
Saat Indah keluar dari kamarnya, tiba-tiba lantainya licin membuat dia hampir jatuh. Namun, untung saja Raihan langsung merangkul pinggang istrinya itu.
Raihan dan Indah menatap satu sama lain. Detak jantung mereka langsung berdetak kencang. Raihan melihat kecantikan istrinya itu, dia kangen sekali dengan bau parfum dan wanginya rambut Indah.
Begitupun Indah yang melihat ketampanan suaminya itu, dia kangen sekali bau parfum suaminya itu dan bola mata yang Indah terpampang di wajah tampannya...
" Maaf. " Ucap Indah setelah sadar.
" Ya nggak apa-apa. Lain kali hati-hati jalanya. " Ucap Raihan lembut.
Merekapun langsung pergi dengan menaiki mobil mewah Raihan. Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai di cafe teras. Dan langsung memasuki cafe itu.
Saat memasuki cafe, Raihan dan Indah langsung menemui pak Budi...
" Maaf kami sudah membuat bapak menunggu lama. " Ucap Raihan.
" Nggak apa-apa lagian saya belum lama juga nunggu kalian. Mari duduk. " Ucap Pak Budi.
Mereka langsung meeting dengan Pak Budi dengan lancar. Setelah meeting, Pak Budi langsung pergi lantaran ada urusan lagi diluar.
" Kita sudah selesai meeting kan? Aku pulang duluan. " Ucap Indah namun ditahan oleh Raihan.
" Siapa suruh kamu pergi? Kita makan dulu baru pulang. Aku nggak mau kita mubazir makanan... diluar sana orang-orang susah mencari makan. Kita seenaknya aja membuang makan. " Ucap Raihan.
Sebenarnya Indah tidak mau makan bersama orang yang telah mengikari komotmen nya. Namun, sebagai seorang istri dia harus mentataati perintah suaminya. Akhirnya diapun terpaksa makan bersama Raihan.
Selesai makan, merekapun langsung pulang. Fajar telah berganti menjadi bulan, Sepanjang jalan Indah melihat lalu lintas yang padat karena pulang jam kerja.
Saat dijalan, Indah melihat pasar malam yang penuh banyak wahana permainan...
" Sudah lama sekali aku nggak kepasar malam. " Ucap Indah.
Raihan yang mendengar ucapan istrinya itu, diapun langsung memutarkan mobilnya kepasar malam. Indah yang melihatnya diapun langsung...
" Kenapa kita kepasar malam mas? " Tanya Indah penasaran.
" Katanya kamu udah lama sekali nggak ke pasar malam. Lagian aku belum pernah ke pasar malam. Yuk kita kesana. " Ajakan Raihan.
" Apa? Jadi selama ini mas belum pernah kepasar malam? Hahaha. " Ledek Indah.
" Terus ledek suami kamu ini. " Kesal Raihan namun dia senang melihat tawa istrinya itu.
" Maaf... yuk. " Ajak Indah.
Saat mereka memasuki pasar malam itu, betapa senangnya hati Indah yang sudah lama tidak melihat pasar malam. Raihan melihat keceriaan istrinya itu merasa senang karena dia bisa melihat keceriaan yang terpancar di wajah cantiknya.
" Gimana? senang? " Tanya Raihan.
" Senang banget mas... wahh ada jual gulali... Udah lama nggak makan gulali. Kita beli yuk mas. " Ajak Indah dikabulkan oleh Raihan.
__ADS_1
" Pak saya mau beli gulali satu ya pak. " Ucap Indah ke bapak jual gulali.
" Baik mbak. " Ucap bapak jual gulali itu.
Setelah membeli gulali itu, Indah melihat suaminya itu seperti orang jijik. Dan diapun langsung...
" Kamu kenapa mas? " Tanya Indah.
" Aku merasa geli aja makan gulali itu. Soalnya tempatnya kurang higenis. " Jawab Raihan.
" Yaelah mas... dimana-mana orang jual gulali itu seperti itu tempatnya. " Ucap Indah.
Indah yang melihat Raihan seperti itu, dia langsung meyuapkan gulali itu ke mulutnya. Saat menelan gulali itu, mata Raihan langsung bersinar dan diapun mengambil gulali itu didalam plastik dan memakannya.
Saat jalan-jalan sekitar pasar malam, Indah melihat ada permainan lempar gelang. Siapa yang menang akan mendapatkan boneka beruang besar. Raihan yang melihat Indah ingin mendapatkan boneka itu, diapun langsung...
" Kita mau kemana mas? " Tanya Indah namun Raihan tak menghiraukan istrinya itu
" Mas mau main untuk mendapatkan boneka ini? " Ucap penjaga main itu.
" Iya saya mau main untuk mendapatkan boneka itu. " Ucap Raihan membuat Indah baper.
Penjaga main lempar gelang itu memberikan 3 buah gelang. Setiap gelang harus bisa masuk kedalam kaleng yang sudah tersusun dengan jarak mulai dari dekat hingga jauh.
Saat Raihan memainkan permainan itu, Indah tidak lupa untuk mensupportnya yang membuat Raihan semangat untuk melakukan permainan itu.
Dan saat melempar gelang ketiga, yang jaraknya cukup jauh dan membutuhkan mata yang fokus, membuat Indah cemas. Ternyata dengan kefokusan Raihan akhirnya dia bisa memasukkan gelang ketiga itu dengan tepat.
Indah pun merasa senang dan bahagia, akhirnya penjaga permainan itu memberikan boneka beruang besar itu kepada Indah...
" Selamat ya mbak... pacar mbak ini sangat sayang sekali kepada mbak... dia rela memainkan permainan ini demi mendapatkan boneka ini untuk mbak. " Ucap penjaga permainan itu.
Indah hanya diam mendengarkan perkataan penjaga permainan itu. Dan mereka meninggalkan tempat permainan itu untuk melihat wahana-wahana yang lain.
Sepanjang jalan, Indah memeluk erat boneka itu dengan senangnya. Dan saat melihat wahana bianglala dia teringat waktu dulu dia ingin sekali naik wahana itu bersama pria yang dia cintai. Namun sekarang, keinginan itu tidak mungkin tercapai karena Raihan tidak mencintai dirinya.
Tetapi, keinginan Indah itu dikabulkan oleh Raihan meskipun dia tidak mengatakannya. Raihan melihat raut wajah istrinya itu, dia langsung menaiki wahana itu yang membuat Indah terkejut dan baper.
Saat dia berada di puncak wahana itu...
" Mas... terimakasih kamu telah membuat aku bahagia malam ini. Jujur ini keinginan aku sejak dulu menaiki wahana bersama orang yang aku cintai. Dan sekarang keinginan aku tercapai menaiki ini bersama orang yang aku cintai" Ucap Indah membuat Raihan terkejut.
" Orang yang kamu cintai? Maksudnya? Aku? " Tanya Raihan.
" Jangan geer mas... Mana mungkin aku cinta sama orang yang cerewet, mengikrai komitmen kayak kamu. Oh ya boneka nya terima kasih." Ucap Indah dingin.
"Kenapa aku keceplosan sih... nanti dia fikir aku cewek baperan lagi. Dan dia malah geer setinggi langit nanti. " Gumam Indah.
" Cantiknya kota jakarta ya mas dilihat dari puncak ini... " Ucap Indah mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Setelah menaiki wahana bianglala, Indah melihat wahana menantang adrenalin yaitu kora-kora. Sebagai seorang suami, Raihan harus mengkabulkan permintaan istrinya itu meskipun jiwanya meronta.
Saat memasuki wahana itu, jiwa Raihan langsung tergoncang...
" Kamu kenapa mas? Takut ya? " Tanya Indah penasaran.
" Siapa yang takut? Kalau aku takut mana mungkin aku naik wahana ini. " Gengsi Raihan.
Dan saat permainan kora-kora itu dimulai, semua yang menaiki wahana itu histeris termasuk Raihan...
" Aaaaaggghh... Indah pegang tanganku. " Histeris Raihan.
" Yaelah mas... katanya nggak takut? Tapi histeris seperti ini. " Ledek Indah.
" Nggak usah banyak cerita... aggghhh " Ucap Raihan.
Setelah peemainan itu berakhir, Raihan langsung turun dan merasa pusing, mual akibat permainan kora-kora tadi. Indah sebagai seorang istri merasa kasihan dengan suaminya itu dan diapun langsung...
" Kita duduk disana dulu mas. " Ucap Indah.
" Maafin aku ya mas... gara-gara kemauan aku kamu seperti ini. " Maaf Indah.
" Nggak apa-apa Ndah... yang penting kamu bahagia. " Ucap Raihan membuat Indah baper.
" Aku ada bawa roll on aromatherapy... Aku gosok di leher kamu ya mas. " Ucap Indah langsung menggosokannya di leher dan kepala Raihan agar pusing dan mualnya hilang.
Setelah mereka istrahat dan Raihan tak merasakan pusing dan mual lagi, Indah melihat wahana yang menentang nyali yaitu rumah hantu. Indah langsung menarik tangan suaminya itu ke wahana rumah hantu..
" Kita kenapa kesini Ndah? " Tanya Raihan.
" Aku mau melihat wahana ini lah... yuk kita masuk. " Jawab Indah.
Raihan yang ingin sekali menolak untuk masuk ke wahana rumah hantu itu namun demi kebahagiaan istriya dia rela memasuki wahana itu dengan gemetaran.
Saat memasuki wahana itu, mereka langsung disambut dengan suara yang menakutkan yang membuat Raihan memegang tangan Indah sangat erat. Setelah masuk kedalam ruangan ada sosok penampikan kunti didepan pintu kamar yang membuat Raihan semakin takut.
Mereka jalan semakin jauh dan ada penampakan tuyul dan setan berjalan menghampiri mereka membuat Raihan histeris. Untung saja hanya mereka berdua yang masuk sehingga tidak ada yang tahu kalau Raihan takut sama hantu.
Setelah keluar dari rumah hantu, Raihan langsung keluar seperti orang ketakutan. Indah yang melihat suaminya seperti itu langsung senyum-senyum sendiri.
" Kenapa kamu senyum? Puas lihat suami kamu seperti ini. " Kesal Raihan.
" Maaf mas... aku cuman penasaran aja tadi. " Ucap Indah.
" Yaudah kita pulang yuk. Aku capek. " Ucap Raihan.
Sepanjang jalan, Indah merasa senang hari ini karena keinginan dia untuk ke pasar malam tercapai juga...
" Terimakasih ya mas... kamu telah membuat aku bahagia hari ini. " Ucap Indah sambil memegang pergelangan tangan Raihan yang sedang mengemudi itu.
__ADS_1