
Saat Wulan hendak keluar dari kafe, tiba-tiba Andri menyelipkan sebuah surat di tangan Wulan yang membuat dia langsung terkejut. Saat mereka sudah didepan pintu kafe, mereka semua merasa heran dan curiga sama sikap Wulan...
" Kamu kenapa Lan? " Tanya Dita.
" Nggak apa-apa kok. Kita langsung pulang aja yuk. Aku udah capek nih. " Jawab Wulan mengalihkan pembicaraan.
Akhirnya mereka semua langsung masuk kedalam mobil. Surat yang dipegang Wulan tadi, langsung dimasukan kedalam tas. Dan untung saja sahabatnya tidak ada yang tahu.
Sesampai dirumah, Wulanpun langsung membuka isi surat dari Andri. Dan isinya...
" Kamu adalah matahariku Wulan yang terus menyinari hidupku... Kamu adalah segalanya bagiku Wulan... Aku berharap kita bisa hidup bersama-sama sampai maut memisahkan kita... Aku Cinta Padamu Wulan. Dari Andri. "
Wulan yang membacanya langsung terbawa suasana. Karena baru pertama kali seoarang pria mengirimkan sepucuk surat cinta kepadanya.
Namun...
" Kamu tidak boleh baper Wulan... kamu harus ingat tujuan kamu... agar kamu bisa hidup menjadi orang kaya, kamu harus mendapatkan Raihan bagaimana caranya. Karena dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan Permana Corp. " Ucap Wulan sambil berkaca dikamarnya.
Disisi lain, Indah dan Raihan yang sudah tiba dirumah, merekapun langsung bergegas untuk bersih-bersih karena badan mereka lengket sekali.
Setelah bersih-bersih, Raihan langsung mengerjakan tugas dari pak Andri dengan serius. Indah yang melihat suaminya seperti itu, diapun langsung kedapur untuk mengambil cemilan.
Sampai dikamar, Indah langsung meletakkan cemilan dan teh dimeja...
" Ya ampun mas... berantakan sekali kertas-kertas disini. " Ucap Indah sambil membereskan kertas itu.
Saat Indah membereskan kertas itu, Rambut Indah terjulai kebawah yang membuat aroma rambutnya kecium sama Raihan yang sedang mengerjakan tugas.
" Wangi sekali rambut kamu Ndah... " Gumam Raihan.
" Kamu kenapa cium rambut aku mas? " Tanya Indah membuat Raihan salah tingkah.
" Siapa yang nyium rambut kamu? Jangan geer. " Jawab Raihan bohong.
" Iya... aku nggak geer kok. Oh ya mas cuaca sekarang cerah ya mas. " Ucap Indah.
" Iya alhamdulillah... tuhan masih sayang sama aku. " Ucap Raihan.
Indah menemani suaminya itu membuat tugas. Tiba-tiba ada chat masuk dari grup "Keluarga Cemara " yang isinya adalah geng Indah termasuk Febru, Shakti dan Roby.
Isi chat tersebut dari Febru. Febru mengundang semua teman-temannya untuk hadir di acara pertunangan kakaknya di hotel bintang lima nanti malam. Semua dalam grup itu merespon " Insya Allah kami datang nanti malam Febru. " Kecuali Shalda.
Indah yang penasaran langsung menghubungi Shalda. Shalda segaja tidak meresponnya karena dia takut akan dimarahi sama orang tua Febru lantaran orang tua Febru tidak setuju dengan hubungan mereka.
Mendengar jawaban dari Shalda, membuat Indah merasa kasihan. Dan diapun punya ide agar Shalda pergi ke acara nanti malam itu.
__ADS_1
" Gimana caranya Ndah? " Tanya Shalda di chat itu
" Lihat saja nanti... yang penting kamu stay dirumah ya... jangan keluar. " Jawab Indah.
" Iya Ndah. " Jawab Shalda mengakhiri obrolan mereka di chat.
Raihan yang penasaran dengan istrinya itu, diapun langsung...
" Dari siapa? " Tanya Raihan penasaran.
" Dari grup mas... Febru undang kami untuk acara tunangan kakaknya nanti malam di hotel. " Ucap Indah sambil memperlihatkan undangan itu kepada Raihan.
" Ini undangan acara tunangan anak rekan kerja papi? Ucap Raihan.
" Serius? " Tanya Indah membuat Raihan menganggukkan kepalanya.
" Berarti Febru anak orang kaya dong? " Tanya Indah lagi.
" Bisa jadi... Tapi tampilan dia biasa-biasa aja di kampus. Nggak ada tanda-tanda orang kaya. " Ucap Raihan membuat bahu Indah naik.
Setelah berbincang, Raihan terus melanjutkan membuat tugas setumpuk itu sambil menguap karena kelelahan. Indah yang merasa kasihan sama Raihan, diapun langsung...
" Mas... sebaiknya kamu istirahat aja dulu... Biar nanti kamu fresh saat mengerjakannya. " Ucap Indah membuat Raihan langsung tidur di ranjang kamar itu.
Waktu menunjukkan pukul 19.00 saatnya siap-siap untuk pergi ke acara tunangan rekan kerja papi Irhas. Raihan yang sudah siap, diapun langsung mengerjakan tugas itu sambil menunggu Indah bersih-bersih.
" Indah... kamu memang istri sempurna bagiku. Meskipun kamu susah punya anak... tapi kamu menunjukkan sikap seoarang istri... meskipun ini bukan tugas kamu... tapi kamu mau menolong aku Ndah... aku merasa bersalah padamu marah-marah dikampus tadi. " Gumam Raihan sambil meneteskan air mata.
Saat Indah keluar dari kamar mandi, Raihan langsung membersihkan kristal-kristal yang berjatuhan diwajahnya. Indah sama sekali tidak sadar suaminya itu habis nangis karena dia sibuk untuk merias dirinya sebagai istri sah Raihan Permana.
Raihan sama sekali tidak fokus untuk membuat tugasnya itu yang tinggal beberapa bab lagi kerena dia melihat kecantikan alami dari istrinya itu yang membuat Raihan seketika menjadi menegang.
Disisi lain, Wulan yang sudah siap bersih-bersih diapun langsung merias wajahnya untuk menghadiri acara tunangan itu bersama Andri. Karena Andri adalah pebisnis terkenal juga.
Setelah merias wajahnya dan mengenakan gaun berwarna merah yang super mewah dari Andri...
" Aku cantik juga ya menggunakan gaun ini. Tumben Andri membelikan aku gaun semahal dan semewah ini... biasanya gaun kelas menengah... Oh ya ini acara tunangan rekan bisnis Andri... pasti disana ada Raihan dan orang tuanya. Pokoknya aku harus cantik dari Indah agar tante Dewi luluh dan aku bisa menjadi nyonya Raihan Permana. " Ucap Wulan didepan cermin sambil merapikan pakaiannya.
" Tapi aku kasihan juga sama Andri... dia baik sekali. Tapi aku harus mencapai tujuanku untuk mendekati Raihan agar aku bisa menjadi Nyonya Raihan Permana. Dan apabila aku menjadi Nyonya Raihan Permana, dengan mudah aku menghancurkan keluraga Permana sebagaimana dia telah menghancurkan keluarga aku. "
Flash back 3 tahun
Keluarga pak Gibran saat itu adalah keluarga bahagia. Kebahagiaan itu dirasakan sekali oleh Wulan dan Putri anak pak Gibran. Kelurga pak Gibran bukan termasuk keluarga terpandang mereka hanya tinggal disebuah rumah kontrakan yang kecil.
Pada suatu hari, mereka semua pergi jalan-jalan ke kampung halaman mereka menggunakan mobil pick up yang biasa digunakan pak Gibran untuk mengangkat sayuran ke kota.
__ADS_1
Kebahagiaan itu semakin terasa sekali saat jalan-jalan ke kampung halaman meraka, namun kebahagiaan itu dirampas oleh sebuah mobil mewah yang menabarak mobil pick up karena remnya blong.
Mobil pick up itu masuk jurang karena menghindar tabrakan itu. Sedangkan mobil mewah cuman menabrak pohon. Mommy Dewi Papi Irhas, dan Raihan pada saat itu sangat panik. Mereka langsung menghubungi ambulans untuk mengevakuasi korban di bawah jurang sana.
Semua anggota keluarga pak Gibran jatuh kedalam jurang. Dan pada saat itu Wulan sadar dari pingsannya dan diapun langsung meminta tolong. Sayangnya suara Wulan tidak kedengaran keatas sana lantaran kondisi dia sangat lemah.
Tak lama kemudian, ambulans pun datang bersama tim lainnya untuk evakuasi korban. Para korban langsung dibawa kerumah sakit beserta Papi Irhas dan Mommy Dewi. Raihan pada waktu itu langsung dibawa pulang oleh orang suruhan papi Irhas.
Sesampai di rumah sakit, Mommy Dewipun merasa cemas sekali...
" Gimana ni pi... aku takut... kalau mereka sampai kenapa-napa. " Ucap Mommy Dewi.
" Kamu tenang saja... yang penting kita telah berusaha dan mau bertanggung jawab. " Ucap Papi Irhas.
Merekapun menunggu di IGD sambil merasa khawatir. Tak lama kemudian, dokterpun keluar...
" Gimana keadaanya dok? " Tanya Papi Irhas.
" Kami telah berusaha sebisa mungkin... tapi ini sudah takdir dari tuhan... tiga korban sudah meninggal dunia. Dan satu korban lagi masih dalam keadaan kritis dan dibawa ke ruangan ICU. " Ucap Dokter itu.
Setelah mendengar jawaban dari dokter, Mereka pun langsung melihat jenazah para korban dan korban yang selamat itu.
" Kasihan sekali dia ya mas... Gara-gara kita dia tidak memiliki siapa-siapa lagi... Gimana setelah dia sadar kita angkat aja menjadi anak kita mas... biar tambah rame... soalnaya aku kasihan mas. " Ucap Dewi diluar ruangan ICU sambil melihat gadis itu dari jendela.
Gadis yang selamat adalah Wulan. Dewi dan Irhas langsung meninggalkan rumah sakit untuk mengurus pemakaman korban itu. Setalah pemakaman selesai, Tiba-tiba Irhas pun menerima telfon dari klien untuk meeting hari ini di Bogor.
Terpaksa Dewi dan Irhas meninggalkan Wulan sendirian di rumah sakit. Dua jam kemudian, Wulanpun sadar dari masa kritisnya. Dan diapun langsung bertanya kepada suster yang sedang memeriksanya...
" Suster keluarga aku yang lainya mana sus? " Tanya Wulan.
" Mbak yang sabar ya... Keluarga mbak yang lain sudah dipanggil sama yang diatas. " Ucap Suster itu membuat Wulan histeris.
Wulan langsung keluar dari rumah sakit untuk melihat makam ayah, ibu dan adiknya. Hari Wulan saat itu serasa kiamat...
" Ayah, Ibu, Putri... kenapa kalian meninggalkan Wulan sendirian disini? Wulan nggak punya siapa-siapa disini hiks hiks hiks " Tangisan Wulan dimakam itu.
" Gara-gara mobil itu kebahagiaan kita direnggut olehnya... Aku janji sama ayah, ibu dan Putri... Aku akan MEMBALASKAN SEMUANYA KEPADA MEREKA YANG TELAH MEMBUAT KALIAN SEPERTI INI. " Sorak Wulan membuat petir langsung bergema di langit.
Setalah meeting selesai, Dewi dan Irhas langsung ke rumah sakit untuk menjenguk gadis itu meskipun hari sudah larut malam. Dan saat dia datang ke ruangan ICU... tiba-tiba gadis itu tidak ada. Dan Dewi pun langsung...
" Maaf sus... pasien yang rawat disini mana ya? " Tanya Dewi.
" Pasien disini sudah pulang buk... " Jawab suster itu.
" Apa? Sudah pulang? Kapan sus? " Tanya Dewi.
__ADS_1
" Sore tadi buk... Permisi. " Jawab suster itu langsung meninggalkan ruangan itu. "
" Gimana pi... kita tidak tahu gadis itu sekarang dimana? Dan wajahnya tidak terlalu jelas saat kita lihat tadi. " Ucap Dewi penuh penyesalan.