Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 99 " Dating Setelah Sekian Lama. "


__ADS_3

Pagi yang cerah, membuat Indah terbangun dari tidurnya. Dia melihat Raihan terlelap tidur disampingnya dengan wajah yang lelah membuat dia merasa beruntung mempunyai suami seperti Raihan.


" Kamu pasti lelah merawat ku semalaman. " Ucap Indah sambil mencium kening Raihan.


Selesai Indah berdandan, diapun langsung menuju ke dapur untuk buat sarapan. Saking asyiknya memasak, dia dikejutkan ada tangan orang melingkar di pinggangnya. Dan ternyata dia adalah...


" Eh mas... kamu udah bangun ya? " Tanya Indah.


" Demam kamu gimana? Udah turun? " Tanya Raihan penasaran.


" Alhamdulillah udah turun mas... sekarang badan aku terasa sangat segar. Makasih ya mas kamu telah merawat aku semalaman. " Ucap Indah.


" Iya sama-sama... Sudah kewajiban aku sebagai seorang suami untuk merawat istriku. Tapi btw dari mana kamu tahu kalau aku merawat kamu? " Tanya Raihan.


Pukul 12.00 dini hari, Indah terbangun dari tidurnya dan melihat Raihan sedang mengganti kompresan. Karena dia mau melihat kesungguhan Raihan saat merawat dirinya ketika sakit, akhirnya Indah pura-pura tidur dan tak tahu kenapa diapun tidur beneran.


" Ooo gitu... jadi kamu mau tes kesetiaan aku ceritanya? " Tanya Raihan.


" Hehehe maaf mas... aku akui kamu memang suami idaman aku. Kamu serba bisa mas. " Ucap Indah sambil memeluk badan kekar Raihan.


" Enak ya berdua aja dirumah... bisa bermesraan dimana saja wkwk. " Ucap Raihan membuat Indah melepaskan pelukannya.


" Isshh mas ini... mentang-mentang grandma nggak ada dirumah. " Ucap Indah wajahnya seperti kepiting goreng.


Saat sarapan di meja makan, Indah dan Raihan menikmati makan berdua. Sudah lama sekali Raihan dan Indah tidak sarapan berdua seperti ini.


" Mas... berhubungan hari ini weekend, bagaimana kita dating? Sudah lama sekali kita tidak quality time. " Ajakan Indah disetujui oleh Raihan.


Didalam mobil, Indah dan Raihan menikmati suasana weekend di Jakarta. Kali ini mereka menggunakan pakaian warna couple layaknya orang-orang pergi nge dating. Raihan melihat kecantikan Indah yang penampilannya sekarang tidak cupu sedang menikmati udara segar dengan kagumnya.


Entah kenapa hari ini detak jantung Raihan berdetak kencang. Untuk memegang tangan Indah saja sulit dia lakukan. Tidak seperti film-film yang mudah sekali untuk memegang tangan lawan jenisnya.


Saat Indah melihat alam sekitar, tiba-tiba dia dikejutkan tangannya sudah dipegang oleh Raihan.


" Seperti ini kan tidak canggung rasanya. " Ucap Raihan kaku.


Indah peka sekali dengan tujuan ucap Raihan itu, diapun menyandarkan kepalanya ke bahu Raihan sambil menggandeng membuat suasana menjadi romantis.


Indah sekali pacaran halal ini. Itulah yang dirasakan sepasang itu. Raihan dan Indah beruntung sekali telah menikah sehingga tidak ada dosa untuk melakukan hal-hal romantis seperti ini.


Raihan sudah terbayang akan dating bersama layaknya seperti orang-orang diluar. Namun...


" Kenapa kamu berdiri disana aja mas? Yok masuk. " Ucap Indah menarik tangan Raihan.


Raihan tidak kebayang apa isi pikiran istrinya itu. Dia cuman bisa geleng-geleng kepala dan dia duduk di salah satu kursi pengunjung pustaka itu.


Dia melihat Indah sedang berusaha mengambil buku di atas. Raihan yang tak tega, diapun langsung menolong Indah yang membuat dia terkejut.

__ADS_1


Indah dan Raihan berdegup kencang saat wajah mereka begitu dekat...


" Makasih mas. " Ucap Indah gugup.


Saat mereka duduk di kursi pengunjung, Indah sibuk sekali membaca buku-buku itu yang membuat Raihan kesal. Dan diapun langsung memainkan handphone nya untuk menghilangkan kejenuhannya. Namun...


" Mas nggak ada persiapan untuk menghadapi UAS besok? " Tanya Indah setelah sadar suaminya memainkan handphone.


" Aku ntar aja deh. Lagi nggak mut soalnya. " Bete Raihan membuat Indah melanjutkan baca bukunya.


" Oh ya Mas... yang ini aku tidak ngerti gimana caranya mas. " Ucap Indah membuat Raihan langsung duduk di kursi.


" Ooo yang ini... " Ucap Raihan sambil menjelaskan materi yang ditunjuk Indah.


Raihan melihat Indah yang cantik itu sedang memperhatikan penjelasannya membuat jantungnya berdetak kencang. Hal seperti ini jarang sekali orang lakukan tetapi sangat romantis berdua di perpustakaan sambil belajar bersama.


Melihat hal seperti itu, Raihan juga mengambil beberapa buku dan belajar untuk persiapan UAS besok.


Setelah dari perpustakaan, Di jalan tiba-tiba sekelompok orang suruhan Andri mengepung mobil mereka.


" Sialan... mereka lagi. " Ucap Raihan menghentikan mobilnya.


" Terus kita gimana mas? " Tanya Indah.


" Kamu tetap didalam mobil. Nanti kalau aku keluar kunci mobilnya. Aku harus hadang mereka. " Ucap Raihan langsung keluar mobil.


" Kalian kenapa selalu menghadang aku? Apa kalian nggak bosan? " Tanya Raihan.


" Banyak bacot lu... serang dia. " Ucap ketua gerombolan itu.


Mereka langsung menyerang Raihan. Indah didalam mobil tidak bisa tenang melihat suaminya menyerang banyak orang sendirian. Dan diapun keluar dan mendorong orang-orang itu dengan lincahnya yang membuat semua orang melongo melihatnya.


" Kamu kenapa keluar Ndah? " Ucap Raihan.


" Aku nggak mau kamu dihajar habis-habisan sendirian sama mereka mas. " Ucap Indah namun dibelakang dia ada seseorang yang siap menghajarnya namun Raihan dengan sigap menghajarnya duluan.


Dua sejoli itu akhirnya menghajar orang-orang itu seperti film-film action. Setelah mereka tumbang, akhirnya mereka semua kabur...


" Hei mau kemana kalian. " Ucap Raihan mengejar orang itu tapi ditahan oleh Indah.


" Mas... biar saja mereka pergi. Yang penting kita nggak kenapa-napa. Itu aku obati dulu lebam kamu. " Ucap Indah.


" Aww..." Ucap Raihan.


" Dikit lagi mas... " Ucap Indah sambil mengobati lebam-lebam Raihan.


" Ndah... kita pergi nonton yuk. Semenjak kita nikah kita belum pernah nonton ke bioskop kan? " Ajakan Raihan.

__ADS_1


Sampainya di mall milik keluarga Permana, Mereka pun disambut baik oleh semua orang termasuk Yana...


" Eh... kalian... tumben kalian kesini ada apa? " Tanya Yana.


" Emangnya nggak boleh kita kesini? " Tanya Raihan membuat Indah...


" Isshh mass... nggak boleh kayak gitu. " Ucap Indah sambil mencubitnya.


" Awww sakit... " Rengek Raihan.


" Kami mau pacaran di lantai atas kak Yana hehehe... Yaudah kita duluan ya kak. " Ucap Indah meninggalkan Yana.


Yana melihat ekspresi mereka geleng-geleng kepala karena pertama kali melihat pasangan seperti itu.


Saat mereka pesan tiket nonton film romansa terbaru ternyata banyak sekali antri yang membeli tiket itu. Namun, giliran mereka tiketnya sudah habis.


" Yahh habis tiketnya. Padahal ini film kesukaan aku. " Ucap Raihan lesu.


Seharusnya dia bisa saja membeli tiket film itu dengan mudahnya karena mall tersebut milik keluarganya. Namun di dalam keluarga Permana, hal itu tidak berlaku sama sekali jadi mereka tetap diberlakukan seperti orang biasanya yang antri membeli tiket. Agar nantinya mereka tidak bergantung kepada harta keluarga.


" Mas... aku ke toilet dulu bentar ya. " Ucap Indah meninggalkan Raihan.


Melihat suaminya seperti itu, Indah langsung menemui staf di bioskop itu untuk menyewa satu studio VIP lengkap dengan fasilitasnya. Mengapa dia menyewa satu studio itu, lantaran saat memesan tiket, studio VIP itu masih kosong dan belum ada yang sewa.


" Kok kamu lama betul Ndah? " Tanya Raihan setelah Indah balik.


" Hehehe maaf mas... Mas ikut aku yuk. " Ajakan Indah sambil memegang tangan Raihan.


" Kenapa kita kesini Ndah? " Tanya Raihan setelah masuk ke bioskop VIP.


" Kamu duduk aja mas... jangan ngeyel. Filmnya udah mulai mas. " Ucap Indah membuat Raihan terkejut.


Raihan sungguh tidak percaya dengan apa yang terjadi. Ini benar-benar diluar ekspektasinya....


" Makasih ya Ndah... kamu memang istri terbaik bagi aku. " Ucap Raihan sambil kecup keningnya.


Saat asyiknya nonton, tiba-tiba pelayan masuk membawa makanan...


" Maaf pak Raihan dan Buk Indah... ini makanannya buk. " Ucap pelayan itu sambil menaruhnya.


Setelah pelayan itu pergi...


" Sungguh aku tidak bisa ngomong apa lagi Ndah. Aku hanya bisa ucapkan terimakasih sama kamu. " Ucap Raihan haru.


" Sama-sama mas... lagian kalau berdua kayak gini kan lebih romantis kan? Nggak ada yang ganggu dan lebih efisien juga quality time kita. " Ucap Indah.


Mereka nonton bersama sambil bermesraan layaknya orang-orang nonton bioskop. Saat nonton, mereka pun mencicipi makanan yang sudah tersedia disana dan juga mereka meregangkan kaki dan menyenderkan tubuh mereka dikursi itu.

__ADS_1


__ADS_2