
Disaat seorang suami yang sedang membelai rambut isrinya yang sedang tertidur membuat perasaannya tak kaharuan saat menatap bibir istrinya yang manyun.
Raihan sangat tergoda saat melihat bibir Indah yang manyun. Namun, dia tidak bisa melakukan hal itu karena banyak sekali orang yang didalam bis. Ditambah lagi Monic yang melihat mereka membuar Raihan tak bisa melakukannya.
" Ya tuhan kenapa saat melihat bibir istriku yang manyun ini rasanya tergoda? Indah aku mohon tolong bibir kamu jangan gitu. Sungguh aku tak berdaya sama sekali Ndah? Kenapa kamu menyiksa aku seperti ini? " Gumam Raihan didalam hati.
Raihan yang semakin menegang karena bibir manyun istrinya itu, dia hanya bisa diam dan memejamkan matanya agar fikiran liarnya hilang.
Setalah satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di lokasi kemah bakti yang letaknya dekat hutan. Shalda dan Febru yang baru bangun dari alam mimpinya, mereka langsung terkejut disaat mereka melihat ke belakang.
" So sweet banget mereka. " Ucap Shalda.
" Iya seperti romeo and juliet yang sedang tidur. " Ucap Febru.
Shalda melihat Indah dan Raihan yang sedang tidur bersandar satu sama lain membuat dia merasa senang dan bahagia. Begitupun Zalfa dan Roby yang baru bangun dari alam mimpinya.
Mereka semua merasa senang dan bahagia melihat sahabat mereka terkesan mesra. Tapi, yang mereka heran Monic dan Shakti yang tidur persis seperti Indah dan Raihan. Hal itu membuat mereka beratnya-tanya didalam hati.
" Kenapa Shakti dan Monic tidur bersandar seperti itu, dan ekspresi wajah Monic seperti orang yang sedang jatuh cinta? Jangan-jangan Monic cinta sama Shakti? " Gumam Zalfa didalam hati.
Semua isi bus itu sudah terbangun dari alam mimpinya satu per satu. Dan saat mereka mau turun, mereka dikejutkan oleh dua pasangan yang tidur dengan mesranya sehingga membuat Wulan penasaran. Dan dia dengan segera menuju ke kursi belakang.
Alangkah betapa terkejutnya Wulan saat melihat kekasihnya tidur bersandar dengan sicupu itu. Dan dia langsung...
" Sayang bangun. " Ucap Wulan sambil membangunkan pacarnya itu.
__ADS_1
Saat Raihan dan Indah bangun, merekapun terkejut disaat mereka tidur yang bersandaran satu sama lain. Semua mata yang sedang memerhatikan mereka, membuat Indah merasa malu.
" Sini kacamata ku. " Ucap Indah sambil mengambil kacamata itu ditangan Raihan.
Semua matapun terpukau dengan kecantikan Indah. Karena saat Indah tidur tadi, Raihan membuka kacamatanya dan melepaskan ikatan rambutnya yang membuat kesempurnaan di wajah Indah terpancar.
Raihan yang melihat sekelilingnya yang sedang memperhatikan istrinya itu, dia langsung...
" Ngapain kalian lihat dia? Cepat turun! Panas tahu. " Kesal Raihan yang akhirnya mereka semua turun.
Sedangkan Shakti yang tidur di bahu Monic, dia langsung terbangun karena terdengar berisik diatas bus. Dan saat dia membuka mata, dia langsung...
" Aaaaggghh. " Sorak Shakti saking kagetnya melihat Monic yang sedang bersandar di bahunya.
" Kenapa kamu sandar sama aku? Trus apa yang kamu lakukan kepadaku? Jangan-jangan..." Tanya Shakti.
" Kamu aneh ya? Masa kamu nuduh aku yang nggak-nggak? Lagian ini di atas bis tahu? Emangnya kamu fikir aku lakuin apa kekamu? " Tanya Monic.
" Ya mana aku tahu? Aku kan tidur. " Ucap Shakti.
Semua mahasiswa yang di bus itu sudah turun dan yang tersisa cuman Indah, Raihan, Wulan, Zalfa, Roby, Shalda dan Febru. Mereka melihat kelakuan Shakti dan Monic seperti anak kecil yang membuat mereka tertawa.
" Sudah-sudah jangan bertengkar. Yaudah kita turun yuk. Nanti kita telat. " Ucap Indah akhirnya mereka semua turun dari bis.
Semua mahasiswa sudah berkumpul di sebuah padang rumput yang luas dan berbatasan dengan hutan liar yang sangat luas. Mereka semua berkumpul sesuai kelompok. Dan disaat Shakti dan Indah mau berbaris, tiba-tiba kaki Indah tersandung yang membuat dia hampir jatuh.
__ADS_1
Untung saja Raihan yang sedang berada disana langsung merangkul pinggang istrinya itu dengan erat sehingga membuat semua mata termasuk dosen tertuju kepadanya.
Detak jantung Indah berdetak kencang karena tatapan mata Raihan yang indah terpancar sehingga membuat Indah tak lepas dari tatapan itu. Namun, tatapan yang indah itu langsung hilang ketika Wulan memberi kode.
" Makanya kamu tu hati-hati. Dasar ceroboh. " Ucap Raihan.
" Iya makasih bang. " Ucap Indah langsung berbaris di barisannya.
Setelah semuanya berbaris, merekapun langsung duduk diatas padang rumput itu sambil menunggu pembagian makan siang dari kampus. Karena waktu makan siang sudah datang.
Setelah semuanya kebagian makan siang, mereka semua berdoa terlebih dahulu. Dan setelah berdoa, mereka semua langsung makan dengan lahapnya.
Shakti yang kebetulan duduk dekat Indah membuat Raihan dibakar api cemburu karena dia duduk bersama para senior lainnya yang membuat dia tidak bisa pergi kesana untuk mencegah kegatalan Shakti terhadap istrinya itu.
Setelah semuanya selesai makan, mereka langsung ditugaskan untuk mendirikan tenda-tenda untuk mereka istirahat nanti malam. Dan disaat Indah mau memasangkan pasak kedalam ring tenda, tiba-tiba tangannya terluka yang membuat darahnya mengalir deras ditangan.
Raihan dengan segera langsung memberhentikan darah yang mengalir dengan bibirnya yang membuat Indah terbawa suasana.
Kebetulan Wulan tidak ada bersamanya. Wulan pergi bergabung dengan sahabatnya yang sedang bergibah di tenda. Dan semuanya pada sibuk mendirikan tenda masing-masing sehingga tidak ada orang yang tahu tentang kejadian ini.
" Emangnya teman laki-laki mu nggak ada yang mau pasangin? " Tanya Raihan.
" Nggak ada bang. Teman laki-laki kelompok ku sibuk mendirikan tendanya. Makanya aku sama teman perempuanku untuk mendirikan tenda kami. " Jawab Indah.
Raihan merasa hiba dengan istrinya itu. Dan dia langsung membantu untuk mendirikan tenda itu. Indah merasa terharu karena dia beruntung mempunyai suami sebaik Raihan. Meskipun mereka ada masalah dalam rumah tangga mereka, tetapi Raihan tetap membantu istrinya itu dengan ikhlas.
__ADS_1