Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 57 " Kesialan Wulan. "


__ADS_3

Raihan terus mengiggau menyebut nama Ilham, membuat Indah terbangun dan dia langsung menenangkan suaminya itu.


" Kamu kenapa mas? " Tanya Indah.


" Aku mimpi ada seseorang laki-laki datang kepadaku dan itu adalah Ilham... Dia berpesan, aku harus menepati janjiku untuk menjaga adiknya. Tapi saat aku tanya adiknya siapa dia bilang dia adalah orang yang tulus mencintai kamu. Saat aku tanya lagi siapa adiknya, dia menghilang. " Penjelasan Raihan.


" Emangnya mas tahu siapa adiknya? " Tanya Indah lagi.


" Nggak. Dan dia berkata kalau kita sudah pernah ketemu... Tapi aku nggak tahu siapa dia? Dan dia berkata kalau aku tidak menepati janji, aku akan menyesal. " Ucap Raihan.


" Yaudah mas... masalah ini nanti kita fikir jalan keluarnya. Sekarang kita shalat tahajut dulu yuk. Biar hati dan fikiran mas menjadi tenang. " Ajakan Indah dan akhirnya mereka shalat tahujut.


****


Pagi yang mendung menghiasi langit Jakarta membuat Raihan terbangun dari alam mimpinya. Disaat dia membuka mata, dia tidak melihat istrinya ada disampingnya. Dan saat ke kamar mandi untuk bersih-bersih, dia melihat pakaian yang sudah rapi diatas kasur.


" Kamu memang istri idaman sekali Ndah... "


Ucap Raihan sambil tersenyum sendiri.


Setelah Raihan selesai berpakaian, diapun segera turun kebawah untuk sarapan pagi bersama. Indah dan Mommy Dewi langsung menghidangkan sarapan diatas meja makan bersama para pembantunya.


Raihan dan Papi Irhas yang melihat makanan yang lezat sekali, mereka tak sabar untuk menyantapnya.


" Wanginya masakan mommy... Ini mommy yang masak? " Tanya Raihan.


" Ini bukan mommy yang masak... tapi istri kamu Han. " Jawab Mommy Dewi membuat Raihan terkejut.


" Waaahh masakan istriku nggak jauh kalah sama masakan mommy... membuat aku jatuh cinta sama kamu. " Ucap Raihan sambil memeluk pinggang Indah.


Mendengar ucapan Raihan seperti itu, membuat Indah terbang melayang jauh ke awan. Namun...


" Jangan geer kamu... ini dihadapan mommy sama papi biar mereka anggap kita mesra. " Bisik Raihan ke telinga Indah.


" Kalian bisik - bisik apa? " Tanya Mommy Dewi.


" Biasa lah mom... privasi kami. " Pungkas Raihan.


Indah yang mendengar bisikan suaminya itu membuat dia terbang ke awan tadi jatuh menghantam keras ke tanah. Hati Indah terasa sakit sekali... dia sudah berharap kalau suaminya cinta pada dirinya. Namun itu hanya sebatas drama.


Setelah selesai sarapan, merekapun langsung menuju ke kampus. Karena hari ini Raihan ada ujian sama Pak Deni.


Di jalan, Raihan melihat awan mendung menghiasi langit Jakarta. Dan dia mulai khawatir dengan keadaan dirinya. Indah yang melihat suaminya seperti itu diapun langsung...


" Kamu kenapa mas? " Tanya Indah penasaran.

__ADS_1


" Kamu lihat langit disana. Aku takut Ndah kalau semua orang tahu tentang keadaan aku sebenarnya. Kalau tidak ada ujian sama pak Deni mending aku kuliah dirumah." Jawab Raihan.


" Kamu jangan bicara seperti itu mas... aku yakin kamu bisa menghilangkan rasa trauma kamu... Tapi nggak instan semuanya butuh proses. " Ucap Indah.


" Makasih ya Ndah... kamu telah menyemangati aku. " Ucap Raihan


Seperti biasa, Indah diturunkan di ujung jalan dan tak lupa melepaskan cincin pernikahan mereka. Sesampai dikampus, Wulan langsung menghampiri Raihan...


" Sayang kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Wulan panik


" Aku nggak apa-apa sayang... Kamu nggak usah khawatir seperti ini... aku baik-baik saja kok. " Jawab Raihan.


Tak lama kemudian, Indahpun datang kekampus dengan tampilan andalannya. Monic, Zalfa, Shalda dan Shakti melihat Indah di gerbang kampus, merekapun langsung menghampirinya.


" Indah... kamu nggak kenapa-napa kan? Ada yang luka nggak? Kami semua khawatir sama kamu Ndah. " Tanya Monic.


" Aku nggak apa-apa gengs.... kalian bisa lihat sendiri kan? " Jawab Indah.


Wulan yang merasa cemburu karena pacarnya berduaan bersama Indah sicupu, diapun langsung...


" Eh cupu... lo kenapa ada didalam hutan sama pacar gue? Jangan-jangan lo mau godain pacar gue ya? " Tanya Wulan.


" Kakak Wulan, aku dan bang Raihan tidak ada memiliki hubungan apa-apa. Dan kami terjebak dihutan itu karena ada seseorang yang menyerang bang Raihan... kebetulan aku habis dari sungai kak... aku mau menolong bang Raihan... eh akunya juga yang terbawa-bawa. Untung ada aku yang bantuin kalau tidak... mungkin bang Raihan tidak selamat. " Ucap Indah membuat Wulan tersudut.


Melihat Wulan pergi, membuat Raihan langsung pergi mengejar Wulan karena dia merasa bersalah kepadanya. Indah melihat suaminya mengejar pelakor itu merasa cemburu.


Akhirnya Indah and gengs masuk kelas karena waktu menunjukkan pukul 08.00. Selama perjalanan, Indah hanya mengalamun hingga membuat dia menabrak seorang pria berpakaian formal sambil membawa beberapa buku.


" Maaf pak. Saya tidak sengaja. " Maaf Indah sambil mengambil buku yang berjatuhan.


" Nggak apa-apa. " Ucap Andri yang merupakan dosen baru dikampus itu.


Indah melihat wajah Andri merasa pernah lihat dia. Tapi tidak tahu dimana. Setelah mengingat kembali akhirnya dia ingat kalau Andri adalah...


" Ini orang yang di kafe waktu itu berdua sama Wulan kan? Dan dia waktu itu panggil Wulan dengan sebutan sayang kan? Jangan-jangan ini pacar Wulan lagi? Dasar ya... wanita lajang. " Gumam Indah.


" Astaga Indah... kamu kalau jalan jangan bengong... lihat kamu menabrak dosen tampan ini... bapak nggak kenapa-napa kan? " Tanya Monic.


" Isshhh kamu Nic... kebiasaan deh... Yaudah pak kami permisi dulu ya pak. Sekali lagi maafin saya pak. " Ucap Indah langsung membawa Monic yang sudah baper itu pergi ke kelas.


Disisi lain, Raihan yang asyik membaca buku untuk ujian nanti tiba-tiba Wulan menghampirinya...


" Sayang nanti temanin aku pergi nonton yuk. Ada film bagus loh di bioskop. " Ajakan Wulan.


" Sorry yang aku hari ini nggak bisa. Soalnya nanti siang aku ada meeting dengan klien besar. " Tolak Raihan.

__ADS_1


" Padahal genre film ini genre paling kamu suka. Tapi yaudah deh besok-besok masih bisa kan? Oh ya kamu serus amat bacanya. " Tanya Wulan


" Kamu udah hafal materinya sayang? Sekarang kita kan ujian sama pak Deni? " Tanya Raihan.


" Udah dong sayang... " Jawab Wulan.


Tak lama kemudian datanglah sosok pria memasuki ruangan kelas itu. Dia melihat wanita yang dia cintai berduaan dengan laki-laki lain. Hal itu membuat dia sakit hati.


" Selamat pagi semua. " Sapa Andri.


" Pagi pak. " Sapa semua mahasiswa termasuk Wulan dan Raihan.


Wulan melihat Andri langsung duduk menjauh dengan Raihan. Raihan sama sekali tidak peduli dengan sikap Wulan yang seperti itu. Dia fokus kepada dosen baru itu.


" Perkenalkan nama saya Pak Andri Pramudika. Saya disini menggantikan Pak Deni karena Pak Deni melanjutkan kuliah doktornya di Coloumbia. Jadi untuk mata perkuliahan ini sampai akhir semester dengan saya. Ada yang ingin bertanya lagi? " Ucap Andri membuat dunia Wulan serasa kiamat.


" Pak saya mau nanya. Bapak udah nikah atau masih singel? " Tanya salah seorang mahasiswi.


" Saya masih singel, maaf kamu lancang bertanya hal pribadi tentang saya. " Jawab Andri.


"maafin saya pak" jawab mahasiswi itu


" Rasanya untuk perkenalan sudah cukup. Nanti kalau ada yang ingin bertanya seputar perkuliahan bisa telfon atau chat saya. Ingat... hanya seputar perkuliahan... kalau masalah lain saya tidak meledani anda. " Ucap Andri.


" Baiklah langsung saja kita masuk ke perkuliahan kita. Sebelumnya kalian semua hari ini ada ujian sama Pak Deni kan? " Tanya Andri.


" Iya pak. " Jawab semua mahasiswa.


" Sekarang kalian keluarkan kertas dan catat soal yang saya berikan. " Ucap Andri.


Semua mahasiswa itu langsung mengerjakan ujian yang diberikan Pak Andri. Raihan yang sedang asyik mengerjakan ujian, tiba-tiba ada pesan masuk dari Wulan yang membuat semua orang memperhatikan dirinya.


Andri yang melihat Raihan dan Wulan yang sedang memainkan handphone saat ujian, tiba-tiba...


" Kalian berdua lagi apa? " Tanya Andri.


" Ya lagi chat lah pak. Soalnya mereka sudah 1 tahun pacaran pak... jadi kejadian ini sudah biasa bagi kami pak. " Ucap salah satu mahasiswi yang merasa isi kepada mereka.


" Iri bilang aja deh. " Kesal Wulan.


Andri yang mendengar ucapan mahasiswi itu merasa sakit hati karena dia dan Wulan sudah 3 tahun pacaran. Sedangkan sama Raihan baru 1 tahun.


" Sial... kenapa dia kasih tahu kalau aku dan Raihan sudah 1 tahun pacaran? Hari ini sial banget gue. Udah gue di pojokin sama geng cupu tadi... Ya tuhan... " Kesal Wulan.


" Kalian berdua nanti temui saya di kantor. Oh ya saya keluapaan buat kalian semua harus mematuhi permainan saya. Yang pertama masuk dengan saya jam 08.00. Yang kedua saat perkuliahan saya tidak ada satu pun yang memainkan handphone. Dan yang terakhir tugas harus dikumpulkan waktu yang telah kita sepakati. Jika kalian ada yang melanggar aturan yang saya buat, kalian akan mendapatkan hadiah dari saya. " Ucap Andri.

__ADS_1


__ADS_2