Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 53 " Kepanikan. "


__ADS_3

Mereka semua tidak sadar kalau ada kejanggalan diantara mereka karena mereka sibuk sekali mengemas keperluan mereka masing-masing.


Setelah mereka selesai mengemas-ngemas, mereka langsung pergi ke padang rumput untuk acara penutupannya. Acara penutupannya adalah bersalaman dengan dosen dan senior sekaligus memberikan sebuah tanda tangan dibaju junior untuk kenang-kenangan.


Setelah acara itu selesai, mereka semua masuk kedalam bis sesuai kelompok masing-masing. Tetapi...


" Shkati... Indah mana? " Tanya Tiara.


" Maksud kamu apa? " Tanya Shakti balik.


" Indah nggak ada dalam tenda Ti. " Jawab Tiara membuat Shakti terkejut seperti bom atom yang meledak.


" Apa? Serius kamu? Udah kamu cari sekitar sini? " Tanya Shakti.


" Udah Ti... barangnya masih didalam tenda. " Jawab Tiara.


Shakti langsung mengasih tahu ke dosen penanggung jawab acara ini bahwasanya Indah hilang. Dan saat Shakti bicara sama dosen, tiba-tiba Fauzi berlari ke hadapan mereka dengan nafas ngos-ngosan.


" Pak... Raihan nggak ada di tenda pak... " Ucap Fauzi.


" Apa? Jadi bang Raihan nggak ada juga? " Tanya Shakti.


" Iya Ti... Oh ya kamu bilang bang Raihan nggak ada juga? Berarti ada yang hilang juga? " Tanya Fauzi.


" Iya bang... Indah hilang. " Jawab Shakti membuat Fauzi terkejut.


" Semuanya tenang... kalian sekarang pulang aja dulu... kasihan orang tua kalian menunggu kalian dirumah... masalah Indah dan Raihan biar bapak sama yang lain untuk mencari mereka. " Ucap dosen itu.


Akhirnya, Shakti dan Fauzi masuk kedalam bus.


Wulan yang penasaran, diapun langsung...


" Ada apa Fauzi? Kenapa kamu gelisah sekali? " Tanya Wulan.


" Kenapa aku nggak gelisah... Raihan sama Indah hilang. " Ucap Fauzi membuat seisi bus itu terkejut termasuk Zalfa, Shalda dan Monic.


" Apa? Hilang? " Tanya Monic dan Wulan serentak.


" Iya Lan... masa pacar kamu hilang kamu nggak tahu sih. " Kesal Fauzi.


" Iya maaf.. tadi aku keenakan bergosip sama sahabat aku. " Maaf Wulan.


" Ya ampun Indah... kamu dimana? Sekarang cuacanya mendung lagi... " Ucap Monic.

__ADS_1


Disisi lain, Raihan yang sudah menghidupkan api unggun mereka langsung mendekat ke api unggun itu sambil menghangatkan badan mereka.


Saat mereka menghangatkan badan, tiba-tiba terdengar bunyi dari perut Indah. Raihan yang melihat istrinya lapar...


" Kamu lapar ya Ndah? " Tanya Raihan tapi Indah cuman diam sambil memegang perutnya.


" Maaf Ndah kita nggak ada persediaan makanan... Terus gimana? Lagian hujan lebat sekali. " Ucap Raihan.


" Ya gimana lagi mas? Aku masih sanggup kok nahan rasa lapar ini sampai hujan berhenti. " Ucap Indah.


Saat Indah melihat sekitar gubuk, tiba-tiba dia melihat pohon pisang dan jagung disamping gubuk. Indahpun langsung minta ke Raihan untuk mengambil buah pisang sama jagung. Namun...


" Kamu aja yang ambil Ndah. " Ucap Raihan.


" Kok aku sih mas? Kamu tega ya biarin istri kamu hujan-hujanan. " Kesal Indah.


" Bukan aku tega Ndah... Tapi... aku takut sama hujan. " Ucap Raihan membuat Indah ketawa.


" Apa? Mas takut sama hujan? Masa mas kalah sama anak kecil? Sedangkan anak kecil aja suka sama hujan wkwkwk. " Ledek Indah.


" Bukan gitu maksud aku Ndah... Aku bukanya takut tapi trauma. Semenjak kejadian itu aku trauma sama hujan dan petir sampai sekarang. " Ucap Raihan.


Indah yang mendengar perkataan suaminya itu merasa kasihan sekali. Indah ingin sekali menyembuhkan trauma itu dari Raihan. Terlintas dari benaknya, Indah mempunyai ide agar trauma Raihan bisa hilang.


" Aku bukan tega sama kamu. Tapi... " Ucap Raihan dipotong sama Indah.


" Tapi kamu takut? Kamu temani aku sampai diujung sana sudah cukup. " Ucap Indah dengan bibir manyunya.


Raihan yang sadar dengan bibir manyun istrinya itu, seketika dia langsung menegang ditambah lagi cuaca yang mendukung. Melihat ekspresi Raihan seperti itu, Indah langsung meraih tangannya dan pergi untuk mengambil buah pisang dan jagung.


Indah sengaja berjalan dibelakang Raihan agar rencananya berhasil. Dan saat berada dsamping gubuk, Indahpun langsung mendorong Raihan membuat dia langsung kehujanan.


Raihan langsung terkejut dan dia langsung berlari ke gubuk tapi...


" Kamu itu kalau sudah maju jangan mundur lagi... tapi kamu harus berani agar masalahnya cepat selesai. " Ucap Indah sambil mandi hujan.


" Aku takut Ndah.... " Ucap Raihan.


" Kamu jangan takut mas... aku ada disini untuk kamu. " Ucap Indah sambil memeluk Raihan yang membuat dia langsung baper.


Mendengar ucapan Indah, akhirnya Raihan berusaha untuk menghilangkan rasa takut yang ada didalam dirinya.


Indah membawa Raihan bermain hujan layaknya anak-anak yang sedang bermain hujan. Namun saat bermain, tiba-tiba Indah terpeleset karena rumput yang licin membuat dia jatuh kedalam pelukan Raihan.

__ADS_1


Mereka saling menatap satu sama lain tanpa berkedip. Raihan melihat wajah cantik istrinya itu sambil memegang pipi Indah yang lembut...


" Pipi kamu lembut sekali Ndah... kecantikan kamu terpancar Ndah saat basah kuyup seperti ini " Gumam Raihan.


" Basah-basah ini ketampanan kamu makin terpancar mas... nggak salah aku menikah dengan mu... " Gumam Indah.


Namun, saat mereka menatap satu sama lain, tiba-tiba petir bergema dilangit membuat Raihan langsung duduk dan menutup kedua telinganya.


Indah yang melihatnya langsung memeluk badan kekar suaminya itu sambil memberikan pelukan yang hangat dari seorang istri.


Disisi lain, semua mahasiswa baru sampai di kampus. Mommy Dewi dan Papi Irhas merasa gelisah karena tidak melihat anak semata wayangnya beserta menantu kesayangannya.


" Raihan mana Fauzi? " Tanya Mommy Dewi.


" Itu... Raihan sama Indah hilang tante di hutan." Jawab Fauzi membuat Dewi dan Irhas terkejut.


" Apa? " Tanya Mommy Dewi namun dia langsung pingsan.


Papi Irhas pun langsung panik melihat istrinya itu pingsan. Dan mereka membawa mommy Dewi ke klinik yang ada dikampus


Setelah beberapa menit, akhirnya Mommy Dewi siuman...


" Raihan... dimana kamu nak? " Tanya Mommy Dewi sambil nangis.


"Sabar sayang.... semua orang pasti akan mencari keberadaan mereka. Bila perlu kita pakai tim sar untuk mencari mereka. " Ucap Papi Irhas sambil menenangkan istrinya itu.


Disisi lain, Raihan dan Indah sedang asyik bakar jagung yang telah mereka ambil tadi. Mereka menikmati suasana dimana mereka cuman berdua.


Semenjak Indah sulit mempunyai keturunan, mereka jarang sekali menikmati suasana seperti ini layaknya sepasang kekasih. Bahkan Raihan sering melontarkan perkataan yang membuat hati Indah menjadi sakit. Namun semenjak kejadian ini, mereka bisa berduaan kembali.


Tak butuh lama untuk membuat jagung bakar. Jagung bakar yang mereka buat tadi selesai juga. Karena rasa lapar yang sudah tidak tahan dan kedinginan akibat kehujan, mereka langsung melahap jagung itu.


Saat mereka makan jagung bakar itu, Raihan ketawa melihat Indah makan penuh celemotan...


" Kamu makan kayak anak kecil aja. " Ucap Raihan sambil membersihkan celemotan itu.


Indah pun mulai baper dengan sikap suaminya itu yang berubah peduli terhadap dirinya. Namun Raihan...


" Kamu jangan baper... aku lakuin ini biar kamu makan tidak celemotan lagi... Lagian aku malu kalau kamu makan seperti ini diacara-acara penting. " Gengsi Raihan.


" Iya mas. Aku tahu... " Ucap Indah


Setelah mereka selesai menikmati jagung bakar, mereka memutuskan untuk tidur karena hari semakin gelap.

__ADS_1


__ADS_2