Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 43 " Pertengkaran Hebat. "


__ADS_3

Setelah mereka berlaju kejalan raya, Indah dan Shakti berkeliling menikmati senja di kota. Kemacetan yang begitu amat panjang, membuat Raihan yang mengikuti mereka dari tadi harus hilang jejak. Dan hal itu membuat dia kesal dan sakit hati.


Hal itulah yang dirasakan Indah selama ini melihat suaminya yang berduaan dengan Wulan. Indah sengaja melakukan ini agar suaminya itu sadar dan tahu bagaimana rasa sakit saat orang yang dicintai bersama orang lain.


Hari semakin gelap, Shakti mengantar Indah ke apartemennya. Saat mereka sampai, Indah langsung turun dari motor besar itu dan...


" Terimakasih Shakti. Kamu mau menemaniku hari ini. " Ucap Indah.


" Harusnya aku yang ngucapin terima kasih kepada kamu. Karena kamu mau menemaniku pergi. " Ucap Shakti.


Setelah motor Shakti pergi dari hadapannya, Indah langsung masuk ke apartemen itu. Saat dia membuka pintu apartemen, tiba-tiba langkah kakinya terhenti melihat orang yang dia cintai duduk di sofa dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


" Mas kenapa tatap aku seperti itu? " Tanya Indah penasaran.


" Ngapain aja kamu dengan pebinor itu? Jam segini baru pulang? Kemana aja kamu habis dari perpustakaan? " Tanya Raihan.


" Oohh jangan-jangan kalian bermesraan diluar sana. Aku kan tidak tahu? Bisa jadi kalian berciuman untuk balas dendam sama aku. Karena aku masih memiliki hubungan dengan Wulan. " Ucap Raihan membuat hati Indah menjadi sakit.


" Apa mas bilang? berciuman? Asalkan mas tahu orang yang nyium aku hanya satu orang yaitu mas sendiri." Ucap Indah sambil berkaca-kaca.


" Aku nggak tahu kalian diluar ngapain? Mana aku tahu kalau hanya aku yang nyium kamu? Atau kalian lebih dari sekedar ciuman lagi? " Ucap Raihan yang mulai emosi.


" Tega kamu ya mas. Menuduh aku seperti itu. " Ucap Indah sambil menampar Raihan.


Raihan yang kena tampar dari Indah emosinya langsung naik dan tidak bisa terkontrol lagi.


" Berani kamu tampar aku. Asalkan kamu tahu aku belum pernah ditampar wanita seperti ini. " Emosi Raihan sambil mengangkat tangannya.

__ADS_1


Indah langsung memejamkan matanya dengan takut. Namun tangan Raihan tidak sampai menampar Indah karena dia ingat kalau dia masih suami Indah.


" Kenapa mas nuduh aku seperti itu? Apa mas cemburu? " Tanya Indah.


" Apa kamu bilang? Cemburu? Asalkan kamu tahu kita menikah cuman terpaksa kehendak orangtua kita. Dan aku nggak pernah cinta sama kamu. Jadi jangan harap kamu mendapatkan cintaku! " Emosi Raihan membuat Indah sakit namun tak berdarah.


Raihan langsung pergi ke balkon meninggalkan Indah di ruang tamu yang sudah dibasahi oleh benih-benih kristal yang dia keluarkan. Kata-kata Raihan tadi sangat menyakitkan bagi Indah saat ini.


Dia langsung pergi kekamar untuk mengeluarkan semua rasa sakit yang diperbuat oleh suaminya itu. Ditambah lagi perkataan suaminya kalau mereka menikah cuman terpaksa kehendak orangtua yang membuat dunianya terasa kiamat.


Raihan sebenarnya tidak bermaksud untuk bicara seperti itu. Namun dia telah dirasuki api cemburu yang membuat emosinya tidak terkontrol. Dia bermenung di balkon sambil berfikir ucapannya yang membuat Indah menjadi bersedih.


" Apa kata-kataku tadi membuat Indah bersedih? Aku nggak bermaksud untuk bicara seperti itu? Tapi entah kenapa aku melihat dia sama Shakti rasanya sakit? Apa ini namanya cemburu? " Gumam Raihan didalam hati.


Benih-benih cinta antara Raihan dan Indah sudah mulai tumbuh. Namun benih-benih cinta itupun hancur seketika saat Raihan berkata seperti itu.


******


Keesokan harinya, Raihan yang sudah terbangun dari alam mimpinya, dia langsung menuju kekamar untuk melihat keadaan istrinya itu. Semalam, dia tidur di sofa karena dia tidak mau membuat Indah menjadi sakit hati melihat dirinya.


Saat Raihan tiba dikamar, dia melihat istrinya itu sedang tidur dengan mata yang sayu. Raihan tak kuasa melihat istrinya seperti itu. Dan dia langsung membersihkan sisa-sisa benih kristal di wajahnya.


" Apa kamu semalam menangis sejadi-jadinya Ndah? Aku tidak bermaksud untuk melukai hati kamu Ndah. Aku harap kamu mau maafin aku ya? " Kata Raihan sendiri sambil membersihkan sisa-sisa benih kristal di wajah istrinya itu.


Namun, saat dia hendak pergi mau keluar, tiba-tiba ngigo sambil...


" Jangan tinggalkan aku mas hiks hiks hiks. " Ngigo Indah.

__ADS_1


Raihan langsung menyadarkan Indah dari ngigonya. Dan langsung memeluk istrinya itu dengan pelukan yang hangat yang membuat Indah langsung menjadi tenang. Dan tak lama kemudian...


" Jangan geer kamu. Aku cuman kasihan aja sama kamu ngiggo seperti itu. " Ucap Raihan sambil melepaskan pelukan itu.


" Iya aku tahu mas. Yaudah aku mau bikin sarapan dulu. " Ucap Indah langsung meninggalkan kamar.


Setelah membuat sarapan, Indah tidak lupa untuk mengurus keperluan pribadi suaminya itu. Karena dia tidak mau dicap sebagai istri yang dendam terhadap suami. Dia mengambil baju di lemari dan diletakin diatas kasur.


Setelah Raihan bersih-bersih, diapun terkejut dan terharu karena istrinya itu masih memperhatikan keperluannya walaupun dia telah menyakiti hati istrinya itu.


" Hati kamu terbuat dari apa sih Ndah. Walaupun aku telah beberapa kali menyakiti hati kamu, kamu masih saja memperhatikan keperluan aku. " Gumam Raihan didalam hati.


Setelah Raihan mengenakan pakaian yang diambil Indah, dia langsung menuju ke meja makan untuk sarapan. Karena jadwal kuliah Raihan hari ini sangat padat. Sedangkan Indah cuman dua mata kuliah hari ini.


Mereka hanya diam satu sama lain saat duduk dimeja makan. Indah langsung mengambilkan sarapan untuk suaminya itu. Dan merekapun langsung makan dalam keadaan hening.


Setelah sarapan, merekapun langsung berangkat kekampus. Dan tak lupa, Indah diturunkan di ujung jalan kampus agar pernikahan mereka tidak ketahuan sesuai komitmen yang telah mereka buat.


Saat tiba dikampus, Wulan dengan manjanya langsung menggandeng tangan Raihan yang membuat dia langsung melepaskan gandengan itu.


" Nggak enak dilihat Lan. " Ucap Raihan membuat Wulan penasaran.


" Emagnya kenapa yang? Kita biasanya seperti ini kan? " Tanya Wulan penasaran.


" Aku tahu tapi nggak enak aja dilihat orang-orang kalau kita bermesraan setiap hari dikampus. " Jawab Raihan membuat Wulan bertambah tidak mengerti.


Raihan tak tahu kenapa dia bisa melakukan ini sejak melihat wajah istrinya yang sayu saat tidur tadi. Namun, saat Indah tiba dikampus tak lupa dengan kacamata besarnya ada sosok pria yang menghampiri Indah yang membuat raut wajah Raihan berubah seketika.

__ADS_1


__ADS_2