
Matahari menyinari langit, membuat dua insan yang sudah siap-siap pergi ke proyek menggunakan setelan bekerja...
" Kamu sudah siap sayang? " Tanya Raihan sambil memasangkan jas.
" Nih bentar lagi siap. " Jawab Indah sambil merias dirinya.
Saat di meja makan...
" Kalian mau kemana? " Tanya ibu Fitri penasaran.
" Kami mau meninjau proyek di kota Bu. " Jawab Indah...
" Ooo yaudah kita langsung sarapan aja... takutnya macet di jalan. Soalnya libur panjang kan. " Ucap ibu Fitri membuat mereka semua memulai makan.
Sampainya di proyek tersebut, Indah dan Raihan langsung memeriksa bangunan itu bersama pak Budi yang merupakan klien dari Malaysia.
" Selamat datang pak Budi. " Sapa Raihan sambil menjabat tangan.
" Jadi gimana? Ada kendala sampai saat ini? " Tanya pak Budi.
" Untuk saat ini nggak ada kendala pak. " Jawab ketua proyek itu.
Raihan, pak Budi dan ketua proyek itu pergi memeriksa bangunan itu... Indah pun pergi bersama mereka. Namun, saat mereka melihat bangunan itu, tiba-tiba batu bata di atas terjatuh yang menimpa Indah.
Untung saja Raihan yang melihat dan langsung menolongnya yang membuat detak jantung mereka berdetak kencang.
" Kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Raihan melepaskan rangkulannya.
" Saya tidak apa-apa pak. " Jawab Indah dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
Setelah melihat bangunan itu, pak Budi pamit pergi. Indah dan Raihan pun...
" Oh ya Ndah kita pergi ke suatu tempat yuk. " Ajakan Raihan.
" Kemana mas? " Tanya Indah penasaran.
" Ada deh... yuk. " Jawab Raihan.
Kali ini Raihan tidak menggunakan mobil melainkan motor Vespa...
" Ini motor vespa siapa mas? " Tanya Indah.
" Ini motor milik almarhum grandpa. " Jawab Raihan.
" Masih awet ya mas... dan masih bagus juga " Ucap Indah.
" Yaudah yuk naik. " Ucap Raihan membuat Indah menaiki motor vespa itu. "
Mereka menikmati pemandangan sekitar dengan motor Vespa itu. Indah merasa wanita yang paling bahagia saat ini karena ini salah satu impian nya menaiki motor Vespa bersama orang yang dia cintai. Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di The Great Asia Africa Lembang...
" Ngapain kita kesini mas? " Tanya Indah penasaran...
" Nggak usah banyak tanya... ikut aja. " Ajakan Raihan.
Saat memasuki tempat wisata itu, mereka melihat bangunan disana bertema tradisional Korea dan India membuat Indah senang. Karena sejak dari dulu dia ingin sekali pergi kesini namun waktu yang sangat padat tidak memungkinkan untuk bisa pergi kesini. Namun, Raihan mewujudkan nya membuat Indah bahagia.
__ADS_1
" Makasih ya mas. " Ucap Indah sambil memegang pergelangan tangan Raihan.
" Sama-sama. " Ucap Raihan dengan senyuman.
Saat mereka jalan-jalan...
" Oh ya mas... kita foto-foto dulu yuk. " Ajakan Indah.
" Duh... mulai deh jiwa emak-emak nya muncul. " Ledek Raihan membuat Indah kesal.
Akhirnya mereka berfoto-foto disana sambil menikmati pemandangan alam yang serasa berada di Korea dan India. Namun, saat mereka berfoto-foto, Indah melihat sepasang calon pengantin melakukan foto prewedding menggunakan pakaian kimono disana.
Indah yang melihatnya merasa iri dengan sepasang calon pengantin itu. Karena waktu dia menikah dengan Raihan tidak ada foto prewedding lantaran mereka menikah dalam keadaan terpaksa.
Raihan yang melihat istrinya itu, diapun...
" Indah kita kesana yuk. " Ajakan Raihan.
" Ngapain kita kesini mas? " Tanya Indah setibanya disana.
" Kita mau rental baju kimono lah... Emangnya orang itu yang bisa. Kita juga bisa... Yaudah yuk. " Ucap Raihan membuat Indah hanya diam dan pasrah.
Setelah, mereka menggunakan pakaian kimono, Indah dan Raihan berfoto disana dengan fotografer disana...
" Sebelumnya aku minta maaf Indah karena saat itu kita menikah terpaksa... Jadinya kita nggak ada foto prewedding. Jadi hari ini aku akan mewujudkannya. " Ucap Raihan sambil berpose.
" Nggak apa-apa mas... yang penting sekarang kita bisa melakukannya dan dapat pahala juga kan? Karena kita sudah suami istri. " Ucap Indah.
" Cisss " Ucap Fotografer itu.
Setelah mereka melakukan foto-foto disana, mereka lanjut pergi ke suatu tempat yang sangat bagus. Sambil keluar Indah tidak henti-hentinya melihat foto-foto tadi di handphonenya yang membuat Raihan...
" Biarin toh aku cintanya sama suami aku yang tampan ini. " Gombal Indah membuat Raihan baper.
" Kita emangnya mau kemana lagi mas? Udah sore nih mas." Tanya Indah dalam perjalanan.
" Lihat saja nanti. " Ucap Raihan.
Waktu menunjukkan pukul 17.30 mereka pun sampai di bukit bintan. Mereka pun mendaki agar mencapai di puncaknya. Namun...
" Mas... kaki aku sakit. " Ucap Indah.
" Ayo naik... " Ucap Raihan sambil merendahkan badannya.
Indah pun langsung menaiki punggung Raihan. Beberapa menit kemudian, sampai lah mereka di puncak bukit itu dipenuhi pemandangan sunset di kota Bandung.
" Bagus sekali mas. " Ucap Indah.
" Iya... bagus sekali pemandangannya. " Ucap Raihan.
" Indah aku mau kita mengucapkan janji sehidup dan semati dan di tempat ini dan tempat ini menjadi saksi cinta kita. " Ucap Raihan sambil memegang kedua tangan Indah.
" Saya Raihan Permana memilih Indah Wulandari sebagai istri saya. Dan saya berjanji saya akan mencintai, menyayangi, dan membahagiakan istri saya Indah Wulandari sebagaimana nabi Muhammad mencintai, menyayangi dan membahagiakan Siti Aisyah.... Dan maukah kamu menjadi istriku untuk sehidup dan semati dan menjadi ibu dari anak-anak kita? " Janji Raihan membuat Indah terharu.
" Saya Indah Wulandari memilih Raihan Permana sebagai suami saya, imam saya. Dan saya berjanji saya akan mencintai, menyayangi, menghormati membahagiakan suami saya Raihan Permana sebagai mana Siti Aisyah mencintai, menyayangi, menghormati dan membahagiakan nabi Muhammad.... Dan saya mau menjadi istri kamu untuk sehidup dan semati dan menjadi ibu dari anak-anak kita nantinya. " Janji Indah membuat Raihan terharu.
__ADS_1
Raihan pun memasang cincin bertahtakan berlian di jari tengah Indah karena jari manis sudah terpasang cincin pernikahan mereka.
Indah pun tidak nyangka kalau Raihan akan melakukan seperti orang-orang diluar sana yang melamar ceweknya. Meskipun itu dikatakan sudah basi karena mereka sudah menikah, tetapi bagi mereka itu moment-moment yang penting.
Setelah memasang cincin, mereka pun langsung memberi ciuman satu sama lain membuat suasana di bukit itu bertambah romantis.
" Terimakasih ya Ndah. " Ucap Raihan memeluk Indah.
" Aku juga terimakasih sama kamu mas. " Ucap Indah.
Suasana romantis juga dirasakan oleh Shakti dan Monic. Mereka pergi ke alun-alun kota untuk menikmati keindahan malam hari di kota.
" Bagus juga tempatnya ya. " Ucap Shakti gugup.
" Iya bagus... kamu kenapa gugup seperti itu? Tanya Monic penasaran.
Semenjak Monic hadir disaat dia lagi terpuruk, entah kenapa perasaan tak karuan ini datang. Apakah ini namanya Cinta? Sungguh dia tidak tahu perasaan apa ini.
Hal itu juga dirasakan Monic. Setiap bersama dengan Shakti, baper tingkat dewa nya selalu muncul. Namun hal itu harus dia tahan agar Shakti bisa mencintai dirinya.
" Nggak ada... siapa yang gugup. " Ucap Shakti.
" Oh ya kamu mau sosis bakar nggak? Aku beli dulu. disana ya. " Ucap Shakti meninggalkan Monic sendirian.
" Mas bakso bakarnya 10 ya mas. " Ucap Shakti kepada tukang bakso bakar.
Disaat Monic sendirian, tiba-tiba...
" Neng sendirian aja? " Tanya preman disana.
" Sini abang temanin. " Ucap preman satu lagi.
Monic yang merasa tidak nyaman, diapun langsung pergi namun...
" Neng mau kemana? Sini temanin abang. " Ucap preman itu.
" Nggak... kalian mau ngapain... tolong... tolong... " Sorak Monic membuat Shakti langsung menerjang orang-orang itu.
Perkelahian itu pun terjadi. Setelah preman-preman itu babak belur dibuatnya, merekapun langsung pergi.
" Kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Monic penasaran.
" Aku nggak kenapa-napa. Kamu gimana? Ada yang terluka? " Tanya Shakti penasaran.
" Aku nggak apa-apa. Aku obati dulu luka kamu. Tunggu sini bentar. " Ucap Monic meninggalkan Shakti yang babak belur itu.
Monic yang telah tiba membawa batu es dan peralatan lainnya, diapun langsung mengobati lebam-lebam itu.
" Aww. " Ucap Shakti kesakitan.
" Tahan bentar. " Ucap Monic.
Disaat Shakti memandang Monic, detak jantungnya berdetak kencang lagi. Begitu pun Monic yang melihat ketampanan orang yang dia cintai.
" Sudah. " Ucap Monic.
__ADS_1
" Makasih. " Ucap Shakti.
" Itu sosis bakarnya mulai dingin... yuk kita makan. " Ucap Shakti dan mereka pun memakannya sambil menikmati keindahan malam di alun-alun.