante Diva. " Ajakan Raihan membuat mereka pergi dari cafe itu.
Saat di perjalanan, Indah memberitahu kepada teman-temannya atas kondisi yang dia hadapi saat ini. Dan mereka pun memakluminya.
" Indah tadi mana dek? " Tanya kak Putri.
" Indah sudah pergi kak. Karena ada urusan mendadak katanya. " Ucap Monic bohong membuat kak Putri percaya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai disebuah mesjid. Biasanya Raihan jumatan di mesjid kampus berhubungan Indah bersamanya, akhirnya dia mencari mesjid yang agak jauh agar status mereka tidak ketahuan sama anak kampus.
"Kamu disini aja ya. Ntar aku keluar langsung dikunci pintunya. Takutnya orang suruhan Andri memata-matai kita. " Ucap Raihan.
" Baik mas... Yaudah pergi lah lagi waktu Jumat hampir masuk. " Ucap Indah membuat Raihan pergi ke mesjid.
Setelah jumatan selesai, Indah dan Raihan langsung mencari sebuah restoran karena mereka belum sempat makan. Sampainya di restoran, Raihan langsung memesan ruang VIP untuk mereka agar privasi mereka terjaga. Sampainya diruang VIP mereka langsung memesan beberapa makanan. Setelah selesai memesan...
" Indah aku mau ngomong sesuatu sama kamu. " Ucap Raihan dengan tatapan serius.
" Apa tuh mas? " Tanya Indah penasaran.
" Boleh nggak saat liburan semester nanti aku pergi ke pulau sama teman-teman ku? " Tanya Raihan
" Yaahh tapi mas sudah janji saat liburan semester kita pulang ke Bandung. " Lesu Indah.
" Aku tahu... tapi teman-teman ku maksa untuk aku pergi Ndah... Kamu tahu gimana teman-teman aku itu. " Ucap Raihan membuat mereka diam sejenak.
" Iya sih... Tapi Wulan nggak ikut kan? " Tanya Indah membuat dia terkejut.
" Ikutlah dia Ndah. Kalau nggak ikut bukan Wulan namanya. " Ucap Raihan membuat Indah gelisah.
Sebenarnya Indah tidak rela kalau suaminya pergi ke pulau lantaran Wulan juga pergi. Raihan terus menatap Indah dengan tatapan imut seperti anak kecil memohon sesuatu. Demi suaminya senang, akhirnya Indah...
" Okelah aku setuju. Tapi mas harus janji satu hal. " Ucap Indah.
" Apa tu? " Tanya Raihan penasaran.
" Mas harus janji untuk tidak selingkuh dengan Wulan lagi. Ingat janji kita... Kita harus percaya satu sama lain. Tapi, kalau mas mengkhianati kepercayaan aku, lihat saja nanti. " Ancam Indah.
" Siap istriku. Aku sudah berjanji kalau aku akan mencintaimu seorang saja tidak lebih. Dan aku akan memegang kepercayaan kamu. " Ucap Raihan membuat Indah tenang.
Setelah mereka selesai makan, mereka langsung ke kampus lantaran ada kuliah siang.
Seperti biasa, Indah diturunkan diujung jalan kampus. Dan saat Raihan tiba di kampus, sahabatnya langsung...
" Kenapa kamu tinggalin kita aja di cafe setelah ketemu sama sicupu? " Tanya Fauzi.
__ADS_1
" Sorry soalnya ada beberapa hal yang harus dibahas dan lagian waktu Jumat hampir masuk juga tadi makanya aku langsung pergi. " Jawab Raihan.
" Oooo btw jumatan dimana kamu tadi? " Tanya Fauzi.
" Aku jumatan dekat sana soalnya nggak keburu ke kampus. " Jawab Raihan.
Setelah perkuliahan selesai, semua orang di kampus, mulai meninggalkan kampus. Tetapi tidak Indah and gengs. Mereka malah pergi ke perpustakaan untuk persiapan UAS yang dilaksanakan minggu depan.
Berbeda dengan Raihan and gengs. Mereka pergi ke bioskop untuk nonton film baru launching.
" Raihan kita beli cemilan untuk didalam dulu yuk. " Ajakan Dita yang sudah sampai di mall.
Setelah mereka selesai membeli cemilan, mereka pun langsung pergi ke bioskop.
" Oh ya Ndah, tumben kamu masih disini. Biasanya udah pergi sama bang tampan ke kantor. " Tanya Shalda.
" Ooo mas Raihan pergi ke bioskop sama teman-temannya. " Jawab Shalda.
" Pasti wanita lajang itu pergi juga kan? Indah kamu harus hati-hati sama pelakor itu. Meskipun bang Raihan sudah menyatakan cinta kepada mu... Tapi setan ada dimana-mana Ndah. Aku tidak mendoakan tapi kamu tahu sendiri kak Wulan itu seperti apa? " Ucap Monic membuat Indah diam.
Apa yang dikatakan Monic betul adanya. Meskipun suaminya telah mencintai dirinya, tetapi dia masih rasa cemas dan takut karena pelakor itu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Raihan.
" Kamu kenapa melamun Ndah? " Tanya Zalfa.
" Nggak ada kok... Yuk baca buku untuk persiapan UAS. " Ajakan Indah.
" Pak Raihan. " Sorak Yana.
" Oh ya Yana... Ada apa? " Tanya Raihan penasaran
" Boleh saya bicara 4 mata sama bapak? " Tanya Yana membuat Raihan penasaran.
" Baik. Oh ya kalian pergi makan aja dulu... Ntar aku nyusul kesana. " Ucap Raihan membuat mereka pergi dan Raihan pergi ke ruang Yana.
Sampainya di ruangan...
" Raihan kamu masih mempunyai hubungan sama pacar kamu itu? "Tanya Yana non formal membuat Raihan terkejut.
" Maksud kamu apa Yana? " Tanya Raihan penasaran
" Coba kamu lihat disini. Kamu dengan mesranya menggandeng tangan dia. Ingat Han... Kamu sudah nikah sama Indah. Jangan kamu sakitin hatinya." Ucap Yana sambil memperlihatkan cctv di layar monitor.
" Ooo itu. " Ucap Raihan santai.
" Cuman Ooo? Kalau keluarga besar permana sampai tahu... Kamu dapat masalah besar Han. " Ucap Yana.
Raihan menjelaskan kenapa dia masih sama Wulan dan apa yang terjadi seandainya dia putus sama Wulan secepat ini yang membuat dia mengerti. Dan Raihan meminta agar ini dirahasiakan dari keluarga besar permana.
__ADS_1
" Ooo gitu alasannya. Aku ngerti dengan perasaan Indah... Tapi sampai kapan kalian kayak gini? Kamu tahu Wulan itu gimana orangnya? Segala macam cara dia halalkan untuk mendapatkan kemauannya. " Ucap Yana membuat Raihan terdiam
Jujur didalam hati Raihan dia merasa cemas dan takut apabila dia masih bersama Wulan. Tapi mau gimana lagi? Ini jalan satu-satunya agar pernikahan mereka dirahasiakan oleh depan publik. Dan rahasia busuk Wulan terbongkar.
Tak lama kemudian terdengar bunyi handphone didalam celana Raihan...
(" Halo bang Raihan dimana? Indah merasa pusing dan demam bang. " Ucap Monic membuat Raihan terkejut.
(" Apa? Indah demam? Sekarang kalian dimana? " Tanya Raihan cemas.
(" Kami berada di klinik bang. " Jawab Raihan.
(" Oke Abang segera kesana. " Ucap Raihan menutup teleponnya.
" Kenapa Han? " Tanya Yana?
" Indah demam Yana... Aku pergi dulu ya. " Ucap Raihan meninggalkan ruangan itu.
Tak butuh waktu lama, Raihan pun langsung pergi ke klinik. Sampainya di klinik...
" Indah kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Raihan cemas.
" Aku nggak apa-apa kok mas... Cuman demam biasa aja. Tadi dokter sudah beri aku obat demam. " Jawab Indah.
" Serius kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Raihan lagi.
" Iya mas... Aku nggak kenapa-napa kok. " Ucap Indah membuat Raihan lega.
" Baiklah bang... Kami semua pamit pulang dulu bang. Permisi. " Ucap sahabat Indah meninggalkan tempat itu.
" Tahu nggak saat Monic nelfon kalau kamu demam, aku cemas loh. Udah tahu sakit tapi masih juga ke perpustakaan untuk persiapan UAS. Kesehatan kamu jauh lebih penting Ndah dari pada persiapan UAS. " Cerewet Raihan.
" Hahaha... Kamu nggak usah cemas seperti itu mas. Lagian ini cuman demam biasa aja kok. " Ucap Indah.
" Aku khawatir sama kamu... Karena kamu istri aku Ndah... Suami mana yang nggak cemas melihat istrinya sakit. " Ucap Raihan.
" Ya ya mas... Yaudah kita pulang aja yuk mas. " Ajakan Indah.
Sampainya di rumah, Raihan langsung menggendong Indah ke kamarnya. Dan sampai dikamar, Indah ditidurkan di atas ranjang dan dia langsung mengambil kompres agar demam Indah turun.
Tak lama kemudian, Raihan langsung masuk sambil membawa kompres dan makanan buat Indah karena saat makan siang tadi, makanya cuman sedikit.
" Kamu makan dulu ya Ndah agar kamu ada stamina nya. " Ucap Raihan.
" Aku masih kenyang mas. " Tolak Indah.
" Kenyang dari mana? Tadi siang aja kamu makanya cuman sedikit. Yaudah aku suapin. " Cerewet Raihan membuat Indah mau makan.
__ADS_1
Selesai makan, Indah langsung istirahat tak lupa dikompres keningnya.