
Setelah Indri dan teman-temannya menyerah dan kabur karena jurus yang dikeluarkan oleh Indah dan Monic yang mengakibatkan mereka babak belur, Raihan, Shalda, Zalfa dan anak SD itu memuji keberanian indah dan Monic.
" Waahhh kakak hebat. Kakak bisa mengalahkan kakak jahat itu. " Pujian anak SD itu.
" Waahhh kalian hebat. Kalian bisa mengalahkan para-para penjahat seperti Indri. " Pujian Zalfa.
Raihan yang menatap Indah dengan tatapan sinis membuat Indah jadi penasaran.Tapi, saat Indah mau bertanya kepada Raihan mengapa dia menatap Indah seperti itu, langsung...
" Kamu hebat. Aku nggak salah menikahi mu. " Ucap Raihan sambil memeluk badan Indah yang mungil itu.
Mendengar ucapan suaminya itu membuat Indah menjadi terharu dan meneteskan air matanya. Karena dia sangat beruntung sekali mempunyai suami seperti Raihan.
Saat Indah dan Raihan berpelukan, Monic, Shalda dan Zalfa langsung terbawa suasana karena mereka tahu bahwa impian Indah selama ini untuk menikah dengan pria idamannya sudah terwujud.
Setelah itu mereka langsung menuju ke tempat piknik mereka tadi. Lalu mereka duduk diatas karpet yang sudah dibentangkan oleh Raihan.
" Oh ya gimana kita makan dulu? Perut aku sudah lapar. " Ajakan Shalda.
" Isshhh kamu. Baru jam 11.00 udah lapar aja. " Jawab Monic.
" Yaudah. Kita makan cemilan aja dulu. Mas tolong ambilkan cemilan di bagasi dong? " Kata Indah dengan manjanya.
Raihan langsung mengambil cemilan itu. Mereka merasa iri kepada Indah karena dia mendapatkan suami sebaik Raihan.
" So sweet banget. " Ucap Shalda.
" Kalian bisa aja deh. " Ucap Indah malu-malu.
Setelah Raihan mengambil cemilan itu dari mobil, dia langsung menuju tempat piknik yang ada diujung sana.
Raihan merasa heran dan kepo karena mereka serius sekali gibahnya. Dan dia langsung...
" Serius amat gibahnya. Emangnya gibahin siapa? " Tanya Raihan dari belakang membuat mereka terkejut.
" Nggak kok. Cuman gibah anak kampus aja. " Ucap Indah bohong.
Sebenarnya tadi mereka gibah mengenai Wulan dan Raihan. Karena sudah 3 hari ini Wulan nggak pernah nelfon atau video call sama Raihan.
__ADS_1
Hal itu membuat Indah curiga sama Wulan. Karena kalau cuman Raihan pacarnya, mustahil dia nggak memberi kabar kepada Raihan. Pasti dia punya simpanan atau Raihan cuman jadi pelariannya saja. Dan semenjak nikah, Raihan nggak sama sekali mempedulikan Wulan. Biasanya dia dulu yang nelfon Wulan.
Hati Indahpun senang karena sudah 3 hari ini dia dan Raihan merasakan kenikmatan pacaran halal. Dan hal itulah mereka mulai jatuh cinta satu sama lain.
Sambil mencicipi cemilan, Monic mengeluarkan kertas impian itu dari botol lalu dia robek dan langsung dibuang ke sungai. Hal itu membuat Indah dan lainnya jadi penasaran.
" Kok kamu sobek kertas impian kamu? " Tanya Indah dengan penasaran.
" Punya kamu sudah dirobek sama Indri, jadi aku robek juga punyaku. Biar adil... dan sekarang kita nggak berdua lagi ada Zalfa, Shalda dan bang Raihan. Jadi aku pengen kita buat impian dari awal. " Kata Monic membuat Indah, Zalfa dan Shalda terharu.
" Aku nggak mau. Kayak anak kecil aja. " Ucap Raihan
" Bukan kayak anak kecil mas... tapi itu merupakan target kita. Kedepannya apa target mas? Mas pasti punya target kan? " Tanya Indah
" Ada. " Jawab Raihan singkat.
" Apa? " Tanya Indah dengan penasaran
" Punya anak dari kamu. " Ucap Raihan dengan genitnya.
Mendengar ucapan Raihan itu, membuat Indah seperti kepiting goreng. Dan membuat dia menjadi kesal karena dia tidak mau punya anak diusianya sekarang.
" Ya Ndah... kami sudah nggak sabar punya ponakan dan menjadi tante... betul kan gengs? " Tanya Monic lalu mereka semua menjawab " Iya. "
" Kalian tunggu saja kabarnya. Yang pasti nggak sekarang tapi nanti apabila aku sudah siap. " Kata Indah membuat mereka kecewa.
Akhirnya Monic membagikan kertas warna warni dan botol kepada teman-temannya satu persatu termasuk Raihan. Dan mereka mulai membuat impian mereka masing-masing.
Indah membuat impiannya dengan penuh semangat sedangkan Raihan hanya menatap kertas kosong itu sambil memikirkan impiannya.
" Kok mas nggak bikin? Katanya mas punya impian? " Tanya Indah.
" Ada tapi cuman satu tadi. Masa impiannya cuman satu harus ditulis juga? " Ucap Raihan
" Meskipun satu tetap mas bikin. Coba mas pikir-pikir pasti ada impian mas yang belum tercapai saat ini temasuk yang tadi. " Kata Indah membuat Raihan berfikir kemudian dia mulai menulis impiannya itu dikertas.
Setelah mereka menulis impian mereka di kertas itu, mereka memasukannya kedalam botol lalu dikuburkan di sebuah pohon besar yang ada disana.
__ADS_1
Saat Raihan menggali tanah dekat pohon itu, tiba-tiba terdengar bunyi handphone dari Shalda. Dan ternyata yang video call adalah...
(" Hai Sayang. Lagi ngapain? " Tanya Febru
Shalda dan Febru sudah resmi pacaran. Mereka jadian bertepatan dihari pernikahan Indah dan Raihan.
Monic dan Zalfa sudah tahu bahwasanya Shalda dan Febru pacaran. Karena saat Febru melamar Shalda, Monic dan Zalfa menjadi saksinya.
Indah dan Raihan bingung siapa yang video call Shalda dengan panggilan sayang. Karena mereka belum tahu bahwasanya Shalda dan Febru sudah pacaran. Karena kebingungan Indah, membuat dia langsung bertanya.
" Siapa tu? " Tanya Indah dengan penasaran.
" Siapa lagi bukan Febru. " Ucap Monic.
" Febru? Maksudnya? " Tanya Indah lagi.
" Kalian belum tahu ya? Febru sama Shalda udah pacaran. " Jawab Monic membuat Indah dan Raihan terkejut.
" Serius? " Tanya Indah untuk memastikan apa yang dia dengar barusan.
Monic cuman menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat Indah bahagia karena sahabatnya itu pacaran dengan Febru.
Sebenarnya Indah sudah curiga dengan tatapan Febru dan Shalda saat di Bogor waktu itu. Tapi sekarang kecurigaannya sudah terungkap.
(" Aku lagi di tepi sungai sama Monic, Zalfa, Indah dan bang Raihan. Jawab Shalda.
(" Bang Raihan? " Tanya Febru dengan penasaran.
Shalda menjelaskan kepada Febru bahwasanya Indah dan Raihan sudah menikah saat mereka jadian. Dan Shalda meminta kepada Febru untuk merahasiakan dari anak kampus.
Febru langsung menyetujuinya karena Indah langsung yang meminta kepada Febru agar merahasiakan pernikahan mereka.
Setelah Shalda dan Febru video call, mereka langsung meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat berikutnya yaitu puncak.
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di puncak. Mereka singgah di sebuah warung kopi kawa daun. Karena kopi kawa daun disana sangat enak dan nikmat.
Setelah mereka menikmati kopi kawa daun, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat banyak pengunjung untuk mengabadikan moment mereka disana. Karena disana ada berbagai macam bunga yang membuat lokasi itu bagus.
__ADS_1
" Mas kita selfi dulu yuk. " Ajakan Indah.
Saat menekan tombol merah pada layar handphonenya, mereka terkejut karena bukan foto melainkan video. Indah lupa menukar Video menjadi Foto. Tapi hal itu membuat mereka lucu dan tertawa dalam video itu.