Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 23 " Rahasia Raihan "


__ADS_3

Pagi yang cerah, burung berkicauan dilangit biru, membuat Istri dari tuan Permana terbangun dari tidurnya. Dia melihat suami tampannya yang sedang tidur dengan tatapan penuh bahagia


" Aku beruntung mendapatkan suami seperti kamu mas... dan aku berusaha semaksimal mungkin membuat kamu mencintai aku mas... " Gumam Indah di dalam hati sambil membelai wajah tampan suaminya itu.


Saat Indah membelai wajah suaminya itu, tiba-tiba dia dikagetkan dengan...


" Ngapain kamu " Kata Raihan dengan tatapan tajam ke Indah.


" Ya aku.... cuman.... " Kata Indah dengan gugupnya


" Cuman apa? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Cuman... membelai wajah tampan mas... " Kata Indah yang pipinya seperti kepiting goreng.


Raihan tersenyum sendiri melihat kelakuan istrinya itu seperti anak kecil yang melakukan kesalahan. Semakin malunya, dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya tanpa mempedulikan Raihan.


" Indah... Indah... " Kata Raihan sambil memegang pipinya yang dibelai Indah tadi.


Setelah mereka bersih-bersih, mereka terlebih dahulu untuk sarapan di vila itu. Setelah itu, mereka langsung menuju ke rumah grandma. Karena disana keluarga besar Raihan sudah berkumpul termasuk mommy Dewi dan papi Irhas.


Saat Indah dan Raihan tiba di rumah grandma, mereka disambut sangat baik oleh semua keluarga besar Raihan termasuk mommy Dewi dan papi Irhas. Mereka duduk seperti di lasehan sambil bercengkerama satu sama lain.


Suasana di rumah itu sangat bising membuat grandma menjadi pusing. Dia meminta Indah untuk menemani dia mencari udara segar di luar. Tapi....


" Biar aku aja yang menemani mama... soalnya Indah kan baru nyampe " Kata Dewi


" Nggak mama maunya sama cucu mama yang cantik ini " Kata grandma membuat Indah malu.


Akhirnya Indah dan grandma keluar untuk mencari udara segar. Setelah tiba di taman, grandma merasa lebih tenang dan rileks. Indah melihat grandma kayak gitu serasa mempunyai nenek lagi.


" Oh ya kamu sama Raihan dijodohkan ya? Trus apakah kamu sama Raihan saling mencintai? " Tanya grandma membuat Indah yang tadinya tenang sekarang menjadi gelisah.


" Aku sama mas Raihan sekarang.... baru belajar mencintai satu sama lain grandma... " Kata Indah dengan bohong. Padahal Raihan masih berhubungan dengan Wulan.


Indah dan grandma mengobrol semakin asyiknya. Grandma bercerita kepada Indah bahwa Raihan sangat takut sekali yang berbau ghaib. Indahpun tertawa mendengar cerita dari grandma.


" Iya grandma... mas Raihan tu sangat takut. Masa iya sama suara jangkrik dimalam hari takut? Hahahaahaha " Kata Indah sambil tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


" Tapi ada rahasia besar Raihan yang grandma kasih tahu kepadamu. " Kata grandma dengan tatapan serius.


" Rahasia apa ya grandma? " Tanya Indah dengan penasaran.


Flasback 10 tahun


Raihan dan Ilham telah bersahabat sejak Ilham menolong Raihan dari pembullyan abang kelas. Raihan terkenal sangat pendiam sekali sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya. Cuman Ilham lah yang mau berteman dengannya.


Saat pulang sekolah, Raihan ingin mengasih kado ulang tahun ke sahabatnya itu. Dia langsung membawa Ilham ke taman dekat sekolah


" Selamat ulang tahun sahabatku. Semoga tali persahabatan kita akan tetap kuat sampai dewasa nanti. " Kata Raihan sambil mengasih kado ke Ilham


" Waaahh terimakasih Raihan. Kamu nggak perlu repot-repot mengasih kado. Ucapan saja sudah cukup buat aku " Kata Ilham sambil membuka kadonya.


" Waahh terimakasih kadonya ya... aku suka sekali sama gelang ini " Ucap Ilham sambil memakai gelang itu.


" Oh ya Ham... aku beli telur gulung dulu di seberang sana ya... " Kata Raihan


Raihan pergi membeli telur gulung itu. Hatinya sangat senang. Karena Ilham suka dengan kado dia kasih. Semakin senangnya, dia tidak melihat ada mobil yang melaju cepat kearahnya.


Ilham yang melihat itu langsung mendorong Raihan ke tepi. "Bruak" Suara mobil membuat Ilham sahabatnya itu tergeletak di lantai Raihan yang melihat itu langsung memeluk sahabatnya yang sudah berdarah itu.


" R-Raihan... to-long jagain adik perem-puan aku ya... " Kata terakhir Ilham.


Akhirnya Ilham meninggal dalam pelukan Raihan. Dan saat itu juga petir langsung menyembar diawan. Tak lama kemudian turunlah hujan lebat yang membasahi semua yang ada di lokasi kejadian itu. Dan Ilham langsung dibawa kerumah sakit.


Setelah tiba dirumah sakit, Ilham dinyatakan meninggal oleh dokter yang memeriksanya. Orangtua Ilham terutama ibunya menjadi histeris. Anak perempuan yang disamping ibunya itu langsung pingsan karena syok.


Ayah Ilham melihat Raihan yang sudah berlumuran darah itu langsung menghampirinya.


" Emang apa salah anakku? Jawab... jawab... " Kata ayah Ilham itu sambil membentak-bentaknya


Raihan hanya terdiam kaku melihat semua kejadian ini.


" Dasar kau pembunuh. Sebaiknya kau pergi dari sini " Kata ayah Ilham membuat Raihan langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Di sepanjang jalan, dia mengingat ucapan ayah Ilham itu, dan dia langsung...

__ADS_1


" aku bukan pembunuh... aku bukan pembunuh " Histeris Raihan saat hujan dan petir menyambar di awan


*****


" Oooo begitu ceritanya ya grandma. Pentasan saja waktu itu dia mengigau aku bukan pembunuh... aku bukan pembunuh " Kata Indah


" Ini cuman kamu yang tahu Ndah.... mommy sama papi belum tahu.... " Kata grandma membuat Indah penasaran


" Kenapa grandma nggak beri tahu mereka? " Tanya Indah


" Karena grandma nggak mau membuat mommy kamu terbebani masalah ini. Sebab mommy kamu orangnya selalu khawatir. Kalau grandma kasih tahu dia, pasti terbawa pikiran. " Kata grandma


" Sekarang grandma kasih tahu ke kamu karena kamu istrinya Raihan. Dan grandma berharap kamu bisa menyembuhkan tarumanya Raihan " Ucap grandma membuat Indah berkaca-kaca


" Baik grandma aku akan menyembuhkan mas Raihan apapun caranya " Kata Indah membuat grandma juga berkaca-kaca.


Tak lama kemudian...


" Ternyata kalian disini? Ucap Raihan


" Eh mas... " Kata Indah sambil menyapu air matanya.


" Kamu kenapa nangis? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Oh ini... ini cuman kelilipan doang " Kata Indah.


"Oh ya grandma dicariin sama om dan tante didalam " Kata Raihan


Akhirnya grandma masuk kedalam rumah. Setelah tiba didalam, semua om dan tante Raihan pamit pulang karena waktu menunjukkan pukul 04.00 sore. mommy Dewi dan papi Irhaspun pamit karena besok mereka pergi ke Korea untuk urusan bisnis.


Hati grandma pun menjadi sedih karena semua anak-anaknya pergi dan tinggal cuman dia sendiri dan para pembantu dirumah itu.


Setelah mereka pergi, Raihan dan Indahpun pulang ke rumah Indah karena mereka tadi dari vila langsung ke rumah grandma.


Saat dijalan, Indah melihat Raihan yang sedang menyetir dengan tatapan bingung. Karena dia harus mulai dari mana dia bertanya kepada Raihan soal sahabatnya itu Ilham.


" Kamu kenapa Ndah... kayak orang bingung aja? " Tanya Raihan dengan penasaran

__ADS_1


" Mas... sebelumnya aku minta maaf. Tapi aku mau nanya, apakah betul kamu mempunyai sahabat bernama Ilham? " Tanya Indah membuat mobil terhenti mendadak.


__ADS_2