Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 59 " Sikap Manis seorang Suami. "


__ADS_3

Kebetulan dilorong itu tidak ada orang satupun yang lewat disana sehingga percakapan mereka tadi tidak ada yang mendengar. Tetapi mereka tidak sadar kalau Raihan mendengar semua perkataan Indah yang membuat air matanya tidak bisa menahan untuk keluar. Dan diapun langsung meninggalkan tempat itu.


Semakin asyik mereka ngobrol, Indah tidak sadar kalau hari ini ada metting dengan klien di cafe. Dan diapun langsung pergi ke pakiran karena Raihan sudah menunggu disana.


Saat tiba didalam mobil, Indah penasaran melihat mata suaminya itu sembab seperti orang habis nangis dan diapun langsung..


" Mata kamu kenapa sembab mas? Mas habis nangis? " Tanya Indah.


" Ini... karena aku nonton film romantis tadi... jadinya kebawa suasana deh. " Bohong Raihan.


" Oooo kirain kamu nangis karena tugas dari pak Andri. " Ucap Indah.


" Mana mungkin aku menangis tugas setumpuk ini? Aku sanggup kok untuk ngerjainnya... karena ada kamu yang selalu menemaniku. " Gombal Raihan.


" Tumben kamu gombalin aku? Biasanya nggak. " Heran Indah.


" Ya nggak apa-apa lah aku gombalin istriku sendiri. " Jawab Raihan.


Disisi lain, Wulan yang baru keluar dari ruangan Andri, diapun langsung mencari keberadaan Raihan...


" Ntan lihat Raihan nggak? " Tanya Wulan.


" Bukanya dia sama kamu tadi? " Tanya Intan balik.


" Iya tadi sama aku... tapi dia keluar duluan... aku cari semua tempat tidak ada dia. " Jawab Wulan.


" Coba kamu tanya sicupu... dia sekretaris Raihan kan? Siapa tahu Raihan bersamanya. " Ucap Intan.


Wulan dengan segara menghubungi Indah. Dan ternyata benar Raihan bersama Indah karena hari ini mereka ada metting dengan klien.


" Gimana? " Tanya Intan.


" Betul Ntan. Raihan bersama Indah karena mereka ada metting dengan klien di cafe. " Jawab Wulan.


" Syukurlah... oh ya gimana kita lunch. Aku udah lapar nih. " Ajakan Dita membuat mereka pergi ke sebuah cafe terkenal di Jakarta.


Tak butuh waktu lama, Indah dan Raihan sampai juga di cafe dengan penampilan yang berbeda. Karena sebelum berangkat tadi Indah telah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat metting ini.


Dan mereka langsung masuk kedalam ruangan VIP. Sambil menunggu klien, Raihan terus memandang wajah cantik istrinya itu yang membuat Indah sadar dan dia pun...


" Kamu kenapa menatap kayak gitu aku mas? " Tanya Indah penasaran.

__ADS_1


" Kamu sungguh cantik dan sabar menghadapi aku yang gampang emosi dan penakut ini istriku. " Gumam Raihan.


" Mas... mas... " Ucap Indah.


" Iya istriku. " Ucap Raihan membuat Indah terkejut dan baper.


" Apa mas ucapkan tadi? Istriku? " Tanya Indah.


" Iya kamu istrku kan? " Tanya Raihan balik.


Indah pun langsung baper karena baru pertama kali Raihan memanggil dirinya dengan sebutan istriku. Raihan dengan spontan memegang tangan halus Indah dengan mesranya.


Detak jantungnya seketika langsung berdetak kencang membuat wajah Indah seperti kepiting goreng. Raihan sendiri tidak tahu kenapa dia bersikap manis sekali kepada Indah.


" Kenapa aku hari ini merasa senang sekali ya? Bersikap manis sebagai seorang suami kepada Indah? Apa mungkin aku sudah mencintai Indah? Isshh apaan aku ini... mana mungkin aku jatuh cinta sama cewek cupu? Tapi... penampilannya sebagai sekretaris membuat aku terpesona. " Gumam Raihan.


Disisi lain...


" Kenapa mas Raihan bersikap manis sekali ya kepadaku hari ini? Apa mungkin dia sudah jatuh cinta padaku? Tapi mana mungkin? Jelas-jelas wanita yang dicintai mas Raihan cuman Wulan... Indah kamu jangan berharap tinggi Ndah... ntar jatuh sakit rasanya. " Gumam Indah.


Raihan langsung terkejut saat pintu itu terbuka dan melepasakan genggaman tangan itu. Dan mereka pun langsung bersikap seperti atasan dan sekretaris.


" Selamat datang pak Wandi. " Sapa Raihan sambil berjabat tangan.


" No problem... Silakan duduk. " Ucap Raihan.


Setelah beberapa menit metting akhirnya metting ini selesai juga dengan hasil tanda tangan kerjasama antara permana corp dengan Pak Wandi untuk membuat stadion di cirebon.


" Ngomong-ngomong ini siapa nya bapak? Pacar bapak? " Tanya Pak Wandi membuat Raihan yang sedang minum langsung tersedak.


" Bukan pak. Ini sekretaris saya. " Jawab Raihan.


" Sekretaris atau pacar? " Tanya pak Wandi penasaran.


" Ini... pacar saya pak. " Jawab Raihan bohong.


" Betul dugaan saya. Kalian ini kelihatan serasi banget. Mata kalian mirip sekali. Dan kalian bisa profesional dalam bekerja.... Saya salut sama kalian. Semoga kalian berjodoh ya... " Ucap pak Wandi.


Raihan dan Indah senyum sendiri mendengar ucapan pak Wandi. Dan tak lama kemudian...


" Maaf sebelumnya pak Raihan. Saya tidak bisa ikut makan bersama kalian karena sekarang saya harus balik ke Malaysia ada acara keluarga. " Ucap pak Wandi

__ADS_1


" Tapi pak... makanannya... " Ucap Raihan langsung dipotong oleh pak Wandi.


" Untuk bapak sama pacar bapak aja. Lagian bapak sama pacar belum makan kan? Anggap aja ini traktiran dari saya. " Ucap pak Wandi membuat mereka pasrah.


" Terimakasih banyak atas traktiranya pak Wandi. " Ucap Raihan.


" Sama-sama pak Raihan. " Ucap pak Wandi meninggalkan tempat itu


Setelah pak Wandi meninggalkan ruangan itu, Raihan dan Indah melihat semua makanan itu dengan tatapan kelaparan. Dan mereka langsung menyantapnya dengan lahap.


Setelah makan, merekapun langsung meninggalkan tempat itu. Tapi, saat mereka hendak keluar kafe tiba-tiba Indah terpeleset. Untung saja Raihan dengan sigap merangkulnya.


Kebetulan Wulan ada disana dan diapun melihat kejadian itu membuat dia langsung geram. Tapi, saat dia mau melabrak Raihan dan Indah tiba-tiba langkahnya terhenti saat Andri menatap dirinya.


" Ya tuhan... kenapa ada dia disini? Terpaksa aku diam dan menyaksikan kemesraan mereka di tempat umum ini. " Gumam Wulan dengan penuh kesal.


" Kamu kenapa tidak melabraknya Lan? " Tanya Cici penasaran.


" Malas saja melabraknya... Nanti masuk infotaiment ribet urusannya. " Jawab Wulan bohong.


" Kamu cantik Ndah. " Ucap Raihan spontan membuat mata Indah terbelalak.


" Apa mas bilang? Aku cantik? " Tanya Indah untuk meyakinkan ucapan suaminya itu.


" Iya kamu cantik. Emangnya aku nggak boleh bilang istriku cantik? " Tanya Raihan dengan tatapan yang genit.


" Isshh apaan sih mas... dasar suami tukang gombal. " Ucap Indah sambil melepaskan rangkulan Raihan.


" Siapa yang gombal? Aku ini serius tahu? " Ucap Raihan membuat pipi Indah seperti kepiting goreng.


" Apaan sih mas... Yaudah kita pulang yuk. Kita harus siap-siap untuk nanti malam. Karena ada acara tunangan anak rekan kerja papi. " Ucap Indah.


Untung saja percakapan mereka tidak kedengaran oleh Wulan. Kebetulan Wulan dan sahabatnya duduk di pojok. Sedangkan Andri duduk tepat di depan Wulan.


Wulan merasa gelisah sekali akan kehadiran Andri di cafe itu. Hal itu membuat sahabatnya curiga...


" Kamu kenapa Lan? Kok kamu gelisah gitu sih? " Tanya Dita penasaran.


" Iya kenapa kamu gelisah sekali? Dan pandangan kamu terus kedepan? " Tanya Intan sambil menoleh ke belakang.


" Pak Andri lunch disini juga ya? " Tanya Intan lagi.

__ADS_1


" Mana aku tahu... Yaudah kita pergi aja yuk. Aku mau bikin tugas dari pak Andri nih. " Ajakan Wulan.


Saat Wulan mau keluar dari cafe itu, tiba-tiba Andri memberikan sebuah kertas ke tangan Wulan membuat dia langsung terkejut.


__ADS_2