
Saat sicupu melangkahkan kakinya di pintu gerbang kampus, Wulan yang melihatnya langsung emosi karena dia telah merebut Raihan dari dirinya.
Wulan ingin sekali memberi pelajaran terhadap sicupu itu namun...
" Sayang ayok ke kelas udah jam 8 nih. " Ajak Raihan membuat Wulan menahan dirinya.
Indah yang sedang berjalan menuju kelas bersama sahabatnya, tiba-tiba...
" Oh ya Ndah kemarin bang tampan kenapa? " Tanya Shalda.
" Nggak apa-apa kok... kemarin hanya pusing saja karena kelelahan. " Jawab Indah bohong.
Shakti yang melihat Indah bersama sahabatnya jalan, dia langsung menghampiri mereka dan Indahpun terkejut dan cemas karena Shakti sudah tahu kebenarannya.
Indah takut kalau Shakti akan berbicara masalah ini dikampus karena mahasiswa kebetulan rame dilorong itu. Namun, Shakti hanya diam dan memperhatikan Indah yang ketakutan itu.
Saat tiba dikelas, Shalda dan Zalfa yang merasa heran dengan sikap Shakti terhadap Indah tadi, diapun langsung bertanya kepada Indah...
" Ndah... kenapa sikap Shakti dingin kali sama kamu? " Tanya Zalfa.
" Aku nggak tahu... mungkin masalah kemarin. " Jawab Indah.
" Masalah kemarin? Maksudnya? " Tanya Zalfa.
" Shakti sudah tahu kalau Indah dan bang Raihan sudah menikah. " Jawab Monic membuat Zalfa dan Shalda terkejut.
" Pasti hati Shakti hancur sekali... Soalnya dia cinta mati sama kamu Ndah. " Ucap Zalfa.
" Yaa... gimana lagi? Nanti aku akan bicara sama dia. " Ucap Indah dan tak lama kemudian, dosen pun masuk keruangan itu.
Saat istrahat, Indah yang melihat Shakti sedang duduk sendirian ditaman kampus dan kebetulan ditaman lagi sepi. Dan diapun langsung menghampirinya
" Hai Shakti. " Sapa Indah.
" Ada apa? " Ucap Shakti dingin.
" Kok kamu dingin sekali sama aku? Apa karena kejadian kemarin? " Tanya Indah
" Jujur aku kecewa sama kamu Ndah kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu sudah menikah... Dan membuat aku tambah kecewa lagi kamu menikah sama orang yang sudah membully kamu yaitu bang Raihan. " Jawab Shakti penuh kecewa.
__ADS_1
" Aku minta maaf Ti... aku bukanya tidak kasih tahu kekamu. Tapi, kalau kamu emosi melihat sikap bang Raihan yang seperti itu... aku takut kalau kamu akan bongkar semuanya. " Maaf Indah.
" Kenapa tidak kamu ungkapkan aja ke semua orang? " Tanya Shakti.
" Aku bukanya tidak mau mengungkapka status aku... tapi aku tidak mau di cap sebagai pelakor, incar warisan bla bla sama orang. " Jawab Indah.
" Trus kapan kamu ungkapkan ke semua orang? " Tanya Shakti lagi.
" Saat waktunya tiba. " Jawab Indah.
Shakti langsung memahami kondisi Indah saat ini. Ditambah lagi Raihan yang sudah pacaran sama Wulan jauh sebelum Indah dan Raihan menikah. Saat menikmati udara ditaman kampus...
" Jujur aku dulu nggak pernah nyangka kalau bang Raihan menjadi suami aku. Dulu aku sangat tidak suka dengan sikap bang Raihan yang selalu membully aku, cerewet. Dan dulu aku pernah ngomong kalau aku tidak mau menjadi pacar bang Raihan... Eh ternyata aku jadi istrinya wkwkwk. " Ucap Indah.
" Hahahaha makanya kamu jangan ngomong seperti itu... akhirnya kamu termakan omongan sendiri jadinya. " Ucap Shakti.
" Kayak gini kan asik... nggak seperti tadi dingin. " Ucap Indah membuat Shakti tertawa menjadi diam.
" Aku tahu kalau kamu suka sama aku semenjak SMA. " Ucap Indah membuat Shakti terkejut.
" Apaan sih... siapa juga suka sama kamu. " Ucap Shakti salah tingkah.
" Ini sudah jalanya Ti kalau kamu jadi sahabat aku bukan pasangan aku... Dan aku percaya kalau jodoh, hidup, mati sudah ditentukan sama tuhan. Mungkin jodoh kamu ada disekitar kampus ini. Dan bisa saja dekat dengan kamu tapi kamu tidak menyadarinya. " Ucap Indah
" Maksud kamu Ndah? " Tanya Shakti.
" Iya... mungkin jodoh kamu dekat sekali dengan kamu. Bahkan dia mencintai kamu terlalu dalam. Dia rela berkorban demi kamu Shakti. " Jawab Indah membuat Shakti tambah bingung.
" Siapa sih orangnya Ndah? " Tanya Shakti lagi.
" Itu kamu cari tahu sendiri... aku tidak akan kasih tahu... Yaudah aku ke kantin dulu ya... " Ucap Indah meninggalkan Shakti dalam kebingungan.
Ada dua pasang mata memperhatikan mereka sejak tadi. Raihan dan Monic sangat penasaran sekali apa percakapan mereka yang membuat suasana dingin bisa ceria kembali.
Saat Indah jalan dilorong kampus, tiba-tiba Wulan and gengs menghampirinya dan langsung menampar wajahnya...
" Dasar wanita penggoda. Berani lo ya menggoda pacar gue... " Ucap Wulan emosi.
" Maksud kakak? " Tanya Indah penasaran.
__ADS_1
" Lo nggak usah lugu deh... gue udah tahu kalau lo suka sama pacar gue Raihan. " Jawab Wulan.
Indah takut sekali melihat semua mahasiswa yang memperhatikan dirinya. Dia sudah tidak kuat lagi mendengar bisik-bisikan mahasiswa disana. Namun, dia mencoba menguatkan dirinya.
" Apa? Menggoda bang Raihan? Asalkan kakak tahu ya... kalau aku tidak pernah menggoda bang Raihan... Nggak percaya tanya aja sama orangnya. Atau jangan-jangan kak Wulan tidak menarik lagi dimata bang Raihan yang membuat bang Raihan berubah sama kakak. " Ucap Indah dengan centil.
" Berani lo ya... dasar wanita... " Ucap Wulan sambil menampar Indah. Namun ditahan oleh...
" Kamu kenapa Lan? " Tanya Raihan.
" Oooo jadi kamu membela sicupu ini dari pada pacar kamu. " Ucap Wulan emosi.
" Jelas aku membelanya karena dia itu i... " Ucap Raihan emosi dan hampir bilang " istriku " untung saja Indah menahan suaminya itu tidak mengucapkan kata itu.
" Karena apa? " Tanya Wulan penasaran.
" Karena dia itu junior sekaligus sekretaris aku. Kalau dia sampai sakit apa kamu tanggung jawab? " Tanya Raihan membuat Wulan diam.
" Kamu jangan cemburu buta seperti ini Lan... aku tidak pernah tergoda dengan dia dan aku tidak suka sama dia. " Ucap Raihan membuat hati Indah sakit. Namun dia tahu itu hanya drama agar Wulan percaya.
" Sekarang aku mau kamu minta maaf sama Indah! " Ucap Raihan.
" Yaudah Ndah... gue minta maaf. " Ucap Wulan sambil berjabat tangan.
Indah langsung pergi meninggalkan lorong itu. Dan dia pergi ke sebuah tempat rahasia yang dimana cuman Raihan dan dia yang tahu tempat itu.
Raihan yang ingin sekali mengejar istrinya itu, diapun langsung ditahan oleh Wulan...
" Mau kemana? Pasti ngejar sicupu itu kan? " Tanya Wulan. Tiba-tiba ada chat masuk di handphone Raihan.
" Nggak siapa yang ngejar dia? Aku tu... ada rapat sama anggota BEM untuk acara akhir semester. Nggak percaya? Ini chatnya. " Jawab Raihan sambil memperlihatkan isi chat itu.
" Yaudah... aku minta maaf atas sikapku yang kekanakan ini Han... jujur semenjak kamu sama Indah sikap kamu berubah sama aku. " Ucap Wulan.
" Aku nggak berubah... aku masih jadi Raihan yang dulu kok. " Ucap Raihan sambil memeluk Wulan.
" Aaaa so sweet banget deh. " Ucap Dita, Intan dan Cici.
Ada seseorang yang menyaksikan kemesraan Raihan dan Wulan seperti itu diujung sana yang membuat hatinya sakit sekali. Sakit yang dia rasakan sudah tidak tahan lagi, dan diapun langsung pergi ke sebuah tempat untuk menenangkan dirinya.
__ADS_1