
Disisi lain, Raihan dan Indah menatap awan biru di langit sambil angin bersepoi-sepoi dijalan. Raihan baru pertama kalinya merasa kehangatan yang tulus dari seoarang wanita yang membuat dia menjadi baper.
" Indah... lihat awan disana indah sekali ya. Cantik, ada pelangi yang menghiasinya kayak kamu Ndah. Kamu menghiasi langitku dengan pelangi kamu. " Ucap Raihan membuat Indah baper.
" Apa mas? Aku pelangi kamu? " Tanya Indah lagi.
" Iya Ndah. Kamu pelangiku yang bisa mengusir petir dan awan gelap dari langitku. " Ucap Raihan.
Indah tidak bisa menahan bapernya dan diapun langsung merangkul tangan Raihan dan berkata...
" Aku janji sama kamu mas... pelangi kamu ini akan mengusir semua petir dan awan hitam dilangit kamu... Dan pelangi kamu akan bersinar di langit kamu. Seperti pelangi diatas sana. " Ucap Indah menunjuk pelangi itu.
Raihan tidak bisa melepaskan gandengan istrinya itu karena kehangatan ini yang dia rindukan selama ini. Angin sepoi-sepoi dijalan, membuat mereka tertidur dalam sandaran mereka masing-masing.
Satu jam perjalanan, akhirnya mobil pick up itu sampai juga dikota Jakarta. Dan diapun langsung membangunkan dua insan yang tertidur pulas itu dengan klakson mobilnya.
Bunyian awal mereka tidak terbangun begitupun bunyian kedua, yang membuat sopir itu geram dan saat bunyian ketiga, barulah mereka sadar.
" Maaf mas... kami tertidur. " Ucap Indah.
" Iya nggak apa-apa mbak. " Ucap Sopir itu.
" Kita dimana sekarang mas? " Tanya Indah.
" Kita udah tiba di Jakarta mbak. Sekarang kita di perumahan permata bunda. " Ucap sopir itu.
" Yaudah mas... kita turun disini aja. Lagian ini dekat kok dengan rumah kita. " Ucap Indah langsung turun dari mobil itu.
" Sekali lagi makasih ya mas. " Ucap Indah.
" Sama-sama mbak. " Ucap Sopir itu melajukan gas nya.
" Kenapa kita turun disini sih Ndah... ini masih jauh tahu... masih ada 15 menit lagi. " Kesal Raihan.
" Maaf mas... soalnya aku nggak tega sama sopirnya yang harus bolak balik cuman antarkan kita aja. " Ucap Indah membuat Raihan kagum samanya.
" Terus gimana? " Tanya Raihan.
" Lari aja mas... sekalian olahraga. " Ucap Indah langsung melangkahkan kakinya.
" Eh main duluan aja. Tunggu Ndah. " Ucap Raihan mengejar Indah.
15 menit mereka berlari, akhirnya mereka sampai juga di kediaman keluarga permana yang sangat besar itu sambil ngos-ngosan.
Para penjaga dan sopir disana langsung terkejut seperti melihat romeo and juliet yang kabur dari tahanan. Dan merekapun langsung membuka gerbang pintu itu.
" Alhamdulillah akhirnya den Raihan dan non Indah selamat. " Ucap salah satu pegawai itu.
" Iya pak... semua ini berkat doa bapak semua sehingga kami bisa keluar dari hutan itu dan selamat sampai disini. Baiklah sekarang kami mau masuk dulu... mau istirahat. " Ucap Raihan sambil senyum.
__ADS_1
Indah pun kagum melihat suaminya itu yang ramah terhadap sesama manusia tanpa membeda-bedakan. Meskipun Raihan capek, tetapi dia masih bisa melayani pegawainya untuk ngobrol sebentar.
Setelah tiba didalam rumah, mereka disambut lagi oleh para pembantu disana. Dan Raihan sama sekali tidak judes dan kasar kepada para pembantu itu. Justru dia bersikap sopan dan ramah kepada mereka. Hal itu membuat Indah jatuh cinta kepadanya.
Setelah sampai dikamar, Indah dan Raihan segera melepaskan penat-penat mereka. Dan tak lama kemudian...
" Indah kamu mandi gih bauknya sampai keluar kamar ini. " Ledek Raihan.
" Isshh mas ini. Aku itu wangi tau. Coba aja cium ini. " Ucap Indah sambil memberikan aroma keteknya.
" Bauknya lagi sana pergi mandi. " Ucap Raihan sambil menutup hidungnya.
Satu jam kemudian, membuat Raihan khawatir terhadap istrinya, karena istrinya tidak keluar-keluar dari kamar mandi. Dia hendak ingin masuk dan melihat keadaan istrinya itu tapi, dia takut kalau Indah akan salah paham kepadanya.
Akhirnya Raihan mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu. Setelah beberpa kali ketuk, tidak ada jawaban dari dalam. Hal itu membuat Raihan panik dan reflek masuk kedalam kamar mandi.
Saat masuk, betapa terkejutnya Raihan melihat istrinya yang sudah terbujur di bath up yang berisikan air. Dan diapun langsung...
" Indah bangun Ndah... kamu jangan tinggalkan aku Ndah... kamu pelangiku Ndah... " Ucap Raihan sambil mengusap kepala Indah.
" Aku tahu salah Ndah selama ini kepadamu... Aku minta maaf Ndah... Indah... bangun... " Ucap Raihan dengan suara yang gemetar.
Tak lama kemudian....
" Mas... kamu kenapa nangis? " Tanya Indah yang baru bangun.
" Syukurlah kamu bangun juga Ndah. " Reflek Raihan meluk Indah.
" Harusnya aku yang tanya. Kamu kenapa bisa terbujur disini? " Tanya Raihan balik.
" Ooooo maaf mas... aku ketiduran tadi karena air hangatnya sangat hangat membuat aku tertidur... hehehe maaf ya mas membuat kamu cemas seperti ini. " Jawab Indah.
" Siapa yang cemas? Aku biasa saja kok. " Gengsi Raihan.
" Terus kalau tidak cemas itu tadi namanya apa? Sampai-sampai minta maaf pula lagi. Wkwkwk. " Ledek Indah.
" Isshh kamu ini. Yaudah udah siap kamu kan? Aku mau mandi juga udah gerah nih. " Ucap Raihan mengalihkan pembicaraan.
Disisi lain, mommy Dewi dan papi Irhas tengah kecemasan dan khawatir akan keselamatan anak dan menantunya. Tapi, saat mereka berpelukan disebuah batu besar sambil menunggu kabar dari tim sar, tiba-tiba...
("Halo Nyonya ini saya Sari Nyon. " Ucap Sari di telefon.
(" Iya Sari ada apa? " Tanya Mommy Dewi.
(" Saya mau ngasih kabar kalau den Raihan dan non Indah sudah datang dirumah Nyon. " Jawab Sari.
Setelah mendengar jawaban dari Sari, hati mommy Dewi langsung gembira dan dia langsung bergegas untuk mengasih tahu kabar bahagia ini kepada papi Irhas.
Papi Irhas pun senang mendengar kabar bahagia itu. Dan dia langsung memberi tahu kepada tim sar kalau Indah dan Raihan sudah kembali ke rumah dengan selamat.
__ADS_1
Monic, Zalfa, dan Shalda langsung menangis bahagia mendengar kabar itu. Wulan yang mendengar pun bahagia dan dia langsung pergi bersama Fauzi untuk menemui Raihan dirumahnya.
Saat Wulan dan Fauzi ditengah jalan, tiba-tiba...
" Oh ya Lan... kalau kamu kerumah Raihan apakah tante Dewi nggak marah? Nanti takutnya jadi masalah kalau kamu kerumah Raihan. " Ucap Fauzi.
" Iya juga sih... Terus gimana dong? " Tanya Wulan.
" Coba kamu video call aja sama Raihan. " Jawab Fauzi.
Disisi lain, Indah dan Raihan yang sudah siap untuk istirahat, tiba-tiba terdengar bunyi handphone dari meja dan ternyata yang video call adalah Wulan.
Raihan dengan senangnya, diapun langsung mengangkat video call itu tapi...
" Kamu mau ngakat video call Wulan? " Tanya Indah dengan tatapan tajam.
" Kalau iya emangnya kenapa? Salah? " Tanya Raihan balik.
" Salah sekali. " Jawab Indah dengan nada yang keras.
" Salah apa? Setahuku kamu nggak pernah semarah ini? " Tanya Raihan bingung.
" Pake ini... enak aja dia melihat bulu domba suami aku... itu hanya aku yang boleh melihatnya. " Ucap Indah sambil mengasihkan baju yang sudah disiapkannya.
Raihanpun merasa baper karena beginilah rasanya punya istri... Sebelumnya dia tidak pernah ada yang memerhatikan penampilannya. Tapi sekarang, ada sok-sok seorang istri yang memperhatikan penampilan dirinya agar para pelakor tidak mencuri kesempatan kepada dirinya.
Disisi lain, Butuh waktu yang lama, Raihan pun angkat video call dari Wulan.
(" Halo beb... gimana kabar kamu? Kok lama betul angkatnya? " Tanya Wulan cemas.
(" Aku baik-baik aja... seperti yang kamu lihat. " Jawab Raihan.
( " Oh ya beb aku kerumah kamu ya? " Tanya Wulan membuat Raihan...
(" Untuk saat ini nggak usah dulu beb... Soalnya mommy ada dirumah... kamu tahu sendiri gimana mommy... jadi saran aku mending nggak usah aja dulu... lagian kita bisa video call. " Jawab Raihan
Disamping Raihan, Indah yang memerhatikan mereka merasa kesal sekali. Dan diapun langsung menuju tempat tidur untuk istrahat. Raihan yang melihat istrinya seperti itu, dia langsung mengakhiri obrolanya dengan Wulan. Dengan alasannya dia capek mau tidur.
" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Raihan mendekati ranjang mereka.
" Aku nggak apa-apa kok. Kenapa cepat betul? " Tanya Indah balik.
" Kenapa harus lama-lama kalau tidak ada yang penting? Lagian aku capek betul... dia bisa cuman ganggu kita aja. Yaudah kita tidur yuk. " Ajakan Raihan.
Mendengar ucapan Raihan, hati Indah merasa senang sekali karena baru pertama kali Raihan bersikap cuek sama Wulan dan peduli terhadap istrinya yang cemburuan itu.
Sesampai mereka dirumah, mommy Dewi langsung menuju kekamar anaknya untuk memastikan bahwa anak dan menantunya ada. Namun, saat mommy Dewi hendak keatas, tiba-tiba...
" Nggak usah ganggu mereka dulu dek... biar mereka istirahat aja. Ntar saat makan malam aja kita bangunin mereka. " Ucap papi Irhas.
__ADS_1
" Maaf saya nggak bermaksud lancang nyon... tapi apa yang dikatakan tuan betul nyon. Biar mereka istirahat dulu. " Ucap bibi Sari.
Akhirnya, mommy Dewi mau mendengarkan saran dari mereka dan akhirnya mommy Dewi dan papi Irhas pun masuk kedalam kamar untuk istirahat.