Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 27 " Kedatangan Sahabat "


__ADS_3

Setelah tiba direstoran, Andri disambut ramah oleh pelayan yang ada disana. Mereka duduk di meja yang sudah dipesan Andri. Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan membawa sebuah bucket bunga.


" Wulan... sudah 3 tahun kita menjalani hubungan, sekarang aku ingin kita menjalani hubungan yang lebih serius " Kata Andri membuat Wulan penasaran.


" Maksudnya? " Tanya Wulan dengan penasaran


" Maukah kamu menjadi istriku? " Tanya Andri membuat Wulan terkejut.


Wulan hanya terdiam dan berfikir...


" Kalau aku bilang iya... dia cuman cadangan aku? Tapi kalau aku bilang tidak... nanti dia malah kecewa? Dan dia tidak mau royal lagi ke aku? " Gumam Wulan didalam hati.


Akhirnya...


" Sebelumnya aku minta maaf Ndri. Tapi... aku belum siap untuk menikah... dan aku harap kamu mengerti ya? " Kata Wulan


" Baiklah aku tunggu sampai kamu siap " Jawab Andri dengan sedikit kecewa.


*****


Pagi yang cerah, membuat Raihan dan Indah memutuskan untuk pergi jogging karena semenjak mereka nikah, Raihan tidak pernah lagi untuk jogging.


Saat mereka jogging, Raihan menyapu ketingat yang keluar dari wajahnya yang membuat dia semakin tampan dimata kaum hawa termasuk Indah. Indah melihat suaminya itu seperti malaikat yang turun dari langit. Tiba-tiba...


" Tumben mereka video call pagi-pagi. " Ucap Indah sambil mengangkatnya.


" Siapa? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Sahabat aku mas. Kamu diam ya... awas kamu bersuara. " Kata Indah


" Yaudah. Aku kesana dulu untuk beli minum " Ucap Raihan langsung meninggalkan Indah yang sedang mengangkat video call dari sahabatnya itu.


(" Hai Ndah... sekarang kami ada di Bandung loooh... " Kata Monic membuat Indah terkejut.


(" Apa? Serius kamu? " Tanya Indah dengan penasaran


(" Iya Ndah... sekitar 15 menit lagi kami sampai dirumah aku. " Kata Monic


(" Kok kamu nggak senang gitu kami datang? " Tanya Shalda


(" Bukanya nggak senang. Tapi aku terkejut... Kalian ke Bandung nggak bilang-bilang. " Kata Indah


(" Yaudah nanti siang aku kerumah kamu ya? " Kata Monic.


Setelah mereka video call, Indah seperti cacing kepanasan. Raihan yang melihat istrinya itu langsung menghampirinya.

__ADS_1


" Kamu ngapain seperti cacing kepanasan aja? " Tanya Raihan dengan penasaran.


" Gawat mas... gawat... " Kata Indah dengan cemas.


" Gawat? Maksudnya? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Sahabat aku mau datang. " Kata Indah dengan cemas


" Ooooohhh sahabat kamu " Ucap Raihan dengan santainya.


" Apa? Sahabat kamu? " Tanya Raihan dengan penasaran.


" Iya mas... Trus gimana ni? " Tanya Indah dengan penasaran.


Mereka meneruskan jogging sambil memfikirkan bagaimana agar sahabat Indah tidak mengetahui bahwasanya mereka sudah menikah.


Tak lama kemudian...


" Stop dulu mas. " Kata Indah


" Ada apa Ndah? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Ini... bukanya jalan menuju rumah Monic ya? " Tanya Indah


" Mana aku tahu? " Jawab Raihan membuat Indah mengingat jalan itu.


" Trus gimana? 15 menit lagi mereka sampai? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Jalan satu-satunya yaitu.... lari...." Kata Indah sambil lari dan meninggalkan suaminya itu.


Raihan yang ketinggalan jauh oleh Indah langsung menyusulnya dengan kecepatan yang tinggi membuat dia dapat menyusul Indah.


Mereka lari sekuat tenaga agar sampai dirumah. Karena jarak mereka dengan rumah Monic cukup dekat. Mereka berlari seperti orang dikejar setan yang membuat semua mata yang ada disana tertuju kepada mereka.


Indah dan Raihan tidak menghiraukan orang disekitar mereka yang sedang menatap mereka seperti menonton pertunjukan balap lari dan ada juga tertawa dan penasaran melihat tingkah laku Indah dan Raihan.


Setengah jam berlari, akhirnya mereka sampai juga dirumah. Mereka tiba dirumah seperti orang kehabisan oksigen yang membuat Fitri menjadi penasaran.


" Kalian kenapa ngos-ngosan seperti itu? " Tanya Fitri dengan penasaran.


" Gawat bu... Monic mau pulang... dan 15 menit lagi dia datang. " Jawab Indah dengan cemas.


" Trus apa masalahnya? " Tanya Fitri.


" Issshhh ibu lagi. Kalau mereka sampai kesini... trus mereka tahu kalau aku telah menikah. " Ucap Indah.

__ADS_1


" oooo itu masalahnya. Yaudah untuk sementara waktu Raihan berada di kamar aja dulu. " Kata Fitri.


" Gimana mas? " Tanya Indah.


" Yaudah nggak apa-apa. Lagian mas mau pelajari berkas-berkas yang dkirim Rere kemarin. " Jawab Raihan.


" Yasudah. Kalian bersih dulu deh. Bau... " Kata Fitri sambil menutup hidungnya dengan tangan.


Akhirnya mereka menuju kekamar untuk membersihkan badan. Setelah membersihkan badan, Raihan langsung membuka laptop yang ada dikasur untuk mempelajari berkas-berkas yang dikasih Rere.


Indah yang melihat suaminya itu merasa kagum. Walaupun mereka sedang tidak bekerja, tapi Raihan selalu bekerja keras untuk masa depan mereka.


Walaupun sekarang status mereka sekarang adalah suami istri, tapi Indah tidak melupakan kewajibannya sebagai sekretaris Raihan. Indah mempersiapkan apa yang dibutuhkan Raihan untuk mempelajari berkas-berkas itu.


Disisi lain Monic, Zhalfa dan Shalda yang baru saja tiba dirumah Monic. Monic yang begitu rindu dengan kedua orangtuanya langsung menemui mereka.


Saat Monic memasuki rumah, kebetulan pintu rumahnya nggak terkunci. Monic melihat sekeliling rumahnya tetapi dia tidak menemukan kedua orangtuanya.


" Ibu.... ayah... " Panggil Monic berulang kali.


" Ya bentar. " Kata Sri dari dapur langsung ke ruang tamu.


Sri terkejut melihat anaknya sudah didepan pintu. Monic yang sangat rindu dengan ibunya langsung memeluknya begitupun Sri yang sudah sangat rindu dengan anaknya.


" Oh ya bu perkenalkan ini Zhalfa, dan ini Shalda " Kata Monic sambil melepaskan pelukan ibunya.


" Hai bu... " Kata Zhalfa dan Shalda serentak.


" Silahkan duduk. Ibu akan ambilkan minuman untuk kalian " Kata Sri langsung menuju ke dapur.


" Oh ya Nic. Rumah Indah dimana? " Tanya Shalda


" Rumah Indah nggak jauh dari sini. Cuman setengah jam aja dengan jalan kaki Shalda. " Jawab Monic.


" Nanti siang jadikan... kerumah Indah? " Tanya Zalfa.


" Jadi Zal... Sekalian kita nginap disana. " Jawab Monic.


" Serius? " Tanya Zalfa lalu Monic mengaggukan kepalanya.


" Ngapain kalian nginap disana? Sekarang Indah kan jadi pengantin baru. " Kata Sri sambil membawakan minuman.


" Maksud Ibu? " Tanya Monic dengan penasaran


" Kalian belum tahu? " Tanya Sri lalu mereka cuman menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Indah sudah nikah. " Ucap Sri.


" Apa? " Jawab Monic, Shalda dan Zalfa serentak.


__ADS_2