
Setelah mereka selesai berfoto-foto, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menujukan pukul 17.30.
Saat diperjalanan, Indah dan Raihan terkejut mendengar suara orang ngorok dibelakang. Saat Indah melihat kebelakang, alangkah terkejutnya bahwa yang ngorok dari tadi adalah Monic.
Monic, Zalfa dan Shalda sudah tertidur karena kecapean dari tadi. Karena tidur mereka pulas, sehingga ngorok Monic tidak kedengaran oleh Zalfa dan Shalda.
" Monic... Monic. " Ucap Indah dengan senyum-senyum sendiri.
" Siapa yang ngorok Ndah? " Tanya Raihan yang sedang mengemudi.
" Monic mas. " Jawab Indah.
" Mungkin kecapean dia. " Ucap Raihan.
" Iya mas. Mereka pulas betul tidurnya. " Kata Indah.
Disisi lain, Wulan yang sedang bingung dikamarnya apa yang harus dia lakukan sekarang karena dia merasa sangat bosan dikamar.
" Ngapain sekarang ya? Bosan kali dikamar. "
Ucap Wulan sambil duduk diatas kasur.
Akhirnya dia mendapatkan ide. Dia langsung menghubungi Raihan apakah dia sudah tiba di Jakarta atau belum. Saat dia video call, handphone Raihan justru tidak aktif.
Sudah 3 kali dia hubungi Raihan dengan cara video call dan telfon biasa namun hasilnya tetap sama. Hal itu membuat Wulan curiga.
Semenjak Raihan ke Bandung, Wulan yang selalu video call duluan. Biasanya, Raihan yang dulu video call. Dan sudah 3 hari ini Raihan tak memberi kabar kepada Wulan. Hal ini membuat Wulan semakin curiga.
Setelah dia berulang kali telfon Raihan, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi yang satunya lagi yaitu Andri.
(" Hai sayang lagi ngapain? " Tanya Wulan dengan manjanya.
(" Aku baru tiba dirumah sayang. Emangnya ada apa? " Tanya Andri balik.
(" Aku bosan dirumah. Kita jalan-jalan yuk. " Ajakan Wulan.
(" Oke sayang. Aku bersih-bersih dulu ya... setelah itu aku jemput kamu. " Ucap Andri.
__ADS_1
Setelah menelfon dengan Andri, Wulan langsung mengganti kostum dan berdandan secantik mungkin agar Andri bertambah sayang kepadanya.
Setelah setengah jam menunggu. Akhirnya Andripun datang kerumah Wulan. Andri langsung keluar dari mobil untuk membuka pintu untuk Wulan pacarnya.
Setelah mereka masuk, Andri langsung menancapkan gasnya. Mereka berkeliling sambil menikmati keindahan kota Jakarta pada malam hari.
Keesokan harinya, seperti biasa Indah dan Raihan sarapan bersama keluarganya. Setelah selesai sarapan, tiba-tiba terdengar bunyi handphone dari Raihan. Dan itu adalah...
(" Selamat pagi Pi... Tumben Papi nelfon pagi-pagi. Ada apa Pi? " Tanya Raihan
(" Papi nggak ganggu kalian kan? Tanya Irhas kembali.
(" Nggak Pi. Emangnya ada apa Pi? Tanya Raihan dengan penasaran.
(" Kamu bisa nggak ke Jakarta sekarang? Soalnya papi sama mommy harus ke Jerman sekarang juga. Karena bisnis kita yang disana mengalami masalah. Dan sekarang papi nggak bisa hadir untuk pertemuan dengan klien Korea. Makanya papi minta kamu untuk hadir mewakili papi. " Kata Irhas panjang lebar.
(" Ooooo gitu pi. Baik aku sama Indah ke Jakarta sekarang juga. " Ucap Raihan membuat mereka semua yang mendengar menjadi terkejut.
Setelah bercakap dengan Irhas dalam telfon, Indah yang penasaran langsung bertanya kepada Raihan.
" Ada apa mas? Kok kita harus ke Jakarta sekarang juga? " Tanya Indah dengan penasaran.
Indah sebenarnya menolak pergi ke Jakarta karena dia sudah ada janji dengan sahabatnya untuk pergi jalan-jalan.
Tapi setelah dia fikir-fikir, ada benarnya juga dia ikut dengan Raihan ke Jakarta. Karena selain menjadi istri dan sekretaris Raihan, dia bisa juga untuk mengetahui Raihan dan Wulan pergi kemana saja.
Akhirnya dia setuju untuk ikut dengan Raihan ke Jakarta. Indah langsung menghubungi sahabatnya untuk membatalkan rencana mereka dengan alaasan itu.
Sahabat merekapun tidak keberatan dengan keputusan Indah. Sebab mereka tahu hubungan Raihan dan Wulan saat tiba di Jakarta bagaimana.
Setelah Indah dan Raihan berkemas-kemas, mereka langsung pamit kepada Fitri dan Afdal.
" Ayah, Ibu kami pamit dulu ya. " Ucap Raihan.
" Ya nak. Hati-hati dijalan. Jangan ngebut. " Ucap Fitri.
" Kapan kakak balik lagi? " Tanya Afif dan Dzaky.
__ADS_1
" Belum tahu lagi. Soalnya lusa depan kakak sama mas sudah masuk kuliah. " Jawab Indah membuat Dzaky sedikit kecewa.
" Nggak apa-apa kak. Yang penting kakak sama bang Raihan jangan berantem disana ya? " Ucap Afif membuat Raihan dan Indah tertawa.
Setelah mereka bersalaman dengan semuanya, mereka langsung memasukan barang mereka kedalam bagasi dan mereka pun masuk kedalaman mobil lalu pergi meninggalkan rumah yang besar itu.
Selama perjalanan, mereka hanya diam satu sama lain. Perjalanan mereka sangat lancar sekali tanpa macet. Sehingga mereka menempuh Bandung ke Jakarta cuman satu setengah jam.
Setibanya dirumah orang tua Raihan, mereka langsung disambut oleh Bi Ina dan mempersilakan mereka masuk.
Setelah mereka masuk, mereka langsung menuju kamar Raihan yang sudah disiapkan oleh Bi Ina. Saat Indah masuk, alangkah terkejutnya dia saat melihat kamar sebesar itu seperti hotel berbintang lima.
" Waw. Bagus banget kamar kamu mas. " Puji Indah sambil melihat setiap sudut kamar itu.
" Aku juga nggak tahu. Dulu kamar mas nggak sebagus ini. Mungkin ini mommy yang menyiapkan semuanya. Yaudah kita siap-siap karena jam 13.00 kita sudah tiba di tempat pertemuan. " Kata Raihan.
Setelah mereka siap-siap, mereka langsung menuju ke tempat pertemuan itu. Tak butuh waktu lama diperjalan, mereka sampai di tempat pertemuan itu.
Indah dan Raihan disambut baik oleh para pelayan disana karena keluarga Permana sudah terkenal dengan kekayaan yang berlimpah-limpah tetapi keluarga Permana tidak sama sekali mempamerkan kekayaannya dan orangnya baik dan ramah lagi. Sehingga membuat semua orang segan terhadapnya.
Mereka langsung masuk ke ruangan VIP di restoran itu dan Raihan langsung memperkenalkan dirinya.
" Perkenalkan saya Raihan Permana. Anak dari tuan Irhas Permana. Dan Ini sekretaris saya. " Ucap Raihan sambil memperkenalkan Indah.
Saat Raihan memperkenalkan Indah, klien Korea itu terpana dengan kecantikan Indah. Raihan yang menyadari tatapan klien itu, langsung...
" Baiklah pak. Mari kita langsung saja meeting kita hari ini. " Ucap Raihan yang sudah duduk.
Setelah mereka selesai meeting, Indah dan Raihan memutuskan untuk pergi ke kantor. Karena pekerjaan yang sudah menumpuk dan harus diselesaikan hari itu juga.
Sesampai dikantor, mereka disambut lagi oleh karyawan dikantor itu dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Karena para karyawan dikantor itu juga hadir dalam pernikahan Indah dan Raihan.
" Selamat Indah dan pak Raihan. Semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah dan warrohmah. " Ucap salah satu karyawan itu.
" Ya sama-sama. " Balas Indah dengan lembut.
" Terutama sekali terimakasih atas ucapan selamat dan doa kalian semua. Dan saya minta tolong kepada kalian agar pernikahan kami ini dirahasiakan dari semua orang yang sudah disampaikan oleh papi sebelumnya. Terutama para awak media. Karena itu sudah menjadi komitmen kami agar merahasiakan pernikahan ini. Apakah kalian semua mengerti? " Tanya Raihan.
__ADS_1
" Mengerti pak. " Jawab semua karyawan itu.
" Bagus. Sekarang kalian balik ke pekerjaan kalian masing-masing. " Ucap Raihan langsung meninggalkan tempat itu.