Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 58 " Kata Bijak dari Seorang Istri. "


__ADS_3

Setelah perkuliahan dengan pak Andri berakhir, Raihan dan Wulan dengan segera pergi ke ruangan pak Andri. Mereka kebingungan saat mencari ruangan pak Andri dan kebetulan Indah and gengs sedang duduk dilorong kampus. Dan Raihan pun....


" Ndah kamu tahu ruangan pak Andri? " Tanya Raihan.


" Tahu bang. Ruangannya ada di dekat tangga disana bang. " Jawab Indah.


Raihan dan Wulan langsung pergi meninggalkan istrinya itu. Saat berada di pintu ruangan itu, Raihan dan Wulan merasa takut.


Ketakukan Raihan adalah masalah nilai. Kalau nilainya kosong maka dia akan mengulang perkuliahan dari awal. Sedangkan Wulan, selain nilai dia khawatir dengan hubungannya dengan Andri.


" Permisi pak. " Ucap Raihan membuka pintu.


" Silahkan masuk. " Jawab Andri


Raihan dan Wulan langsung masuk keruangan itu dengan gemetaran. Andri hanya diam memperhatikan Raihan dan Wulan yang sudah mandi lokal karena ketakutan. Setelah diam beberapa menit, akhirnya...


" Kalian tahu kesalahan kalian apa? " Tanya Andri.


" Tahu pak... Kami mau minta maaf pak karena main handphone saat ujian. Tapi itu Wulan yang mulai duluan pak. " Ucap Raihan.


" Kok aku sih? " Tanya Wulan.


" Iya kamu yang duluan chat aku untuk minta jawaban. Padahal aku lagi fokus ujian tahu. " Jawab Raihan.


" Udah tahu aku itu sering kayak gitu... kamu silend kek handphone kamu. " Ucap Wulan kesal.


" Mana aku tahu Lan... aku lagi fokus ujian. " Ucap Raihan.


Andri yang melihat mereka bertengkar seperti itu dia langsung menepuk meja dengan sekerasnya yang membuat mereka langsung diam.


" Itu kesalahan kalian berdua. Dan tidak ada disalahkan satu sama lain. Kalau kalian kesini untuk berdebat lebih baik kalian keluar! " Ucap Andri membuat mereka diam.


" Maaf pak saya terbawa emosi. Jadi bagaimana ujian saya sama Wulan pak? " Tanya Raihan.


"' Ujian kalian berdua hari ini nilainya kosong. Karena kalian telah melanggar aturan yang saya buat. " Jawab Andri.

__ADS_1


" Maafkan aku Lan... aku terpaksa melakukan ini karena aku sakit hati sama kamu. " Gumam Andri.


" Jadi bagaimana solusinya pak? Supaya nilai kami lengkap? Tanya Raihan.


Andri langsung mengambil beberapa buku tebal yang ada di lemari dan diapun langsung...


" Kalian bikin resume per bab dari buku ini. Dan kumpulkan besok jam 10 di ruangan saya. " Ucap Andri.


" Apa? Besok pak? " Tanya Wulan.


" Iya besok. Kalau kamu tidak mau ya nggak apa-apa. Nilai kamu juga pengaruhnya. " Jawab Andri.


Disisi lain, Indah and gengs merasa heran dengan sikap Raihan dan Wulan yang kelihatan panik...


" Suami kamu kenapa Ndah? " Tanya Monic.


" Isshh kamu Nic. Jangan kayak gitu ngomongnya... Ini masih dikampus tahu? " Kesal Indah.


" Sorry Ndah... habisnya mereka panik gitu ke ruangan dosen tampan itu. " Ucap Monic.


" Aku nggak tahu juga. Kita lihat saja nanti. " Ucap Indah.


" Kenapa Wulan cuman satu buku pak? Sedangkan saya tiga buku pak? " Tanya Raihan.


" Kamu laki-laki kan? Pasti bisa lah ngerjain itu semua. Kalau Wulan dia perempuan... apa kamu tidak kasihan? Dia pacar kamu kan? " Tanya Andri membuat Raihan pasrah.


Andri sengaja melakukan itu semua karena dia merasa sakit hati sama Raihan. Dan Andripun mempersilahkan Raihan untuk keluar duluan karena dia masih ada urusan sama Wulan.


Saat Raihan keluar dengan membawa tiga buku tebal, Indahpun langsung menghampiri suaminya itu...


" Abang kenapa sebal kayak gitu? Dan bawa buku banyak banget? " Tanya Indah.


" Abang sebal sama dosen baru itu... Masa iya gara-gara Wulan chat abang saat ujian abang yang kena hukumannya... Seharusnya Wulan dong... Dia yang duluan chat abang. " Kesal Raihan.


" Lagian salah abang juga sih... udah tahu sedang ujian... masih juga balas chat kak Wulan. " Ucap Indah membuat Raihan tambah kesal.

__ADS_1


" Percuma aja aku bicara sama kamu. Kamu sebagai istri tidak bisa memberikan solusi. " Ucap Raihan membuat hati Indah sakit.


Disisi lain, Andri dan Wulan didalam ruangan itu terdiam satu sama lain. Wulan saat ini merasa gelisah sekali saat Andri menatap tajam dirinya.


" Udah berapa lama kalian pacaran? " Tanya Andri.


" Kamu sudah tahu kenapa kamu tanya lagi? " Jawab Wulan gugup.


" Aku hanya pastikan saja. Ternyata udah selama itu kamu menduakan aku... Apa kamu tidak fikir gimana perasaan aku selama ini sama kamu? Tapi malah kamu menduakan aku sama dia? Untuk apa kita pacaran 3 tahun kalau kamu menduakan aku? Buat cadangan? Emangnya aku cowok apaan? " Emosi Andri.


" Maafkan aku Ndri... aku tidak bermaksud untuk menduakan kamu... tapi entah kenapa disaat aku sama kamu rasanya nyaman sama seperti aku dan Raihan. " Bohong Wulan.


" Tapi kenapa kamu nggak jujur saat aku? " Tanya Andri.


" Aku tidak mau membuat kamu sedih Ndri... lagian aku cinta sama kamu... dan aku cinta juga sama Raihan. " Jawab Wulan.


" Terus sekarang kita harus bagaimana Lan? Aku nggak mau cintaku dibagi sama orang lain... Sekarang kamu harus pilih aku atau dia? " Tanya Andri tegas.


" Beri aku waktu Ndri. " Ucap Wulan.


" Aku beri kamu waktu sampai besok. " Ucap Andri.


Raihan yang kesal sama istrinya diapun langsung duduk dilorong kampus sambil memfikirkan bagaimana dia menyelesaikan tugas yang diberikan pak Andri tadi.


Tak lama kemudian Indah and gengs duduk juga dilorong itu sambil berbincang-bincang...


" Oh ya Ndah kenapa suami mu itu marah sama kamu tadi? Padahal dia yang salah... malah dia yang marah sama kamu. " Tanya Monic.


" Dalam berumah tangga pasti ada masalah yang menerpa kita... baik masalah besar atau masalah kecil seperti tadi. Kita sebagai pasangan harus bisa menyikapi masalah yang kita hadapi. Kalau tidak maka terjadilah percekcokan antara istri dan suami. " Jawab Indah.


" Waahh jawaban kamu bijak sekali Ndah... aku kagum padamu. " Ucap Shalda.


" Oh ya Ndah sekarang kita tahu suami kamu itu sekarang lagi menjalin hubungan sama perempuan lain... Seandainya, kalau suami kamu dan dia menjalin hubungan yang lebih serius apakah kamu siap diduakan? Atau kamu cerai dengannya? " Tanya Monic lagi.


" Menurut aku pernikahan itu adalah ikatan suci yang harus kita jaga sampai maut memisahkan. Jadi aku tidak akan bercerai dengan suamiku... karena aku menjunjung tinggi pernikahan. Seandainya suamiku menduakan aku, aku siap untuk diduakan, selagi suamiku berlaku adil kepadaku. Karena itu hak suamiku... dan aku harus menerimanya. " Jawab Indah membuat semua temannya kagum dengan dirinya.

__ADS_1


Raihan yang mendengar percakapan mereka, membuat Raihan meneteskan air matanya. Karena dia tidak menyangka kalau Indah melontarkan jawaban seperti itu.


" Ndah... hati kamu terbuat dari apa sih? Jujur Ndah... aku tidak siap dan tidak akan pernah siap untuk berpoligami. Karena itu tanggung jawab yang besar untukku. Satu istri aja sudah besar tanggung jawab aku apalagi dua? Dan membuat aku tambah kagum padamu, kamu tidak akan pernah mengakhiri pernikahan kita meskipun pernikahan ini adalah pernikahan terpaksa. " Gumam Raihan.


__ADS_2